Anda di halaman 1dari 17

Introduksi Vaksin Baru

Bagi Kader Kesehatan

PUSKESMAS DEMAK III


Demak 16 Maret 2018
D
A UUD 1945
S
A Pasal 28B ayat 2: Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh &
R
berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan & diskriminasi.
P
Pasal 28 H ayat 1:Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir & batin,
E bertempat tinggal & mendapatkan lingkungan hidup yang baik, sehat serta
L berhak memperoleh pelayanan kesehatan
A
K UU Perlindungan Anak No.35 tahun 2014
S
A “Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial
N sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial.”
A
A
N UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009
• Setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dg
I ketentuan utk mencegah terjadinya penyakit yg dapat dihindari
M melalui imunisasi
U
• Pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi
N
I
dan anak
S
A
S MENJADI SEHAT
I ADALAH “HAK ANAK”
“ANAK SEHAT” ADALAH INVESTASI
Landasan Hukum

UU No 36 Tahun 2009 Pasal 132 (3)


Tentang Kesehatan Setiap anak berhak
memperoleh imunisasi
Pasal 130
dasar sesuai dengan
Pemerintah wajib ketentuan yang
memberikan berlaku untuk
imunisasi lengkap mencegah terjadinya
kepada setiap bayi penyakit yang dapat
dan anak dihindari melalui
imunisasi
UU Nomor 36 TAHUN 2009
TENTANG KESEHATAN
BAB V
Bagian Kesatu

Tenaga Kesehatan
Pasal 27
Tenaga kesehatan berhak mendapatkan imbalan dan
pelindungan hukum dalam melaksanakan tugas
sesuai dengan profesinya.
Hak perlindungan hukum
• KUHP ps 50 karena jalankan UU
• KUHP ps 51 atas perintah atasan
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 12 Tahun 2017

Tentang Penyelenggaraan Imunisasi


(Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013)

Sesuai bunyi pada Pasal 2 Permenkes, Ruang


lingkup Imunisasi meliputi:
 Penyelenggaraan Imunisasi Program
 Penyelenggaraan Imunisasi Pilihan
 Pemantauan dan penanggulangan KIPI
 Penelitian dan pengembangan
 Peran serta masyarakat
 Pencatatan dan pelaporan, serta pembinaan
dan pengawasan.
Jenis imunisasi sesuai permenkes masih sama yaitu :
hepatitis B; poliomyelitis; tuberkulosis;difteri;
pertusis;tetanus;pneumonia dan meningitis tipe b
(Hib);dan campak Rubella(MR)

Sedangkan Imunisasi lanjutan diberikan pada:


• anak usia bawah dua tahun (Baduta) : difteri, pertusis,
tetanus, hepatitis B, pneumonia dan
meningitis (Pentavalen)
• anak usia sekolah dasar : campak/MR, tetanus, dan
difteri.
• wanita usia subur (WUS) : tetanus dan difteri (Td)
Tujuan MENGAPA
Program Imunisasi IMUNISASI..?

Upaya Pencegahan
Paling Cost Effective

Menurunkan
kesakitan &
kematian akibat
Penyakit-penyakit
yang Dapat Dicegah
Dengan Imunisasi
(PD3I)

Menggunakan vaksin
produksi dlm negeri sesuai
standar keamanan WHO
PENYAKIT YANG DAPAT DI CEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)
Polio Difteri Tetanus

Tuberculosis
Hepatitis B
Pertusis

Campak
Tahun
Perkembangan Imunisasi di Indonesia
introduksi

1956 Imunisasi Cacar Eradikasi Cacar th 1980, imunisasi cacar stop

1973 Imunisasi BCG


1974 Imunisasi TT/Td WUS, Ibu Hamil Target Eliminasi TNM tahun 2016

1976 Imunisasi DPT


1977 Imunisasi merupakan upaya global (Expanded Program on Immunization)

1980 Imunisasi Polio Target Eradikasi Polio th 2020


1982 Imunisasi Campak Target Eliminasi Campak th 2020
1990 Indonesia mencapai UCI nasional
1997 Imunisasi Hepatitis B
2004 Introduksi vaksin DPT-HB
2007 Imunisasi DPT-HB secara nasional
2013 Introduksi vaksin DPT-HB-Hib
2014 Imunisasi DPT-HB-Hib secara nasional
Sejarah Perkembangan Imunisasi
di Indonesia

1956 1973 1974 1976 1980 1982 1997 2004 2013 2016

Hepatitis Haemofilus
Variola TT B influensa tipe b
Polio
(DPT/HB/Hib)

BCG
DPT DPT/HB
Campak
(Kombinasi)

IPV
Rencana Vaksin Baru

Plan 2015 2016 2017 2018 2019


MR Kampanye Kampanye
fase I fase 2

HPV Demonstration Demonstration


project di DKI project di 2 kab
Jakarta di DIY
JE JE Surveillance Kampanye JE
8 sentinels Di daerah beresiko tinggi

Pneumo Pilot project di Lombok


dengan PCV13 Pilot project di 3 provinsi

Pneumo whole cell


Clinical Trial (BF)

Rotavirus Clinical Trial: Rota Virus 3 (RV3) (BF,


Melbourne Uni, UGM) di Jogyakarta Pilot project
dan Klaten
Hal lain yang baru

Diterapkan pada program imunisasi adalah program imunisasi


lanjutan berupa imunisasi booster (DPT-HB-Hib) serta campak/MR.
• Imunisasi lanjutan bertujuan untuk meningkatkan kembali kekebalan
tubuh yang terbentuk, sebab pada usia 15-18 bulan jumlah antibodi
di dalam tubuh mulai mengalami penurunan.
• Imunisasi lanjutan untuk anak usia 18 bulan (1,5 tahun) sampai dgn
24 bln (2thn)diberikan imunisasi DPT-HB-Hib dimana jarak
pemberiannya mimimum 12 bulan dari DPT-HB-Hib dosis terakhir.
Sedangkan imunisasi campak/MR dengan ketentuan minimum
berjarak 6 bulan dari campak dosis pertama.
Rencana Strategis
2015-2020
1. Penguatan imunisasi rutin campak dengan minimal
cakupan 95% di semua level
2. Imunisasi campak lanjutan usia 18 bulan
3. Crash program campak pada balita di 183 kab/kota risiko
tinggi bulan Agustus 2016
4. Kampanye imunisasi MR (catch up campaign) tahun 2017-
2018 untuk anak 9 bulan – <15 tahun
5. Introduksi vaksin MR ke dalam program imunisasi rutin
tahun 2017-2018
Introduksi Imunisasi
MR
1. Vaksin MR menggantikan vaksin campak pada
kegiatan imunisasi rutin
2. Sasaran :
1) Seluruh bayi usia 9 bulan,
2) Seluruh anak usia 18 bulan,
3) Seluruh anak usia SD/MI/sederajat/SDLB
kelas 1
3. Dilaksanakan segera setelah kampanye
imunisasi MR selesai
Jadwal Imunisasi setelah Introduksi
Imunisasi MR
Usia Anak Jenis Imunisasi
<24 jam Hepatitis HBO
1 bulan BCG, OPV1
2 bulan DPT-HB-Hib 1, OPV 2
3 bulan DPT-HB-Hib 2, OPV 3
4 bulan DPT-HB-Hib 3, OPV 4 dan IPV
9 bulan MR
18 bulan MR, DPT-HB-Hib
Kelas 1 MR, DT
Kelas 2 Td
Kelas 5 (tahun 2019) Td
KESIMPULAN
1. Program imunisasi di harapkan dilaksanakan dengan dapat tepat waktu, tepat
mutu, tepat sasaran dan tepat manfa’at
2. Imunisasi adalah hak anak dan untuk kepentingan anak.sesuai dengan
amanat undang undang UUD 1945, UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan ,
UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Permenkes no 12 thn
2107 tentang penyelenggaraan Imunisasi
3. Imunisasi merupakan upaya paling efektif mencegah dan memutuskan rantai
penularan penyakit berbahaya khususnya penyakit PD3I
4. Imunisasi adalah upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh secara aktif
dengan cara memasukkan antigen yang dilemahkan ke dalam tubuh.
Imunisasi bisa mencegah beberapa penyakit infeksi menyebabkan kematian
dan kecacatan, serta mengurangi penyebaran infeksi, sebab imunisasi
membentuk antibodi spesifik yang melindungi tubuh dari serangan penyakit.
Dengan imunisasi anak akan terhindar dari infeksi berat dan ganas. Hal ini
akan menurunkan biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit, mencegah
kematian dan kecacatan yang jadi beban masyarakat seumur hidup.
5. Perlu dukungan dari segala pihak Lp – LS terkait termasuk IDAI, TOGA, MUI,
ORMAS, PKK dll, untuk menjawab keraguan masyarakat terhadap imunisasi
6. Vaksin MR menggantikan vaksin campak pada kegiatan imunisasi rutin dan
tambahan.