Anda di halaman 1dari 75

BAB 5

MAKROMULEKU
L (POLIMER)
PETA KONSEP
MAKROMOLEKUL
Makromolekul adalah molekul yang sangat besar dengan ukuran 10 – 10.000 Å yang
terbentuk dari ratusan sampai ribuan atom.
Bergabungnya molekul-molekul kecil untuk membentuk molekul besar merupakan
peristiwa polimerisasi. Molekul-molekul kecil disebut monomer dan molekul besar
hasil gabungannya disebut dengan polimer. Jadi, polimer adalah molekul raksasa
(makromolekul) yang disusun dari monomer-monomer melalui peristiwa polimerisasi.
A.POLIMER
Polimer

Berdasarkan proses
Berdasarkan jenis Berdasarkan Berdasarkan
reaksi
pembentukannya monomernya asalnya penggunaannya

Polimer adisi Homopolimer Polimer alam Polimer plastik

Polimer
Kopolimer Polimer sintesis Polimer serat
kondensasi

Polimer
modifikasi
A. POLIMER
Polimer Adisi dan Polimer Kondensasi
Polimer Adisi

Polimer adisi adalah polimer yang proses pembentuknnya melalui reaksi adisi, yaitu
putusnya ikatan rangkap yang terdapat pada monomer, untuk kemudian saling terikat
satu sama lain membentuk kesatuan molekul raksasa.

Contoh
Pembentukan polietilena (politena).
Polietilena dibentuk oleh monomer-monomer etena.
A. POLIMER
Polimer Adisi dan Polimer Kondensasi
Polimer kondensasi

Polimer kondensasi merupakan polimer yang proses pembentukannya melalui reaksi


kondensasi. Ciri khas proses kondensasi adalah terbentuknya molekul kecil berupa molekul
H2O, NH3, atau CH3OH.

Contoh
Pembentukan nilon 6,6
Nilon 6,6 terbentuk dari dua jenis
monomer, yaitu asam adipat (asam
1,6-heksandioat) dan
heksametilendiamina (1,6-
diaminoheksana).
A. POLIMER
Homopolimer dan Kopolimer
Homopolimer

Homopolimer adalah polimer yang terbentuk dari monomer-monomer yang sama,


misalnya polivinilklorida (PVC), polietena, polistirena, dan polipropilena.
A. POLIMER
Homopolimer dan Kopolimer
Kopolimer

Kopolimer adalah polimer yang terbentuk dari monomer-monomer yang berbeda,


misalnya nilon 6,6; kevlar; dan bakelit.

nilon 6,6
A. POLIMER
Polimer Alam, Polimer Sintesis, dan
Polimer Modifikasi
Polimer Alam

Polimer alam adalah polimer yang tersedia di alam, dan terbentuk secara alamiah tanpa
keterlibatan manusia dalam proses pembentukannya. Contohnya adalah protein dalam
tubuh manusia, hewan atau biji kacang-kacangan; selulosa pada batang kayu; serta amilum
pada biji-bijian.

Polimer Sintesis

Polimer sintesis merupakan polimer yang dibuat melalui proses pabrikasi oleh
manusia dari bahan-bahan monomer yang tersedia di alam. Contohnya adalah
berbagai macam plastik, serat kain sintesis dan resin sintesis.
A. POLIMER
Polimer Alam, Polimer Sintesis, dan
Polimer Modifikasi
Polimer Modifikasi

Polimer modifikasi adalah polimer yang terbentuk dari hasil modifikasi polimer alam
dengan tujuan memperbaiki sifat-sifatnya agar sesuai yang diharapkan. Sebagai contoh,
vulkanisasi karet untuk ban kendaraan bertujuan agar karet alam bisa lebih kuat dan
kenyal, serta pembuatan selulosa asetat yang digunakan sebagai bahan untuk kertas film.

Polimer modifikasi
dimanfaatkan untuk ban
kendaraan
A. POLIMER
Sifat-sifat Polimer
Polimer merupakan molekul raksasa sehingga mempunyai massa rumus yang sangat besar.
Besarnya massa rumus suatu polimer akan mempengaruhi sifat-sifat polimer tersebut,
misalnya kekerasan, elastisitasnya, dan daya tahan panasnya. Ukuran massa rumus polimer
dinyatakan sebagai derajat polimerisasi (DP).
Daya tahan polimer terhadap pemanasan akan mempengaruhi pemanfaatan polimer
tersebut. Berdasarkankeadaan fisik polimer pada proses pemanasan, polimer dikelompokkan
menjadi:
• Termoplas: polimer yang melunak pada proses pemanasan,misalnya: PVC, polietilena, dan
bakelit.
• Termoset: polimer yang jika dipanaskan akan mengeras, misalnya: melamin dan selulosa.
• Elastomer: polimer yang mempunyai sifat elastis, misalnya karet.
A. POLIMER
Sifat-sifat Polimer
Beberapa contoh polimer alam dan kegunaannya
Nama polimer Monomer pembentuk Kelompok Kegunaan

Homopolimer, Penyusun utama batang kayu


Selulosa -D-glukosa termoset, kondensasi dan daun

Homopolimer, Penyusun utama butir-butir biji-


Amilum (pati) -D-glukosa termoset, kondensasi bijian

Homopolimer, Penyusun utama serat daging


Glikogen -D-glukosa termoset, kondensasi pada tubuh manusia dan hewan

Kopolimer, termoset, Terdapat pada biji-bijian dan


Protein Asam amino kondensasi tubuh makhluk hidup
A. POLIMER
Sifat-sifat Polimer
Beberapa contoh polimer sintesis dan kegunaannya
Nama Polimer Monomer pembentuk Kelompok Kegunaan
Polietena Etena Homopolimer, termoplas, adisi Bahan plastik

Polipropilena Propena Homopolimer, termoplas,adisi Produk mebel dan saniter

Teflon Tetrafluoroetena Homopolimer, termoset, adisi Produk alat rumah tangga anti lengket
Vinil klorida Pipa air minum dan produk alat rumah
Polivinilklorida (PVC) Homopolimer, termoplas, adisi
(kloroetena) tangga
Polivinilasetat (PVA) Vinil asetat Homopolimer, termoset, adisi Lem kayu dan cat tembok

Polimetilmetakrilat (PMMA) Metil metakrilat Homopolimer, termoset, adisi Kaca lampu mobil dan plastik tahan panas
1,6-diaminoheksana dan Kopolimer, elastomer, kondensasi,
Nilon 6,6 Serat kain,dikenal sebagai sutera tiruan
asam adipat
Kevlar 1,4-diamino-benzena dan Kopolimer,elastomer, kondensasi Rompi anti peluru, pelapis kampas rem, tali
asam tereftalat
Selulosa dan asetat
Selulosa asetat Modifikasi, termoplas, kondensasi Film, pita kaset, pelapis kaca anti pecah
anhidrida
B. KARBOHIDRAT
Penggolongan Karbohidrat
Karbohidrat ditinjau dari strukturnya
Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang
mengandung gugus fungsi keton atau aldehida
dan gugus hidroksi. Ditinjau dari gugus fungsi
yang diikat, karbohidrat dikelompokkan
menjadi:
• Aldosa: Karbohidrat yang mengikat gugus
fungsi aldehida.
• Ketosa: Karbohidrat yang mengikat gugus
keton.
B. KARBOHIDRAT
Penggolongan Karbohidrat
Atom karbon yang menyusun karbohidrat dapat bervariasi. Berdasarkan jumlah atom
karbon yang menyusunnya, karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi:
• Triosa: karbohidrat yang tersusun dari tiga atom karbon, contohnya gliseraldehida.
• Tetrosa: karbohidrat yang tersusun dari empat atom karbon, contohnya eritrosa.
• Pentosa: karbohidrat yang tersusun dari lima atom karbon,contohnya ribosa.
• Heksosa:karbohidrat yang tersusun dari enam atom karbon, contohnya glukosa dan
fruktosa.
Suatu karbohidrat yang terusun dari 3 atom karbon dan mengikat gugus fungsi aldehida
disebut dengan aldotriosa. Karbohidrat yang tersusun dari 6 atom karbon dan gugus
fungsinya keton disebut dengan ketoheksosa.
B. KARBOHIDRAT
Penggolongan Karbohidrat
Karbohidrat ditinjau dari hasil hidrolisisnya

• Monosakarida: Karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi molekul- molekul


karbohidrat yang lebih sederhana lagi, misalnya glukosa, fruktosa, ribosa, dan galaktosa.
• Disakarida: Karbohidrat yang jika dihidrolisis terurai menjadi dua molekul monosakarida,
misalnya sukrosa (gula tebu), laktosa (gula susu), dan maltosa (gula pati)
• Oligosakarida: Karbohidrat yang jika dihidrolisis akan terurai menghasilkan 3 – 10
monosakarida, misalnya dekstrin dan maltopentosa.
• Polisakarida: Karbohidrat yang jika dihidrolisis akan terurai menjadi banyak molekul
monosakarida, misalnya pati (amilum), selulosa, dan glikogen.
B. KARBOHIDRAT
Struktur Karbohidrat
Monosakarida
Struktur monosakarida digambarkan dalam bentuk rantai terbuka (konformasi Fischer) dan
dalam bentuk rantai tertutup (konformasi Haworth).Berikut adalah beberapa struktur triosa,
tetrosa, pentosa, dan heksosa menurut konformasi Fischer.
CH2OH

C=O

H - C - OH

CH2OH Glukosa
(Aldoheksosa)
Aldotriosa Ketotetrosa Ribosa
B. KARBOHIDRAT
Struktur Karbohidrat
Struktur Fischer dapat diubah menjadi struktur Haworth. Dengan menggunakan
model molekul akan ditunjukkan bahwa kedudukan gugus −OH pada atom C-5 akan
lebih dekat dengan gugus aldehida. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya
pergeseran (perpindahan) atom H dari gugus −OH pada C-5 ke gugus keton.

Perubahan dari struktur Fischer menjadi struktur Haworth


B. KARBOHIDRAT
Struktur Karbohidrat
Keisomeran Geometri

• Glukosa mempunyai isomer geometri karena cincin atom karbon tersebut membentuk
bidang, sehingga kedudukan gugus-gugus −OH dan atom H berada dalam ruang yang
berbeda.Pada glukosa, isomeri ruang dinyatakan dengan posisi D dan L untuk
menyatakan kedudukan atom karbon nomor 6. Jika atom karbon nomor 6 berada diatas
bidang, dinamakan bentuk D, sedangkan jika dibawah bidang dinamakan bentuk L. Jika
digambarkan dengan struktur Fischer, bentuk D bila gugus −OH pada C-2 berada di
kanan, dan bentuk L bila berada di kiri.
• Dua isomer lagi yang didasarkan pada kedudukan gugus −OH pada atom C nomor 1. Jika
gugus –OH terletak diatas disebut kedudukan  dan jika dibawah disebut kedudukan .
B. KARBOHIDRAT
Struktur Karbohidrat

Contoh isomer geometri dari glukosa.


B. KARBOHIDRAT
Struktur Karbohidrat
Keisomeran Optis

• Isomeri optis adalah isomeri yang disebabkan perbedaan arah putar bidang polarisasi
cahaya.Cahaya pada dasarnya dapat dianggap merupakan gelombang yang bergetar
dengan bidang getar ke segala arah.Jika cahaya dilewatkan ke dalam kaca nikol, maka
setelah melewatinya cahaya tersebut hanya akan mempunyai satu arah bidang getar.
Cahaya yang hanya mempunyai satu arah bidang getar disebut cahaya terpolarisasi.
• Jika cahaya terpolarisasi dilewatkan ke dalam larutan gula, bidang polarisasinya akan
berputar (berubah) arahnya. Zat yang dapat memutar arah bidang bidang polarisasi
cahaya disebut sebagai zat optis aktif.
B. KARBOHIDRAT
Struktur Karbohidrat

Bagan alat polarimeter


B. KARBOHIDRAT
Struktur Karbohidrat
• Terjadinya sifat optis aktif pada suatu senyawa karbon disebabkan adanya senyawa
kiral. Senyawa kiral terjadi apabila suatu molekul mempunyai atom karbon yang tidak
simetri (asimetri).Atom karbon asimetri terjadi bila atom karbon mengikat 4 gugus
yang berbeda. Molekul gliseraldehida mempunyai sifat optis aktif, sebab atom karbon
nomor 2 merupakan atom C asimetris (mengikat 4 gugus yang berbeda). Terdapat dua
jenis gliseraldehida, yaitu D–gliseraldehida yang memutar bidang polarisasi cahaya
kekanan dan L–gliseraldehida yang memutar bidang polarisasi cahaya kekiri.
• Kedua bentuk tersebut menunjukkan peristiwa isomeri optis. Dua molekul yang saling
berisomeri optis merupakan pasangan senyawa dimana salah satu molekul merupakan
bayangan cermin dari yang lain. Senyawa yang berpasangan demikian disebut juga
sebagai senyawa kiral.
B. KARBOHIDRAT
Struktur Karbohidrat

Senyawa kiral
B. KARBOHIDRAT
Struktur Karbohidrat

Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris umumnya disebut senyawa kiral (Latin:
pasangan kanan kiri), yaitu senyawa yang saling berpasangan dimana senyawa yang satu
merupakan bayangan cermin dari senyawa yang lain. Di dalam senyawa optis aktif yang
mengandung dua atom karbon asimetris atau lebih, isomer-isomernya dapat membentuk
beberapa isomer optis. Jumlah isomer optis yang dapat dibentuk adalah 2 n, di manan adalah
jumlah atom karbon asimetris.
Contoh:
Senyawa dibawah ini mempunyai dua atom karbon asimetris sehingga dapat dibuat 4 isomer
optis.
B. KARBOHIDRAT
Struktur Karbohidrat

Berdasarkan struktur senyawa diatas, senyawa (a) dan (b) merupakan enantiomer (bayangan
cermin), senyawa(c)dan (d) juga merupakan enantiomer. Senyawa (a) dan (c) atau (d) merupakan
diastereomer serta senyawa (b) dan (c) atau (d) juga merupakan diastereomer.
B. KARBOHIDRAT
Struktur Karbohidrat

Berkaitan dengan hal tersebut,dikenal beberapa istilah penting dalam isomer optis, yaitu:
• Enantiomer: Dua senyawa dimana yang satu merupakan bayangan cermin yang lain
dan jika salah satu diputar 180o, maka akan saling berhimpit antara satu dengan yang
lain.
• Diasteroisomer:Dua senyawa dimana sebagian merupakan bayangan cermin dari
yang lainnya sedangkan sebagian lagi bukan bayangan cerminnya.
• Senyawa rasemat: Dua senyawa enantiomer yang bersifat optis aktif jika
dicampurkan masing-masing 50% akan membentuk campuran yang tidak optis aktif.
• Senyawa meso: Senyawa yang mempunyai atom karbon kiral (atom C asimetris)
tetapi tidak optis aktif karena senyawa tersebut mempunyai bidang simetri, yang
berarti bukan merupakan senyawa kiral.
B. KARBOHIDRAT
Struktur Karbohidrat
Isomer Optis Karbohidrat
Senyawa heksosa, misalnya glukosa dan fruktosa, jika digambarkan dengan struktur Fischer
akan menunjukkan adanya 4 atom karbon asimetris. Dengan demikian, akan mempunyai 16
isomer optis. Ke-16 isomer tadi akan mempunyai besar sudut putar bidang polarisasi cahaya
yang berbeda. Glukosa merupakan monosakarida yang memutar bidang polarisasi cahaya ke
kanan, yaitu +112o. Jika glukosa dilarutkan ke dalam air, besarnya sudut putar bidang
polarisasi cahaya akan berubah secara perlahan-lahan sampai stabil pada +52,6 0. Peristiwa ini
disebut mutarotasi.
Fruktosa memutar bidang polarisasi cahaya ke kiri. Sukrosa yang merupakan gabungan
molekul (dimer) dari glukosa dan fruktosa memutar bidang polarisasi ke kanan (+66,5 o).
Sukrosa yang dilarutkan ke dalam air dapat mengalami peristiwa pembalikan arah putar
bidang polarisasi cahaya menjadi ke kiri (−39,7o). Peristiwa ini disebut dengan inversidan
senyawanya disebut sebagai gula invert. Pembuatan gula invert dapat dilakukan dengan
menambahkan enzim invertase ke dalam larutan gula (sukrosa).
B. KARBOHIDRAT
Beberapa Monosakarida Penting
Glukosa

Glukosa dapat diperoleh dari hidrolisis sukrosa (gula tebu) atau pati (amilum), dan
mempunyai sifat-sifat:
• Memutar bidang polarisasi cahaya ke kanan (+52,7o)
• Dapat mereduksi larutan Fehling dan membentuk endapan merah bata
• Dapat difermentasi menghasilkan alkohol (etanol)
• C6H12O6  2C2H5OH + 2 CO2
• Dapat mengalami mutarotasi
B. KARBOHIDRAT
Beberapa Monosakarida Penting
Fruktosa

Fruktosa disebut juga sebagai gula buah, diperoleh


dari hidrolisis sukrosa, dan mempunyai sifat-sifat:
• Memutar bidang polarisasi cahaya ke kiri
(−92,4o)
• Dapat mereduksi larutan Fehling dan
membentuk endapan merah bata
• Dapat difermentasi
B. KARBOHIDRAT
Polisakarida
Amilum (Pati)

Polisakarida merupakan polimer dari beberapa monosakarida.Amilum atau pati


terdapat pada biji-bijian, misalnya padi, jagung, gandum, atau pada umbi-umbian,
misalnya ketela, singkong, talas, dan kentang. Amilum merupakan polimer dari -D-
glukosa, dengan dua struktur, yaitu amilosa dan amilopektin.
CH 2
OH CH 2
OH
CH OH CH OH CH OH O O
2 2 2 H H H H
O O O H H
H H H H H OH OH H OH H
H H H
O O
OH H OH H OH H
O
HO

H OH
O
H OH
O
H OH
H
m
H OH H OH
Struktur amilosa
dan amilopektin
CH
n CH 2 OH
O
2
O
H H H H
H H

Amylose HO
OH H
OO
OH H

O
H OH H OH
n
Amylopectin
B. KARBOHIDRAT
Polisakarida
Selulosa

Selulosa merupakan polimer dari -D-glukosa yang saling terikat pada C-1 dan C-4 atau
dikenal dengan ikatan -(1,4)-glukosida. Selulosa merupakan struktur utama pembentuk serat
kayu. Kapas mengandung 90% selulosa dan kayu mengandung 50 − 60% selulosa.Selulosa
dapat ditemukan pada dinding sel tumbuhan, terutama pada batang, dahan, dan tangkai,
serta pada semua bagian berkayu dari jaringan tumbuhan.Selulosa merupakan polisakarida
struktural yang berfungsi memberikan perlindungan, bentuk, dan penyangga terhadap sel
dan jaringan.

Struktur selulosa
B. KARBOHIDRAT
Polisakarida
Glikogen

Glikogen merupakan polisakarida yang terdapat pada otot dan hati sebagai cadangan energi
untuk metabolisme tubuh, serta dikenal juga sebagai gula darah. Glikogen merupakan
polimer dari -D-glukosa dengan ikatan -(1,4)-D- glukosida dan -(1,6)-D-glukosida.Polimer
glukosanya membentuk serat yang rumit dengan molekul berbentuk globuler.

Struktur glikogen
B. KARBOHIDRAT
Uji Karbohidrat
Uji Molisch

Pada uji Molisch, sebanyak 2 mL larutan sampel ditambah dengan 2 tetes -naftol 10% (baru
dibuat) dan dikocok. Secara hati-hati ditambahkan 2 mL H2SO4 pekat sehingga timbul dua
lapisan. Cincin warna merah pekat pada permukaan menunjukkan adanya karbohidrat dalam
sampel.

Uji Seliwanof

Pereaksi dibuat segera sebelum digunakan. Pereaksinya terdiri dari 12 mL HCl pekat dan 3,5
mL resolsinol 0,5%. Kedalam 1 mL sampel ditambahkan 5 mL pereaksi, kemudian
ditempatkan dalam air mendidih selama 10 menit. Warna merah menunjukkan bahwa
dalam sampel terkandung fruktosa.
B. KARBOHIDRAT
Uji Karbohidrat
Uji Antron

Pereaksi dibuat dari larutan antron 0,2% didalam H 2SO4 pekat. Larutan sampel sebanyak
0,2 mL ditambahkan ke dalam larutan antron.Terbentuknya warna hijau menunjukkan
adanya karbohidrat didalam larutan sampel.

Uji Benedict

Larutan Benedict merupakan campuran dari CuSO4, natrium sitrat, dan


Na2CO3.Karbohidrat yang mempunyai sifat pereduksi (misalnya glukosa) akan
memberikan endapan merah bata dengan larutan Benedict.
B. KARBOHIDRAT
Uji Karbohidrat
Uji Barfoed

Pereaksi terdiri dari tembaga(II) asetat. Ke dalam 5 mL pereaksi ditambahkan 1 mL


larutan sampel, kemudian dipanaskandengan penangas air selama 1 menit. Endapan
warna merah oranye menunjukkan adanya monosakarida didalam sampel.

Uji Iodin

Uji Iodin digunakan untuk menunjukkan adanya polisakarida. Jika kedalam bahan yang
mengandung polisakarida diberi larutan iodin dan memberikan warna biru, berarti
bahan tersebut mengandung amilum (amilosa). Amilopektin akan memberikan warna
merah ungu, glikogen dan dekstrin akan memberikan warna merah coklat.
B. KARBOHIDRAT
Uji Karbohidrat
Uji Fehling

Uji Fehling untuk menunjukkan adanya karbohidrat pereduksi (monosakarida, laktosa,


maltosa). Larutan Fehling dibuat dari campuran larutan CuSO 4 (Fehling A) dan Na-K-
tartrat (Fehling B). Pereaksi iniakan membentuk endapan merah bata dengan
monosakarida.
B. KARBOHIDRAT
Uji Karbohidrat
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Asam Amino

Asam amino merupakan suatu senyawa karboksilat yang mempunyai gugus amina pada
rantai karbonnya. Gugus amina pada asam amino yang banyak ditemukan terdapat pada
atom C-, sehingga disebut sebagai asam -amino. Struktur umum dari asam amino
adalah sebagai berikut:

NH2
OH
atau R

O
Struktur umum asam amino.
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Asam Amino
Nama umum dan IUPAC beberapa asam amino
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Penggolongan Asam Amino
Berdasarkan nilai nutrisinya, asam amino dapat dikelompokkan menjadi asam amino
esensial dan asam amino non-esensial. Asam amino esensial merupakan asam amino
yang tidak dapat disintesis didalam tubuh manusia sehingga harus ada di dalam makanan
yang dikonsumsi. Asam amino esensial terdiri dari 10 macam, yaitu: histidin (His), arginin
(Arg), valin (Val), leusin (Leu), isoleusin (Ile), treonin (Thr), triptofan (Try), lisin (Lys),
metionin (met), fenilalanin (Phe)
Disingkat: HAVE a LITTLEMOREPROTEIN
Selain 10 macam asam amino esensial, telah diketahui 10 asam amino non-esensial yang
dapat disintesis oleh tubuh manusia. Asam-asam amino tersebut jika diperhatikan dari
strukturnya hanya berbeda pada rantai sampingnya (R). Rantai samping ini dibedakan
menjadi 5 kelompok, yaitu: rantai non-polar, rantai yang mengandung gugus hidroksi,
rantai yang mengandung gugus karboksilat, rantai yang mengandung basa nitrogen,
dan rantai yang mengandung gugus sulfida.
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Penggolongan Asam Amino
Tugas

Klasifikasikan asam amino


berdasarkan gugus sampingnya!
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Sifat-sifat Asam Amino
a. Asam amino dapat membentuk ion zwitter. Perhatikan pembentukan ion zwitter berikut.

b. Asam amino bersifat amfoter. Hal ini disebabkan terbentuknya ion zwitter.
c. Kecuali glisin, semua asam amino merupakan senyawa optis aktif, karena C-
merupakan atom karbon asimetris.
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Sifat-sifat Asam Amino
d. Asam amino dapat bergabung dengan asam amino yang lain membentuk suatu
polimer yang disebut peptida.
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Protein
Protein terbentuk dari polimerisasi peptida-peptida.Peptida merupakan polimerisasi
dari asam amino-asam amino yang berbeda-beda. Jadi, protein dapat dikatakan sebagai
suatu kopolimer.
Ikatan yang terjadi pada protein selain ikatan peptida antar-asam amino penyusunnya,
juga terjadi ikatan-ikatan yang lain.Misalnya, ikatan hidrogen yang terjadi pada gugus
N–H dan gugus O–H serta ikatan disulfida –S–S– yang menyokong terjadinya ikatan
yang kompleks pada protein. Ikatan ion pada protein juga terjadi jika didalamnya
terdapat gugus ion logam dan ikatan koordinasi, misalnya ikatan koordinasi antara ion
Fe3+ dengan hemoglobin pada darah.Dengan memperhatikan ikatan-ikatan yang terjadi
pada protein, maka struktur protein merupakan struktur yang kompleks.
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Protein
Struktur protein terdiri dari beberapa macam struktur, yaitu:
• Struktur primer: Struktur primer protein merupakan ikatan-ikatan peptida dari asam
amino-asam amino pembentuk protein tersebut.
• Struktur sekunder: Struktur sekunder protein terbentuk dari ikatan hidrogen yang terjadi
antara gugus-gugus amina dengan atom hidrogen pada rantai samping asam amino
sehingga membentuk lipatan-lipatan, misalnya membentuk -heliks.
• Struktur tersier: Interaksi struktur sekunder yang satu dengan struktur sekunder yang lain
melalui ikatan hidrogen, ikatan ion, atau ikatan disulfida (–S–S–), misalnya terbentuknya
rantai dobel-heliks.
• Struktur kuarterner: Struktur yang melibatkan beberapa peptida sehingga membentuk
suatu protein. Pada peristiwa ini, kadang-kadang terselip molekul atau ion lain yang bukan
merupakan asam amino, misalnya pada hemoglobin, dimana pada proteinnya terselip ion
Fe3+.
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Protein
Sifat-sifat protein

• Protein sukar larut dalam air karena ukuran molekulnya yang sangat besar.
• Protein dapat mengalami koagulasi oleh pemanasan, penambahan asam atau basa.
• Protein bersifat amfoter karena membentuk ion zwitter.Pada titik isoelektriknya,
protein mengalami koagulasi sehingga dapat dipisahkan dari pelarutnya.
• Protein dapat mengalami kerusakan(terdenaturasi)akibat pemanasan. Pada
denaturasi, protein dapat mengalami kerusakan mulai dari kerusakan struktur
tersiernya sampai pada kerusakan struktur primernya.
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Protein
Protein konjugasi

Protein konjugasi merupakan senyawa protein yang mengikat (terikat) dengan molekul lain yang
bukan protein.Protein konjugasi terdiri dari:
1. Nukleoprotein, merupakanprotein yang terikat pada asam nukleat.Protein ini terdapat
pada inti sel dan kecambah biji-bijian.
2. Glikoprotein, merupakan protein yang berikatan dengan karbohidrat. Protein ini terdapat
pada musin kelenjar ludah, hati, dan tendon.
3. Fosfoprotein, merupakan protein yang berikatan dengan fosfat yang mengandung lesitin.
Protein ini terdapat pada susu atau pada kuning telur.
4. Lipoprotein, merupakan protein yang terikat pada lipid (lemak), misalnya serum darah,
kuning telur, atau susu.
5. Kromoprotein (Metaloprotein), merupakanprotein yang mengikat pigmen atau ion logam,
misalnya hemoglobin.
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Protein
Fungsi protein

Protein sangat besar peranannya dalam proses metabolisme tubuh, terutama dalam
pembentukan sel-sel baru untuk menggantikan sel yang rusak. Selain itu, fungsi protein
lainnya adalah:
1. Sebagai enzim: Enzim merupakan biokatalis.Bagian utama molekul enzim yang disebut
apoenzim merupakan molekul protein.
2. Alat angkut (protein transport):Hemoglobin merupakan protein yang berperan
mengangkut oksigen dalam eritrosit, sedangkan mioglobin berperan dalam
pengangkutan oksigen dalam otot. Transferin merupakan protein yang bertugas
mengangkut ion besi didalam plasma darah yang selanjutnya dibawa ke dalam hati.
3. Pengatur gerakan (Protein kontraktil):Gerakan otot disebabkan oleh dua molekul
protein yang saling bergeseran.
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Protein
4. Penyusun jaringan (Protein struktural):Berfungsi sebagai pelindung jaringan
dibawahnya, misalnya keratin pada kulit dan lipoprotein yang menyusun membran sel.
5. Protein cadangan: Merupakan protein yang berfungsi sebagai cadangan makanan,
misalnya kecambah dan ovalbumin.
6. Antibodi (Protein antibodi): Berperan dalam melindungi tubuh dari mikroorganisme
patogen.
7. Pengatur reaksi (Protein pengatur): Berfungsi sebagai pengatur reaksi didalam tubuh,
misalnya insulin yang berperan dalam mengubah glukosa menjadi glikogen.
8. Pengendali pertumbuhan: Bekerja sebagai penerima (reseptor)yang dapat
mempengaruhi fungsi bagian-bagian DNA.
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Uji Protein
Uji Biuret
Pereaksi yang digunakan adalah larutan NaOH 40% dan larutan CuSO 4 1%. Sebanyak 3 mL
larutan sampel ditambah dengan 0,1 mL larutan NaOH dan 2 tetes CuSO4. Suatu bahan akan
menunjukkan warna ungu atau merah muda jika mengandung ikatan peptida (protein).

Uji timbel (II) asetat


Pereaksi yang digunakan adalah larutan NaOH 40% dan kertas saring yang dibasahi
larutan Pb(NO3)2. Sebanyak 2 mL sampel yang mengandung protein ditambah dengan
NaOH kemudian dipanaskan pada penangas air. Uap yang terjadi diuji dengan kertas
timbal(II) nitrat.Jika terbentuk warna hitam pada kertas tersebut, proteinnya
mengandung belerang.Warna hitam menunjukkan bahwa S organik diubah menjadi Na 2S,
yang kemudian bereaksi dengan Pb(NO3)2 membentuk PbS yang berwarna hitam.
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Uji Protein
Uji Xantoproteat
Pereaksi yang digunakan adalah asam nitrat pekat atau asam asetat pekat, dan dapat juga
asam sulfat pekat. Sebanyak 3 mL larutan sampel yang mengandung protein ditambah
dengan 2 mL HNO3 pekat dan dipanaskan pada penangas air. Jika sudah dingin, ditambahkan
NH3 atau NaOH. Jika ditambahkan NH3 akan berwarna kuning dan jika ditambahkan NaOH
akan berwarna jingga. Uji Xantoproteat digunakan untuk menunjukkan adanya cincin
benzenadalam protein.
C. ASAM AMINO DAN PROTEIN
Uji Protein
D. LIPID
Penggolongan Lipid
Lipid dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu lipid yang terhidrolisis dan lipid
yang tidak terhidrolisis. Diagram berikut menunjukkan penggolongan lipid secara umum.
D. LIPID
Lemak dan Minyak
Struktur lemak dan minyak

Lemak merupakan cadangan energi sekunder pada tubuh


manusia dan hewan sedangkan minyak merupakan
cadangan energi sekunder pada tumbuhan.Secara umum,
perbedaan antara lemak dan minyak adalah dari wujudnya
pada suhu kamar.Lemak merupakan zat padat pada suhu
kamar sedangkan minyak merupakan zat cair pada suhu
kamar.Kedua senyawa sebenarnya secara struktural tidak
berbeda, yaitu merupakan ester dari gliserol dengan asam
lemak, dan lebih sering disebut sebagai trigliserida. Trigliserida
D. LIPID
Lemak dan Minyak
Tata nama lemak

1. Tata nama umum


Nama umum biasanya didasarkan pada sejarah atau hal-hal bersifat khusus yang terkait
dengan asam lemak. Sebagai contoh, asam palmitat terdapat pada biji dari pohon famili
palma (kelapa, kelapa sawit, dan sejenisnya).
2. Tata nama IUPAC
Sebagai contoh, asam (9Z)-oktadekanoat.Arti “9Z” adalah pada asam lemak tersebut
terdapat ikatan rangkap pada ikatan ke-9, dihitung dari gugus karboksilatnya. Z berarti
zusammen/bentuk isomeri trans pada isomeri geometri (untuk cis diberi kode E dari kata
entgegen). Oktadeka berarti 18, yaitu jumlah atom karbon pembentuk asam lemak
tersebut. Jadi, asam contoh ini merupakan alkanoat asam lemak yang tersusun dari 18
atom karbon dan mempunyai ikatan rangkap pada ikatan ke-9 dengan posisi geometri
trans.
D. LIPID
Lemak dan Minyak
3. Tata nama ∆x
Menurut tata nama x, lambang xmenunjukkan posisi ikatan rangkap pada asam
lemak.Sebagai contoh, asam cis,cis-9,12 oktadekanoat. Makna dari nama ini adalah asam
alkanoat yang tersusun dari 18 atom karbon dan mempunyai ikatan rangkap pada atom C
ke-9 dan atom C ke-12, serta masing-masing pada posisi isomeri geometri cis.
4. Tata nama n-x
Sebagai contoh n−3atauomega-3. Menurut tata nama ini, n−3 (−3 atau omega−3)
menunjukkan letak ikatan rangkap pada suatu asam lemak pada atom Cke-x dihitung dari
atom karbon terakhir setelah gugus karboksilat. Sebagai contoh, asam -linolenat
termasukkelompok asam lemak omega-3 karena mempunyai ikatan rangkap pada atom C
ke-3.
D. LIPID
Lemak dan Minyak
5. Tata nama nomor lipid
Menurut tata nama nomor lipid, asam lemak diberi kode C:D di manaCmenunjukkan
jumlah atom karbon penyusun asam lemak dan D menunjukkan jumlah ikatan rangkap
yang terdapat pada asam lemak tersebut. Untuk menghindarkan kerancuan akibat nomor
yang sama antara asam lemak satu dengan lainnya, maka sistem ini biasa digabung dengan
sistem n−x dansistemx. Sebagai contoh, 18:3; 18:3−6; 18:3,cis,cis,cis-9,12,15.
D. LIPID
Lemak dan Minyak
Contoh penamaan asam lemak
Nama
Struktur asam lemak
Trivial x C:D n−x
CH3(CH2)2COOH Asam butirat - 4:0 -

CH3(CH2)14COOH Asam - 16:0 -


palmitat
CH3(CH2)16COOH Asam stearat - 18:0 -

CH3(CH2)3CH=CH(CH2)7COOH Asam
cis-9 14:1 -5
miristoleat
CH3(CH2)4CH=CHCH2CH=CH(CH2)7COOH Asam linoleat cis,cis-9,12 18:2 -6

asam cis,cis,cis,
CH3CH2CH=CHCH2CH=CHCH2CH=CH(CH2)7COOH 18:3 -3
-linolenat  , ,
9 12 15
D. LIPID
Lemak dan Minyak
Sifat lemak
1.Sifat Fisis
• Pada suhu kamar, lemak berwujud padat dan minyak berwujud cair.Hal ini terkait dengan
jumlah atom karbon penyusunnya.Semakin banyak atom karbon,semakin tinggi titik didih
dan titik leburnya. Faktor lain yang berpengaruh adalah ada tidaknya ikatan rangkap pada
asam lemak penyusunnya.Semakin banyak ikatan rangkapnya,semakin rendah titik didih
dan titik leburnya.
• Lemak dan minyak tidak larut dalam air karena lemak dan minyak merupakan senyawa non-
polar. Gugus polar pada asam lemak dan gliserol saling terikat sebagai ester. Apabila diberi
sabun, lemak akan larut dalam air karena mengalami hidrolisis menjadi asam lemak dan
gliserol.
• Lemak dan minyak hanya sedikit larut di dalam alkohol, tetapi dapat larut sempurna dalam
pelarut non-polar, misalnya eter, karbon disulfida, dan karbon tetraklorida.
D. LIPID
Lemak dan Minyak
• Lemak dan minyak cair mempunyai viskositas yang tinggi (kental). Semakin banyak atom
karbon penyusun asam lemak pada lemak, semakin tinggi viskositasnya (semakin kental).
• Lemak dan minyak mempunyai massa jenis kurang dari 1 gram/mL, atau lebih rendah dari
air. Oleh karena itu, lemak dan minyak akan terapung di dalam air.

2. Sifat Kimia
• Hidrolisis
Hidrolisis lemak dan minyak akan menghasilkan asam lemak dan gliserol.Asam lemak yang
dihasilkan pada hidrolisis ini yang mengakibatkan minyak berbau tengik.
D. LIPID
Lemak dan Minyak

Hidrolisis lemak atau minyak

• Oksidasi
Proses oksidasi dapat berlangsung jika terjadi kontak antara sejumlah oksigen dengan
minyak atau lemak. Terjadinya reaksi oksidasi ini akan mengakibatkan bau tengik pada
minyak atau lemak. Oksidasi biasanya dimulai dengan pembentukan peroksida dan
hidroperoksida.
D. LIPID
Lemak dan Minyak

Proses oksidasi lemak


D. LIPID
Lemak dan Minyak
• Hidrogenasi
Jika ke dalam lemak atau minyak tidak jenuh (mengandung ikatan rangkap) dialirkan
gas hidrogen murni dengan katalis Ni, maka akan terjadi adisi pada ikatan rangkap
sehingga titik didih dan titik leburnya menjadi lebih tinggi. Proses ini akan berakibat
minyak cair menjadi padat dan terbentuk margarin.
D. LIPID
Lemak dan Minyak
Penggolongan lemak

1. Panjang rantai karbon


a. Lemak rantai pendek, yaitu jika asam lemaknya mempunyai atom karbon
antara 2 sampai 6.Contohnya: asam asetat, asam butirat, dan asam heksanoat.
b. Lemak rantai sedang, yaitu jika jumlah atom karbonnya antara 8 sampai 12.
Contohnya asam etanoat, asam dekanoat, dan asam dodekanoat.
c. Lemak rantai panjang, yaitu jika rantai atom karbon pada asam lemak
penyusunnya lebih dari 14.
D. LIPID
Lemak dan Minyak
2. Lemak jenuh dan lemak tidak jenuh
• Lemak jenuh, merupakan lemak yang semua ikatannya merupakan ikatan
tunggal (tidak mempunyai ikatan rangkap).Contohnya: asam gliserol tristearat,
gliserol tripalmitat, dan gliserol tributirat.
• Lemak tidak jenuh adalah lemak pada asam lemak yang diikat mengandung
ikatan rangkap, misalnya gliserol trioleat, gliserol trilinoleat, gliserol
triarakidonat.
3. Asam lemak omega
Istilah omega sebenarnya terkait dengan kedudukan atom karbon terakhir dari
rantai karbon karboksilat, dihitung dari ujung CH3.
D. LIPID
Lemak dan Minyak
4. Lemak tidak jenuh trans dan lemak tidak jenuh cis
Lemak cis lebih bersahabat untuk kesehatan daripada lemak trans. Hal ini karena
lemak trans menyebabkan terbentuknya LDL (Low Density Lipoprotein) dan
sekaligus menurunkan HDL (High Density Lipoprotein). Kadar LDL dalam darah
menyebabkan meningkatnya resiko penyakit hipertensi, aterosklerosis, dan stroke.
D. LIPID
Lemak dan Minyak
Peranan lemak dan minyak
• Lemak sebagai sumber energi cadangan
Lemak dan minyak yang berasal dari ester gliserol lebih dikenal dengan
trigliserida.Peranan trigliserida di dalam tubuh adalah sebagai sumber energi
sekunder. Oleh karena itu.ketikakebutuhan energi tubuh sudah tercukupi oleh
asupan karbohidrat (gula), kelebihan trigliserida akan disimpan sebagai lemak padat
dalam otot dan berakibat kegemukan (obesitas).
• Lemak sebagai pembentuk kolesterol
Salah satu peran lemak dalam tubuh adalah untuk diubah menjadi kolesterol yang
berperan dalam pengangkutan lemak ke dalam sistem metabolisme tubuh.
• Lemak sebagai bahan pembentuk fosfolipid
D. LIPID
Steroid
Struktur dan jenis steroid

Steroid merupakan senyawa turunan lipid yang tidak mengalami hidrolisis.


Kolesterol merupakan contoh steroid yang banyak terdapat dalam tubuh manusia.
Contoh lainnya adalah ergosterol, dan hormon-hormon seperti estrogen,
progesteron, dan testosteron. Perbedaan antara steroid satu dengan steroid lainnya
adalah pada rantai samping (cabang) yang diikatnya.

Testosteron

Progesteron
D. LIPID
Steroid
Kolesterol jahat dan kolesterol baik
• Kolesterol berfungsi sebagai pembentuk dinding sel. Kolesterol dikelompokkan menjadi
kolesterol ringan (LDL) dan kolesterol berat (HDL). Kolesterol LDL di dalam pembuluh darah
tidak larut dalam air sehingga dapat mengendap di pembuluh darah sebagai padatan yang
mempersempit pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah ini dapatmenyebabkan naiknya
tekanan darah dan bahkan bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Jika hal ini terjadi di
otak, akan mengakibatkanstroke.Oleh karena itu, kolesterol LDL sering disebut sebagai
kolesterol jahat.
• Kolesterol ringan (LDL) dibentuk dari lemak jenuh.Lemak jenuh membutuhkan waktu yang
sangat lama untuk bisa diurai oleh tubuh. Reaksinya dengan protein akan menjadi Low Density
Lipoprotein (LDL) yang membentuk lapisan dinding dalam pembuluh darah sehingga
menggumpal menjadi plak dan mengakibatkan penyempitan rongga aliran darah. Hal ini juga
menjadikan pembuluh darah menjadi tidak fleksibel. Hal inilah yang menjadipenyebab utama
dari penyakit jantung, hipertensi, dan stroke, sehingga lemak jenuh identik dengan lemak jahat.
D. LIPID
Terpenoid
Terpenoid merupakan senyawa turunan lipid yang tidak terhidrolisis.Terpenoid
biasanya ditemukan dalam minyak atsiri, misalnya sitral (minyak sereh), geraniol
(minyak mawar), dan juga sebagai vitamin A. sebagai contoh dalam minyak sereh
dan minyak mawar.

Limonen Geraniol Sitrinelol


MAKROMOLEKUL

Contoh
1. Jelaskan pengelompokan polimer berdasarkan asalnya
Soal dan
berikan masing-masing 2 contohnya.
2. Berdasarkan reaksi pembentukannya, termasuk polimer apakah
berikut ini?
a. pati (amilum)
b. polietena
c. protein
d. nilon
e. kevlar
MAKROMOLEKUL

Contoh
1. Polimer alam, contoh: protein, selulosa, karet alam, danSoalain-lain.
Polimer sintetis, contoh: PVC, nilon, polyester, dan lain-lain.

2. a) polimer kondensasi
b) polimer adisi
c) polimer kondensasi
d) polimer kondensasi
e) polimer adisi