Anda di halaman 1dari 33

KESUBURAN TANAH

DAN
NUTRISI TANAMAN
Ir.H. Suli Suswana, M.Si.
PANGAN
TELAH MENJADI KEBUTUHAN MENDASAR
BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

APA PANGAN MEREKA ?

BUAH-BUAHAN & DEDAUNAN


BERBURU &
DAGING & IKAN
MENGUMPUL
MEMBANTAI BINATANG
KAN
MINUM-MINUMAN
BERPINDAH-PINDAH MENETAP CIVILISASI
• MENGUMPULKAN PADA SUATU TEMPAT • KAMPUNG-KAMPUNG
• BERBURU • MULAI BERCOCOK TANAM • KELUARGA-KELUARGA
• MENGGARAP LAHAN • BERKEMBANG BUDAYA

KAPAN ?

TIDAK DIKETAHUI DENGAN PASTI


DIPERKIRAKAN BEBERAPA RIBU TAHUN SM

SEJAK ITULAH FAJAR PERTANIAN MULAI


MENYINGSING MENYINARI KEHIDUPAN
MANUSIA
CATATAN SEJARAH PERKEMBANGAN
KESUBURAN TANAH
• MESOPOTAMIA : SUATU DAERAH YANG MEMPERLIHATKAN
PERMULAAN PERKEMBANGAN SIVILISASI (TERLETAK DI ANTARA
SUNGAI EUPRAT & TIGRIS SKRG IRAK)
• + 2500 TH SM TERCATAT DAERAH INI PENDUDUKNYA SANGAT
MAKMUR, TANAHNYA SUBUR, MENGHASILKAN PANEN 86 S/D 300
BIJI.
• 2000 TH KEMUDIAN, DIKUNJUNGI HERODUTUS (AHLI SEJARAH
BANGSA YUNANI)
• TH 300 SM, THEOPRASTUS MELAPORKAN KESUBURAN TANAH
ALUVIAL S. TIGRIS DIBENTUK DARI ENDAPAN DEBU YG BERASAL
DARI GENANGAN BANJIR
PADA SUATU SAAT, MANUSIA MENYADARI BHW
SUATU TANAH YANG DITANAMI TERUS-MENERUS,
LAMA-LAMA AKAN MENGHASILKAN PRODUKSI YANG
TIDAK LAGI MEMUASKAN.

MULAILAH ADA USAHA PENAMBAHAN PUPUK KANDANG (BHN


ORGANIK) UNTUK MEMPERBAIKI KESUBURAN TANAH
BAGAIMANA DAN KAPAN MULAINYA PEMAKAIAN BHN ORGANIK ITU ?

• Xenophon (434-355 SM) melaporkan: pertanian akan gagal jika


pupuk kandang sama sekali tidak dilibatkan; tidak ada sesuatu
sebaik pupuk kandang
• Theophrastus (372-287 SM) merekomendasikan: pemakaian
kompos sebanyak-banyaknya untuk memupuk tanah yg tdk subur;
beliau juga berpendapat bhw tumbuh-tumbuhan yg memerlukan
makanan banyak membutuhkan pula sejumlah air yg banyak; ia
mencatat sisa-sisa tanaman kacang (Vicia faba) dibenamkan
petani ke dalam tanah untuk memperbaiki kesuburan tanah di
Macedonia dan Thessalia; ia jg membuat urutan nilai pupuk
kandang (: kotoran manusia – babi – kambing – domba – lembu
betina – lembu jantan – kuda).
• Varro (penulis pertanian di zaman Romawi) melaporkan: hal yg
sama, tetapi menempatkan kotoran ayam dan burung lebih baik
dari tinja manusia.
• Cato (234-149 SM) menganjurkan: penanaman tanaman sela
acinum pada lahan tanaman anggur (namun hingga kini tdk jelas
apa yg dimaksud acinum itu); ia menemukan bhw jenis leguminosa
yg terbaik adlh kacang-kacangan, lupina dan vetch.
• Yg jelas, penanaman campuran (mix-cropping) telah dikenal orang
sbg suatu cara untuk meningkatkan produktifitas tanah.
• Columella mendaftarkan: beragam leguminosa yg berpengaruh
bagi peningkatan kesuburan tanah.
• Penggunaan pupuk mineral belum dikenal pada zaman itu. Namun
Theophrastus telah menganjurkan mencampur tanah-tanah yang
berbeda-beda sifatnya dlm usaha memperbaiki kekurangan-
kekurangan tanah.
• Aegenia dan Yunani dianggap yg pertama skl menggunakan bahan
kapur (napal) untuk lahan pertanian.
• Kemudian Bangsa Romawi mempelajari dan menggembangkan
penggunaan bahan kapur, mengklasifikasikan bahan kapur, dan
membuat rekomendasi yang berbeda-beda unt tanaman biji-bijian
dan rumput pakan ternak.
• Plinneus (62-113) mengemukakan: bahan kapur sebaiknya disebar
merata di atas permukaan tanah, dan sekali perlakuan cukup unt
waktu yg lama; Sendawa (KNO3) berguna untuk memupuk tanaman.
• Kebanyakan peneliti mengemukakan bhw warna tanah dpt dipakai
sebagai indikator kesuburan suatu tanah (hitam = subur; pucat =
tdk subur)
• Columella menduga: ada faktor lain selain warna tanah, spt struktur,
tekstur, dan kemasaman tanah merupakan petunjuk yg berguna untuk
mengestimasi kesuburan tanah.
• Sejauh itu, sedikit sekali ditemukan bukti-bukti yang diperoleh
melalui pendekatan percobaan-percobaan, walaupun bgt manuskrip-
manuskrip itu telah merefleksikan secara komprehensif berbagai
faktor yang dewasa ini dikenal mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
• Zaman bangsa Yunani (800-200 SM; merupakan zaman keemasan):
banyak orang-orang genius; tulisan-tulisan mereka banyak dikopy
oleh bangsa Romawi; pola fikir orang Yunani itu telah mendominasi
pikiran dunia selama > 2000 th.
KESUBURAN TANAH MENJELANG ABAD XIX
• Setelah kehancuran bangsa Romawi hanya sedikit publikasi
perkembangan pertanian, hingga
• Pietro de Crescenzi (1230-1307) mendobrak kesunyian dg
menerbitkan buku “Opus ruralium commodorum”, oleh banyak
orang dianggap sbg pendiri agronomi modern.
• Setelah masa Crescenzi hanya sedikit pertumbuhan ilmu
kesuburan tanah.
• Palissy pd th 1563 mengemukakan bhw kandungan abu tanaman
merupakan bahan yang diangkut dari tanah.
• Francis Bacon (1561-1624): makanan utama tanaman adalah air.
• Jan Baptis van Helmont (1577-1644), ahli fisika & kimia Belanda,
melaporkan hasil percobaannya: membuktikan bhw airlah hara yang
digunakan tanaman untuk pertumbuhan.
Percobaan JB.van Helmont

Dilakukan penyiraman
dengan air hujan, dan dijaga
dari pengaruh benda-benda
luar. Setelah 5 tahun pohon
Phn willow willow bobotnya menjadi 169
muda 5 lb lb 5 oz, sedangkan bobot
tanah berkurang 2 oz.

Karena hanya air yang ditambahkan, maka


kesimpulannya: pertambahan bobot tanaman hanya dari
air melulu, dan airlah makanan tanaman satu-satunya.
Tanah 200 lb

Catatan : 1 lb = 0,4356 kg

Bila dikomparasi dengan ilmu nutrisi tanaman di zaman


sekarang, kesimpulan hsl penelitian JB.van Helmont adalah
salah, namun percobaan beliau itu telah menstimulir
lahirnya penelitian-penelitian lainnya.
• Robert Boyle (1627-1691), ahli fisika Inggris, mengulang
percobaan JB. Van Helmont, mengemukakan: Observasi adalah
satu-satunya jalan menuju kebenaran. Ia sependapat dg JB. Van
Helmont, tetapi selangkah lebih maju, menandaskan: tumbuh-
tumbuhan itu mengandung sejumlah garam-garam, spiritus, dan
minyak yang semuanya terbentuk dari molekul-molekul air.
• Glauber (1604-1668), ahli kimia Jerman: sendawa (kalium nitrat)
bertanggung jawab sbg penyusun utama tubuh tumbuhan, bukan
air; kesuburan tanah dan nilai pupuk kandang sgt ditentukan oleh
sendawa.
• John Mayow (1643-1679), ahli kimia Inggris, menyokong pendapat
Glauber.
• Sekitar th 1700, studi mulai dilakukan secara lebih intensif dan
ada peningkatan mutu, shg terlihat ada kemajuan dalam bidang
ilmu pertanian.
• John Woodward mengulang percobaan yang telah dilakukan oleh
Boyle dan van Helmont, sbb:
Disiram dengan :
 air hujan
 air sungai
 air limbah
 campuran air limbah dengan serasah

Phn Beliau dengan hati-hati mengukur:


spearmint  jumlah air yg ditranspirasikan
 mencatat bobot tanaman pada
awal dan akhir percobaan

Beliau menemukan: bhw pertumbuhan spearmint itu


berbanding lurus dengan jumlah zat tidak murni yg
Tanah terdapat di dalam air.
Menyimpulkan : bahan terestrial atau bahan tanah
adalah penyusun utama vegetasi, disamping air.
• Menjelang akhir abad XVIII, Arthur Young (1741-1820), ahli
pertanian Inggris, membuat percobaan pot untuk menyelidiki
bahan mana yang lebih mampu meningkatkan hasil tanaman.

Pasir + Pasir + Pasir + Pasir + Pasir +


arang train oil kotoran ayam spiritus nitrat
Beliau menemukan :
 beberapa bhn itu
menghasilkan
pertumbuhan tnmn.
 yg lainnya tdk tumbuh
Pasir + Pasir + Pasir + kulit Pasir + bhn
mesiu empulur kerang lainnya

Hsl penelitiannya dilaporkan dlm “Annals of Agriculture”


Menjelang akhir abad XVIII
• Francis Home mengemukakan: bukan satu zat saja yang menyusun
jaringan tanaman (air tanah, zat dari udara, garam-garam, dan
minyak); masalah pertanian adalah masalah hara yg esensial bagi
pertumbuhan tanaman; beliau jg melakukan analisa kimia bahan
tanaman; hasil penelitiannya dianggap sbg batu loncatan menuju
pertanian yg ilmiah.
• Penemuan oksigen oleh Priesley (1775), merupakan kunci pembuka
rahasia “mystery of plant life”.
• Jan Ingenhousz (1730-1799) menunjukkan: bhw penjernihan udara
terjadi jika ada cahaya, tetapi di dlm ruangan gelap udara tdk dpt
dijernihkan.
• Jean Seneiber (1742-1809), bangsa Swiss, berpendpt: penambahan
bobot pohon willow dari percobaan van Helmont disebabkan oleh
pengaruh udara.
Kemajuan Selama Abad XIX
• Theodore de Saussure berbeda pendapat dengan hsl penelitian
Seneibier, dari hsl penelitiannya: tanaman mengabsorpsi oksigen
dan membebaskan CO2 – tema sentral respirasi; dapat pula
tanaman menyerap CO2 dan membebaskan O2 jika ruangan diberi
cahaya; jika tanaman ditempatkan di ruangan tanpa CO2 maka
tanaman itu akan mati. Kesimpulan : tanah hanya menyediakan
fraksi kecil dari unsur hara yg diperlukan tanaman; karbon yg
terdpt di dlm tumbuh-tumbuhan berasal dari udara (kesimpulan ini
tdk diterima oleh kolega-koleganya).
• Sir Humprey Davy menerbitkan buku “The elements of
Agricultural chemistry” pd th 1813, beliau mengemukakan:
kendatipun tanaman dpt menerima karbon dr udara, namun porsi
utamanya diabsorpsi tumbuhan melalui akar, dan dia
merekomendasikan penggunaan minyak (oil) sbg pupuk.
• Periode dari pertengahan abad XIX hingga awal abad XX,
dirasakan terjadi kemajuan yg pesat tentang nutrisi tanaman dan
pemupukan.
• Jean Baptiste Boussingault (1802-1882), ahli peneliti Prancis,
mendirikan sebuah kebun percobaan di Alsace, Perancis, dimana
beliau banyak melakukan percobaan-percobaan lapangan dengan
petak-petak percobaan; beliau mencatat keseimbangan hara yg
memperlihatkan seberapa bnyk macam unsur hara tanaman yg
berasal dari air hujan, tanah, dan udara; beliau disebut sbg “
Bapak Percobaan lapangan”.
• Pada periode waktu itu, teori mengenai humus masih dianut
orang: bhw penghancuran sisa-sisa tumbuhan dan binatang akan
akan memberikan produk yg akan dipergunakan oleh akar
tanaman.
• Justus von Leibeg (1803-1873), ahli kimia telah mematahkan
mitos teori humus tadi; dalam seminarnya beliau mengejutkan
khalayak ramai, pernyataan Leibig di dlm seminar sbb:
• 1) Hampir seluruh karbon di dlm tumbuh-tumbuhan berasal dari
CO2 udara.
• 2) Hidrogen dan oksigen berasal dari air
• 3) Logam-logam alkali diperlukan untuk menetralisir asam-asam
yg dibentuk tumbuh-tumbuhan sbg hsl aktifitas metabolisme.
• 4) Fosfat dibutuhkan untuk pembentukan biji
• 5) Tumbuh-tumbuhan mengabsorpsi semua yg diperlukannya tanpa
diskriminasi dari dalam tanah, sebaliknya mengeksresikan melalui
akarnya sejumlah bahan-bahan yg termasuk non-esensial
• Beliau jg percaya bhw satu-satunya bentuk N yang diabsorpsi akar
adalah NH4+ yang berasal dari tanah, manure, maupun udara.
• Beliau jg percaya bhw dg menganalisa bahan tanaman dan
mempelajari unsur-unsurnya, maka seseorang dpt memformulasikan
satu set rekomendasi pemupukan.
• Beliau berpendapat bhw pertumbuhan tanaman itu proporsional
dengan jumlah hara tersedia di dalam pupuk.
• Beliau mengembangkan Hukum Minimum (The Law of the
Minimum): “pertumbuhan tanaman dibatasi oleh unsur hara tanaman
yang terdapat dalam jumlah yg sangat rendah”
• Beliau dianggap sbg Bapak Kimia Pertanian.
• Bersamaan dg Liebeg, di Inggris JB. Lawes dan Gilbert pada th
1843 membangun Stasiun Percobaan di Rotamsted, mengikuti
corak yg telah dirintis oleh Boussngault di Perancis.
• Mereka percaya, bhw tdk semua hsl penelitian Liebeg itu benar,
dan setelah 12 th melakukan penelitian mereka mengumumkan
hasil-hasil penelitiannya:
• 1) Tanaman memerlukan juga kalium disamping fosfor
• 2) Tanaman non-leguminosa memerlukan suplai nitrogen, tanpa
unsur N pertumbuhan tanaman tdk akan terjadi. Jumlah N-amonia
dr atmosfer tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
• 3) kesuburan tanah dapat dijaga selama beberapa tahun dengan
pemberian pupuk kimia.
• 4) Pengaruh pemberaan itu menguntungkan dipandang dari segi
berlangsungnya peningkatan ketersediaan N di dlm tanah.
Problem tanah dan N tanaman masih terus ditelusuri.
• Theodore Schloessing & Alfred Muntz, ahli bakteri, bangsa
Perancis, pada th 1879 menjernihkan air limbah dg
melewatkannya melalui saringan pasir dan batu kapur,
kemudian filtratnya dianalisa secara periodik, dan selama 28
hari hanya N-aminia yg dpt dideteksi.
• Pd akhir percobaan ternyata muncul senyawa NO3 muncul
terdeteksi.
• Mereka menyimpulkan bhw bakterilah yg bertanggung jawab
melaksanakan proses itu.
• S. Winogradsky dapat mengisolasi bakteri dari proses itu.
• Helriegel dan Wilfrath pd th 1886 menyimpulkan bhw
bakteri harus terdapat dlm nodula-nodula akar, dan bakteri
inilah yg dipercayai mampu mengasimilasikan gas N2
atmosfer dan mengkonversikannya ke dlm bentuk-bentuk yg
tersedia bagi tanaman.
Perkembangan Kesuburan Tanah di USA
• Edmond Luffin (1825-1945), orang pertama yg menggunakan bahan
kapur secara rasional pada tanah-tanah di daerah humid (basah) di
USA, dg maksud untuk menggantikan unsur-unsur yg hilang oleh
panen atau tercuci.
• E.W. Hilgard (1833-1916) mengekstraksi contoh tanah dengan
menggunakan asam-asam untuk menentukan status kesuburan
tanah.
• Milton Whitney & C. G. Hopskins jg telah melakukan penelitian
tentang status hara dalam tanah, sbg respon positif thd hsl
penelitian Hilgard.
• Setelah abad XX di USA banyak didirikan pusat-pusat penelitian
pertanian dengan melakukan berbagai percobaan, dan hasilnya
menyimpulkan :
• besar keuntungan yg dicapai jika pemupukan dilakukan
• Unsur hara esensial yg sering kekurangan dan diperlukan dalam
jumlah yg relatif banyak adalah N, P, dan K serta unsur lainnya.
Pengertian kesuburan
tanah
• Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah
untuk menyediakan unsur hara essensial bagi
tanaman dalam jumlah cukup dengan proporsi
seimbang untuk melestarikan pertumbuhan
tanaman (satu siklus kehidupan).
• Kesuburan tanah adalah kemampuan
tanah untuk memasok hara, air dan
oksigen dalam jumlah cukup untuk
menumbuhkan tanaman secara optimum
20
Istilah yang berkaitan dengan
kesuburan tanah
• Tanah adalah Lapisan berupa bahan tidak kompak
(unconsolidated material) yg ditemukan dipermukaan
bumi yg terbentuk akibat interaksi 5 faktor: iklim,
topografi, bahan induk, organisme, da waktu. Biasanya
tersusun atas mineral, bahan organik, air dan udara.
• Lahan: Suatu areal di permukaan bumi yg meliputi
lingkungan biosfer baik yg ada di atas dan di bawah
permukaan bumi seperti atmosfer, tanah, batuan
(komponen geologI), air (hydrology), tanaman, hewan,
dan hasil-hasil aktivitas manusia yg ada sekarang
maupun dari dulu yang berpengaruh terhadap
penggunaan lahan saat ini dan yang akan datang.
• Productivitas tanah: Kemampuan tanah untuk
menghasilkan tanaman tertentu. Kemampuan ini
tergantung atas kecukupan lengas, hara dan dukungan
iklim yg baik.
• Kemampuan lahan: Daya dukung lahan untuk
kepentingan tertentu yg besarnya dipengaruhi oleh
komponen-komponen lahan dan interaksi antar
komponen-komponennya. Dalam menilai kemampuan
lahan harus mempertimbangklan (1) risiko kerusakan
lahan akibat erosi dan penybab lain dan (2) Kesulitan
penggunaan lahan yang terkait dg sifat fisik lahan,
termasuk didalamnya iklim.

• Evaluasi Lahan : proses prediksi keragaan lahan (land


performance) ketika digunakan untuk tujuan tertentu.
Evaluasi lahan merupakan kunci perencanaan
penggunaan lahan baik oleh petani, perusahaan atau
pemerintah. Ada beberapa teknik analisis yang dapat
digunakan untuk mengevaluasi lahan.
• Nutrisi (hara): unsur-unsur yang dibutuhkan
untuk melengkapi satu siklus kehidupan
tanaman. Unsur atau senyawa itu bersifat
essensial bagi pertumbuhan tanaman maupun
hewan.
• Pupuk : Bahan atau senyawa yang dtambahkan
ke dalam tanah baik berupa organik atau
anorganik dg tujuan untuk meningkatkan
pertumbuhan tanaman. Bahn ini dapat bersifat
sintetik maupun alami.
• Mutu Tanah atau Kesehatan tanah:
kemampuan tanah untuk berfungsi bagi
pelestarian produktivitas tanaman, hewan, dan
mendukung kesehatan manusia.
Urgensi menjaga kesuburan tanah

• Produktivitas lahan yang makin berkurang


karena (1) hilangnya lahan yang produktif
dikonversi menjadi hunian atau kawasan
industri, dan (2) terjadainya pelandaian
produktivitas khususnya pada lahan padi sawah
• Jumlah penduduk Indonesia terus meningkat,
sehingga kebutuhan pangan terus bertambah.
• Konsep pembangunan berkelanjutan terus
digalakkan agar kegiatan pertanian senantiasa
menguntungkan, aman, lestari dan ramah
lingkungan.
• Perlu penyusunan rekomendasi pemupukan terpadu yang
bersifat spesifik lokasi disesuaikan dengan komoditas yang
diusahakan dan lahan tempat usahanya. Hal ini bertujuan
untuk meningkatkan efisiensi pemupukan dan mengurangi
dampak pencemaran terhadap lingkungan.
• Beberapa alasan kenapa harus memupuk:
– Aplikasi pupuk terhadap hara yang diketahui menjadi
faktor pembatas, akan meningkatkan hasil.
– Pengusahaan tanaman dengan hasil tinggi (high yielding),
membutuhkan tanah yang subur secara
berkesinambungan.
– Hara yang diserap oleh tanaman harus digantikan.
– Penggunaan pupuk yang tepat akan meningkatkan
keuntungan ekonomi.
• Hubungan antara kesuburan tanah dengan keadaan
lingkungan dapat digambarkan sebagai berikut Hara dapat
bergerak menuju badan air permukaan atau air dalam
tanah. Hal ini disebabkan bentang lahan saling
berhubungan, lahan pertanian tidak terpisah dari
lingkungan di sekitarnya. Pengelolaan hara yang buruk,
misalnya pemupukan yang berlebihan, pengelolaan rabuk
yang sembarangan, akan menimbulkan beaya lingkungan.
Komponen atau susunan kesuburan tanah

• Komponen penyusun mutu kesuburan suatu tanah


adalah:
1. jeluk mempan perakaran: solum, erosi, konservasi,
daerah jelajah akar
2. struktur tanah: imbangan air-udara, kemudahan
ditembus akar
3. reaksi tanah: kelarutan unsur, dominansi mikrobia
4. hara cukup dan seimbang: macam, jumlah dan nisbah
5. penyimpanan hara dan lengas: KTK, buffering capacity,
retensi lengas
6. humus: C-organik tanah, khelasi, energi untuk mikrobia
7. mikrobia bermanfaat: sinergisme, daur hara dan materi
8. bebas bahan meracun: toksin, limbah
• Jeluk mempan: jarak vertikal tanah dari
permukaan tanah sampai lapisan yg dapat
menghambat perumbuhan akar tanaman.
– Sangat dangkal — bila lapisan penghambat
perakaran tanaman berada pd jeluk < 10 inchi.
– Dangkal — bila lapisan penghambat perakaran
tanaman berada pd jeluk < 10-20 inchi.
– Sedang — bila lapisan penghambat perakaran
tanaman berada pd jeluk 20 - 36 inches.
– Dalam— bila lapisan penghambat perakaran
tanaman berada pd jeluk 36 - 60 inches.
– Sangat dalam — bila lapisan penghambat perakaran
tanaman berada pd jeluk > 60 inches.

27
• Struktur tanah: mencerminkan bagaimana
suatu individu partikel tanah berikatan
membentuk agregat. Agregat yg terbentuk
secara alami di lapangan disebut "peds“,
sedangkan yg sudah hasil pengolahan disebut “
Clods”. Struktur sangat penting karena
mempengaruhi ruang pori tanah. Struktur yg
mampat akan mempengaruhi jumlah air dan
udara yg dp bergerak secara bebas dlm tanah.
Akibatnya juga akan mempengaruhi kemapua
penetrasi akar atau kemampuan akar untuk
tumbuh memanjang menembus akar. Ada 5
klas struktur tanah: granular, blocky, platy,
prismatic and structureless.
CEC
Kation dlm tanah berada
pd kondisi dinamis antara
larutan dan kompleks
jerapan (pertukaran)
tanah. Loka pertukaran ini
bermuatan negatif baik
berupa mineral lempung
atau bahan organik. Katio
dlm loka pertukaran
berada dlm ondisi
setimbang dg yg dlm
larutan. Jumlah muatan
lisrik negatif sering
disebut sebagai nilai
kapasitas pertukaran
kation (KPK).
• Mikroba Tanah
– Biasanya tanah subur banyak mengandung
mikroba. Dalam 1 gram tanah dp
mengandung 108 – 109 (ratusan juta-
milyaran) populasi mikroba terbanyak
adalah bakteri (unicellular cells lacking a
true nucleus) kemudian diikuti oleh
actinomycetes (a specialized group of
bacteria which contains many members
that produce valuable antibiotics), fungi
(singular: fungus) alge and sianonobacteria
("blue-green "algae") dan protozoa
(unicellular soil organisms that decompose
organic materials as well as consume large
numbers of bacteria).
Jumlah mikrobia dalam tanah
Jumlah Mikrobia Jml/g.tanah
Bakteri 108 – 109
Cendawan 100.000 – 1.000.000
Ganggang (Algae) & 1.000 – 1.000.000
Sianobakteria
Protozoa 1.000 – 100.000
Berat biomassa mikrobia di Tanah-
Tanah Subur

Kelompok Mikrobia Berat Basah (lbs/acre)

Bakteri 300 – 3.000

Aktinomisetes 300 – 3.000

Jamur 500 – 5.000

Protozoa 50 - 200

Ganggang (Algae) 10 – 1.500


Manfaat Mikrobia bagi tanah
1. Mikro-artropoda (mites, springtails, etc.), cacing, seranga tanah,
dll. Serangga besar ini bermanfaat utk memperbaiki struktur
tanah, aerasi, dan drainasi akibat akiuvitas mereka dlm tanah.
Mikrobia tanah banyak menghasilkan senyawa lengket (lem)
seperti (polisakkarida, mucilages, etc.) yg membantu menyemen
agregat tanah. Hifa fungi juga membantu menstabilkan struktur
tanah, karena bentuk hifanya yg seperti benang mengitari
partikel dan agregat sepertri jaring-jaring rambut. Sebenarnya
miroba hanya berpengaruh sedikit terhadap struktur tanah, yg
besar adalah peran dari cacing tanah.
2. Mikrobia berperanan penting dlm siklus hara spt karbon (C),
nitrogen (N), phosphorus (P), and sulfur (S). Mereka
mengendalikan bentuk dan jumlah hara sepeti mengubah N
(NH4+) menjadi nitrate N (NO3-)]. Peran ini penting terutama
pada pupuk organik.
3. Peran mikrobia yg lain adalah kemampuannya mengfiksasi N2
secara simbiotik, contoh: Rhizobium and Bradyrhizobium yg
biasamya terdapat pd akar-akar tanaman legumenosa, seperti
kedelai, kacang tanah, dll.
4. Kemampuan mikroba yg lain yakni mampu mendegradasi residu
pestisida atau bahan berbahaya lain
33
dlm tanah, sehingga tidak
toksik bagi air tanah.