Anda di halaman 1dari 13

PENGUNGKAPAN DAN

TRANSPARANSI,
PENGENDALIAN INTERNAL
TRANSPARASI

Prinsip transparansi mengharuskan informasi tersedia dan dapat langsung diakses oleh
pihak-pihak yang berkepentingan dengan informasi tersebut. Prinsip pengungkapan dan
transparansi menyatakan bahwa perusahaan harus mengungkapkan semua informasi material
mengenai perusahaan secara akurat dan tepat waktu. Beberapa informasi material tersebut
antara lain kondisi keuangan, struktur kepemilikan, transaksi pihak berelasi, dan tata kelola
perusahaan. Laporan keuangan perusahaan harus di audit oleh auditor eksternal yang
independen dan kompeten, serta media komunikasi harus memberikan akses informasi yang
relevan yang sama, tepat waktu, dan efisien dari sisi biaya untuk semua pemangku kepentingan.
PERAN PENGENDALIAN INTERNAL DAN
MANAJEMN RISIKO DALAM MENGURANGI
KONFLIK KEANGENAN DAN PENEGAKAN
GCG
Sebenarnya konflik keagenan dapat diminimkan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan
penerapan Good Corporate Governance (GCG). Implementasi dari GCG meliputi sistem pengendalian
internal, pengelolaan resiko, dan etika bisnis yang dituangkan dalam pedoman perilaku perusahaan.
Pemegang saham memiliki wewenang dalam mengontrol GCG dalam perusahaannya dengan cara
melalukan pengendalian internal. Manajemen resiko atau pengelolaan resiko adalah suatu pendekatan
terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman dalam hal ini
menyakut tentang ancaman yang mungkin terjadi akibat adanya konflik keagenan. Sasaran dari
pelaksanaan manajemen resiko adalah untuk mengurangi kemungkinan resiko yang timbul. Apabila sistem
pengendalian internal dan pengelolaan resiko telah berjalan dengan baik, akan dipastikan GCG perusahaan
juga baik, GCG yang baik diyakini mampumengurangi adanya konflik keagenan
PENGENDALIAN INTERNAL

Pengendalian internal (COSO, 2013) adalah proses, yang dipengaruhi oleh dewan, manajemen, dan
personel lain diperusahaan, yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai terkait pencapain
tujuan berikut :
1. Efisiensi dan efektifitas operasi
2. Keandalan pelaporan keuangan
3. Kepatuhan terhadap hukum dan regulasi yang berlaku
PENGENDALIAN INTERNAL TERDIRI DARI 5
KOMPONEN YANG TERINTEGRASI (COSO, 2013)

1.Lingkungan Pengendalian
2.Penilaian Risiko
3.Aktivitas Pengendalian
4.Informasi dan komunikasi
5.Aktivitas Monitoring
PERAN AKUNTAN PROFESIONAL

1. Akuntan manajemen mempunyai peranan dalam menyiapkan laporan keuangan sesuai dengan standar
akuntansi yang berlaku
2. Akuntan manajemen membantu Direksi dan satuan tugas terkait dalam merancang dan
mengimplementasikan system informasi dan system pengendalian internal yang mendorong
keterbukaan terhadap pemegang saham.
3. Akuntan manajemen membantu Direksi dan satuan tugas terkait dalam merancang dan
mengimplementasikan system informasi dan system pengendalian internal yang mendorong
keterbukaan terhadap pemegang saham.
4. Akuntan professional sebagai anggota Komite Audit, membantu Dewan Komisaris dalam melakukan
fungsi pengawasan atas system pelaporan keuangan, system penegndalian internal dan manjamen
risiko perusahaan serta ketaatan terhadap aturan yang berlaku, termasuk aturan terkait pengungkapan
dan tranparansi.
PELAKSANAAN PRINSIP PENGUNGKAPAN DAN TRANSPARANSI
DI INDONESIA MENURUT HASIL PENILAIAN BANK DUNIA DAN
IICD-ASEAN CG SCORECARD
Hasil Penilaian oleh Bank Dunia
Hasil studi World Bank (2010) memberikan beberapa rekomendasi terkait pengungkapan dan transparansi,
yaitu:
1. Regulasi yang lebih baik terkait pengungkapan kepemilikan dan pengungkapan non keuangan lainnya.
2. Mengharuskan perusahaan untuk mengungkapkan ketaatan terhadap kode GCG.
3. Meningkatkan kapabilitas Bapepam-LK untuk mengawasi pengungkapan perusahaan.
4. Pengungkapan aspek non keuangan perlu diatur secara lebih efektif dan dipatuhi oleh perusahaan
public. Pengungkapan tersebut antara lain mencakup remunasi anggota dewan (termasuk remunasi
tiap individu anggota dewan, kebijakan remunerasi, dan kaitannya dengan kinerja jangka panjang
perusahaan serta kebijakan manajemen risiko dan konfilk kepentingan.
HASIL PENILAIAN OLEH IICD-ASEAN CG SCORECARD

Laporan keuangan auditan harus dipublikasi dalam waktu 90 hari sejak tanggal tutup buku serta harus ada
pernyataan Direksi yang menyatakan kewajaran laporan keuangan. Berikut adalah beberapa area yang
masih perlu ditingkatkan dalam katagori ini :
1. Perusahaan public hanya mengungkapkan kepemilikan langsung oleh pemegang saham besar, anggoya
direksi dan komisaris. Perusahaan public belum melakukan pengungkapan kepemilikan tidak langsung
dari pihak – pihak tersebut.
2. Perusahaan public jarang yang melakuakn pengungkapan di laporan tahunan terkait dengan ketaantan
terhadap kode GCG, karena belum ada aturan yang mewajibkan.
3. Perusahaan pubik melakuakn pengungkapan profil anggota Direksi dan Komisaris, tetapi kebanyakan
tidak mengungkapkan jabatan yang dipegang anggota dewan di peusahaan terdaftar lainnya.
4. Sebagian besar perusahaan public juga tidak mengungkapkan audit fee dan non-audit fees yang
dibayarkan kepada KAP yang mengaudit perusahaan mereka
MENGGUNAKAN ASEAN CG SCORECARD UNTUK MENILAI
PRAKTIK PENGUNGKAPAN DAN TRANSPARANSI

Berikut adalah hal – hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penilaian praktik pengungkapan dan
transparansi di perusahaan terbuka dengan menggunakan ASEAN CG Scorecard :
1. Struktur kepemilikan yang transparansi mengungkapkan identitas pemegang saham dengan
kepemilikan 5% atau lebih, mengungkapakan kepemilikan saham secara langsung maupun tidak
langsung dari pemegang saham mayoritas/substansi, mengungkapkan kepemilikan saham langsung dan
tidak langsung oleh ditektur dan komisaris, mengungkapkan perusahaan induk, perusahaan anak,
perusahaan asosiasi, ventura bersama, entitas bertujuan khusus.
2. Kualitas laporan tahunan yaitu terkait pengungkapan risiko utama, tujuan peruahaan, indicator kinerja
kuangan dan non keuangan, kebijakan dividen, kebijakan whistle-blowing, informasi mengenai direktur
dan komisaris (biografi, pelatihan yang diikuti, jumlah rapat, jumlah kehadiran dalam rapat
remunarasi), pernyatan mengenai kepatuhan terhadap CG Code (Comply or Explain).
LANJUTAN

3. Pengungkapan transaksi pihak berelasi kebijakan review dan persetujuan terhadap transaksi pihak
berelasi, informasi pihak berelasi, sifat serta jumlah transaksi.
4. Pengungkapan transaksi perdagangan orang dalam oleh pihak dalm perusahaan.
5. Pengungkapan audit fee dan non audit fee serta apakah besaran non-audit fee lebih besar daripada
audit fee (jika ya nilainya nol).
6. Penggunaan saluran komunikasi pelaporan interim website, analysts briefing, press conferences.
7. Informasi yang terdapat dalam website apakah mencakup informasi yang lengkap dan terkini. Informasi
tersebut adalah laporan tahunan dan laporan keuangan, anggaran dasar, panggilan RUPS, operasi bisnis
perusahaan, struktur pemegang saham, struktur grup bisnis perusahaan, maeri yang disampaikan ke analis
dan media.
LANJUTAN

8. Penerbitan laporan keuangan dan laporan tahuanan secara tepat waktu serta pernyataan kewajaran
laporan keuangan tahuanan oleh Direksi.
9. Pengungkapan nomor kontak unit/pihak yang bertanggung jawab atas hubungan investor.
DALAM ASEAN CG SCORECARD JUGA DIBERIKAN PENILAIAN
TAMBAHAN (BONUS) DAN PENGURANGAN (PENALTI) UNTUK
BEBERAPA HAL, YAITU :

1. Bonus jika perusahaan mengumumkan laporan keuangan dalam waktu kurang dari 60 hari dan jika
perusahaan pengungkapkan rincian remunerasi Presiden Direktur.
2. Penalti jika perusahaan menerima opini audit selain opini wajar tanpa pengecualian, serta jika
perusahaan merevisi laporan keuangan selain karena alasan perubahan kebijakan akuntansi.
THANK YOU!
ANY QUESTIONS?