Anda di halaman 1dari 11

Indications and

Restorative
Techniques fpr
Glass Ionomer
Cement

Tutorial 6
Introduction

Teknologi dan bahan semakib berkembang  Bahan


restorasi,ex amalgam dan emas tergeser oleh bahan yang
sewarna dengan gigi.
Bahan restorasi sewarna gigi seperti resin komposit dan
keramik.
Kedua bahan tersebut memiliki estetik dan ciri fisik yang
lebih baik lebih tahan lama dan mampu menahan
beban pengunyahan yang besar
Dalam studi tentang restorasi indirek keramik menunjukkan
tingkat kesuksesan hampir 90% dan kuat sampai 10 tahun.
Namun tidak ada bukti menunjukkan bahwa indirek keramik
inlay onlay lebih tahan lama dari resin komposit.
Resin komposit menjadi pilihan bagi restorasi jaman
sekarang,tetapi ada kekurangannya seperti polerisasi
shrinkage, microleakage, ketidakstabilan warna dan
kesulitan dalam membangun kontur dan kontak proximal 
berpengaruh dalam ketahanan lama dari resin komposit
Kasus disini melibatkan restorasi kavitas M1 menggunakan
teknik indirek komposit yang difollow up 1 tahun kemudian.
Case Presentation

 Laki-laki berumur 2- tahun->restorasi lepas karena makan pop corn. Restorasi


tersebut adalah komposit yang dipasang 3 tahun yang lalu
 Klinis : food impaksi di hampir kavitas mesial M1 kanan bawah,gingival
inflammation,vital test normal dan tak ada gejala dan tanda
 Rontgen : Kerusakan mesial cukup lebar hingga mencapai tanduk pulpa,tidak
ada kelainan secara apikal

OH diperbaiki  saran rencana perawatan : 1. retorasi onlay karena


lebih estetik dan tidak terlalu mahal ; 2. PSA
– Kunjungan berikutnya
 Anastesi dibersihkan jaringan karies dan isolasi dengan rubber dam 
undercut kavitas gigi di tutup dengan menggunakan resin komposit jenis nano
hybrid sebagai bahan dasar. Kavitas di preparasi.
 Menggunakan tumpatan sementara sebelum sementasi di kunjungan
berikutnya
 Restorasi onlay dibuat secara bertahap denganresin komposit(shades
A2,A3,A3,5) dan setiap lapisan dipolimerisasi selama 10s dengan light-emitting
diode dengan penyinaran cahaya 1000mW/cm2 membentuk struktur
morfologi,anatomi. Anatomi oklusal yang terakhir direkontruk dengan resin
staining kit untuk pewarnaan internal agar terlihat lebih alami. komposit
onlay dibersihkan
Discussion

 Restorasi sewarna gigi lebih banyak diminati belakangan ini,walaupun stabilitas


warna dan ketahanan dari resin komposit tidak sebaik restirasi
keramikkeduanya dapat dipertimbangkan lagi
 Secara kimiawi,keramik lebih keras dan lebih tahan lama,tetapi juga bisa
membuat aus gigi antagonisnya terus menerus. Keramik juga mudah rapuh dan
rentan fraktur bila ketebalan lapisannya tipis
 Sebuah studi mengatakan bila resin komposit indirek onlay lebih mampu
menangani kasus gigi sakit dan retak,disamping itu lebih ekonomis daripada
keramik
 Beberapa factor seperti bahannya,sementasi adhesive,prosedur pengikatannya
relevan dalam aplikasi restorasi komposit indirek.
 Resin komposit yang digunakan adalah jenis nano hybrid dengan filler yang
cukup besar (87%w/w). Nanohybrid composit memiliki beberapa keuntungan
yakni mudah untuk dipoles,kekasaran permukaan yang cukup rendah dan
menunjukkan retensi kelembutan setelah abrasi.
 Beberapa uji in vitro menunjukkan bahwa filler yang tinggi lebih tahan aus dan
nanohybrid compsoit sangat baik dalam ketahanan ausnya dibandung resin
komposit lain
 Restorsi dapat dilakukan baik secara langsung maupun tidak lansgung,dan
restorasi tidak lansgung yang lebih menguntungkan karena lebih bisa
mengembalikan ke struktur mofologi dan fungsi struktur gigi yang
 Ada dua ulasan systematic review mngenai kerja klinis dengan periode follow-
upnya 3 tahun mengungkapkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara
metode langsung dan tidak langsung.
 Namun terdapat kelebihan dari metode indirek yang mampu mengurangi
beberapa problema dari metode direk (pada kerusakan gigi posterior yang
parah/kavitas yang banyak)
 Teknik indirek juga lebih mudah dalam pembuatan morfologinya
 Oleh karena itu metode indirek mampu mengurangi waktu penyesuaian di mulut
 Teknik indirek juga mampu mengurang polimerisasi shrinkage,menghasilkan adaptasi marginal
yang baik danmengurangi microleakage yang merupakan factor uatama terjadinya karies
sekunder.
 Dalam kasus perawatan permukaan internal,teknik ini mampu meningkatkan kekuatan ikatan.
 Penelitian lain mengatakan bahwa perbedaan komposisi dan umur komposit mampu
memengaruhi kekuatan ikatan perawatan permukaan
 Restorasi harus sesuai dengan morfologi gigi karena untuk meningkatkan fungsi pengunyahan
 Laporan kasus selama 1 tahun restorasi mampu menahan kekuatan mengunyahan secara
fisiologi tanpa fraktur atau marginnya berubah warna.  teknik ini menunjukkan kinerja klinis
yang memuaskan
Conclusion

 Restorasi komposit onlay indirek mampu mengatasi gigi posterior yang rusak
parah,meningkatkan estetika dan sesuai untuk konservatif.
 Teknik indirek juga mengatasi beberapa kesulitan dari teknik direk seperti
penyesuaian anatomi dan morfologi gigi,polimerisasi shrinkage.
 Keberhasilan klinis ini dalam 1 tahun dapat dilihat dari pengembalian oklusi
yang baik dan adhesi yang baik tahan lama

Anda mungkin juga menyukai