Anda di halaman 1dari 13

SINTESIS ASETANILIDA

FAUZIA, FITRI, RIKSA, SAFARIN


PRINSIP KERJA

Prinsip kerjanya adalah memasukkan 10 ml anilin,


menambahkan 10,75 ml asam asetat anhidrat, 10,5 ml asam
asetat glasial, 10,05 gram serbuk zinc dan juga magnetic
stirer. Kemudian merangkai alat refluks dan merefluks
selama 30 menit pada suhu 100⸰C.
Hasil refluks dituang ke gelas beker di dalam penangas
yang berisi es batu dan mengaduknya agar cepat hablur lalu
menyaring dengan kertas saring dan dihasilkan endapan.
Hasil endapan ini disaring lagi menggunakan corong
buchner dan sambil dicuci dengan akuades.
Metode yang dilakukan adalah merefluks,
penyaringan, dan rekristalisasi.
Prinsip dasar refluks adalah pelarut volatil yang
digunakan akan menguap pada temperatur
tinggi, lalu dilakukan pendinginan pada
kondensor sehingga pelarut yang semula
berbentuk uap akan mengembun dan turun lagi
ke labu alas bulat sehingga pelarut akan tetap
ada selama proses refluks.
FUNGSI ZAT DAN PERLAKUAN

• Anilin, berfungsi sebagai gugus pendonor elektron serta amida primer


yang nantinya satu atom hidrogen yang terikat pada N akan diganti gugus
asetil ke dalam labu alas bulat.
• Asam asetat anhidrat, berfungsi mensitesis anilin menjadi asetanilida dan
asam asetat
• Asam asetat glasial, sebagai gugus pelindung dan pengasam.
• Serbuk zinc sebagai katalisator.
• Magnetic stirer untuk meratakan panas.
FUNGSI ZAT DAN PERLAKUAN

• Dituang ke gelas beker di dalam penangas yang berisi es batu dan


mengaduknya, agar cepat hablur.
• Pencucian berfungsi untuk membersihkan kristal dari senyawa asam
terbentuk dan pengotor lainnya sehingga dhasilkan kristal yang murni.
• Penggunaan corong buchner agar kadar air saat penyaringan menjadi
berkurang alat ini dibantu dengan pompa vakum yang dapat menyerap
udara sehingga proses penyaringan lebih cepat dan sedikit mengandung air
kemudian menyimpan endapan di dalam eksikator selama beberapa hari
untuk kemudian ditimbang dan diukur melting point nya.
• Penyimpanan dalam eksikator berfungsi untuk membantu memperoleh
asetanilida yag benar benar kering dan murni.
HASIL PERCOBAAN

• Anilin : cokelat pekat


• Asam asetat anhidrat : kuning bening
• Asam asetat glasial : bening
• Anilin+ anhidat + glasial : cokelat pekat, panas
(eksoterm)
• Warna setelah direfluks : cokelat kopi
• Massa kertas saring : 0.30 gram
• Warna filtrat setelah disaring : putih
HASIL PERCOBAAN

• Massa asetanlilida + kertas saring : 10.38 gram


• Massa asetanilida (percobaan) : 10.08 gram
• Massa asetanilida (teori) : 15,255 gram
• Rendemen : 66,076696 %
• Melting point : 106oC
• Warna asetanilida : kuning kecoklatan
MEKANISME REAKSI
Mekanismenya disebut juga dengan reaksi
asilasi amida. Mula-mula anilin bereaksi dengan
asam asetat membentuk suatu amida kemudian
diikuti dengan mereduksi H2O membentuk
asetanilida. Substitusi aromatik elektrofilik
adalah reaksi organik dimana sebuah atom
biasanya hidrogen terikat pada sistem aromatis
diganti dengan elektrofilik
REAKSI
KESIMPULAN
1. Asetanilida merupakan senyawa turunan asetil amina arumatis yang
digolongkan sebagai amida primer dimana asam hydrogen dari anilin
digantikan oleh gugus asetil.
2. Beberapa proses pembuatan asetanilida :
• Dari asam asetat anhidrat dan anilin
• Dari asam asetat dan anilin
• Dari ketana dan anilin
3. Asetanilida terbentuk dari reaksi anilin dengan asam asetat anhidrat dan
penambahan serbuk Zn (katalisator) dan gugus pelindung berupa asam
asetat glasial.
4. Pada percobaan digunakan metode refluks, hal ini karena diharapkan
volume reaktan tetap hingga dihasilkan produk yang diinginkan. Metode
ini efektif karena terjadi penguapan dan pendinginan yang baik secara
berangsur-angsur.
5. Hasil Percobaan
• Massa kertas saring : 0,30 gram
• Massa total : 10,38 gram
• Massa asetanilida (percobaan) : 10,08 gram
• Massa asetanilida (teori) : 15,255 gram
• Rendemen : 66,076696 %
• Melting point : 106oC
• Warna asetanilida : kuning kecoklatan
6. Reaksi