Anda di halaman 1dari 60

TUMBUH KEMBANG REMAJA

REMAJA INDONESIA
VISI

MISI

TUJUAN

STRATEGI NASIONAL KESEHATAN REMAJA


VISI
Remaja Indonesia sehat fisik, mental dan
sosial serta tinggal di lingkungan aman
yang mendukung bagi perkembangan dan
pertumbuhannya.
MISI
1. Mewujudkan lingkungan kondusif bagi
tumbuh kembang remaja dengan
meningkatkan faktor pelindung dan
mengurangi faktor risiko

2. Mendorong partisipasi semua fihak


terutama remaja sendiri untuk
meningkatkan kesehatan remaja

6/30/2019
…….. MISI

3. Memelihara dan meningkatkan


pelayanan kesehatan , termasuk
memberikan informasi pada remaja
yang bermutu, merata dan terjangkau

4. Mendorong perilaku gaya hidup sehat

6/30/2019
TUJUAN
• Mempersiapkan remaja sehat menuju kehidupan
dewasa

• Perlu kesepakatan visi, misi dan strategi untuk


mencapai tujuan.

• Berkaitan erat dengan berbagai aspek sosial dan


perangkat hukum, keamanan lingkungan,
kesempatan pendidikan serta penyediaan sarana
olah raga dan rekreasi
TUMBUH KEMBANG REMAJA

 Perkembangan fisik remaja


 Perkembangan jiwa Remaja
 Gizi Remaja dan Masalahnya
Ciri-ciri fisik remaja (1)
 Pertumbuhan fisik yang pesat.
 Pertumbuhan alat genetalia remaja
perempuan dan laki-laki berbeda
 Anak perempuan mulai tumbuh
pesat pada usia 10 -12 tahun
 Sedang laki-laki, mulai tumbuh
pesat pada usia 12-14 tahun
Ciri-ciri fisik remaja (2)

 Pertumbuhan fisik anak perempuan


dan laki-laki tidak sejalan dengan
perkembangan emosionalnya.
 Pertumbuhan tinggi remaja
dipengaruhi 3 faktor, yaitu:
a) genetik (faktor keturunan),
b) gizi dan
c) variasi individu
PERKEMBANGAN FISIK
PADA REMAJA
 REMAJA LAKI – LAKI

 REMAJA PEREMPUAN
Perubahan Fisik Remaja Laki-
Laki
PERUBAHAN FISIK PADA
REMAJA PRIA
 Tubuh bertambah berat dan
tinggi
 Tulang wajah tambah panjang
dan besar
 Pundak dan dada tambah
besar dan bidang
 Tumbuh rambut halus di
pubis, kaki, tangan, dada,
ketiak, wajah
PERUBAHAN FISIK PADA
REMAJA PRIA
 Keringat bertambah banyak =
Bau Badan
 Kulit dan rambut berminyak
sehingga menimbulkan jerawat
 Tumbuh jakun
 Suara berubah menjadi berat
 Penis dan Testis membesar
 Mimpi basah (MB)
MIMPI BASAH
Perubahan Fisik Remaja
Perempuan
PERUBAHAN FISIK PADA
REMAJA WANITA
 Tubuh bertambah berat
dan tinggi
 Tumbuh rambut di
daerah pubis dan ketiak
 Kulit dan rambut mulai
berminyak sehingga
menimbulkan masalah
jerawat
 Keringat bertambah
banyak == Bau Badan
PERUBAHAN FISIK PADA
REMAJA WANITA
 Tulang wajah mulai memanjang
dan besar
 Payudara membesar
 Pinggul melebar
 Pantat berkembang lebih besar
 Indung telur berkembang
 Vagina mulai mengeluarkan
cairan
 Menstruasi
CIRI FISIK?
Perkembangan Jiwa
Remaja

Perkembangan Jiwa Remaja


Perkembangan Jiwa Remaja

1. Psikososial
2. Emosi
3. Kecerdasan
KARAKTERISTIK
PSIKOSOSIAL REMAJA

1. Remaja Awal (10 -14 tahun)


2. Remaja Pertengahan (15 – 16
tahun)
3. Remaja Akhir (17 – 19 tahun)
PSIKOSOSIAL REMAJA AWAL

1. Meningkatnya kesadaran diri (self


consciousness)
2. Perubahan emosi : mudah marah,
tersinggung atau agresif
3. Senang bereksperimen dalam berpakaian,
berdandan trendy dll.
4. Perilaku memberontak sehingga sering
konflik
5. Remaja mempunyai keterikatan dengan
kelompoknya
6. Sulit bertoleransi dan berkompromi.
PSIKOSOSIAL
REMAJA PERTENGAHAN (1)
1. Mampu berkompromi, tenang, sabar, lebih
toleran untuk menerima pendapat orang
lain.
2. Belajar berfikir independen dan menolak
campur tangan orang lain termasuk orang
tua.
3. Bereksperimen untuk mendapatkan citra diri
(positif / negatif)
4. Tidak terfokus pada diri sendiri, mudah
bersosialisasi dan tidak lagi pemalu.
5. Membangun nilai, norma dan moralitas
PSIKOSOSIAL
REMAJA PERTENGAHAN (2)

6. Mulai membutuhkan lebih banyak


teman dan bersifat solidaritas .
7. Mulai membina hubungan dengan
lawan jenis tetapi tidak serius.
8. Mampu berfikir abstrak, berhipotesa
dan peduli untuk mendiskusikan atau
berdebat terhadap permasalahannya.
PSIKOSOSIAL
REMAJA PERTENGAHAN (3)

9. Meningkatnya keterampilan
khusus
10. Minat yang besar dalam seni, olah
raga, berorganisasi, dll
11. Senang berpetualang.
PSIKOSOSIAL REMAJA AKHIR

1. Mulai menggeluti masalah sosial, politik,


agama.
2. Mulai belajar mengatasi stress
3. Sulit diajak berkumpul dengan
keluarga.
4. Belajar mandiri secara finansial maupun
emosional
5. Mampu berhubungan dengan lawan
jenis (lebih serius).
6. Merasa sebagai orang dewasa.
PENCARIAN IDENTITAS DIRI
 Pencarian identitas diri berarti
pencarian diri sendiri, dimana remaja
ingin tahu kedudukan dan perannya
dalam lingkungannya
 Kemauan yang tidak dapat
dikompromikan sehingga mungkin
berlawanan dengan kemauan orang
lain dan perilaku remaja yang
cenderung melepaskan diri dari
ikatan orang tuanya.
2. EMOSI

Pengertian :
 Emosi adalah reaksi sesaat yang
biasanya muncul dalam bentuk
perilaku,
 sedangkan perasaan adalah
sesuatu yang sifatnya lebih menetap.
3. KECERDASAN
a. Perkembangan intelegensia berlangsung
sampai usia 21 tahun, menyebabkan
remaja lebih suka belajar sesuatu yang
mengandung logika
b. Imajinasinya dan kreatifitas meningkat
c. Meningkatnya kemampuan dalam:
 melakukan generalisasi,
 melihat relasi
 mengadakan pembicaraan intelektual,
 senang mengkritik
 berpikir secara abstrak.
 PERKEMBANGAN &
PERTUMBUHAN YANG
TERJADI SERINGKALI
MENIMBULKAN MASALAH ?
Permasalahan Remaja
(1)
Sumber permasalahan :
1. individu remaja sendiri :
a. Emosi
b. Perubahan pribadi
c. Kesehatan
d. Kebutuhan keuangan
e. Perilaku seks
f. Persiapan berkeluarga
g. Pemilihan pekerjaan & kesempatan belajar.
h. Agama dan akhlak
Permasalahan Remaja (2)
2. lingkungan sosial sekitar remaja
a. Keluarga
b. Sekolah
c. Penyediaan sarana hiburan & olah raga
3. Faktor lain di luar lingkungan dekat remaja
a. Mitos
b. Kehidupan sosial
c. Politik
Akibat masalah yang tidak teratasi dengan baik :
Masalah konflik

reaksi menarik diri atau melarikan diri ke hal-hal


negatif.

Stres

depresi.

Gejala depresi
 perasaan sedih dan tertekan yang menetap
 putus asa
 tidak dapat menikmati kegiatan yang biasa dilakukan.
Kebutuhan GIZI
Anak Remaja
GIZI SEIMBANG BAGI
REMAJA
MENGAPA REMAJA MEMBUTUHKAN
ZAT GIZI ?

Saat remaja terjadi pertumbuhan


jasmani dan pematangan organ tubuh
yang cepat sehingga diperlukan zat-zat
gizi yang cukup, baik jumlah maupun
macamnya
Masalah gizi pada remaja
1. Anemia
2. KEK (Kurang Energi Kronik)
3. Gizi Kurang dan Gizi Lebih
(ganda)
4. Perilaku Gizi Yang Salah
TANDA-TANDA ANEMIA

 Tanda-tanda fisik yang mudah


dikenali pada remaja yang menderita
anemia gizi besi dikenal dengan 5 L
yaitu : Letih, Lemah, Lesu, Lelah,
Lalai.
 Selain itu sering disertai dengan
keluhan pusing dan mata
berkunang-kunang
Batas anemia, apabila Hb :

 Anak usia sekolah < 12 gram %


 Wanita dewasa < 12 gram %
 Ibu hamil < 11 gram %
 Laki-laki dewasa < 13 gram
%
 Ibu menyusui < 12 gram %
PENANGGULANGAN ANEMIA GIZI
BESI

 Minum 1 (satu) Tablet Tambah Darah


(TTD) setiap minggu
 Makan makanan yang kaya zat besi
terutama dari sumber hewani.
 Makanan sebagai sumber zat besi
yang baik berasal dari hewani seperti:
hati sapi, hati ayam, daging, ikan,
telur, dll.
Kurang Energi Kronik
(KEK)
Pengertian:
Kurangnya
konsumsi zat gizi
khususnya
sumber
karbohidrat yang
terus menerus
MENGUKUR WUS KEK DENGAN
MENGGUNAKAN LILA
 Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk
mengetahui risiko Kekurangan Energi Kronis
(KEK) wanita usia subur terutama remaja putri.
 Alat ukur LILA adalah pita LILA atau jika tidak
tersedia dapat digunakan pita sentimeter/metlin
yang biasa dipakai penjahit pakaian.
 Batas ambang dikatakan KEK apabila ukuran LILA
< 23,5 cm atau dibagian merah pada pita LILA.
Bila ukuran LILA < 23,5 cm, artinya remaja putri
mempunyai risiko KEK.
Cara mengukur KEK dengan
menggunakan LILA
 Pengukuran dilakukan di bagian
tengah antara bahu dan siku lengan
kiri
 Lengan harus dalam posisi bebas,
lengan baju dan otot lengan dalam
keadaan tidak tegang atau kencang.
 Alat pengukur dalam keadaan baik
dalam arti tidak kusut atau sudah
dilipat-lipat, sehingga permukaannya
sudah tidak rata.
KRITERIA MAKANAN
SEHAT
TERDIRI DARI MENU SEIMBANG
 BERSIH
 TIDAK MENGANDUNG ZAT
BERBAHAYA
 MURAH DAN MUDAH DIDAPAT
 MEMENUHI SELERA
MENGHITUNG BERAT BADAN
IDEAL (BBI) DENGAN INDEK
MASA TUMBUH (IMT)

Berat Badan ( Kg )
NILAI BBI = _______________

{ Tinggi Badan (m) } 2


ARTI DARI NILAI HASIL
PERHITUNGAN :

 NILAI < 17 KURUS BERAT


 17 – 18,5 KURUS
 18,6 – 25 NORMAL
 25,1 – 27 GEMUK RINGAN
 > 27 KEGEMUKAN
Contoh: cara menghitung IMT
Eko seorang remaja dengan tinggi
badan 148 cm mempunyai berat badan
38 kg, maka IMT Eko adalah :
38 = 17,3
1,48 x 1,48

artinya status Eko adalah kurus tingkat ringan


Makin beragam makanan Makan makanan yang beraneka ragam
makin baik mutunya sangat bermanfaat bagi kesehatan
Makan makanan yang cukup mengandung zat
tenaga agar dapat melakukan aktifitas
sehari-hari

Konsumsi energi yang berlebihan akan


menyebabkan kegemukan dan akan memicu
timbulnya berbagai penyakit
Batasi konsumsi lemak
dan minyak untuk
mencegah peningkatan
kadar kolesterol darah

Penggunaan minyak
dianjurkan < 1
sendok makan
Sehari
Kekurangan Zat Besi Dapat
Menyebabkan Kurang
darah/Anemia Gizi

Kekurangan Kalsium
berkelanjutan Dapat
menyebabkan pengeroposan
tulang (Osteoporosis)
Dianjurkan
Menggunakan Garam
Dapur < 1 Sendok
Teh/hari dan Gunakan
garam Beryodium

Sumber Natrium terdapat


dalam Makanan yang
diawetkan
Banyak
Mengkonsumsi
makanan Sumber
Vitamin Dapat
Mencegah resiko
penyakit Jantung

Banyak
Mengkonsumsi
Makanan Berserat
dapat mencegah
Penyerapan
Kolesterol dalam
Usus
Minumlah 2 Liter atau 8 Gelas air setiap hari untuk
Menghindari Kekurangan Cairan tubuh dan Penyakit batu Ginjal
Minuman Beralkohol
Dapat Menghambat
Proses Penyerapan
zat gizi dalam tubuh
Gizi Kurang dan Gizi
Lebih
1. Gizi Lebih
 Kondisi yang diakibatkan oleh asupan
makanan yang melebihi kebutuhan
tubuh. Kelebihan tersebut disimpan
sebagai cadangan energi dalam bentuk
lemak, sehingga mengakibatkan
seseorang menjadi gemuk.
 Akibat buruk dari gizi lebih berisiko
mengalami penyakit degeneratif seperti :
penyakit jantung, diabetes, darah tinggi,
dll.
Gizi Kurang dan Gizi
Lebih
2. Gizi Kurang

 Kondisi yang diakibatkan oleh


asupan makanan yang kurang dari
kebutuhan tubuh.
 Akibat gizi kurang berisiko
mengalami penyakit-penyakit
infeksi seperti : TBC, dll.
Perilaku Gizi Yang Salah
(1)
1. Remaja lebih suka makan jajanan yang
kurang bergizi seperti goreng-gorengan,
coklat, permen dan es, sehingga
makanan yang beraneka ragam tidak
terkonsumsi.
2. Remaja sering makan di luar rumah
bersama teman-teman, sehingga waktu
makan tidak teratur yang berakibat
terganggunya sistem pencernaan
(gangguan maag atau nyeri lambung).
Perilaku Gizi Yang Salah
(2)
3. Remaja sering tidak makan pagi sehingga
mengalami lapar dan lemas (kemampuan
menangkap pelajaran menurun,
semangat belajar menurun, keluar
keringat dingin, kesadaran menurun
sampai pingsan).
4. Remaja putri sering menghindari
beberapa jenis bahan makanan seperti
telur dan susu. Susu dianggap minuman
anak-anak atau dihubungkan dengan
kegemukan. Akibatnya kekurangan
protein hewani, sehingga pertumbuhan
badannya tidak optimal.
Perilaku Gizi Yang Salah
(3)
5. Standar ”langsing” tidak jelas untuk
remaja. Banyak remaja putri menganggap
dirinya kelebihan berat badan atau mudah
menjadi gemuk, sehingga sering melakukan
diet yang salah seperti:
membatasi atau mengurangi frekuensi dan
jumlah makan secara drastis, sehingga
mengakibatkan pusing, lemas, keringat dingin
menurunkan berat badan secara cepat yaitu
lebih dari 2 kg per bulan
mengandalkan makanan formula/ siap saji
yang gizinya tidak seimbang
menggunakan obat-obatan atau bahan
penurun berat badan tanpa pengawasan
tenaga medis