Anda di halaman 1dari 77

PENGETAHUAN

DASAR HIV/AIDS

Drs. Cece Supriatna, Apt


H I V ?
H- Human (manusia)

I - Immunodeficiency (penurunan
kekebalan)

V- Virus

6/30/2019 2
APAKAH AIDS?

A - Acquired (Didapat)
Ditularkan dari orang ke orang.

I - Immune Kekebalan adalah sistem pertahanan


tubuh untuk mempertahankan diri dari
serangan infeksi seperti bakteri atau
virus.
D - Deficiency Penurunan/kekurangan

S - Syndrome Kumpulan tanda & Gejala


Orang dengan AIDS mengalami
berbagai infeksi oportunistik dan
penyakit lainnya.
6/30/2019 3
BAGAIMANA HIV DAPAT DITULARKAN ?
Ada 3 cara penularan :

1. Hubungan seksual tidak aman


- Hubungan seks tidak aman melalui vagina/dubur atr laki & wanita
- Hubungan seksual tidak aman melalui dubur atr laki
- Hubungan seks melalui mulut/oral ( risiko lebih rendah)
- hubungan seks atr wanita ( risiko rendah)

2. Suntikan atau transfusi darah yang terinfeksi/tercemar HIV


- Menggunakan jarum suntik bersama
- Menggunakan alat cukur kumis bersama
- menggunakan jarum /alat tusuk tercemar HIV

3. Penularan dari ibu kepada bayinya


Selama hamil, selama melahirkan dan selama menyusui
6/30/2019 4
TIDAK ditularkan melalui

• Ciuman
• Bersin, batuk
• Minum dari gelas yang sama
• Keringat
• Bersentuhan
• Gigitan nyamuk
• Jarum steril
• Hubungan seksual dgn kondom
• Tempat duduk toilet
• Bersalaman
6/30/2019 5
Stem cell

Darah Merah Darah Putih Trombosit

Limfosit Sel darah putih lainnya

Sel B Sel T

CD4 CD8

6/30/2019 6
TARGET SELULER INFEKSI HIV

• Target Utama :
–CD4 + Limfosit T.
–Monosit dan makrofag.

• Menghasilkan antibodi

6/30/2019 7
Pengertian CD4
• CD 4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di
permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit.

• CD 4 pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi


sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh
manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau
limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang
masuk ke tubuh manusia.

• Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4


berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem
kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV)
nilai CD 4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada
beberapa kasus bisa sampai nol)
6/30/2019 8
Pungsi CD4
Sel yang mempunyai marker CD4 di permukaannya berfungsi untuk
melawan berbagai macam infeksi. Di sekitar kita banyak sekali
infeksi yang beredar, entah itu berada dalam udara, makanan
ataupun minuman. Namun kita tidak setiap saat menjadi sakit,
karena CD4 masih bisa berfungsi dengan baik untuk melawan
infeksi ini.

Jika CD4 berkurang, mikroorganisme yang patogen di sekitar kita


tadi akan dengan mudah masuk ke tubuh kita dan menimbulkan
penyakit pada tubuh manusia.

6/30/2019 9
Klasifikasi HIV

• HIV termasuk dalam family retrovirus, genus


lentivirus

• Retrovirus mempunyai ciri ciri


– Dikelilingi oleh membran lipid
– Mengandung 2 copy ssRNA
– Mempunyai variable genetik yg banyak
– Menyerang semua vertebrata
– Mempunyai kemampuan replikasi unik
6/30/2019 10
Klasifikasi HIV (lanjutan)
• Lentivirus mempunyai ciri :
– Menyebabkan infeksi kronis
– Kemampuan replikasi yg persistent
– Menyerang SSP
– Long period clinical latent

6/30/2019 11
Type dan subtype HIV

6/30/2019 12
Struktur HIV

• Envelop
– gp 120
– gp41

• Enzym
– Reverse transcriptase
– Integrase
– Protease

• Inti
– P17 (matrix)
– P24 (kapsid)
– P7/P9 (nucleocapsid)

6/30/2019 13
Siklus Replikasi HIV
Ada 5 fase dalam replikasi virus HIV yaitu

• Binding dan entry (fusion)


• Reverse transcription
• Replication
• Budding
• Maturation

6/30/2019 14
2 Binding dan Fusion
1 Virus bebas Virus mengikat CD4 pada1 dari 2 koreseptor (CCR5
dan CXCR4), & melebur dengan sel

S
3 Infeksi Reseptor CD4
I
K Virus menembus sel
Koreseptor CCR5
mengosongkan isinya ke dalam sel RNA HIV
L Koreseptor CXCR4
DNA HIV
U
S 4 Reverse Transcription DNA man
ssRNA diubah menjadi dsRNA
oleh enzim reverse transcriptase DNA HIV 6 Transkripsi
H
Pembentukan protein
I DNA manusia rantai panjang
D 5 Integrasi
DNA virus menyatu dg DNA sel
U oleh enzim integrase
P 8 Budding
Virus immatur
mendorong ke luar,
H
7 Assembly mengambil sel membran
I
Pembentukan rantai protein virus
V

10 Maturasi 9 Virus immatur keluar


dari sel terinfeksi

6/30/2019 15
HIV masuk kedalam tubuh pada awal
infeksi

• HIV masuk
kedalam host
melalui imun
sistem yang ada
dalam mucosa
epithelium

• Terjadi dalam 2
hari pertama
infeksi

6/30/2019 16
HIV masuk kedalam tubuh pada awal
infeksi
• Infeksi menjalar ke seluruh
jaringan dalam 3 hari

• Infeksi menyebar ke
makrofag jaringan
mengaktifkan sel CD4 sel
dalam kelenjar lymfe

• Masuk dalam peredaran


darah

• Masuk kedalam organ

6/30/2019 17
Diagnosis HIV
• Ditemukannya antibodi HIV dlm
darah
• Jenis tes antibodi HIV :
- Rapid Test
– ELISA
– Western Blot

6/30/2019 18
PERJALANAN INFEKSI HIV
1000
900 Sel T CD4+
800
Jumlah sel CD4+

700
Sindrom TB
600 Infeksi Asimtomatik
500
Akut HIV
HZV
400 Periode OHL
Level relatif
300 jendela
Plasma HIV-RNA OC
200 PPE
PCP
100 CM
Antibodi
0 CMV, MAC
0 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Bulan….. Tahun sesudah terinfeksi HIV
6/30/2019 19
Window period (masa jendela)

• Bila seseorang tertular HIV, selama kurang lebih 4-


12 minggu pasca pajanan HIV. Orang tsb bila
diperiksa anti HIV hasilnya akan negatif, karena
pada masa tersebut antibodi HIV belum terbentuk,
tetapi sebenarnya sudah terinfeksi HIV dan pada
masa inilah HIV sangat efektif ditularkan kepada
orang lain.

6/30/2019 20
Relative Levels
Infeksi Kronis

Viral set point

100,000

30,000

1000
Bulan

6/30/2019
Acute HIV infection Symptom 21
Pola Progresi Penyakit pd Dewasa

Typical Progressor 7-10 tahun


90 %

Infeksi Rapid Progressor < 3 tahun


HIV <5 %

<10%
Long-term
Non-progressor >10-15 th
VL rendah, CD4 stabil

6/30/2019 22
Pola Progresi Penyakit HIV pada anak2

Peripartum
70-80%
Typical Progressors 6 tahun

In utero
20-30%
Infeksi
HIV Rapid Progressor < 2 tahun
perinatal
<5%
Long-term >10-15
Non-progressor tahun

6/30/2019 23
PROGRESIFITAS HIV

• Umur < 5 tahun atau > 40 tahun.


• Infeksi lain.
• Kemungkinan faktor genetik.
• Dipengaruhi oleh jumlah virus dalam plasma &
jumlah CD4 sel T :
o Makin tinggi viral load (jumlah virus dalam
– darah) makin rendah jumlah CD4 & makin
– tinggi progresifitas HIV menjadi AIDS & kematian.

6/30/2019 24
STADIUM INFEKSI HIV (WHO)
PADA DEWASA & REMAJA > 13 TH

Stadium klinis 1 – 4

6/30/2019 25
WHO consultative meeting 1993
Clinical staging of HIV in resource-limited settings

WHO 1

WHO 2

WHO 3

ADULTS WHO 4

6/30/2019 26
Stadium klinis HIV
(WHO 2006)

(Stadium 1-4)

6/30/2019 27
Stadium klinis HIV dewasa
(WHO 2006)

Stadium Klinis 1

• Tidak ada gejala


• Pembesaran kelenjar Limfe Meluas dan
Menetap (Persistent Generalized
Lymphadenopathy)

6/30/2019 28
Stadium Klinis 2

• Berat badan menurun <10% dari BB semula


• Infeksi saluran napas berulang (sinusitis, tonsilitis,
otitis media, faringitis)
• Herpes zoster
• Cheilitis angularis
• Ulkus oral yang berulang
• Papular pruritic eruption
• Dermatitis seboroika
• Infeksi jamur kuku

6/30/2019 29
Stadium Klinis 3
• Berat badan menurun >10% dari BB semula
• Diare kronis yg tdk diketahui penyebabnya berlangsung > 1
bulan
• Demam persisten tanpa sebab yang jelas yang (intermiten
atau konstan > 37,5oC) > 1 bulan
• Kandidiasis Oral persisten (thrush)
• Oral Hairy Leukoplakia
• TB paru
• Infeksi bakteri berat (pnemonia, empiema, pyomiositis,
infeksi tulang atau sendi, meningitis atau bakteremia)
• Stomatitis ulseratif nekrotizing akut, gingivitis atau
periodontitis
• Anemi (< 8g/dL), netropeni (< 0,5x109/L) dan/atau
6/30/2019 30
trombositopeni kronis yg tdk dpt diterangkan sebabnya
Stadium Klinis 4

• HIV wasting syndrome (BB turun 10% + diare kronik


> 1 bln atau demam >1 bln yg tdk disebabkan peny lain)
• Pneumonia Pneumocystis (PCP)
• Pneumonia bakteri berat yg berulang
• Infeksi herpes simpleks kronis (orolabial, genital atau anorektal >
1 bulan atau viseral)
• Kandidiasis esofagus (atau trakea, bronkus, paru)
• TB ekstra paru
• Sarkoma Kaposi
• Infeksi Cytomegalovirus (CMV) (retinitis atau organ lain)
• Toksoplasmosis SSP
• Ensefalopati HIV
• Kriptokokus ektra pulmoner termasuk meningitis
6/30/2019 31
Stadium Klinis 4 (lanjutan)

• Infeksi mikobakteri non-TB diseminata


• Progressive multifocal leukoencephalopathy
• Cryptosprodiosis kronis
• Isosporiasis kronis
• Mikosis diseminata (histoplasmosis atau coccidioidomycosis
ekstra paru)
• Septikemi berulang (a.l. Salmonella non-typhoid)
• Limfoma (serebral atau non Hodgkin sel B)
• Karsinoma serviks invasif
• Leishmaniasis diseminata atipik
• Nefropati atau kardiomiopati terkait HIV yg simtomatis

6/30/2019 32
Stadium klinis HIV Anak (WHO)

Stadium klinis 1

• Asimptomatik
• Limfadenopati generalisata
• Hepatosplenomegali

6/30/2019 33
Stadium klinis 2:

• Infeksi sal. napas atas kronis atau kambuh (otitis media,


otorhoea, sinusitis > 2 episode dalam 6 bln)
• Pruritic papular eruption
• Herpes zoster (> 1 episode dalam 6 bulan)
• Ulkus oral rekurens (> 2 episode dlm 6 bln)
• Lineal gingiva erythema (LGE)
• Cheilitis angularis
• Pembesaran parotis
• Dermatitis seboroika
• Infeksi human papiloma virus yang luas atau infeksi
moluscum (> 5 % tubuh)
• Infeksi jamur kuku

6/30/2019 34
Stadium klinis 3

• Malnutrisi sedang tanpa etiologi jelas yang tidak membaik dengan


terapi standar
• Diare persisten tanpa etiologi yang jelas (> 14 hari)
• Demam tanpa etiologi jelas (intermiten atau konstan, > 1 bln)
• Kandidiasis oral (di luar masa neonatal)
• Oral hairy leukoplakia (OHL)
• TB paru
• Dugaan pneumonia bakteri kambuh yang berat (> 2 episode dalam
6 bulan)
• Necrotizing ulcerative gingivitis/peridontitis akut
• Pneumonitis limfoid interstitialis (LIP)
• Anemi (< 8 g/dL), netropeni (< 1.000/mm3) atau trombositopeni
(<30.000/mm3) > 1 bulan
• Penyakit paru terkait HIV kronis termasuk bronkiektasis
• Kardiomiopati terkait HIV atau nefropati terkait HIV
6/30/2019 35
Stadium klinis 4:
Keadaan dimana dugaan diagnosis dapat dibuat berdasarkan
tanda klinis atau investigasi sederhana

• Malnutrisi berat atau wasting berat tanpa etiologi jelas yang tidak
membaik dengan terapi standar
• Pneumonia Pneumocystis
• Dugaan infeksi bakteri berulang yang berat (> 2 episode dalam
1 tahun, mis: empiema, piomiositis, infeksi tulang atau sendi,
meningitis selain pneumonia)
• Infeksi Herpes simpleks orolabial atau kulit yg kronis (lamanya
> 1 bulan)
• TB ekstra paru
• Sarkoma Kaposi
• Kandidiasis esofageal
• Toksoplasmosis Sus. saraf pusat
• Ensefalopati HIV
6/30/2019 36
Stadium klinis 4 (lanjutan):
Keadaan dimana konfirmasi diagnosis dapat dilakukan.

• Infeksi CMV (retinitis atau infeksi organ lain selain hati,


limpa, atau kel. limfe dengan onset pd umur > 1 bulan)
• Meningitis Cryptococcus (atau penyakit ekstra paru lain)
• Setiap mikosis endemis diseminata (Histoplasma,
Koksidioidomikosis atau Penisiliosis ekstra paru))
• Kriptosporidiosis
• Isosporiasis
• Infeksi Mikobakteria non-TB diseminata
• Kandidiasis trakea, bronkus, atau paru
• Fistula rekto-vesiko yang terkait HIV
• Limfoma non Hodgkin serebral atau sel B
• Progressive Multifocal Leukoencephalopathy (PML)

6/30/2019 37
Stadium klinis 1 (WHO)

6/30/2019 38
6/30/2019 39
Kahn JO. N Engl J Med 1998;339:33-39
Persistent Generalized
Lymphadenopathy (PGL)

• Kelenjar GB dgn diameter > 1.5 cm pada > 2


tempat di ekstra inguinal selama > 3 bulan
• Benjolan tidak nyeri tekan, simetris, dan sering
mengenai servikal posterior, aksila, oksipital, dan
epitrochlear
• Periksa DL dan X-foto dada (KGB hilus &
mediastinum)

6/30/2019 40
• Terjadi pada sampai 50% infeksi HIV
• Sampai 1/3nya tidak ada gejala lain
• PGL dapat mengecil secara perlahan selama
perjalanan penyakit dan dapat hilang sendiri
sebelum timbulnya AIDS
• Tidak ada terapi spesifik

6/30/2019 41
Persistent generalised lymphadenopathy
Enlarged mastoid lymph gland

Enlarged
occipital
lymph gland Enlarged
submandibular
lymph gland

Enlarged
anterior
Enlarged deep
cervical
posterior
lymph glands
cervical lymph
6/30/2019 42
glands
Stadium klinis 2 (WHO)

6/30/2019 43
Dermatitis seboroika

• Gatal
• Bersisik
• Kemerahan
6/30/2019 44
6/30/2019 45
6/30/2019 46
Papular pruritic eruption (PPE)

6/30/2019 47
Papular pruritic eruption (PPE)

• Lengan, tungkai,
pinggang, bokong
• Simetris

6/30/2019 48
Papular pruritic eruption (PPE)

6/30/2019 49
Infeksi jamur kuku (onikomikosis)

1. Subungual distal
2. White superfisial
3. Subungual proksimal
4. Kandida
5. Distrofik total

6/30/2019 50
Disebabkan oleh T. mentagrophytes

Disebabkan oleh T. rubrum.


Paling sering pada pasien HIV

6/30/2019 51
6/30/2019 52
Virus Varicella Zoster

• Mengenai saraf
sensoris
• Jika mengenai saraf
trigeminal,
menyebabkan
timbulnya lesi intraoral
atau ekstraoral
• SELALU UNILATERAL

6/30/2019 53
Virus Varicella Zoster

• Mulai sebagai lesi


vesikuler yang nyeri
yang pecah dan
menimbulkan crusta;
secara klinis tampak
sebagai ulkus
• Keluhan awal yg
utama adalah nyeri
atau sakit gigi yg tidak
dapat menunjukkan
lokasi gigi yg sakit

6/30/2019 54
Ulkus aftosa

• Ulkus persisten, nonspesifik


• Biopsi dan pemeriksaan histologi perlu
untuk menyingkirkan penyebab lain
• Terapi sistemik dan topikal kortikosteroid
cukup berhasil
• Topikal tetrasiklin dan talidomid sistemik
juga telah digunakan

6/30/2019 55
6/30/2019 56
Cheilitis angularis

• Tampak sebagai
eritema atau
fissura pada sudut
mulut
• Sering mengikuti
kandidiasis
intraoral

6/30/2019 57
Herpes zoster (shingle)

6/30/2019 58
Stadium klinis 3 (WHO)

6/30/2019 59
Kandidiasis Pseudomembran

6/30/2019 60
Kandidiasis Eritematus

6/30/2019 61
Kandidiasis Hiperplastik

6/30/2019 62
Kandidiasis Cheilitis angularis

6/30/2019 63
Oropharyngeal Candidiasis

Pseudomembranous Erythematous
6/30/2019
candidiasis (thrush) candidiasis
64
Candida
Esofagitis

6/30/2019 65
Oral Hairy Leukoplakia
 Tampak sebagai lesi/plaque atau
seperti proyeksi rambut
bergelombang pada bagian lateral
lidah yang tidak nyeri & tidak
dapat hilang dgn menggosoknya

 Merupakan tanda supresi imun &


prognosis jelek

 Pemeriksaan histopatologi
menunjukkan Eipstein-Barr (EBV)
intrasel

6/30/2019 66
Hiperpigmentasi
Penyebab
• Obat-2an
• Endokrin (adrenalis, tiroid)
• Nutrisi
• Terpajan lama dan intensif
oleh UV
• Penyakit2 lain (TB,
histoplasmosis, kriptokokus)

6/30/2019 67
Kulit

• Kulit pasien HIV


lebih kering
• Keluhan gatal
• Karier
Staphyllococcus
aureus meningkat

6/30/2019 68
Kulit kering

• Hindari mandi air


panas/hangat
• Hindari sabun
antibakterial/
detergen
• Gunakan emolien
(skin lotion)

6/30/2019 69
Genital Warts

6/30/2019 70
Herpes simpleks

• Vesikel
berkelompok
pada dasar
erimates
• Lesi
ulseratif/kronik/
erosif

6/30/2019 71
Herpes simpleks

6/30/2019 72
Stadium klinis 4 (WHO)

6/30/2019 73
Perjalanan dan manifestasi klinis yg lazim

1000 TB
900
800
700 TB
600
500 HZV
400
CD4 300 OHL
Oral candida TB
COUNT PCP
200 Cryptococcal meningitis
100 Cryptosporidial diarrhea PPE
50 CMV
<50 MAC TB
0
0369 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Months Years
6/30/2019 74
Infeksi oportunistik

6/30/2019 75
‘Wasting’

6/30/2019 76
Kriptokokosis

6/30/2019 77