Anda di halaman 1dari 9

 Aminophylline 200 mg* :

 Cara kerja : Bronkodilator dengan cara melemaskan


otot polos bronkus
 Efek samping
 Gastointestinal : mual, muntah, diare
 SSP : sakit kepala, insomnia
 Kardiovaskular : palpitasi, takikardi, aritmia
 Pernapasan : Takipnea
 Rash, hiperglikemia
 Dosis :
 Dewasa : 3x1 tablet
 Anak-anak : 6-12 tahun 3x1/2 tablet
 Ambroxol*
 Cara kerja : Sebagai sekretolitik pada gangguan
saluran napas akut dan kronis khususnya pada
eksaserbasi bronkitis kronis, bronkitis asmatik dan
asma bronkial
 Efek samping : Sakit kepala, gangguan pencernaan,
memar, kelainan perdarahan, reaksi hipersensitivitas
 Dosis 2x20 mg
 Salbutamol*
 Cara kerja : efek utama setelah pemberian peroral
adalah efek bronkodilatasi yang disebabkan terjadinya
relaksasi otot bronkus
 Efek samping : pada pemakaian dosis besar dapat
menyebabkan tremor halus pada otot skelet (biasanya
pada tangan), palpitasi, kejang otot, takikardia, sakit
kepala dan ketegangan. Efek ini terjadi pada semua
perangsangan adrenoreseptor beta. Vasodilator perifer,
gugup, hiperaktif, epistaksis, susah tidur
 Dosis : Dewasa (>12 tahun) : 2-4 mg, 3-4x1 tablet ;
anak-anak (2-6 tahun) : 1-2 mg 3-4x1 tablet, 6-12 tahun :
2 mg 3-4x1 tablet
 Teofilin*
 Cara kerja : menghilangkan kerja enzim
fosfodisterase sehingga menghindari perusakan
cAMP dalam sel, stimulasi pelepasan kotekolamin
dari medula adrenal, menghalangi pembentukan
prostaglandin dan memperbaiki kontaraktilitas
diafragma
 Efek samping : takikardi, mual-muntah, gangguan
saluran cerna, sakit kepala, gangguan tidur,
gangguan irama jantung, kejang
 Dosis : 200-400 mg/12 jam
1. Antitusif (Bekerja menekan batuk)
 Dekstrometorfan*
 Tidak mempunyai efek analgesik dan ketergantungan,
sering digunakan sebagai antitusif non-narkotik
 Dosis : 30 mg setiap 4-8 jam. Dosis dewasa : 10-20 mg
tiap 4 jam; anak-anak (6-11 tahun) 5-10 mg, (2-6 tahun)
2,5-5 mg tiap 4 jam
 Butamirat sitrat
 Noskapin
 Dipenhidramin*
2. Ekspektoran
 Merangsang pengeluaran dahak dari saluran napas
 Gliserin guaiakolat
 Ammonium klorida
 Biasa digunakan dama bentuk campuran dengan
ekspektoran lain atau antitusif
 Efek samping : dosis besar dapat menimbulkan asidosis
metabolik, dan harus digunakan dengan hati-hati pada
pasien degan insufisiensi hati, ginjal dan paru
 Dosis : 300 mg (5ml) tiap 2-4 jam
3. Mukolitik
 Mengencerkan sekret saluran napas dengan jalan
memecah benang-benang mukoprotein dan
mukopolisakarida dari sputum
 Asetilsistein*
 Cara kerja : meningkatkan jumlah sekret bronkus
secara nyata
 Efek samping : stomatitis, mual, muntah, pusing,
demam dan menggigil jarang ditemukan
 Dosis : 200 mg, 2-3 kali peroral; 1-10 ml larutan 20%
atau 2-20 ml larutan 10% setiap 2-6 jam (inhalasi)