Anda di halaman 1dari 5

1 Apa yang dimaksud dengan Tingkat

pelayanan (LOS)
2 Apa yang dimaksud dengan parkir dan Fasilitas parkir di luar badan jalan dapat
sebutkan pengelompokkan parkir dikelompokkan atas dua bagian, yakni: 1.
Fasilitas untuk umum yaitu tempat parkir
Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu
berupa gedung parkir atau taman parkir
kendaraan yang bersifat sementara karena
untuk umum yang diusahakan sebagai
ditinggalkan oleh pengemudinya. Secara
kegiatan sendiri. 2. Fasilitas parkir
hukum dilarang untuk parkir. Setiap
penunjang yaitu berupa gedung parkir
pengendara kendaraan bermotor memiliki
atau taman parkir yang disediakan untuk
kecendrungan untuk mencari tempat untuk
menunjang kegiatan pada bangunan
memarkir kendaraannya sedekat mungkin
utama (Ditjen Perhubungan Darat, 1998).
dengan tempat kegiatan atau aktifitasnya.
Gambatkan rambu berhenti
Sehingga tempat-tempat terjadinya suatu
kegiatan misalnya seperti tempat kawasan
pariwisata diperlukan areal parkir.
Pembangunan sejumlah gedung atau tempat-
tempat kegiatan umum sering kali tidak
menyediakan areal parkir yang cukup sehingga
berakibat penggunaan sebagian lebar badan
jalan untuk parkir kendaraan (Warpani, 1990).
4 sebutkan jenis jenis pengaturan simpang simpang
JENIS-JENIS PENGATURAN SIMPANG Rambu Lalu Lintas adalah salah satu dari perlengkapan jalan
Jenis-jenis pengaturan simpang berdasarkan tingkatan yang berupa lambang, huruf, angka, kalimat dan atau
arus adalah sebagai berikut : perpaduan sebagai peringatan, larangan, perintah atau
Pengaturan dengan Pemberian Kesempatan Jalan petunjuk bagi pemakai jalan. Rambu-rambu terdiri dari 4
(Basic Right of Way Rule) golongan, yaitu : rambu peringatan, rambu larangan, rambu
Pengaturan jenis ini lebih merupakan suatu bentuk perintah, dan rambu petunjuk.
pengaturan yang sulit diimplementasikan di lapangan
ke dalam bentuk fasilitas pengatur yang riil baik dalam
bentuk rambu ataupun marka. Pengaturan ini . Marka adalah suatu tanda yang berada
menitikberatkan pada pemberian hak jalan pada dipermukaan jalan atau diatas jalan yang
kendaraan lain ketika memasuki simpang dengan
berfungsi untuk mengarahkan arus lalu lintas
pembagian :
•Memberi hak jalan pada kendaraan lain yang lebih yang membatasi daerah kepentingan lalu lintas
dulu memasuki suatu simpang
•Memberi hak jalan pada kendaraan lain yang berada Titik Konflik Pada Simpang Di dalam daerah
pada posisi lebih kiri dari pada kendaraan tinjauan. simpang lintasan kendaraan akan berpotongan
•Kendaraan yang hendak belok ke arah kanan pada pada satu titik-titik konflik, konflik ini akan
suatu simpang diwajibkan memberi hak jalan kepada
kendaraan dari arah lainnya.
menghambat pergerakan dan juga merupakan
•Memberi hak jalan pada penyeberang jalan yang telah lokasi potensial untuk tabrakan (kecelakaan).
menyentuh garis marka penyeberangan (zebra cross) Jumlah potensial titik-titik konflik pada
Dengan Rambu Yield
simpang tergantung dari :
Dengan Rambu Stop Jumlah kaki simpang Jumlah lajur dari kaki
Kanalisasi Simpang simpang Jumlah pengaturan simpang
Dengan Bundaran (Roundabout) Jumlah arah pergerakan
Pembatasan Belok (Turn Regulation)
Dengan Lampu Lalu-Lintas (Traffic Signal)
Dengan Simpang Tidak Sebidang
Marka membujur dapat berupa : garis utuh, garis putus-putus, garis ganda yang terdiri dari garis utuh dan garis putus-
putus, atau garis ganda yang terdiri dari dua garis utuh.
Marka membujur berupa garis utuh berfungsi sebagai larangan bagi kendaraan melintasi garis tersebut, namun apabila
berada ditepi jalan hanya berfungsi sebagai peringatan tanda tepi jalur lalu lintas.
Marka membujur berupa garis putus-putus merupakan pembatas lajur yang berfungsi mengarahkan lalu lintas dan atau
memperingatkan akan ada Marka membujur yang berupa garis utuh didepan.
Marka membujur berupa garis ganda yang terdiri dari garis utuh dan garis putus-putus menyatakan bahwa kendaraan
yang berada padasisi garis utuh dilarang melintasi garis ganda tersebut, sedangkan kendaraan yang berada pada sisi garis
putus-putus dapat melintasi garis ganda tersebut.
Marka membujur berupa garis ganda yang terdiri dari dua garis utuh menyatakan bahwa kendaraan dilarang melintasi
garis ganda tersebut.
Marka melintang adalah berupa : garis utuh dan garis putus-putus.
Marka melintang berupa garis utuh menyatakan batas berhenti bagi kendaraan yang diwajibkan berhenti oleh alat
pemberi isyarat lalu lintas atau rambu stop. Sedangkan marka melintang berupa garis putus-putusmenyatakan batas yang
tidak dapat dilampaui kendaraan sewaktu memberi kesempatan kepada kendaraan yang mendapat hak utama pada
persimpangan.
Marka serong berupa garis utuh dibatasi dengan rangkagaris utuh digunakan untuk menyatakan :
daerah yang tidak boleh dimasuki kendaraan;
pemberitahuan awal sudah mendekati pulau lalu lintas.
Marka serong berupa garis utuh dilarang dilintasi kendaraan, sedangkan marka serong yang dibatasi dengan rangka garis
putus-putus digunakan untuk menyatakan kendaraan tidak boleh memasuki daerah tersebut sampai mendapat kepastian
selamat.
Marka lambang dapat berupa panah, segitiga atau tulisan, dipergunakan untuk mengulangi maksud rambu-rambu atau
untukmemberitahu pemakai jalan yang tidak dapat dinyatakan dengan rambu-rambu. Marka lambang dapat ditempatkan
secara sendiri atau dengan rambu lalu lintas tertentu.
Marka lainnya adalah marka jalan selain marka membujur, marka melintang, marka serong dan marka lambang. Marka
lainnya sebagaimana dimaksud dapat berbentuk :
b) Simpang bersinyal (signalized intersections)
Penggunaan sinyal dengan lampu tiga warna,
hijau-kuning-merah, diterapkan untuk
memisahkan lintasan dari gerakan-gerakan
lalu-lintas yang saling bertentangan dalam
dimensi waktu