Anda di halaman 1dari 36

KONSEP DASAR NEONATUS DAN BAYI

DENGAN KELAINAN KONGENITAL


(OMFALOKEL, HERNIA DIAFRAGMATIKA,
ENCEPHALOCEL, HYDROSEFALUS, FIMOSIS,
DAN HYPOSPADIA)
Oleh
Kelompok 6
OMFALOKEL
Definisi

Omfalokel adalah penonjolan dari usus atau isi


perut lainnya melalui akar pusat yang hanya
dilapisi oleh peritoneum (selaput perut) dan
tidak dilapisi oleh kulit.
Omfalokel terjadi pada 1 dari 500 kehamilan.
Usus terlihat dari luar melaui selaput
peritoneum yang tipis dan transparan.
Penyebab

Omfalokel disebabkan oleh kegagalan alat dalam untuk


kembali ke rongga abdomen pada waktu janin berumur
10 minggu sehingga menyebabkan timbulnya omfalokel.
Menurut Glasser (2003) ada beberapa penyebab
omphalokel, yaitu:
1. Faktor kehamilan dengan resiko tinggi
2. Defisiensi asam folat hipoksia dan salisilat
Gejala

Banyaknya usus dan organ perut lainnya


yang menonjol pada omfalokel berikutnya
tergantung pada besarnya lubang
pusar.Jika lubangnya kecil ,mungkin hanya
usus yang menonjol; tapi jika lubangnya
besar, hatinya juga bisa menonjol melaui
lubang tersebut.
Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil


pemeriksaan fisik, dimana isi perut dari
luar melaui selaput peritoneum
Pengobatan

Agar tidak terjadi cidera pada usus dan infeksi perut , dilakukan
operasi pembedahan untuk menutup omfalokel.
Sebelum dilakukan operasi, bila kantong belum pecah, harus
diberi merkurokrom dan diharapkan akan terjadi penebalan
selaput yang menutupi kantong tersebut sehingga operasi dapat
ditunda sampai beberapa bulan. Sebaiknya operasi dilakukan
segera sesudah lahir, tetapi harus diingat bahwa dengan
memasukkan semua isi usus dan otot visera sekaligus ke rongga
abdomen akan menimbulkan tekanan yang mendadak pada
paru sehingga timbul gejala gangguan pernapasan
HERNIA
DIAFRAGMATIKA
Pengertian

Hernia diafragmatika adalah penonjolan


organ perut ke dalam rongga dada melalui
suatu lubang pada diafragmatika.
Etiologi

Penyebab tidak diketahui pasti. Ditemukan pada


1/2200 – 5000 kelahiran hidup dan 80 – 90 %
terjadi pada sisi tubuh bagian kiri.
Skarsgard dan Harrison mengemukakan suatu studi
populasi yang menunjukkan 30% dari janin dengan
hernia diafragmatika meninggal sebelum lahir dan
terkait dengan kelainan kromosom atau kongenital
lain yang letal.
Patofisiologis Hernia Diafragmatika

Disebabkan oleh gangguan pembentukan diafragma.


Diafragma dibentuk dari 3 unsur yaitu membrane
pleuroperitonei, septum transversum dan pertumbuhan dari
tepi yang berasal dari otot-otot dinding dada. Gangguan
pembentukan itu dapat berupa kegagalan pembentukan
seperti diafragma, gangguan fusi ketiga unsure dan
gangguan pembentukan seperti pembentukan otot. Pada
gangguan pembentukan dan fusi akan terjadi lubang
hernia, sedangkan pada gangguan pembentukan otot akan
menyebabkan diafragma tipis dan menimbulkan eventerasi.
Pemeriksaan penunjang

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan


fisik, yaitu: gerakan dada saat bernafas tidak simetris, tidak
terdengar suara pernafasan pada sisi hernia, bising usus
terdengar di dada, perut teraba kosong.
Foto toraks akan memperlihatkan adanya bayangan usus
didaerah toraks. Kadang-kadang di perlukan fluoroskopi untuk
membedakan antara paralisis difragmatika dengan eventerasi.
Bila perlu dapat pula dilakukan untuk membuktikan apakah
kelainan itu entervasi atau hernia biasa.
Tindakan

Anak ditidurkan dalam posisi duduk dan dipasang


pipa nasogastrik yang dengan teratur dihisap.
Diberikan antibiotika profilaksis dan selanjutnya anak
dipersiapkan untuk operasi. Hendaknya perlu diingat
bahwa biasanya (70%) kasus seperti ini disertai
dengan hipoplasia paru.
Penanganan bersifat sintomatik (sesuai dengan gejala
yang timbul),
ENSAFALOKEL
Pengertian
Ensefalokel adalah suatu kelainan tabung saraf dengan
adanya penonjolan pada selaput otak dan otak yang
berbentuk seperti kantung melaluisuatu lubang pada
tulang tengkorak. Ensefalokel disebabkan oleh kegagalan
pentupan tabung saraf selama perkembangan janin.
Ensefalokel bisa terjadi dibelakang kepala, puncak
kepala, atau diantara dahi dan hidung. Dugaan penyebab
penyakit ini adalah infeksi, faktor umur ibu yang terlalu
muda atau terlalu tua ketika hamil, mutasi genetik dan
pola makan yang tidak tepat saat hamil.
Gejala Ensefalokel

1. Hidrosefalus
2. Kelumpuhan keempat anggota gerak
3. Mikrosefalus
4. Kejang
5. Ataksia
6. Gangguan penglihatan, keterbelakangan mental,
dan pertumbuhan
Penatalaksanaan Ensefalokel
1. Tindakan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.
2. Cegah infeksi perlukaan ensefalokel waktu lahir, menutup luka dengan kassa steril
setelah lahir.
3. Persiapan operasi dilakukan sedini mungkin untuk mencegah infeksi otak yang
sangat berbahaya.
1. Sebelum operasi bayi dimasukkan kedalam inkubator dengan kondisi tanpa
baju
2. Jika kantung bayi besar tidurkan bayi dengan posisi terlungkup
3. Berkolaborasi dengan dokter anak, ahli bedah saraf, ahli ortopedi, dan ahli
urologi
4. Melakukan informed choice dan informed consent dengan keluarga
4. Pasca operasi perhatikan luka agartidak basah, ditarik atau digaruk bayi.
Perhatikan mungkin terjadi hidrosefalus, ukur lingkar kepala, pemberian antibiotk
dan kolaborasi
Pencegahan Ensefafokel

Bagi ibu yang berencana hamil, ada


baiknya mempersiapkan jauh hari.
Misalnya, mengonsumsi makanan bergizi
serta menambah suplemen yang
mengandung asam folat.
HIDROSEFALUS
Pengertian

Hidrosefalus adalah keadaan patologis otak


yang mengakibatkan bertambahnya cairan
serebrospinalis dikarenakan adanya tekanan
intrakranial yang meningkat. Hal ini
menyebabakan terjadinya pelebaran berbagai
ruang tempat mengalirnya liquor.
Etiologi Hidrosefalus

Hidrosefalus disebabkan karena terjadinya


penyumbatan cairan serebrospinalis (CSS) pada salah
satu pembentukan CSS dalam sistem ventrikel dan
tempat absorpsi dalam ruang subaraknoid,sehingga
terjadi penyumbatan dilatasi ruangan CSS di atasnya (
foramen monrai,foramen luschka,magendie,sistem
magna,dan sistem basalis merupakan tempat
tersering terjadinya penyumbatan).
Penatalaksanaan Hidrosefalus
1. Umum
1. Pengawasan suhu atau pencegahan hipotermi.
2. Pencegahan infeksi.
3. Observasi TPRS, aktivitas, reaksi dan rangsangan, serta adanya dilatasi pupil strabismus.
4. Intake-output.
5. Perawatan sehabis BAK dan BAB.
2. Khusus
1. Pengukuran lingkar kepala dilakukan dari dahi-atas telinga-belakang kepala-ingkaran ke atas
kepala sisi sebelahnya-pertemukan di dahi, kemudian dibaca satu sampai dua angka di
belakang koma,lalu catat dan buat grafiknya.
2. Pengawasan dan pencegahan muntah.
3. Pengawasan kejang.
4. Persiapan operasi.
5. Pemberian makanan dan minuman.
6. Perawatan luka.
7. Pencegahan dekubitus.
8. Mencegah terjadinya kontraktur.
FIMOSIS
Pengertian
Fimosis adalah keadaan kulit penis (preputium)
melekat pada bagian kepala penis dan
mengakibatkan tersumbatnya lubang saluran air
kemih, sehingga bayi dan anak jadi kesulitan dan
kesakitan saat kencing. Sebenarnya yang berbahaya
bukanlah fimosis sendiri, tetapi kemungkinan
timbulnya infeksi pada uretra kiri dan kanan,
kemudian ke ginjal. Infeksi ini dapat menimbulkan
kerusakan pada ginjal.
Fimosis pd bayi laki-laki yg baru lahir terjadi karena
ruang di antara kutup & penis tidak berkembang
dgn baik. Kondisi ini menyebabkan kulup mjd
melekat pd kepala penis shg sulit ditarik ke arah
pangkal. Penyebabnya bisa dari bawaan dari
lahir, atau didapat, misalnya karena infeksi atau
benturan.
Gejala pada Fimosis

1. Bayi atau anak sukar berkemih


2. Kadang-kadang begitu sukar shg kulit preputium
menggelembung seperti balon saat mulai buang air kecil
3. Kulit penis tidak bisa ditarik kearah pangkal
4. Penis mengejang pd saat buang air kecil
5. Bayi atau anak sering menangis sebelum urin keluar/Air seni
keluar tidak lancer
6. Timbul infeksi
Penatalaksanaan

1. Penatalaksanaan secara medis


a. Dilakukan tindakan sirkumsisi (membuang sebagian atau seluruh bagian kulit
preputium).
b. Dilakukan tindakan teknik bedah preputioplasty (memperlebar bukaan kulit
preputium tanpa memotongnya).
2. Penatalaksanaan secara Konservatif
a. Cara menjaga kebersihan pd fimosis adalah dgn menjaga kebersihan bokong &
penis.
Terapi

Terapi fimosis pada anak-anak tergantung pada pilihan orang tua &
dapat berupa sirkumsisi plastik atau sirkumsisi radikal setelah usia dua
tahun. Pada kasus dgn komplikasi, seperti infeksi saluran kemih
berulang/balloting kulit prepusium saat miksi, sirkumsisi harus segera
dilakukan tanpa memperhitungkan usia pasien.
Tujuan sirkumsisi plastik adalah untuk memperluas lingkaran kulit
prepusium saat retraksi komplit dgn mempertahankan kulit prepusium
secara kosmetik. pd saat yg sama, perlengketan dibebaskan & dilakukan
frenulotomi dgn ligasi arteri frenular jika terdapat frenulum breve.
Sirkumsisi neonatal rutin untuk mencegah karsinoma penis tidak
dianjurkan.
HIPOSPADIA
Pengertian

Hipospadia berasal dari dua kata yaitu hypo yang berarti di


bawah dan spadon yang berarti keratan yang panjang.
Hipospadia adalah suatu kelainan bawaan dimana meatus
uretra eksterna berada di bagian permukaan ventral penis
dan lebih ke proksimal dari tempatnya yang normal (ujung
glanss penis).
Hipospadia adalah kelainan bawaan yang berupa uretrha
terletak di bagian bawah dekat pangkal penis.
Etiologi

Hipospadia hasil dari fusi yang tidak lengkap dari


lipatan uretra terjadi pada usia kehamilan pada
minggu ke 8 dan ke 14. Diferensiasi seksual laki-
laki pada umumnya tergantung pada hormone
testosteron, dihydrotestosteron, dan ekspresi
reseptor androgen oleh sel target. Gangguan
dalam keseimbangan sistem endokrin baik faktor-
faktor endogen atau eksogen dapat menyebabkan
hipospadia.
Tanda dan Gejala
1. Glans penis bentuknya lebih datar dan ada lekukan yang dangkal di bagian bawah
penis yang menyerupai meatus uretra eksternus.
2. Preputium (kulup) tidak ada dibagian bawah penis, menumpuk di bagian punggung
penis.
3. Adanya chordee, yaitu jaringan fibrosa yang mengelilingi meatus dan membentang
hingga ke glans penis, teraba lebih keras dari jaringan sekitar.
4. Kulit penis bagian bawah sangat tipis.
5. Tunika dartos, fasia Buch dan korpus spongiosum tidak ada.
6. Dapat timbul tanpa chordee, bila letak meatus pada dasar dari glans penis.
7. Chordee dapat timbul tanpa hipospadia sehingga penis menjadi bengkok.
8. Sering disertai undescended testis (testis tidak turun ke kantung skrotum).
9. Kadang disertai kelainan kongenital pada ginjal.
Penatalaksanaan
Untuk saat ini penanganan hipospadia adalah dengan cara
operasi. Operasi umumnya dilakukan sebelum anak
berusia 2 tahun. Pada bayi : dilakukan tindakan
kordektomi. Pada usia 2-4 tahun : dilakukan rekonstruksi
uretra.Kulup (kulit yang menutupi ujung penis)
merupakan jaringan yang sempurna untuk digunakan
dalam operasi ini. Oleh karena itu, bayi dengan
hipospadias tidak boleh disunat sebelum menjalani
operasi. hingga kulit preputium penis/scrotum dapat
digunakan pada tindakan neouretra
Peran Bidan

Peran bidan adalah menjelaskan


hasil pemeriksaan fisik pada ibu,
dan memberitahu secara jelas
tentang keadaan bayinya yang
memiliki kelainan pada lubang
saluran kencing.
SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH