Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK 3

RAHMA GUSTIKA
WULAN OKTARINA
YULIANI
WINDA RENO KASIH
DEKADENSI MORAL
Pengertian Dekadensi Moral

Ditinjau dari segi bahasa, kata dekadensi sendiri berasal


dari bahasa latin pada abad pertengahan, ( decadentia ),
yang berarti “ kemunduran” atau “ kemerosotan” dalam
bahasa inggris. Secara umum kata dekadensi diartikan
sebagai “penurunan” atau “kemerosotan”, dalam
penggunaannya, kata dekadensi lebih sering merujuk pada
segi - segi sosial seperti moral, ras, bangsa, agama, sikap,
dan seni. Istilah dekadensi muncul pada akhir abad ke 19 di
Eropa, sebagai protes terhadap aliran neoklasikisme dan
romantisisme.
Lanjutan...
Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi sosial - politik masyarakat
di masa itu yang melatarbelakangi munculnya istilah tersebut. Pada masa
itu muncul satu suatu gerakan yang yang disebut Decadent Movement,
yang dipimpin oleh Charles Baudelaire, J.K. Huysmans, Paul Verlaine,
Arthur Rimbaud, Stephane Mallarme, dkk di Prancis. Gerakan tersebut (
Decadent Movement ) mengkritik gaya hidup yang lebih mengutamakan
emosi dan perasaan dari pada kenyataan. Menurut mereka, hal semacam
itu merupakan suatu kemunduran budaya. Jadi, Dekandensi Moral adalah
bentuk - bentuk perubahan sosial dimana kondisi moral mengalami
perubahan yang jatuh, kemerosotan atau mengalami kemunduran
sehingga jauh dari ciri - ciri kelompok sosial. Perubahan ini sifatnya
sementaraataupun terus menerus baik disengaja ataupun tidak dan sulit
untuk dikembalikan atau diarahkan seperti keadaan semula.
Contoh dekadensi moral yang terjadi saat ini
1.Pergaulan Bebas
Pergaulan Bebas merupakan salah satu bentuk
penyimpangan sosial khususnya bagi remaja, mudahnya
akses internet seperti situs pornografi yang dulunya
merupakan hal tabu kini bisa dengan mudah diakses
terutama oleh remaja.Untuk itu peran dan pengawassan
orang tua dalam memberikan pemahaman kepada anak
untuk menggunakan internet dan edukasi tentang seks
adalah hal yang perlu dilakukan.
2.Pencabulan dan Pemerkosaan
Aksi pencabulan dan Pemerkosaan juga merupakan salah satu bentuk Dekadensi
Moral salah satu penyebabnya adalah pergaulan bebas yang semakin meningkat,
adanya dorongan kuat akibat mengakses situs pornografi dan kemunduran moral
karena menurunnya kepercayaan iman (agama) yang merupakan tonggak utama
moral kehidupan.
3.Korupsi
Korupsi merupakan suatu tindakan yang bertujuan menguntungkan diri sendiri atau
suatu kelompok dengan menyalahgunakan kekuasaan atau wewenang. Dalam hal
korupsi Indonesia kini menduduki peringkat ke 64 dai 177 negara pada tahun 2013
dengan skor 32 sedangkan Singapura di posisi 173 dengan skor 86 dan Malaysia di
posisi 173 dengan skor 50 hasil penelitian Transparency International ( TI ).
Korupsi yang seolah menjadi trend ini tumbuh dan berkembang kasusnya dari tahun
ke tahun, korupsi bukan lagi menjadi hal yang memalukan untuk dilakukan oleh
para pejabat besar hingga merajalela sampai ke pejabat kelas bawah.
Lanjutan...
Korupsi terjadi akibat 2 faktor yakni internal dan eksternal. Faktor internal berhubungan
dengan diri sendiri seperti sifat tamak, gaya hidup konsumtif. Faktor eksternal karena
persaingan politik untuk merebut kekuasaan sehingga terjadi suap menyuap, yang
bekerjasama dengan hukum seperti suap dan sebagainya, faktor ekonomi seperti akibat measa
tidak puas dengan gaji yang diterima, faktor organisasi seperti lemahnya sistem dan aturan
organisasi sehingga memudahkan anggota atau pejabat tersebut melakukan korupsi.
4. Tawuran
Tawuran juga menjadi salah satu Dekadensi Moral budaya terhadap penyelesaian
masalah yang sering terjadi pada remaja khususnya anak sekolah menengah
pertama hingga menengah atas. Tawuran biasanya terjadi akibat suatu masalah
sepele yang kemudian menjadi ajang penunjukan dan kekuatan diri atau kelompok.
Tawuran menjadi begitu mudah dilakukan oleh remaja akibat salah satu budaya
tontonan televisi yang kurang mendidik serta pengawasan orang tua dan guru
dalam memberi pendidikan cara penyelesaian masalah terhadap anak didiknya.
5.Miras dan Narkoba
Miras dan Narkoba kini menjelma menjadi barang baru dan biasa
dalam pergaulan remaja. Bagaimana tidak, dua juta dari
pengguna aktif narkoba dan miras, 90% nya adalah remaja.
Narkoba dan miras merupakan bentuk Dekadensi Moral yang
berbahaya karena mampu memunculkan sumbu Dekadensi Moral
yang lain, misalnya pencurian, free sex, dan pencurian akibat
tubuh yang ketergantungan oleh narkoba. Tentu seorang pecandu
akan melakukan berbagai cara untuk menutupi rasa candu
mereka akan narkoba.
Sebab terjadinya Dekadensi Moral
1.Pengaruh budaya asing yang tidak baik
2.Akibat pergaulan bebas
3.Akibat media yang merusak
4.Akibat perkembangan teknologi
5.Kurangnya pengetahuan agama
Upaya mengatasi Dekadensi Moral
1.Pengawasan dan Perhatian Orangtua
Orang tua memegang peranan penting dalam mendidik dan memberikan pengarahan pada
anak, untuk itu pengawasan orang tua terhadap pergaulandan aktivitas yang dilakukan oleh
anak seperti melihat tayangan televisi yang kurang mendidik, dan pengawasan dalam
menggunakan internet harus diawasi dan diarahkan oleh orangtua.

2.Memberikan Pendidikan Karakter pada Anak Sejak Dini


Di zaman yang serba canggih dan percampuran budaya asing yang semakin mudah masuk
dalam meningkatkan pendidikan karakter sejak dini kepada anak.
Pendidikan karakter akan lebih mudah dilakukan sejak anak berusia dini hal ini berkaitan
dengan tumbuh kembang anak terhadap pengenalan lingkungan sekitar dan tentu menuntun
bimbingan orang tua. Pendidikan karakter paling mendasar adalah dengan menanamkan
pemahaman nilai - nilai moral dan etika seperti kejujuran, sopan santun, religius, toleransi,
mandiri, gaya hidup sederhana, mencintai budaya lokal, dan lain sebagainya. Dengan
menanamkan pendidikan karakter sejak dini maka generasi penerus bangsa akan memiliki
karakter yang jujur dan jauh dari tindak korupsi.
3.Penegakan hukum Atas Pelaku Kejahatan
Hukum merupakan salah satu tonggak bangsa dalam memberantas
Dekadensi Moral, karena hukum memiliki fungsi dalam menegakkan dan
melindungi kepentingan manusia, menjaga ketertiban dan mengatur
masyarakat untuk mewujudkan keadilan sosial.

4.Meningkatkan Pendidikan Moral dan Agama


Moral merupakan suatu kondisi pikiran, perasaan, ucapan dan
perilaku seseorang yang terkait dengan nilai baik dan buruk.
Dengan kata lain moral tidak memliki keterikatan terhadap hal
apapun diluar diri manusia, ia tumbuh secara eksplisit dan
memberikan aturan - aturan yang dipatuhi oleh diri sendiri dan
terbentuk berdasarkan kebudayaan masyrakat setempat.
TERIMA KASIH