Anda di halaman 1dari 31

HAMPATAN DAN MASALAH PEKASANAAN

SAFE COMMUNITY DI PROPINSI DIY

7/1/2019
Oleh :
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DIY
Peta Wilayah Djogja
Boyolali
Magelang
Magelang

Purworejo Kota Yogya


Sleman
Klaten 14 Kec, 45 Kel

Kulonprogo
Bantul

Gunungkidul Wonogiri

Luas wilayah : 3.185,5 km2


Jumlah penduduk : 3.224.056 jiwa
Jumlah Kab/kota : 5 Kab/Kota
Samudra Hindia
Jml Kec./Desa (Kel) : 78 Kec./ 438
Kab. Sleman PETA POTENSI BENCANA
U KOTA YOGYAKARTA
TAHUN 2004

Tegalrejo
KETERANGAN :
Jetis
Gondokusuman = Kecelakaan Lalin
= Tanah Longsor
Gedongtengen
Danurejan = Banjir
= Gunung Meletus
Pakualaman

Kraton Umbulharjo

Matrijeron
Kotagede

Kab. Bantul
Kota Yogya PETA POTENSI BENCANA
KABUPATEN BANTUL
TAHUN 2004

Sedayu
Kasihan
Piyungan
Sewon
U
Pajangan Pleret

Kulonprogo Bantul
Jetis

Dlinggo
Pandak
Imogiri

BLipuro
Pundong KETERANGAN :
Sanden Kretek
= Kecelakaan Lalin
GunungKidul
= Tanah Longsor
= Banjir
Samudra Hindia
= Gunung Meletus
Kab Magelang
PETA POTENSI BENCANA
KAB. KULONPROGO
Samigaluh
TAHUN 2004
Kab. Sleman

KETERANGAN : U
= Kecelakaan lalu lintas
= Tanah Longsor Girimulyo

= Banjir
= Gunung Meletus

Kab. Purworejo
Kokap

Pengasih Sentolo

Wates
Temon

Panjatan Lendah

Galur Kab. Bantul


PETA POTENSI BENCANA Kab Klaten
Kab Sleman
KAB. GUNUNGKIDUL
TAHUN 2004
Gedangsari Ngawen

KETERANGAN :
= Kecelakaan lalu lintas Patuk
Semin U
Nglipar
= Tanah Longsor
= Banjir
= Gunung Meletus
Playen Karangmojo
Kab. Bantul
Wonosari Ponjong

Kab Wonogiri
Paliyan
Purwosari Semanu
Panggang

Rongkop
Saptosari
T.Sari

SAMUDRA HINDIA Tepus

Giri
PETA POTENSI BENCANA
KABUPATEN SLEMAN
TAHUN 2004
Kab Magelang
KETERANGAN :
= Kecelakaan Lalins
= Tanah Longsor Turi
Pakem
= Banjir
Tempel
= Gunung Meletus Kab. Klaten

Sleman Ngemplak

Ngaglik U
Seyegan Mlati
Minggir Kalasan
Depok
Moyudan Godean
Lendah Prambanan
Gamping Kota Yogyakarta
Berbah
Kab. Kulonprogo
POTENSI RAWAN BENCANA
DI PROPINSI DIY
1.Banjir.

2.Tanah Longsor.

3.Gunung Meletus.

4.Kecelakaan Lalu-Lintas.
1. DAERAH RAWAN BANJIR
DI PROPINSI DIY

No Kabupaten /Kota Kecamatan


1 Kota Yogyakarta -

2 Bantul -

3 Kulon Progo 1. Galur (daerah Congot)

4 Gunung Kidul -

5 Sleman -
2. DAERAH RAWAN TANAH LONGSOR
DI PROPINSI DIY
No Kabupaten /Kota Kecamatan

1 Kota Yogyakarta -

2 Bantul 1. Piyungan

3 Kulon Progo 1. Kokap


2. Girimulyo
3. Samigaluh
4. Kali Bawang
4 Gunung Kidul 1. Patuk
2. Nglipar
3. Panggang
4. Tanjungsari
5. Tepus
6. Gedangsari

5 Sleman -
3. DAERAH RAWAN GUNUNG MELETUS
DI PROPINSI DIY
No Kabupaten /Kota Kecamatan

1 Kota Yogyakarta -

2 Bantul -

3 Kulon Progo -

4 Gunung Kidul -

5 Sleman 1. Cangkringan
2. Pakem
3. Tempel
4. Turi
5. Prambanan
4. DAERAH RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS
DI PROPINSI DIY

No Kabupaten /Kota Kecamatan

1 Kota Yogyakarta 1. Mergangsan.


2. Jetis
3. Gondokusuman
4. Gondomanan
5. Umbul Harjo
6. Wirobrajan
7. Tegalrejo
2 Bantul 1. Sedayu
2. Piyungan
3. Sewon
3 Kulon Progo 1. Wates
2. Temon
3. Nanggulan
4. Sentolo
5. Galur
DAERAH RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS
DI PROPINSI DIY

No Kabupaten /Kota Kecamatan


4 Gunung Kidul 1. Tepus
2. Wonosari
3. Panggang
4. Patuk
5. Semin
6. Paliyan
5 Sleman 1. Gamping
2. Sleman
3. Kalasan
4. Prambanan
STRUTUR ORGANISASI

Kepala
Ka. Dinas
Dinkes & Kesos SUBAG
- Umum
Bagian Tata Usaha - Keuangan
Kelomp. Jafung. - Kepeg.

Bidang Bidang Bidang Bidang


Bina Program P2M -PL Yan. Kes Kesehatan
Keluarga

Seksi Seksi Seksi Seksi


Perencanaan Pemberantasan Kesdas & Pemberdayaan
Penyakit Kesga
Menular
Rujukan
Seksi
Monevi Rujukan
Seksi Seksi
Seksi Surv.
Lisensi/ KLB
& Promkes &
Seksi Survailans & Akreditasi PSM
Pengawasan KLB
Diklat Seksi Seksi
Seksi Farmakmin & Gizi
Seksi Kesehatan Alkes
Data & teknologi Lingkungan
Informasi

UPTD
Derajat Kesehatan di DIY

Indikator Prop. DIY Nasional


Angka Kematian Bayi (IMR) : 23,5 / 1000 41,44 / 1000

Angka Kematian ANBALITA (CMR) 45,0 78,0

Angka Kematian Bumil dan Bersalin (MMR) 1,3 / 1000 4,4 / 1000

Angka kematian kasar (CDR) 7,7 / 1000 7,5/ 1000

Umur harapan hidup (Life Expectancy)


- Laki - laki : 66,28 63,90
- Perempuan : 70,25 67,70
Jenis dan Jumlah Institusi Kesehatan di
DIY
 Polindes/ Posyandu : 5112
 Puskesmas Pembantu : 323

 Puskesmas Keliling : 133

 Puskesmas : 117

 Puskesmas dengan TT : 30

 Jumlah Rumah Sakit : 34


JUMLAH RS di DIY
No Kabupaten/Kota Jenis Kepemilikan Jml
RSU RSK Pem. Swasta

1 Kota Yogya 6 12 3 15 18
2 Kab, Bantul 2 3 1 4 5
3 Kab. Kulonprogo 2 0 1 1 2
4 Kab. Gunungkidul 1 0 1 0 1
5 Kab. Sleman 7 1 4 4 8

DIY 18 16 10 24 34
Jumlah Puskesmas dan Pustu
No Kabupaten/ Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Kota Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas
Non TT TT Pembantu
1 Kota Yogyakarta 18 16 2 15
2 Kab. Bantul 26 22 4 65
3 Kab. Kulonprogo 19 14 5 61
4 Kab. Gunubgkidul 30 24 6 110
5 Kab. Sleman 24 11 13 72

DIY 117 87 30 323


Dasar Penanggulangan Bencana di DIY
 SK Gubernur No 90/KPTS/1996 tentang
Pembentukan Satuan Koordinasi
Penanggulangan Bencana Propinsi DIY
(Sekarang di Revisi ).
 SK Gubernur No 323/KPTS/1998 tentang
Prosedur Tetap Penanggulangan Bencana di
Wilayah DIY
ORGANISASI SATKORLAK-PB (lama)
(saat ini dalam proses revisi)
Propinsi----- SATKORLAK- PB

BIDANG …… BIDANG KESEHATAN BIDANG……


Koordinator: Kadinkes

Tim tehnis Tim tehnis Tim tehnis


penanggulangan pencegahan dan penanggulangan
Gawat Darurat penanggulangan kesehatan
(BSB / PUSBANKES penyakit lingkungan akibat
118) menular bencana

Satgas Kesehatan PB Kab/Kota (Bag. SATLAK PB)


Pembentukan Satuan Koordinasi Penanggulangan Bencana dan
Penanganan Pengungsi Prop. DIY (masih dalam Rancangan)
Ketua
Wakil Ketua I,II,III,IV
Pelaksana Harian
Sekretaris
Wk Sekretaris I,II
Bendahara
Kelompok Ahli

Bidang
RUPUSKORDALOPSPBP
Bidang
Pengamatan dan Perencanaan
Bidang
Dokumentasi dan Publikasi
Bidang
Rehabilitasi dan Rekonstruksi
BidangOperasi
Hasil kesepakatan DIY
 Prosedur tetap Penanggulangan
Bencana Di DIY
 Kerja sama antar Direktur RS anggota
Persi dalam Pelayanan Gawat Darurat
Medik Fase Pra RS & RS
 Kerja sama antara Persi dengan PMI
dalam Pelayanan Gawat Darurat Medik
Fase Pra RS & RS
 Prosedur tetap Penanggulangan Gawat
Darurat Medik
Membentuk Sistem Penanggulangan
Gawat Darurat

 1.Organisasi
 2.Persiapan jejaring

 3.Persiapan sarana Transpotasi

 4.Persiapan sarana komunikasi

 5.Persiapan sarana pelayanan

 7.Persiapan gedung

 8.Persiapan biaya

 9.Persiapan manajemen
3
Kebijaksanaan kesehatan dalam
kegawatdaruratan medik safe community
 Dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan sektor
terkait ( pemerintah, swasta, LSM dan Organisasi
profesi).
 Melibatkan secara aktif peran serta masyarakat.

 Meningkatkan pelaksanaan sistem rujukan yang telah


berlaku.
 Meningkatkan mutu pelayanan menuju pelayanan medik
prima ( profesional , client driven, integrated medical care
dan evidence based medicine).
Pelaksanaan kegawatdaruratan Bidang
Kesehatan di Jogja
 Pada keadaan sehari-hari :
Pelayanan kesehatan yang telah ada

Public Safety Center (Kota/Jl.Malioboro)

Pusat Pelayanan Kesehatan Terpadu

(misalnya : Hari Raya, Tahun Baru)


 Pada keadaan darurat / bencana :

Brigade Siaga Bencana (Pusbankes)

 Mempersiapkan sumberdaya yg memadai


seperti : sarana, tenaga dan beaya.
Tantangan dan Masalah
 Tantangan :
* Daerah tujuan wisata, kota pelajar
* Integrasi dan koordinasi lintas sektor tekait
serta pihak swasta (LSM), untuk bisa
melaksanakan kegiatan terpadu
* Krisis ekonomi, biaya kesehatan mahal
* Era globalisasi (pasar bebas), kemung-
kinan masuknya nakes dan sarkes asing
 Masalah
* Pelaksanaan kegiatan yang terpadu
dalam upaya safe community pada
tempat-tempat strategis baru dilak-
sanakan pada kegiatan –kegiatan
tertentu.
* Tenaga yg terlatih yg terkait dgn safe
community khususnya di Puskesmas
masih belum mencukupi.
* Sarana dan Prasarana pelaksanaan yang
terpadu belum memadai
* Dana / biaya operasional yang masih
terbatas
Yogyakarta Public Safety Center
Kesimpulan
 Safe Community merupakan tujuan
jangka panjang yang bersifat lintas
sektoral.
 Pelaksanaan terus menerus :
 Sehari hari : Public Safety Center (PSC)
 Bencana : Brigade Siaga Bencana
 Di Yogyakarta sudah berjalan, namun
yang sifatnya terus menerus (PSC) baru
di Kota Yogyakarta.
 Peranan Dinas Kesehatan sebagai
koordinator dan fasilitator.