Anda di halaman 1dari 6

KASUS-KASUS

P E L A N G G A R A N KO D E
ET I K P S I KO LO G I
PA S A L 2 1 - 2 5
KELOMPOK 4
PASAL 21
PELAYANAN PSIKOLOGI YANG DIBERIKAN KEPADA ATAU MEL ALUI
ORGANISASI

Suatu perusahaan besar mempunyai seorang HRD. Didalam perusahaan ini juga si HRD
mempunyai teman dekat dengan salah satu karyawan. Lalu pemimpin perusahaan ingin membuat
promosi jabatan dan hendak melihat evaluasi bagaimana kinerja karyawan. Harusnya HRD ini
memberikan informasi ke Pemimpinnya yang memiliki akses atas informasi tersebut,
Tapi karena ini mengenai teman dekat si HRD salah satu yang dievaluasi bersaing dengan
karyawan lainnya jadi si HRD memberi informasi kepada temannya bahwa si Pmimpin perusahaan
akan melakukan pengevaluasian. Lalu dikarenakan temannya ini teman dekat si HRD maka dengan
si HRD yang mempunyai akses penuh dalam berkomunikasi dengan Pemimpinya maka si HRD
memanipulasi data bahwa si temannya ini mempunyai kinerja yang cukup baik padahal yang
sebenarnya kinerja si temannya ini hanya biasa saja.
PASAL 22
POINT 2 B KETERGANTUNGAN DARI PENGGUNA LAYANAN
PSIKOLOGI MAUPUN ORANG YANG MENJAL ANI PEMERIKSAAN
TERHADAP PSIKOLOG DAN ATAU ILMUWAN PSIKOLOGI YANG
BERSANGKUTAN SEHINGGA TIMBUL PERASAAN TAK NYAMAN
ATAU TIDAK SEHAT PADA SALAH SATU ATAU KEDUA BELAH
PIHAK.

Prillly adalah seorang Psikolog yang sedang menghadapi pasien laki-laki dan telah melakukan
pertemuan ke 2 kali. Sementara masih ada 2 kali pertemuan lagi namun pada saat prilly menerima
info hal yang terjadi pada pasiennya dari kerabat kliennya itu yang menyarakan bahwa kliennya itu
serang lesbian(penyuka sesama jenis wanita). Dan ini membuat ia taknyaman merasa geli dan takut
dengan mendadak ia menghentikan pertemuan tersebut sementara seharusnya, dia harus
menuntaskan masalah kliennya terlebih dahulu dan menyampingkan perasaaan terhadap pasiennya
PASAL 23
POINT C

Pada suatu saat ada seseorang yang melakukan konsultasi kepada seorang psikolog, lalu sesuai
dengan strukturnya psikolog pun mencatat menyimpan data yang didapat dari hasil konsultasi.
Hingga konsultasi telah selesai namun pada suatu ketika, psikolog ini membagikan data yang
didapat dari hasil konsultasi itu kepada temannya sebagai bahan untuk tugas temannya tersebut.
Namun hal ini melanggar kode etik yang terdapat pada pasal ini dimana seorang psikolog harus
menjaga apa yang telah didapat dalam hasil konsultasi.
PASAL 24
POINT 2

Seorang Psikolog Galih memiliki akses khusus untuk terhubung ke seluruh psikologi di Indonesia
sejenis grup FB dan grub itu digunakan untuk membagikan dan membuat daftar pembuktian
bahwa setiap psikolog memiliki klien per 3 bulannya. Dan ia harus mengisi list tersebut dan
menceritakan kasus yang dialami pasiennya.
Akan tetapi kode inisial yang ia berikan mudah dipahami oleh orang lain dan ia menyebur lokasi
pasiennya itu dengan seketika postingannya menjadi ramai tebak tebakan publik terutama yang
tinggal selokasi dengan pemilik kasus tersebut.
PASAL 25

Misalnya ada seorang yang ingin melaukan konsultasi ditemani oleh temannya, namun klien ini
ingin temannya berada tepat disampingnya dan temannua ini pun ikut ikutan berbicara padahal
temannya ini tidak memiliki kepentingan apapun dalam proses konsultasi itu, lalu psikolognya
membiarkan hal tersebut terjadi, padahal ada leteramgam di pasal 25 yang menyatakan bahwa
pembicaraan yang berkaitan dengan layanan psikologi hanya dengan orang yang benar benar
terlibat dalam permasalahan atau kepentingan tersebut.