Anda di halaman 1dari 38

ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

Dita Amanda Deviani, M.KKK

dita2018
DASAR HUKUM
1. Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja.
2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik
Indonesia Nomor PER.08/MEN/VIII/2010 tentang Alat
Pelindung Diri.
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 27 Tahun 2017 tentang
Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan
4. Pasal 4 ayat 3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi No.1/MEN/1981 tentang Kewajiban
Melaporkan Penyakit Akibat Kerja.

dita2018
Definisi APD
• Alat yang dirancang untuk melindungi pekerja dari resiko tempat
kerja berupa kecelakaan atau kerugian lain atau macam-macam
penyakit sebagai hasil kontak antara pekerja dan lingkungan
kerja seperti bahan kimia, radiasi, elektrik, mekanik, fisik dan
lain-lain.
• Pakaian khusus atau peralatan yang dipakai petugas untuk
memproteksi diri dari bahaya fisik, kimia, biologi/bahan infeksius
• Suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi
seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh
tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja.

dita2018
Tujuan Penggunaan APD
 Untuk melindungi tenaga kerja dan juga merupakan salah satu
upaya mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit
akibat kerja oleh bahaya potensial pada suatu perusahaan
yang tidak dapat dihilangkan atau dikendalikan.
 Melindungi kulit dan membran mukosa dari risiko pajanan
darah, cairan tubuh, sekret, ekskreta, kulit yang tidak utuh dan
selaput lendir dari pasien ke petugas dan sebaliknya

dita2018
Manfaat Penggunaan APD
a. Menghindari diri dari resiko pekerjaan seperti kecelakaan
kerja dan penyakit akibat kerja.
b. Meningkatkan keuntungan karena hasil produksi dapat
terjamin baik jumlah maupun mutunya.
c. Penghematan biaya pengobatan serta pemeliharaan
kesehatan para tenaga kerja.
d. Menghindari terbuangnya jam kerja akibat absenteisme
tenaga kerja sehingga dapat tercapai produktivitas yang
tinggi dengan efisiensi yang optimal.
e. Memberikan perbaikan kesejahteraan pada tenaga kerja
sebagai akibat adanya keuntungan perusahaan.

dita2018
Manajemen APD
1. Identifikasi Kebutuhan dan Syarat APD
2. Pemilihan APD Yang Sesuai Dengan Jenis Bahaya dan
Kebutuhan Pekerja.
3. Pelatihan
4. Penggunaan, Perawatan dan Penyimpanan  Gudang APD
5. Penatalaksanaan Pembuangan atau Pemusnahan
6. Pembinaan  SOP
7. Inspeksi
8. Evaluasi dan Pelaporan

dita2018
Setelah APD Dipakai, apakah?

• APD yg dipakai sesuai standar?


• APD memberikan perlindungan?
• APD sesuai dg tugas yg dikerjakan?
• APD nyaman dipakai terus menerus?
Syarat-Syarat APD
1. Harus dapat memberikan perlindungan yang adekuat
terhadap bahaya yang spesifik atau bahaya-bahaya yang
dihadapi oleh tenaga kerja.
2. Berat alat hendaknya seringan mungkin dan alat tersebut
tidak menyebabkan rasa ketidaknyamanan yang berlebihan.
3. Harus dapat dipakai secara fleksibel.
4. Bentuknya harus cukup menarik.
5. Tahan untuk pemakaian yang lama.

dita2018
Syarat-Syarat APD
6. Tidak menimbulkan bahaya-bahaya tambahan bagi
pemakainya.
7. Harus memenuhi standard yang telah ada.
8. Tidak membatasi gerakan dan persepsi sensoris pemakainya.
9. Suku cadangnya harus mudah didapat guna mempermudah
pemeliharaannya.

dita2018
Ketentuan Umum APD di Fasyankes

 Indikasi penggunaan APD, jika melakukan tindakan


yg memungkinkan tubuh atau membran mukosa
terkena atau terpercik darah / cairan tubuh /
kemungkinan pasien terkontaminasi dari petugas
 Melepas APD segera dilakukan jika tindakan sudah
selesai dilakukan
 Tidak dibenarkan menggantung masker di leher,
memakai sarung tangan sambil menulis dan
menyentuh permukaan lingkungan

dita2018
Jenis-jenis APD

• Pelindung Kepala
• Pelindung Mata dan
Muka
• Pelindung Telinga
• Pelindung
Pernapasan
• Pelindung Tangan
• Pelindung Kaki

dita2018
PELINDUNG KEPALA

Alat pelindung kepala adalah alat pelindung yang berfungsi


untuk melindungi kepala dari:
 Benturan
 Terantuk
 Kejatuhan atau terpukul benda tajam atau benda keras yg
melayang atau meluncur di udara
Terpapar oleh radiasi panas, api, percikan bahan-bahan kimia,
jasad renik dan suhu yg ekstrim

dita2018
PELINDUNG KEPALA
1. Hard hat kelas A dirancang untuk melindungi kepala dari
benda yang jatuh dan melindungi dari arus listrik sampai
2.200 volt
2. Hard hat kelas B dirancang untuk melindungi kepala dari
benda yang jatuh dan melindungi dari arus listrik sampai
20.000 volt
3. Hard hat kelas C melindungi kepala dari benda yang jatuh,
tetapi tidak melindungi dari kejutan listrik dan tidak
melindungi dari bahan korosif
4. Bump cap untuk melindungi kepala dari tabrakan dengan
benda yang menonjol.

dita2018
Hard Hat Bump Cap

dita2018
PELINDUNG KEPALA

• Mencegah jatuhnya mikroorganisme yg ada di rambut dan


kulit kepala petugas thd alat2 / daerah steril / membran
mukosa pasien
• Melindungi kepala / rambut petugas dari percikan darah /
cairan tubuh pasien
• Indikasi pemakaian :
 Tindakan operasi
 Pertolongan persalinan
 Intubasi trachea
 Penghisapan lendir massive
 Pembersihan peralatan kesehatan
PELINDUNG MATA DAN MUKA

Alat pelindung mata dan muka adalah alat pelindung yang


berfungsi untuk melindungi mata dan muka dari:
 Paparan bahan kimia berbahaya
 Paparan partikel-partikel yg melayang di udara
 Percikan benda-benda kecil
 Panas atau uap panas
 Pancaran cahaya
 Benturan atau pukulan benda keras atau benda tajam

dita2018
Safety glasses

Safety goggles

dita2018
Face shield

Welding helmets

dita2018
PELINDUNG MATA DAN MUKA

• Melindungi dari percikan darah, cairan tubuh, sekresi


dan ekskresi
• Indikasi :
 Tindakan operasi
 Pertolongan persalinan
 Perawatan gigi dan mulut
 Pencampuran B3 cair
 Pemulasaraan jenazah
 Penanganan linen terkontaminasi

dita2018
PELINDUNG TELINGA

Alat pelindung telinga adalah alat pelindung yang


berfungsi untuk melindungi alat pendengaran terhadap
kebisingan atau tekanan (Peraturan Menteri Tenaga
Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor
PER.08/MEN/VII/2010)

dita2018
EAR PLUG :
1. Daya lindung 25-30 dB
2. Terbuat dari bahan karet,
plastik keras dll

EAR MUFF :
1. Daya lindung 25-30 dB dan
35-45 dB
2. Penggunaan bs
dikombinasikan dg ear plug

dita2018
PELINDUNG PERNAFASAN

Alat pelindung pernapasan beserta perlengkapannya


adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi
organ pernapasan dengan cara menyalurkan udara
bersih dan sehat dan/atau menyaring cemaran bahan
kimia, mikro-organisme, partikel yang berupa debu,
kabut (aerosol), uap, asap, gas/ fume, dan sebagainya
(Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi
Republik Indonesia Nomor PER.08/MEN/VII/2010)

dita2018
Gas mask
Respirator anti
partikel (debu/serat)

Full facepiece pada


SAR

Respirator dg cartridge kimia

Self Contained Breathing


Apparatus (SCBA)

dita2018
PELINDUNG PERNAFASAN
• Harus menutupi hidung dan
mulut
• Lakukan fit test (penekanan
di bagian hidung)
• Terdapat 3 jenis masker:
1. Masker bedah, mencegah
penularan melalui droplet
2. Masker respiratorik,
mencegah penularan melalui
airborne
3. Masker rumah tangga,
digunakan bagian gizi /
dapur dita2018
PERLINDUNGAN TANGAN

Pelindung tangan (sarung tangan) adalah alat pelindung


yang berfungsi untuk melindungi tangan dan jari-jari
tangan dari pajanan api, suhu panas, suhu dingin,
radiasi elektromagnetik, radiasi mengion, arus listrik,
bahan kimia, benturan, pukulan dan tergores, terinfeksi
zat patogen (virus, bakteri) dan jasad renik (Peraturan
Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik
Indonesia Nomor PER.08/MEN/VII/2010)

dita2018
PERLINDUNGAN TANGAN

Di fasilitas pelayanan kesehatan :


1. Sarung tangan bedah (steril)
2. Sarung tangan pemeriksaan (bersih)
3. Sarung tangan rumah tangga
 Memproses peralatan
 Menangani bahan-bahan terkontaminasi
 Membersihkan permukaan yg terkontaminasi

dita2018
PERLINDUNGAN TANGAN

• Sarung tangan bedah


 Terbuat dari lateks
 Elastis, sensitif dan tahan lama
 Dari bahan sintetis (nitril)  alergi
• Sarung tangan rumah tangga
 Terbuat dari karet tebal
 Tidak fleksibel dan sensitif
 Perlindungan maksimal

dita2018
Tindakan Perlu Sarung Tangan Jenis Sarung Tangan
yg dianjurkan

Pengukuran TD Tidak
Penanganan dan Ya Rumah Tangga
pembersihan alat-
alat
Pengambilan darah Ya Pemeriksaan
Laparoskopi, Ya Bedah
persalinan,
pembedahan
laparotomi
PERLINDUNGAN KAKI

Alat pelindung kaki berfungsi untuk melindungi kaki


dari tertimpa atau berbenturan dengan benda-benda
berat, tertusuk benda tajam, terkena cairan panas atau
dingin, uap panas, terpajan suhu yang ekstrim, terkena
bahan kimia berbahaya dan jasad renik, tergelincir.
(Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi
Republik Indonesia Nomor PER.08/MEN/VII/2010)

dita2018
1. Sepatu lateks/karet tahan bahan kimia dan
memberikan daya tarik ekstra pada permukaan
licin
2. Sepatu butyl yang melindungi kaki terhadap
keton, aldehyde, alkohol, asam, garam dan basa
3. Sepatu vinyl tahan terhadap pelarut, asam, basa,
garam, air, pelumas dan darah
4. Sepatu nitrile tahan terhadap lemak hewan, oli
dan bahan kimia

dita2018
Indikasi pemakaian pelindung kaki:
1. Pemulasaraan jenazah
2. Penanganan limbah
3. Tindakan operasi
4. Pertolongan persalinan
5. Penanganan linen
6. Pencucian peralatan di ruang gizi
7. Ruang dekontaminasi Central Sterile Supply
Departement (CSSD)
GAUN PELINDUNG

• Melindungi baju petugas dari kemungkinan paparan /


percikan darah / cairan tubuh, sekresi, ekskresi
• Melindungi pasien dari paparan pakaian petugas pada
tindakan steril
• Jenis-jenis gaun pelindung:
1. Gaun pelindung tidak kedap air
2. Gaun pelindung kedap air
3. Gaun steril
4. Gaun non steril
GAUN PELINDUNG

Indikasi penggunaan gaun pelindung :


• Membersihkan luka
• Tindakan drainase
• Menuangkan cairan terkontaminasi ke dalam lubang
pembuangan / WC
• Penanganan pasien perdarahan masif
• Tindakan bedah
• Perawatan gigi
PELEPASAN APD

1. Lepaskan sepasang sarung tangan


2. Lakukan kebersihan tangan
3. Lepaskan apron
4. Lepaskan perisai wajah
5. Lepaskan gaun bagian luar
6. Lepaskan penutup kepala
7. Lepaskan masker
8. Lepaskan pelindung kaki
9. Lakukan kebersihan tangan
Pekerja harus memperoleh:
1. Informasi tentang bahaya yang dihadapi di area kerjanya
2. Informasi tentang pemilihan dan penggunaan APD yang benar
3. Pelatihan cara menggunakan, memelihara dan menyimpan
APD dg benar
4. Instruksi agar melaporkan setiap kecacatan atau kerusakan
APD

dita2018
dita2018