Anda di halaman 1dari 33

DEODORAN DAN

ANTIPRESPIRAN

ABDUL AZIZ
ANJAS CHRUSTINA
IMBARESTU H
MARIA ELVINA T B
NOVIA EL AZMI
YOSI FETRIA Y
Manusia Kehilangan
Kelembapan

Evaporasi tidak tampak dari uap


melalui kulit (keringat)

Prespirasi tampak yang merupakan


ekskresi cairan air melalui keringat.
Ekrin

Kelenjar
Keringat

Apokrin
Kelenjar Ekrin terdapat pada semua
permukaan tubuh kecuali pinggir bibir dan pada
bagian organ seksual. Kelenjar ini mensekresi
cairan asam jernih (pH 4,0-6,8) dengan
komposisi sebagai berikut :
Air 99,0200%
Natrium klorida 0,7000%
Asam asetat 0,0096%
Asam propionat 0,0062%
Asam kaprilat dan kapronat
0,0046%
Asam laktat 0,1000%
Asam sitrat 0,0400%
Kelenjar Apokrin lebih besar dari
kelenjar ekrin, dan biasanya tidak
berakhir pada permukaan kulit tetapi
pada folikel rambut. Terdapat hanya
pada beberapa lokasi tubuh; ketiak
(axillae), di sekitar puting susu (nipple)
dan navel dan di daerah aurogenital.

Sekresi kelenjar apokrin bersifat keruh


karena sebagian dari konstituen yang
ditemukan dalam keringat apokrin
Gangguan Kelenjar Keringat
Gangguan fungsional dari kantong keringat
dimanisfestasikan oleh kondisi berikut :
Hiperidros
is
Anidrosis
Osmidrosi
s
Kromidios
is
Sekresi keringat secara berlebihan dapat
bersifat lokal atau umum. Jika lokal biasanya
hanya mempengaruhi “ketiak” atau tapak
tangan dan tapak kaki, tetapi pada kasus yang
berat dapat menyebabkan terjadinya inflamasi
dan infeksi sekunder dari kulit pada
daerah/lokasi yang dipengaruhi. Pada
umumnya hal tersebut merupakan akibat dari
ekspose terhadap panas secara berlebihan,
kelelahan demam, atau kerja dari beberapa
Kondisi pengurangan bahkan kadang-
kadang sama sekali tidak ada sekresi.
Kondisi ini sangat jarang terjadi dan
memerlukan perlakuan medis
Suatu kondisi dengan karateristik bau
perspirasi yang sangat menyengat,
biasanya terkait dengan kantong
kelenjar apokrin, dapat pula
mempengaruhi kaki dan merupakan
hasil langsung dari dekomposisi
bakteri.
Kromidiosis

Gangguan dengan karakteristik warna


keringat tidak normal, disebabkan oleh
aktivitas bakteri
Upaya Pencegahan Terhadap
Bau Tidak Nyaman
1. Menghalangi Perspirasi
Dalam menghalangi perspirasi dapat di
digunakan obat antikoliergik
seperti banthin, probanthin, pranthal
2. Mencegah Perepirasi Mencapai
Permukaan Kulit
Cara ini berbahaya karna dapat
menimbulkan kongesti dalam kantong
kelenjer dan gejala infalamasi
3. Menghilangkan Perspirasi
4. Mencegah Penguraian Keringat oleh
bakteri dengan cara
menghilangkan,membunuh atau menghambat
bakteri penyebab
5. Menghilangkan Bahan Penyebab Bau
perspirasi yang tidak nyaman segera sesudah
terbentuk atau penguapannya dapat dicegah
sehingga baunya tidak terasa
6. Menutupi Bau Tidak Nyaman dari badan
fragran segar dari deodoran modern dapat
Pendekatan Kontrol Terhadap
Aplikasi topikal Aplikasi
Bau Badan topikal
antiseptik yang suatu astringen
sesuai yang sesuai
menghentikan untuk
mengurangi
atau mencegah
aliran perspirasi
terjadinya melalui
dekomposisi penggunaan
oleh bakteri kombinasi
dengan deodoran
menggunakan dengan sifat
CARA KERJA ANTI PRESPIRANT
Mekanisme Deodoran
antiperspirant berbasis Aluminium bekerja
dengan Antiperspiran
menghalangi saluran keringat,
sehingga mengurangi jumlah keringat yang
mencapai permukaan kulit. garam Aluminium
larut selama formulasi adalah asam (pH
rendah). Ketika mereka diterapkan untuk kulit
dan datang dalam kontak dengan keringat, naik
pH menyebabkan garam aluminium untuk
mengendapkan dan membentuk sebuah plug
atas kelenjar keringat. Keringat terus diproduksi
oleh kelenjar keringat tapi itu hanya tidak
mampu mencapai permukaan kulit.
methylsulfate Diphemanil adalah obat yang
CARA KERJA DEODORAN Keringat sendiri
Mekanisme Kerja Deodoran
hampir tidak berbau. Sebagian besar bau yang
menyertai keringat disebabkan oleh aksi bakteri.
Deodoran mengurangi bau ini di salah satu dari
tiga cara: dengan mencegah aksi bakteri pada
keringat, dengan mencegah sekresi keringat, atau
dengan menutupi bau ofensif dengan
menyenangkan. Deodoran yang membunuh atau
menonaktifkan bakteri mengandung zat
antiseptik, seperti alkohol, formalin, dan asam
borat. senyawa klorin, misalnya hipoklorit dan
chlorhexidine, bekerja dengan membunuh bakteri
yang mungkin bertanggung jawab untuk bau.
Deodoran yang menutupi bau keringat
mengandung parfum. minyak esensial dan
Perbedaan Deodoran dan
Antiper
DeodorAntiperspiran
Deodoran an
membiarkan pengeluar
spiran
an keringat tetapi
mengurangi bau badan
dengan
Sebagian besar dari
mencegah penguraian
antiperspirant
keringat oleh bakteti
mengandung bahan
(efek antibakteri) dan
kimia seperti aluminium
menutupi bau dengan
atau zirkonium untuk
parfum.
memblokir pori-pori,
Bahan kimia yang
sehingga mencegah
disebut triclosan
pelepasan keringat.
membuat kulit ketiak
terlalu asam sehingga
mencegah
pertumbuhan bakteri
Bahan Aktif Antiperspiran
Aluminium klorhidrat
Merupakan kompleks basis aluminium klorida
yang luas untuk sediaan ketiak (underarm)
terutama dalam bentuk aerosol.
Kompleks ini memiliki sifat kelarutan didalam
alkohol lebih besar dari pada glikol
Larut dalam air, alkohol, propilenglikol di
propilenglikol menurut USP : 25% aliminium
klorhidrat (berdasarkan anhidrat) dapat
digunakan disemua produk antiperspiran
Aluminium sirkonium klorhidrat
Campuran kompleks dari aluminium
klorhidrat basis dan zirkokunium klorida .
Secara umum zirkonium yang dikomples
dengan glisin atau suatu garam glisin
digunakan secara universal di industri dan
masuk kedalam FDA
Biasa diaplikasikan sebagai serbuk semprot
kering yang mengandung glisin
Secara longgar berasosiasi dengan air
Kinerja aluminium zirkonium klorhidrat
melebihi aluminium klorhidrat sehingga
menjadi pilihan yang efektif terhadap produk
Komponen Sebagai pembawa
Zat Aktif pada
Deodoran
Kerja antimikroba produk ketiak
Menutupi bau karena
tidak nyaman memiliki sifat panas
Absorbsi bau tidak vaporasi
nyaman rendah,volatil,
Inhibisi enzim
Pengawet kering, tidak
Sifat anti oksidan
Penambahan lengket,
Inhibisi
bahan perspirasi toksisitas rendah
pengawet
biasanya tidak
di perlukan karna
produk
ketiak
mengandung
Fragran
Pewarnaan
Berfungsi sebagai Residu yang
penutup bau tidak ditinggalkan
nyaman, memiliki sidat oleh produk ketiak
asidik dari bahan aktif
perspiran Digunakan dapat
pada bentuk sediaan mewarnai pakaian,
anhihrat,roll on, terutama dikombinasi
padat,aerosol
dengan keringat
Rasa pedih (stinging)
Bahan aktif asidik manusia
antiperspiran atau
penggunaan mono,
polihoidrik alkohol pada
produk alkohol dapat
menyebabkan rasa
pedih
Bentuk Sediaan
Terbaik?
Antiperspirant dan
Deodoran hadir di
pasaran dalam empat
bentuk utama: deodoran
spray, stik, roll-on, dan
krim. Spray bersifat cepat
kering dan mudah
dipakai. Jenis stik
merupakan produk
antiperspirant padat.
Karena memiliki
permukaan oles yang
besar, produk stik cocok
untuk kasus berkeringat
yang sangat berlebihan.
Sedangkan pemakaian
Dikemas dalam
kaleng, deodorant
yang satu ini
termasuk praktis.
Tidak hanya mudah
dibawa kemana-
mana, spray deo juga
mudah dipakai. Cara
menggunakannya
adalah dengan
mengocok botol deo
terlebih dahulu lalu
disemprotkan pada
Tekstur cair dan
bening dari gel deo
cocok bagi kita yang
tidak ingin mengotori
baju karena deo ini
tidak akan berbekas
pada baju setelah
dipakai. Namun
setelah dipakai
Deo yang satu ini
merupakan deo yang
paling umum
digunakan. Dengan
mengoleskan roll-on
pada ketika, deo ini
juga termasuk deo
yang mudah
digunakan. Namun,
seperti halnya gel
deo, roll-on juga
kerap membuat ketiak
Berbentuk pasta
yang padat, kita
harus mendorong
deo sebelum
digunakan. Nilai
tambah deo ini
adalah teksturnya
yang tidak lengket
saat digunakan.
Agar dapat
bertahan lama,
gunakan bedak
Krem deo yang
diterima secara
luas adalah tipe
emulsi M/A
tercuci. Gliseril
mono stearat
dengan agen
pengemulsi
terbukti cukup
memuaskan
Tidak terlalu populer
dibanding sediaan
lainnya karena dalam
pengaplikasiannya
kemungkinan serbuk
astrigen memerlukan
absorben yang kuat
seperti kaolin
koloidal, karena
dapat mengabsorpsi
perspiran secara
Formula
Antiperspiran Aerosol
Komponen % Berat
Isobutan 74,00
Siklometikon 15,00
Aluminium klorida 8,00
Quantenium 18 hektoril 2,00
Parfum 0,50
Propilen karbonat 100,00
Antiperspiran cair
Al-klorhidrat 20 %
Propilen glikol 5%
Alkohol 10 %
Germisida 0,2 %
Parfum q.s
Air 100 %
Antiperspirant padat

Kompleks Na-Al-Klorhidrat 50
%
Alkohol denat 42 %
NaOH 0,75 %
Asam stearat 5,25 %
Air 2%
Deodorant Stick

Sodium Stearate 6,00 %


Alcohol (cosmetic grade) 65,00 %
Propylene Glycol 24,80 %
Belsil CM 040 3,00 %
Pigments, preservatives, fragrances
qs
Deodorant Spray

Alcohol (cosmetic grade) 30,00 %


Belsil PDM 20 69,00 %
Perfume 1,00 %
Preservatives, pigments q.s

Beri Nilai