Anda di halaman 1dari 67

ORIENTASI

DOKTER INTERSHIP
KELENGKAPAN
REKAM MEDIS
Undang undang
praktik kedokteran
Pelayanan berfokus
pada peningkatan
mutu keselamatan
pasien
undang undang
praktik kedokteran
pelayanan berfokus
pada peningkatan
mutu keselamatan
pasien
Undang undang
praktik kedokteran

Pelayanan berfokus
pada peningkatan mutu
dan keselamatan
pasien
Peraturan menteri kesehatan nomor
755/2011 tentang penyelanggaraan
komite medis RS
Dokter yang memberi pelayanan kesehatan di
rumah sakit harus memiliki SK dari
direktur/kepala RS berupa SPK (surat
penugasan klinis) dengan berdasarkan
lampiran rincian kewenangan klinis setelah
melalui proses kredensial dan rekredensial
PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
JL. RUMAH SAKIT NO.13 KEBUMEN TELPON 0287 381101 FAX.: 0287
385274
EMAIL : rsud@kebumen.go.id.
___________________________________________________________________
_______

Kebumen, juni 2016


Kepada
Nomor : Yth. Direktur RS dr Soedirman
Lampiran : 1 (satu) bendel
Perihal : Permohonan Kewenangan klinis K E B U M E N

Contoh ajuan surat


pengajuan Sehubungan peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Rumah

kewenangan klinis Sakit Dr Soedirman Kabupaten Kebumen,bersama ini saya :


Nama : dr aruntala eny purbo arimbi
Dokter : Internship
menyatakan bahwa saya berada dalam supervisi dokter umum atau
dokter ahli untuk menangani kasus-kasus kesehatan dan prosedur
teknis seperti yang tercantum dibawah ini sebagai bagian dari
kewenangan klinis (Clinical privilige) berdasarkan status
kesehatan,pendidikan dan pelatihan yang telah saya jalani dibidang
saya.
Surat Tanda Registrasi Intership
Dokter : Intership
Berlaku hingga tanggal : 1 juni 2017
Berikut saya lampirkan daftar usulan kewenangan klinis dokter
intership
Lampiran : Daftar Usulan Kewenangan Dokter Intership

Kewenangan klinis Diminta Disetujui Keterangan

MENDIAGNOSA BERDASAR PEMERIKSAAN FISIK


DAN TAMBAHAN DAN DAPAT MEMUTUSKAN DAN
MEMBERI TERAPI PENDAHULUAN (DALAM
SUPERVISI DOKTER UMUM ATAU AHLI DI
WAHANA INTERSHIP) SERTA KEMUDIAN

Contoh rincian
MERUJUK KE SPESIALIS YANG RELEVAN

kewenangan klinis Jenis Penyakit

dokter program Hipertensi esensial


Pnemonia TB tanpa komplikasi

internship
Tuberkulosis dengan HIV
Brokhitis akut
Asma bronchial
Candidiasis
Ulkus mulut
Gastritis
Fatty Liver
Gastroenteritis
Hepatitis A
Hepatitis B tanpa komplikasi
Amoebiasis liver
Tugas dan ketentuan yang menjadi target
program internship di RSDS tahun 2016-
2017
• Melengkapi pelaporan dan pencatatan 400 kasus yang
ditangani selama setahun dalam buku log book dan di lakukan
verifikasi (tanda tangan) oleh supervisor (dokter umum/dokter
ahli RSDS)
• Portofolio 5 kasus (medis, bedah, etik dan hukum, kegawat
daruratan, psikiatri) tiap dokter peserta program internship
• Presentasi ilmiah 1 kasus kematian, kasus komplek, kasus sulit
bersama DPJP RSDS setiap peserta program intership
• Aturan jam kerja 37,5 -40 jam perminggu
Tugas mandiri tambahan
Pengenalan pengisian rekam medis

Rekam medis adalah berkas yang berisikan


catatan dan dokumen tentang identitas
pasien, pmeriksaan, pengobatan, tindakan
dan pelayanan lain yang telah diberikan
kepada pasien
(permenkes 2008 tentang rekam medis)
Guna rekam medis

alat komunikasi PPA dalam memberikan asuhan


dasar dalam perhitungan biaya pelayanan pasien
data khusus guna kepentingan penelitian
dasar merencanakan asuhan untuk pasien
bahan audit klinis
kepentingan hukum bagi pasien, RS maupun PPA
SURAT PERINTAH MONDOK
IAR (informasi, analisis rencana pengelolaan)
SURAT PENDIDIKAN PASIEN DAN
KELUARGA
SURAT
PENOLAKAN
• Menolak Rawat
inap
• Menolak Dirujuk
• Menolak
dilakukan
pemeriksaan
penunjang
SURAT PERSETUJUAN/ PENOLAKAN
RAWAT ICU
kartu instruksi pemberian obat
(kipo)
• One day dose
• Informed consent pemberian obat high
alert(kemoterapi, high konsentrasi dsb)
• Resep golongan narkotik perlu
diagnosis, nama pasien alamat pasien,
TTD dokter, tanggal peresepan, unit
pelayanan
• Jelas nama obat, dosis, cara pemberian
• Telaah atau konfirmasi ulang dari apotik
perhatian pada LASA (look alike sound
alike)
OBAT SOUND A LIKE
DOBUTAMIN DOPAMIN

ASAM MEFENAMAT ASAM TRANEKSAMAT

CIPROFLOXACIN LEVOFLOXACIN

DEXAMETASON BETAMETASON

MELOXICAM PIROXICAM

SPIRONOLACTON SPIROLACTON

AMPICILIN AMINOPHILIN

AMDIXAL RAMIXAL

FARMADOL FARMADRAL

FARMADRAL FARMASAL
PERESEPAN
PESERTA BPJS Kesehatan / UMUM
PASIEN RAWAT JALAN PASIEN RAWAT INAP
Bukti Pelayanan Rawat Jalan BPJS
1. Persetujuan atau penolakan tindakan medis
persetujuan atau penolakan tindakan medis
di tanda tangani oleh lebih dari 1 saksi baik
dari pihak provider maupun customer
setelah diberikan penjelasan yang jelas dan
benar maksud tujuan hasil yang diharapkan
dan kejadian yang tak diinginkan dari
tindakan medis tersebut oleh provider
kepada customer
PERSETUJUAN & PENOLAKAN
TINDAKAN MEDIS
PERSETUJUAN PENOLAKAN
Informed consent diperlukan pada
tindakan pemberian komponen berbahaya
seperti darah, komponen darah dan
hemodialisis
pemberian cairan high consentrasi seperti
kemoterapi dan bahan kontras
pengambilan jaringan tubuh dengan agent
anaestetik baik infiltrasi, local, maupun
general
persetujuan untuk menjadi objek penelitian
Informed Consent
• Pemeriksaan penunjang
dilakukan sesuai dengan indikasi medis atau
panduan praktik klinik
pemberian edukasi secara jelas maksud
pemeriksaan dan hasil yang diharapkan serta
tindak lanjut dari pemeriksaan tersebut
pasien berhak menolak pemeriksaan
penunjang yang direncanakan oleh pemberi
layanan
PERMINTAAN PEMERIKSAAN PENUNJANG
LABORATORIUM RADIOLOGI
EKG
BLANGKO RUJUK PASIEN
BLANGKO KONSULTASI
Standar kompentensi dokter indonesia
• Profesional yang luhur (kompentensi didapat melalui
pendidikan yang terukur dan menhormati harkat dan martabat
manusia)
• Mawas diri dan pengembangan diri (aktif ikut dalam kegiatan
ilmiah baik skala local maupun nasional guna peningkatan
pengetahuan)
• Komunikasi efektif (kerjasama dengan PPA dalam pemberian
asuhan kepada pasien, edukasi yang jelas dan tepat kepada
pasien dan keluarga sebagai focus pelayanan)
• Landasan ilmiah kedokteran (patuh pada panduan praktik klinis
dan ICP di tempat bekerja dan senantiasa mengembangkan
EBM dan VBM)
• Ketrampilan klinis (aktif workshop acls atau atls)
• Pengelolaan masalah kesehatan ( terintegrasi dan
mengutamakan mutu dan keselamatan pasien)
Standar pelayanan mnimal IGD
1. Kemampuan menangani life saving (100%)
2. Pemberi pelayanan IGD harus bersertifikat
PPGD/BTCLS/ACLS/ATLS
3. Angka kematian AGD kurang dari 8 jam (kurang dari 2
per mil)
4. Respon time pelayanan pasien (100% kurang dari 5
menit)
5. Adanya tim siaga bencana (paham hospital disaster
plan)
6. Tidak ada pembayaran uang muka (hindari perilaku
ucapan atau perkataan yang mensiratkan adanya
penarikan uang muka)
7. Indeks kepuasan pelanggan
• MENGACU BUKU PRAKTIK KEDOKTERAN YANG BAIK DI
INDONESIA ( KEP KONSIL NO 18/KKI/KEP/IX/2006)

ASUHAN MEDIS DI RUMAH SAKIT DIBERIKAN OLEH


DOKTER SPESIALIS DISEBUT DPJP

DOKTER JAGA IGD YANG BERSERTIFIKAT


(ATLS/ACLS/PPGD/BTCLS) MENJADI DPJP PADA AWAL
PASIEN GAWAT DARURAT, SAAT PASIEN DIKONSULKAN
KE DOKTER SPESIALIS BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK
LANGSUNG DAN MEMBERIKAN ASUHAN MEDIS MAKA
DOKTER SPESIALIS TERSEBUT MENJADI DPJP
MENGGANTIKAN DOKTER IGD
KASUS KEGAWAT DARURATAN MENURUT PERMENKES NO 115 TAHUN
2011
Kriteria Kegawat Daruratan
KOMPOSISI PENJAMIN LAYANAN RSDS 2017 (80% JKN DAN 20%
BUKAN JKN)
EVALUASI INTERSHIP
• KEDISIPLINAN
• KERJASAMA
• KETERAMPILAN KLINIS
• KOMUNIKASI

SYARAT LULUS WAHANA INTERSHIP RSDS


• DAFTAR ABSENSI MEMENUHI 160 JAM PER BULAN
• 5 KASUS PORTOFOLIO DAN 1 DIPRESENTASIKAN PERORANGAN
FORUM ILMIAH SMF ATAU KOMITE MEDIS
• PENGISIAN 400 KASUS PADA LOGBOOK DENGAN LEGALISASI
DARI DOKTER JAGA IGD RSDS SELAKU DPJP IGD (KASUS
TUGAS KETRAMPILAN KLINIS
(TIDAK LUPA INFORMED CONSENT/EDUKASI DAN SIGNATURE
PERSETUJUAN TINDAKAN)
TUGAS TAMBAHAN
• MEMBANTU KEGIATAN SOSIOMEDIK RSDS SEPERTI
BAKTI SOSIAL
• BERPERAN AKTIF MEMBERI DAN MENYAMPAIKAN
MATERI TENTANG PROMOSI KESEHATAN DI BAGIAN
PROMOSI KESEHATAN RSDS (HUBUNGI BAGIAN PKRS
RSDS )
• MENGIKUTI KEGIATAN ILMIAH BAIK YANG
DISELENGGARAKAN OLEH IGD, KOMITE MEDIS ATAU
KSM (KELOMPOK STAF MEDIS) BAIK DIDALAM RS
MAUPUN DILUAR WAHANA RS
BERKAS YANG DISIAPKAN DI AKHIR
PROGRAM
BERKAS YANG DIPERSIAPKAN DIAKHIR
PROGRAM
PADA LAMPIRAN PERMENKES 1691/2011 TENTANG PENGATURAN
HAK PASIEN ADALAH SEBAGAI BERIKUT
PASIEN DAN KELUARGANYA MEMPUNYAI HAK UNTUK
MENDAPATKAN INFORMASI TENTANG RENCANA DAN HASIL
PELAYANAN TERMASUK KEMUNGKINAN TERJADINYA INSIDEN

• KRITERIA
• HARUS ADA DOKTER PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN
• DOKTER PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN WAJIB MEMBUAT RENCANA
PELAYANAN
• DOKTER PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN WAJIB MEMBERIKAN
PENJELASAN SECARA JELAS DAN BENAR KEPADA PASIEN DAN
KELUARGA TENTANG RENCANA DAN HASIL PELAYANAN, PENGOBATAN
ATAU PROSEDUR UNTUK PASIEN TERMASUK KEMUNGKINAN INSIDEN
DPJP ADALAH SEORANG DOKTER YANG SESUAI
KEWENANGAN KLINISNYA TERKAIT PENYAKIT PASIEN
MEMBERIKAN PAKET ASUHAN MEDIS LENGKAP KEPADA
SATU PASIEN DENGAN SATU PATOLOGI PENYAKIT DARI
AWAL HINGGA AKHIR PERAWATAN DI RUMAH SAKIT BAIK
RAWAT JALAN MAUPUN RAWAT INAP

ASUHAN MEDIS LENGKAP ARTINYA MELAKUKAN


ASSESMENT MEDIS (IAR) SAMPAI DENGAN IMPLEMENTASI
RENCANA SERTA TINDAK LANJUTNYA SESUAI KEBUTUHAN
PASIEN
PENUNJUKAN DPJP DAPAT ANTARA LAIN BERDASARKAN

1.PERMINTAAN PASIEN

2.JADWAL PRAKTIK

3.JADWAL JAGA

4.KONSUL/RUJUKAN LANGSUNG

DIREKTUR MENETAPKAN REGULASI TENTANG PENUNJUKAN


DPJP UNTUK MENGELOLA PASIEN, PERGANTIAN DPJP DAN
SELESAINYA DPJP KARENA ASUHAN TUNTAS
• KRITERIA PENUNJUKAN DPJP DAPAT DIGUNAKAN BUTIR
BUTIR SEBAGAI BERIKUT

DPJP UTAMA MERUPAKAN DPJP YANG PERTAMA KALI MENGELOLA PASIEN


PADA AWAL PERAWATAN

DPJP UTAMA DAPAT MERUPAKAN DPJP YANG MENGELOLA PASIEN DENGAN


KONDISI YANG TERPARAH ATAU RELATIVE MENONJOL

DPJP UTAMA DAPAT DITENTUKAN MELALUI KESEPAKATAN ANTAR PARA


DPJP TERKAIT

DPJP UTAMA MERUPAKAN PILIHAN PASIEN

DPJP UTAMA DI ICU ADALAH INTESIVIS (SpAn pada FKTRL tingkat 1)


PROGRAM RSUD KEBUMEN DUKUNG
MDGS
• PONEK (PELAYANAN OBSTETRI NEONATOLOGI
EMERGENCY KOMPREHENSIF)
• TIM KOLABORASI TB HIV
• TIM TERPADU PENGELOLAAN GIZI BURUK
PENGENDALIAN INFEKSI RSUD KEBUMEN

• BUDAYAKAN CUCI TANGAN PADA FIVE MOMENT CUCI


TANGAN
• SENATIASA MEMAKAI MASKER HIDUNG DAN
HANDSCOON PADA PASIEN YANG DICURIGAI INFEKSIUS
(TB,HEPATITIS B,AIDS)
• ISOLASI PASIEN INFEKSIOS DARI PASIEN
IMUNOKOMPROMIS (DM,HIV,ANAK,LEKEMI) MELALUI
TATA PENEMPATAN PASIEN DI IGD
BUDAYAKAN FIVE MOMENT HAND HYGIENE FOR SAFETY
PATIENT
Pengenalan tentang resusitasi neonatus et
resusitasi anak et universal precaution
Materi universal precaution dan HIV(permenkes
no 21 tahun 2013 tentang penanggulangan
HIV)
Materi resusitasi neonatus
Materi resusitasi pediatric
Hospital disaster plan
Data profil RS Dr Soedirman Kebumen
2017
INDIKATOR PELAYANAN RAWAT INAP RSDS 2017
BOR 67%
AVLOS 3,4 HARI
BTO 71
TOI 1,7 HARI
GDR 48‰
NDR 26‰
CARA PEMBAYARAN
ASURANSI 80%
UMUM 20%
DATA PROFIL IGD RSDS
2017
• TOTAL PASIEN 21719 PASIEN ATAU 60 PASIEN PERHARI
• 57,6% DILANJUTKAN PERAWATAN INAP
• 0,8% PASIEN DIRUJUK SECARA HORISONTAL MAUPUN
VERTIKAL
• 40,2% PASIEN BEROBAT JALAN
• 1,1% MENINGGAL SETELAH MENDAPAT PENANGANAN
• 0,3% DEATH ON ARRIVAL

SEBAB KEMATIAN
• GAGAL JANTUNG
• GAGAL NAFAS
• SYOK
• SEPSIS
10 BESAR PENYEBAB RAWAT INAP RSDS
2017
• TYPOID FEVER
• GRAVID DENGAN KETUBAN PECAH DINI
• CKD
• GEA
• CONGESTIF HEART FAILURE
• Thalasemia Mayor
• Bayi Lahir dengan SC
• Katarak Senile
• BBLR
• Soft Tissue Tumor
SUMBER DAYA MANUSIA RSDS 2016

• DOKTER AHLI PENYAKIT DALAM • DOKTER AHLI BEDAH


• DOKTER AHLI KEBIDANAN DAN • DOKTER AHLI UROLOGI
KANDUNGAN • DOKTER AHLI PENYAKIT ANAK
• DOKTER AHLI PATOLOGI • DOKTER AHLI ORTHOPEDI
KLINIK • DOKTER AHLI SARAF
• DOKTER AHLI PARU • DOKTER AHLI TELINGA HIDUNG
• DOKTER AHLI JANTUNG DAN TENGGOROK KEPALA LEHER
PEMBULUH • DOKTER AHLI KULIT DAN
• DOKTER AHLI ANESTESI DAN KELAMIN
REANIMASI (ICU) • DOKTER AHLI MATA
• DOKTER AHLI REHABILITASI • DOKTER AHLI RADIOLOGI
MEDIK