Anda di halaman 1dari 31

Hernia Inguinalis

Narbiyan (2015-061-004)
Phillipus Andre (2015-061-012)
Definisi
• Hernia adalah penonjolan isi suatu rongga melalui defek bagian
lemah dari dinding rongga yang bersangkutan. Bisa terjadi karena
kongenital atau didapat.

• Bagian hernia terdiri atas :


• Kantong, isi, cincin.
Klasifikasi Hernia
• Terjadinya
• Kongenital : Hernia diafragmatika, Hernia inguinalis lateralis
• Akuisita / didapat : Hernia femoralis, Hernia inguinalis medialis,
Hernia insisional
• Letak
• Inguinalis, diafragma, umbilical, femoralis, lumbalis
• Sifat
• Reponible
• Irreponible : akreta, inkarserata, strangulata
• Arah herniasi
• Eksterna / Interna
Epidemiologi
• 75% kasus hernia adalah hernia inguinalis
• Pada bayi dan anak = 1-2%
• HIL sering bilateral pada usia tua
• Ratio pria dan wanita = 9 : 1
• Lebih dari 600.000 operasi hernia dilakukan di seluruh dunia per
tahunnya.
Hernia inguinalis
• Hernia inguinal  hernia pada daerah inguinal

• Jenis hernia inguinalis :


• Hernia inguinalis lateralis (HIL) / indirek
• Hernia inguinalis medial (HIM) / direk
Faktor Risiko
• Akitivitas yang meningkatkan tekanan abdomen
• Angkat beban berat
• Mengejan
• Batuk kronis
• Meningkatnya isi abdomen / kehamilan
• Multipara
• Usia tua
• Obesitas
• Riwayat keluarga
HIL
• Dua istilah / nama untuk satu jenis hernia :
• Hernia inguinal lateralis  Letak ke arah lateral dari vasa episgastrika inferior
• Hernia inguinalis indirek  Menonjol melalui lubang yang sudah ada (annulus
inguinalis)

• Anatomi :
• Kantong hernia berada di dalam funikulus spermatikus/ spermatic cord

• Jika HIL yang mencapai scrotum  hernia scrotalis


Etiologi HIL
• Kongenital
• Akibat prosesus vaginalis peritoneum persisten disertai dengan anulus
inguinalis yang cukup lebar (pada bayi dan anak).
• Didapat
• Kelemahan otot dinding abdomen (sering pada usia lanjut)
• Peningkatan tekanan intra abdomen akibat sering mengangkat beban berat,
batuk kronis, kesulitan BAK dan BAB.
Komplikasi HIL Differential Diagnosis
• Hernia berulang < 2% • Limfadenitis
• Hernia inkarserata • Hidrokel pada Hernia scrotalis
• Hernia strangulasi • Undesensus testis
• Infeksi • Lipoma
• Iskemia testis
HIM
• Dua istilah / nama untuk satu jenis hernia :
• Hernia inguinal medial  Menonjol melalui area segitiga hesselbach
• Hernia inguinalis direk  Merupakan true hernia (herniasi pada struktur yang
tidak memiliki annulus / bukaan

• Anatomi :
• Kantong hernia menonjol pada segitiga hesselbach  fascia transversalis
Anatomi
• Medial  tepi dari M. Rectus
Abdominis
• Lateral  vasa epigastrika
• Inferior  lig. Inguinal /
poupart
Lateral • Dasar  fascia transversus
Medial

inferior Lateral
Medial

inferior
Anamnesis
• Usia : beberapa bulan pertama, akhir remaja, awal 20 tahun, usia 40-60
tahun
• Pekerjaan : angkat berat
• Gejala lokal : nyeri seperti ditarik dan tidak nyaman, memburuk
sepanjang hari.
• Benjolan mengecil saat berbaring atau dapat dimasukkan kembali.
• Benjolan muncul saat peningkatan tekanan abdomen
• Gejala lain : hernia besar dapat mengganggu aktivitas usus dan merubah
kebiasaan BAB
• Riwayat operasi hernia
Anamnesis
• Benjolan bisa hilang/dapat dimasukan kembali -> Reponible
• Benjolan menetap di luar -> Irreponible

• Dapat terjadi gangguan passase usus (obstruksi) terutama pada


inkarserata

• Nyeri jarang dijumpai kecuali pada hernia strangulate dapat terjadi


nyeri hebat.
Pemeriksaan Fisik
Pasien berdiri
• Inspeksi : Lihat benjolan dari depan (lokasi, bentuk, menurun ke
skrotum, bengkak, kemerahan)
• Menyuruh pasien mencoba memasukkan kembali benjolan. (mudah,
sulit atau tidak bisa masuk)
• Apabila sudah masuk, suruh pasien mengejan atau batuk-> lihat cara
benjolan keluar (kecepatan, bentuk, lokasi)
• Perhatikan kulit diatas benjolan (warna kulit, merah, bengkak)
Pemeriksaan Fisik
Pasien Berbaring
• Inspeksi
• Palpasi: Pemeriksa memasukkan kembali benjolannya (mudah, susah,
memasuki suatu kanal)
• Jari telunjuk pemeriksa masuk ke dalam kanalis inguinalis melalui anulus
eksterna (kulit skrotum diinvaginasikan). Evaluasilah anulus eksternanya
lebar atau tidak, dan bandingkan dengan anulus eksterna yang
kontralateral.
• Sementara jari telunjuk si pemeriksa berada di dalam kanalis inguinalis,
pasien disuruh mengedan -> pemeriksa merasakan impuls dari dalam
abdomen (ujung jari, samping jari)
Pemeriksaan Fisik
• Test 3 jari:
• Posisi jari
• 1: Anulus internus (pertengan
SIAS dan tulang pubis)
• 2: annulus eksternus ( Dekat
tulang pubis)
• 3: fossa ovalis
• Rasakan lokasi rangsangan
saat pasien mengejan:
• 1: HIL
• 2: HIM
• 3: Femoralis
Pemeriksaan Penunjang
• USG  menilai struktur anatomi dari hernia, isi hernia, besar defek
• Lab DR, pembekuan darah, ro thorax, EKG  kelayakan operasi
Tatalaksana
• Konservatif  hanya menekan daerah hernia untuk mencegah
keluarnya struktur intraabdomen
• Operatif
• Prinsip operasi  membuang kantongnya, mengembalikan isinya,
mempersempit cincin dan memperkuat bagian yang lemah.
• Kantung hernia inguinalis lateralis harus diisolasi, dipisahkan dari
peritoneum dan diligasi.
Operatif
• Pada hernia orang dewasa, dasar inguinal juga harus direkonstruksi,
cincin inguinal juga dikecilkan.
• Hernia rekuren
• Dibawah 1 tahun : perbaikan yang tidak adekuat
• Diatas 1 tahun : kelemahan yang progresif pada fascia pasien
• Rekurensi berulang curiga defek pada sintesis kolagen
Tindakan bedah pada hernia adalah:
• Herniotomi : Membuang kantong hernia
• Herniorrhapy : Memperkuat dasar kanalis inguinalis dan mempersempit
cincin internal.
Metode Herniorraphy yang umum digunakan
Yang umum digunakan :
• Metode Bassini  Ligament inguinale dijahit dengan conjoint tendon
• Tension Free Herniorraphy (Metode Lichenstein)  Menutup lubang
menggunakan mesh
• Metode Mc Vay  untuk hernia femoralis, musculotendinous ke lig.
Inguinale dan lig. Lacunar / gibernat
Bassini
Bassini
Tension free Herniorraphy
TERIMA KASIH
REFERENSI
Brunicardi FC, Andersen DK, Billiar TR, Dunn DL, Hunter JG, editors. Schwartz’s principles of surgery.
Tenth edition. New York: McGraw-Hill Education; 2014.

Umbilical hernia: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. [cited 2015 Nov 29]. Available from:
https://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000987.htm

Husain F. Bedah Digestif. Makassar: Univ. Hasanuddin; 2001.

Zollinger RM, Ellison EC, Zollinger RM. Zollinger’s atlas of surgical operations: Robert M. Zollinger Jr.,
E. Christopher Ellison ; illustrations for ninth editions by Marita Bitans and Jennifer Smith. 9th ed.
New York: McGraw-Hill Medical; 2011. 506 p.

Netter FH. Atlas of human anatomy. Sixth edition. Philadelphia, PA: Saunders/Elsevier; 2014. 1 p.