Anda di halaman 1dari 25

SUPERVISI KEPERAWATAN

(CLINICAL SUPERVISION)

Team Manajemen 2017


TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti sesi pembelajaran ini, mahasiswa mampu
memahami :
1. Pengertian supervisi
2. Tujuan dan manfaat supervisi
3. Dimensi supervisi klinis
4. Komponen utama supervisi klinis
5. Peran dan ruang lingkup supervisi klinis
6. Posisi dan kompetensi supervisor
7. Teknik supervisi klinis dan tahapannya.
Definisi
 Supervisi adalah suatu proses kegiatan bimbingan, pengarahan dan
pengawasan secara langsung terhadap pelaksanaan pekerjaan yang bersifat rutin
(Suyanto, S.Kp.M.Kep,2009)
 Supervisi : suatu proses kemudahan penyelesaian tugas-tugas keperawatan (Swasburg
& Swasburg, 1999)
 Supervisi klinis (Clinical supervision) : kegiatan bimbingan dan pengendalian
yang memungkinkan terjadinya suatu perubahan peningkatan dan pengembangan
ketrampilan praktek profesional (Butterworth & Faugier,1992)
 Supervisi klinik merupakan proses dukungan formal dan pembelajaran profesional
unutk mengembangkan pengetahuan dan kompetensi staf , tanggung jawab terhadap
pekerjaan serta upaya meningkatkan perlindungan keselamatan konsumen thd layanan
kesehatan ( Royal College of Nursing (2002)
 Supervisi Klinik adalah proses aktif dalam mengarahkan, membimbing dan
mempengaruhi hasil akhir (outcome) perawat dalam melaksanakan tugasnya
( American Nursing Assocition , 2005)
Tujuan Supervisi
 Meningkatkan mutu kinerja staf yang berkesinambungan dalam
pelayanan/asuhan keperawatan  keahlian .
 Memotivasi perilaku kinerja yang kurang memuaskan-
 Membangun kebersamaan team mencapai visi dan tujuan organisasi.
 Memfasilitasi pemecahan masalah (problem solving)
 Penguatan & pemberdayaan (enforcement & empowerment) staf secara
optimal  memberikan dukungan agar supervisee merasa nyaman.
 Menilai tanggung jawab dan akuntabilitas staf, namun strategy penilaian
tidak dirasakan oleh supervisee
Manfaat Supervisi
 Memungkinkan terjadinya pengembangan
profesionalisme perawat di tatanan klinis : proses
pengintegrasian proses pengalaman profesional dan
pembelajaran terus menerus dari pengalaman, praktik klinik
keperawatan, pemecahan masalah,pengetahuan dan
ketrampilan guna meningkatkan kompetensi
 Sebagai asset pemeliharaan standar : pelayanan/asuhan
keperawatan
 Mendorong team saling mendukung : peer-group, peer-
review, reflective case discussion (RCD) atau Refleksi diskusi
Kasus ( RDK)
Komponen utama supervisi
1. Formative: berfokus pada masalah edukasi atau pendidikan dan
pengembangan profesionalisme bagi staf (supervisee) mencakup:
mengidentifikasi efektifitas askep kpd pasien,mendemonstrasikan
teknik-teknik konseling, strategy & intervensi keperawatan
2. Restorative: berfokus pada masalah dan memberi dukungan
(support) yaitu supervisor menjadi sumber yang mendukung
kemampuan supervisee (staf) dan memfasilitasi kebutuhan untuk
menghindari burn out/kehilangan moral staf
3. Normative: berfokus pada masalah pengorganisasian personal,
meliputi etika dan kualitas praktek asuhan keperawatan yang
dilakukan oleh staf (supervisee)
Siapa Supervisor ?
Setiap pemimpim mempunyai tugas supervisi
terhadap tugas rutin bawahan langsungnya
(bimbingan pengawasan melekat pada
level/posisi manager/leader) :
 tingkat administrative (Ka.Bidang Kepw)
 tingkat manajerial (Supervisor )
 tingkat klinis atau fungsional (clinical)
( Karu)
Ruang lingkup supervisi
1. Management of Human Resource (SDM)
2. Management of Resources (Material)
3. Management of Environment (Lingkungan)
4. Management of Patient Care (Askep)
5. Management of Coordination
6. Time Management (Minute)
Perubahan konsep supervisi :
(Supervisi klinis/fungsional)

KABID

 Arah supervisi klinis:


Pemberdayaan
SUPER
(empowerment) VISOR
dan
BANGSAL UNIT
Subyek & obyek
supervisi yaitu staf
yang disupervisi
Masalah Supervisi ???

 Supervisor :  Supervisee:
 Kurang perencanaan Supervisi dipandang
 Bekerja tanpa tools sebagai inspeksi atau
 Cara pendekatan pemeriksaan.
 menimbulkan rasa takut

PENOLAKAN
TERSELUBUNG
SUPERVISOR & KESADARAN DIRI
(Self-Awareness)
Kesadaran diri (self- awareness) supervisor :
 Memahami keterbatasan diri, secara sadar bekerja untuk mencapai
keseimbangan perilakunya dalam tugas sebagai supervisor : fleksible.
 Bertindak toleran tapi tegas, memahami kebutuhan yang berbeda
baik individu, anggota tim maupun pasien  komunikasi “assertive”
 Mengembangkan kekuatan individu dalam tim dan memperkecil
kelemahan yang ada
 Kemampuan mengidentifikasi masalah & ide-ide, saling pengertian
dan membangun komitmen dan kepercayaan (trust) diantara
supervisor dan staf  membangun team yang solid dan kuat
 Memberdayakan potensi staf (empowering)

Pekerjaan supervisor berhubungan dengan kepuasan kerja perawat yaitu


menciptakan suasana baik dan menyenangkan dalam melakukan proses
supervisi
Prinsip-prinsip Supervisi Klinis Keperawatan
 Supervisi klinis didasarkan pada hubungan profesional bukan hubungan pribadi.
 Berkontribusi signifikan terhadap manajemen resiko klinis (risk management) yaitu
meminamalisasi resiko dan mencegah kesalahan
 Berkontribusi signifikan menjaga moral staf dan membangun tim yang solid dalam
bekerjasama dan berkomunikasi secara efektif.
 Membangun potensi staf lebih terlatih, lebih percaya diri, dan lebih cakap
mengekspresikan pendapat mereka.
 Pembelajaran seumur hidup bagi praktisioner ( lifelong learning),
 Pemecahan masalah (problem solving) bersama dalam tim
 Terjadinya proses reflective yang alamiah atau proses transformasi kompetensi
diantara supervisor dan supervisee.
 Pemberdayaan (empowerment)  mandiri dalam pengambilan keputusan yang tepat
 Harus mampu menciptakan suasana kerja yang demokratis dan mendorong self
evaluatif.
Peran Supervisor
 Mentransformasikan informasi kebijakan atasan.
 Penerima dan menyaring informasi melalui identifikasi masalah,
mencari akar masalah dan analisanya.
 Memfasilitasi kegiatan : bimbingan, sharing /teaching pengetahuan &
pengalaman, dukungan alat/fasilitas dan dukungan psikologis bagi staf
dalam suasana yang nyaman.
 Mendorong tumbuhnya motivasi, kreatifitas, inovasi staf untuk
meningkatkan mutu kinerja secara terus menerus, melalui proses
pembelajaran klinik.
 Berperan sebagai mediator dan kemampuan mengadvokasi.
 Pengembangan kemampuan profesionalisme dan pemberdayaan staf.
Peran Strategis Supervisor

 Peran supervisor sangat strategis dalam organisasi,karena hasil


supervisi kinerja & data lain berada ditangannya .
 Semua harus dipertanggung jawabkan kpd atasannya, sering
menimbulkan konotasi staf yang negatif.
 Memberi usulan untuk penempatan tugas (mutasi ) berdasarkan
pengamatan obyektif atau perubahan posisi staf.
 Mengembangkan sikap tanggung jawab & akuntabilitas staf.
 Melakukan evaluasi mutu kinerja staf/team.
Kompetensi Supervisor
 Kepemimpinan (Leadership): memberi inspirasi, membangun
kepercayaan (trust), membangun kerjasama
 Ketrampilan berkomunikasi yang efektif : mendengar aktif,
bertanya efektif, memberikan feedback
 Mampu bekerjasama dalam tim & memiliki hubungan
interpersonal yang baik diantara dirinya dan supervisee.
 Fleksibel tetapi tegas (assertive)
 Sikap terbuka terhadap pendapat orang lain termasuk staf,
mau menerima informasi baru untuk perubahan konstruktif
 Kemampuan untuk melakukan bimbingan & alih ketrampilan
dan teknologi  (Skillfull)
 Mampu menggunakan IT
 Memiliki sikap empati.
Good Supervision
What ? When? Who? How??

1. Planning Continuously Every - Patiently


2. Directing wokers - Tacfully/bijak
3 Guiding - Fairly
4. Teaching
SPV 5. Observing
6. Encouraging
7. Correcting
8. Commanding
9. Evaluating
Good Supervision
Why ???
-------------------------------------------------------------
Each Nurse Skillfull According
can do Safely the Nurses
assigned work Correctly capabilities
& give nursing Completely within the
Care limitation of
her/his job.

Base on job-description
Tahap-Tahap Pelaksanaan Supervisi
1.Persiapan:
Mempelajari dokumen yang dipergunakan dalam
organisasi meliputi: Identifikasi prioritas supervisi.

a) 2.Pelaksanaan Supervisi:
a) Melakukan review dengan staf tentang tujuan,
target/sasaran saat itu.
b) Melaksanakan kegiatan pertemuan sesuai rencana
(fokus: urain tugas, rencana kegiatan, jadwal
mingguan, cara penilaian staf : menggunakan
checklist ?  bahan untuk anecdotal note.
c) Ronde Keperawatan (ronde besar, selektif)
Tahapan dalam Supervisi .......lanjutan
d) Melakukan observasi /evaluasi: kegiatan rutin atau
spesifik yang dilakukan staf, sikap dan motivasi
kerja meliputi:
 ketrampilan teknis/manajerial,
 pengunaan sumber-daya,
 waktu pelaksanaan kegiatan
 hasil kegiatan
 mengidentifikasikan masaalah/ penyimpangan,
 klarifikasi dan mencari solusi bersama bila muncul
masalah atau penyimpangan,
 proes komunikasi dan koordinasi
e) Melakukan koordinasi bila diperlukan.
Tahap-Tahap dalam Supervisi
lanjutan

3. Tindak lanjut hasil supervisi


a) Penilaian perubahan peningkatan, kesenjangan yang
dijumpai & merencanakan solusinya bersama staf.
b) Merencanakan bersama tindak lanjut utk coaching , dll
c) Meninjau jadwal, kelengkapan administrasi lainnya
d) Meninjau kemungkinan kebutuhan pergantian atau
penambahan alat/fasilitas yang diperlukan direncanakan.
e) Supervisor membuat laporan lengkap tgg pelaksaknaan
supervisor.
Keuntungan Supervisi Klinis
 Staf menjadi mandiri dalam memecahkan masalah dan
pengambilan keputusan.
 Staf memiliki kemampuan menyaring masalah (hanya masalah
yang penting disampaikan kepada supervisor).
 Peningkatan kepercayaan diri staf.
 Terjadi transformasi pengetahuan, ketrampilan dan sikap
 diadopsi oleh staf karena merasa termotivasi bahwa
peningkatkan mutu kinerja adalah tanggung jawab utama.
LINGKUP SASARAN / SUPERVISI
1. Perawat mencakup: penampilan, sikap, pola
komunikasi,
2. Kinerja tertentu perawat
3. Alat/fasilitas: penempatan, kerapian, kebersihan
& pemeliharaan dan berfungsi baik / tidak
4. Obat-obatan: kebutuhan, persiapan, penggunaan
yang rasional
5. Lingkungan: suasana ruangan meliputi
kebersihan, ketertiban, kerapian/keteraturan
6. Administrasi dan dokumentasi
7. Masalah-masalah yg muncul di ruangan/unit
terkait
Kesimpulan
 Supervisi merupakan bagian penting dari manajemen yang untuk
memastikan proses kegiatan rutin „staf“ berjalan sesuai dengan
standar dan tujuan organisasi
 Supervisi : kegiatan menjaga asset standar untuk dipatuhi
 Konsep supervisi konvensional beralih kepada supervisi klinis sesuai
dengan perkembangan ilmu dan tuntutan kebutuhan untuk
peningkatan mutu kinerja staf.
 Peran/kontribusi supervisor melalui supervisi menentukan tingkat
mutu kinerja staf dalam peningkatan mutu pelayanan/asuhan
keperawatan.
 Pemberdayaan staf /peningkatan kinerja staf menjadi subyek dan
obyek supervisi , kebersamaan untuk mencapai sasaran organisasi.
Kasus
 Supervisor baru melakukan supervisi ke ruang Penyakit
Dalam dengan kapasaitas 30 tt pada pukul 10.00. Saat
memasuki ruangan nampak penunggu pasien hepatitis
ditemukan duduk di tempat tidur pasien dan seorang pasien
(stroke) menggunakan O2 ditunggu oleh 3 orang penunggu
yang salah satunya duduk di lantai. Ditemukan juga pasien
dalam keadaan kritis tidak sadar dengan 3 orang penunggu,
kondisi ruangan semrawut. Kepala ruangan sedang
memberikan arahan kepada 3 orang staf di ruangan Karu.
Seorang perawat sedang sibuk mempersiapkan obat.
 Apa langkah-langkah yang dilakukan oleh supervisor?