Anda di halaman 1dari 28

JENIS PERMUKIMAN DAN

SYARAT KESEHATAN
LINGKUNGAN PEMUKIMAN

Kiki Sanjaya, S.KM,. M.KL


Email. kksanjaya92@gmail.com

1
PENGERTIAN
• Menurut WHO Pemukiman merupakan suatu struktur
fisik dimana orang menggunakannya untuk tempat
berlindung, dimana lingkungan dari struktur tersebut
termaksud juga semua fasilitas dan pelayanan yang
diperlukan, perlengkapan yang berguna untuk
kesehatan jasmani dan rohani dan keadaan sosialnya
yang baik untuk keluarga dan individu.

• Menurut Winslow dan APHA Pemukiman merupakan


suatu tempat untuk tinggal secara permanen,
berfungsi sebagai tempat untuk bermukim,
beristirahat, berekreasi dan tempat berlindung dari
pengaruh lingkungan yang memenuhi persyaratan
psikologis, physiologis, bebas dari penularan penyakit
dan kecelakaan.

2
LINGKUNGAN PEMUKIMAN
Segala keadaan/kondisi
yang terdapat disekitar
permukiman yang secara
totalitas membentuk
kesatuan yang utuh yang
saling mengikat dengan
pemukiman tersebut,
bahkan membentuk
hubungan yang sangat
erat satu dengan yang
lainnya

3
ASPEK LINGKUNGAN
PEMUKIMAN
1. Fasilitas Lingkungan
Kelengkapan yang berupa fasilitas : Pendidikan,
Kesehatan, Perbelanjaan, rekreasi dan
kebudayaan, olah raga dan lapangan terbuka
2. Prasarana Lingkungan
Adalah prasarana untuk menunjang kondisi
lingkungan pemukiman secara fisik yang meliputi
jalan, saluran air minum, saluran air limbah, saluran
air hujan, pembuangan sampah dan jaringan listrik

4
TUJUAN KESLING PEMUKIMAN
• Penataan pemukiman yang memenuhi
syarat kesehatan berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku
• Terwujudnya suatu kondisi pemukiman yang
layak huni dalam lingkungan yang sehat
• Mengurangi risiko kecelakaan kebakaran,
penularan penyakit atau gangguan
kesehatan lainnya.

5
Ruang Lingkup Sanitasi
Pemukiman
Fokus utama sanitasi pemukiman :
1. Penyediaan air bersih
2. Pembuangan air kotor
3. Pembuangan Kotoran Manusia
4. Pembuangan sampah
5. Pemberantasan vektor
6. Pencahayaan, ventilasi, kebisingan dan
konstruksi bangunan
7. Sarana dan prasarana lingkungan
6
Type Pemukiman Menurut Jumlah
Penduduk
• Type Pemukiman Sementara
Perkiraan jumlah penduduk 3 s.d 100
• Desa
Perkiraan jumlah penduduk 101-s.d 5000
• Kota
Perkiraan jumlah Penduduk 200,000 s.d 10
juta
• Kota Besar / Mega Politan
Perkiraan jumlah penduduk 10 jt s.d 500 juta

7
JENIS PEMUKIMAN
1. Pemukiman tradisional
2. Perkampungan darurat
3. Perkampungan kumuh ( slum area )
4. Pemukiman transmigrasi
5. Perkampungan untuk kelompok-kelompok
khusus
6. Pemukiman baru

8
PEMUKIMAN TRADISIONAL
Perkampungan seperti ini biasanya penduduk atau
masyarakatnya masih memegang teguh tradisi lama.
Kepercayaan, kabudayaan dan kebiasaan nenek moyangnya
secara turun temurun dianutnya secara kuat. Tidak mau
menerima perubahan perubahan dari luar walaupun dalam
keadaan zaman telah berkembang dengan pesat.

Kebiasaan-kebiasaan hidup secara tradisional yang sulit untuk


diubah inilah yang akan MEMBAWA DAMPAK TERHADAP
KESEHATAN SEPERTI KEBIASAAN MINUM AIR TANPA
DIMASAK TERLEBIH DAHULU, BUANG SAMPAH DAN AIR
LIMBAH DI SEMBARANG TEMPAT SEHINGGA TERDAPAT
GENANGAN KOTOR YANG MENGAKIBATKAN MUDAH
BERJANGKITNYA PENYAKIT MENULAR.

9
PEMUKIMAN TRADISIONAL

10
Perkampungan Darurat
Jenis perkampungan ini biasanya bersifat sementara
(darurat) dan timbulnya perkampungan ini karena adanya
bencana alam. Untuk menyelamatkan penduduk dari bahaya
banjir maka dibuatkan perkampungan darurat pada
daerah/lokasi yang bebas dari banjir. Mereka yang rumahnya
terkena banjir untuk sementara ditampatkan dipenampungan
ini untuk mendapatkan pertolongan bantuan dan makanan
pakaian dan obat-obatan. Begitu pula ada bencana lainnya
seperti adanya gunung berapi yang meletus dan lain-lain.

Daerah pemukiman ini bersifat darurat tidak terencana dan


BIASANYA KURANG FASILITAS SANITASI
LINGKUNGAN SEHINGGA KEMUNGKINAN PENLARAN
PENYAKIT AKAN MUDAH TERJADI.

11
Perkampungan Darurat

12
Perkampungan Kumuh (Slum Area)
Jenis pemukiman ini biasanya timbul akibat adanya urbanisasi
yaitu perpindahan penduduk dari kampung (pedesaan) ke kota.
Umumnya ingin mencari kehidupan yang lebih baik, mereka
bekerja di toko-toko, di restoran-restoran, sebagai pelayan
dan lain lain. sulitnya mencari kerja di kota akibat sangat
banyak pencari kerja, sedang tempat bekerja terbatas, maka
banyak diantara mereke manjadi orang gelandangan, Di kota
umumnya sulit mendapatkan tempat tinggal yang layak hal ini
karena tidak terjangkau oleh penghasilan (upah kerja) yang
mereka dapatkan setiap hari, akhirnya meraka membuat
gubuk-gubuk sementara (gubuk liar).

13
Perkampungan Kumuh (Slum Area)

14
Pemukiman Transmigrasi
Jenis pemukiman semacam ini di rencanakan oleh pemerintah yaitu suatu daerah
pemukiman yang digunakan untuk tempat penampungan penduduk yang
dipindahkan (ditransmigrasikan) dari suatu daerah yang padat penduduknya ke
daerah yang jarang/kurang penduduknya tapi luas daerahnya (untuk tanah
garapan bertani bercocok tanam dan lain lain) disamping itu jenis pemukiman
merupakan tempat pemukiman bagi orang -orang (penduduk) yang di
transmigrasikan akibat di tempat aslinya seiring dilanda banjir atau sering
mendapat gangguan dari kegiatan gunung berapi.

Ditempat ini meraka telah disediakan rumah, dan tanah garapan untuk bertani
(bercocok tanam) oleh pemerintah dan diharapkan mereka nasibnya atau
penghidupannya akan lebih baik jika dibandingkan dengan kehidupan di daerah
aslinya.

15
Pemukiman Transmigrasi

16
Perkampungan Untuk Kelompok-
Kelompok Khusus
Perkampungan seperti ini dibasanya dibangun oleh pemerintah dan
diperuntukkan bagi orang -orang atau kelompok-kelompok orang yang
sedang menjalankan tugas tertentu yang telah dirancanakan.
Penghuninya atau orang orang yang menempatinya biasanya
bertempat tinggal untuk sementara, selama yang bersangkutan masih
bisa menjalan kan tugas. setelah cukup selesai maka mereka akan
kembali ke tempat/daerah asal masing masing.

contohnya adalah perkampungan atlit (peserta olah raga pekan


olahraga nasional ). Perkampungan orang-orang yang naik haji,
perkampungan pekerja (pekerja proyek besar, proyek pembangunan
bendungan, perkampungan perkemahan pramuka dan lain lain).

17
Perkampungan Baru (real estate)
Pemukiman semacam ini direncanakan pemerintah dan bekerja sama dengan
pihak swasta. Pembangunan tempat pemukiman ini biasanya dilokasi yang
sesuai untuk suatu pemukiman (kawasan pemukiman). Ditempat ini biasanya
keadaan kesehatan lingkunan cukup baik, ada listrik, tersedianya sumber air
bersih , baik berupa sumur pompa tangan (sumur bor) atau pun air
PAM/PDAM, sistem pembuangan kotoran dan air kotornya direncanakan
secara baik, begitu pula cara pembuangan sampahnya di koordinir dan diatur
secara baik.
Selain itu ditempat ini biasanya dilengakapi dengan gedung-gedung sekolah
(SD, SMP, dll) yang dibangun dekat dengan tempat-tempat pelayanan
masyarakat seperti poskesdes/puskesmas, pos keamanan kantor pos, pasar
dan lain-lain.

18
Perkampungan Baru (real estate)
Jenis pemukiman seperti ini biasanya dibangun dan diperuntukkan bagi
penduduk masyarakat yang berpenghasilan menengah keatas. Rumah
rumah tersebut dapat dibali dengan cara di cicil bulanan atau bahkan ada
pula yang dibangun khusus untuk disewakan. Contoh pemukiman sperit ini
adalah perumahan IKPR-BTN yang pada saat sekarang sudah banyak
dibangun sampai ke daerah-daerah
Untuk di daerah – daerah (kota kota ) yang sulit untuk mendapatkan
tanah yang luas untuk perumahan, tetapi kebutuhan akan perumahan
cukup banyak, maka pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta
membangun rumah tipe susun atau rumah susun (rumah bertingkat)
seperti terdapat di kota metropolitan DKI Jakarta. Rumah rumah
seperti ini ada yang dapat dibeli secara cicilan atau disewa secara
bulanan.

19
SYARAT PEMUKIMAN SEHAT
Kesehatan perumahan dan lingkungan
pemukiman adalah kondisi fisik, kimia, dan
biologik di dalam rumah, di lingkungan rumah
dan perumahan, sehingga memungkinkan
penghuni mendapatkan derajat kesehatan
yang optimal. Persyaratan kesehatan
perumahan dan lingkungan pemukinan adalah
ketentuan teknis kesehatan yang wajib
dipenuhi dalam rangka melindungi penghuni
dan masyarakat yang bermukim di perumahan
dan/atau masyarakat sekitar dari bahaya
atau gangguan kesehatan.
20
PERSYARATAN KESLING PEMUKIMAN

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No.


829/Menkes/SK/VII/1999
Lokasi
1. Tidak terletak pada daerah rawan bencana alam seperti
bantaran sungai, aliran lahar, tanah longsor,
gelombangtsunami, daerah gempa, dan sebagainya;
2. Tidak terletak pada daerah bekas tempat pembuangan
akhir(TPA) sampah atau bekas tambang;
3. Tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan dan
daerahkebakaran seperti jalur pendaratan penerbangan

21
PERSYARATAN KESLING PEMUKIMAN

Kualitas udara
1. Kualitas udara ambien di lingkungan perumahan
harus bebas dari gangguan gas beracun dan
memenuhi syarat baku mutu lingkungan sebagai
berikut :
2. Gas H2S dan NH3 secara biologis tidak
terdeteksi;
3. Debu dengan diameter kurang dari 10 g
maksimum 150 g/m3;
4. Gas SO2 maksimum 0,10 ppm;
5. Debu maksimum 350 mm3/m2 per hari.

22
PERSYARATAN KESLING PEMUKIMAN

Kebisingan dan getaran


1. Kebisingan dianjurkan 45 dB.A, maksimum 55 dB.A;
2. Tingkat getaran maksimum 10 mm/detik .

Kualitas tanah di daerah perumahan dan pemukiman


1. Kandungan Timah hitam (Pb) maksimum 300 mg/kg
2. Kandungan Arsenik (As) total maksimum 100 mg/kg
3. Kandungan Cadmium (Cd) maksimum 20 mg/kg
4. Kandungan Benzo(a)pyrene maksimum 1 mg/kg

23
PERSYARATAN KESLING PEMUKIMAN

Prasarana dan sarana lingkungan

1. Memiliki taman bermain untuk anak, sarana


rekreasi keluargadengan konstruksi yang aman dari
kecelakaan;
2. Memiliki sarana drainase yang tidak menjadi
tempat perindukan vektor penyakit;
3. Memiliki sarana jalan lingkungan dengan ketentuan
konstruksijalan tidak mengganggu kesehatan,
konstruksi trotoar tidak membahayakan pejalan
kaki dan penyandang cacat,jembatan harus
memiliki pagar pengaman, lampu peneranganjalan
tidak menyilaukan mata;

24
PERSYARATAN KESLING PEMUKIMAN

Prasarana dan sarana lingkungan

1. Tersedia cukup air bersih sepanjang waktu dengan kualitas air


yang memenuhi persyaratan kesehatan;
2. Pengelolaan pembuangan tinja dan limbah rumah tangga harus
memenuhi persyaratan kesehatan;
3. Pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga harus memenuhi
syarat kesehatan;
4. Memiliki akses terhadap sarana pelayanan kesehatan,
5. komunikasi, tempat kerja, tempat hiburan, tempat pendidikan,
kesenian, dan lain sebagainya;
6. engaturan instalasi listrik harus menjamin keamanan
penghuninya;
7. Tempat pengelolaan makanan (TPM) harus menjamin
tidakterjadi kontaminasi makanan yang dapat
menimbulkankeracunan

25
PERSYARATAN KESLING PEMUKIMAN

Vektor penyakit

1. Indeks lalat harus memenuhi syarat;


2. Indeks jentik nyamuk dibawah 5%.

Penghijauan

Pepohonan untuk penghijauan lingkungan


pemukiman merupakan pelindung dan juga
berfungsi untuk kesejukan, keindahan dan
kelestarian alam.

26
PENUTUP
Pembangunan perumahan dan lingkungan
pemukiman harus memastikan hal-hal sebagai
berikut :
1. Ketersediaan jaringan suplai air bersih,
2. Saluran pembuangan air limbah,
3. Pengumpulan dan pembuangan sampah,
4. Saluran pematusan (saluran air),
5. Jalan aspal ataupun paving,
6. Penerangan jalan,
7. Lapangan parkir,
8. Tempat terbuka,
9. Fasilitas lain yang diperlukan.

27
TERIMA KASIH

Sukses Selalu

28