Anda di halaman 1dari 41

UPAYA MENCIPTAKAN

KENYAMANAN PADA IBU


SELAMA PROSES PERSALINAN

PENDAMPING PERSALINAN

KELOMPOK II
PENDAMPING PERSALINAN

Sentuhan

Persalinan 
pengalaman Bergerak/ Pendamping
fisik dan mobilisasi Perslainan
emosional

Berkomunikasi
TEN STEP OF MOTHER-FRIENDLY CARE
Langkah I : Menawarkan semua ibu untuk melahirkan
Akses tidak terbatas terhadap para pendamping
persalinan yang merupakan pilihannya, termasuk
pasangannya, anak-anak, anggota keluarga, dan teman
Akses tidak terbatas dalam pemberian dukungan dari
wanita terampil misalnya, doula dan
Akses perawatan bidan profesional

Journal of Perinatal Education, Vol. 16. Supplement 1, Winter 2007


10 STEPS TO OPTIMAL MOTHER-BABY*

Langkah 3 :Menginformasikan kepada ibu


manfaat dukungan terus menerus selama persalinan
dan kelahiran, dan menegaskan haknya untuk
menerima dukungan tersebut dari pendamping
pilihannya.

The International Mother-Baby Childbirth Initiative (IMBCI): 10 Steps to Optimal Mother-


Baby* Maternity Services
CARE PRACTICES THAT SUPPORT
NORMAL BIRTH
Care Practice 3: Continuous Labor Support
Jika Anda memiliki dukungan terus menerus dalam
proses persalinan, meningkatkan kesempatan Anda
melahirkan melalui vagina, cenderung untuk tidak
menggunakan obat penghilang rasa sakit, dan Anda
akan cenderung tidak memiliki perasaan negatif
tentang pengalaman Anda melahirkan.
Journal of Perinatal Education, 16(3), 1–2, doi: 10.1624/105812407X217534
CARE PRACTICES THAT SUPPORT
NORMAL BIRTH
Perawat, bidan, dan dokter sering tidak mampu untuk
memberikan dukungan kelahiran terus menerus
untuk seorang wanita dalam proses persalinan.
Doula adalah professional yang menawarkan
dukungan emosional, fisik, dan informasi terus
menerus dalam proses persalinan.
Seorang wanita yang pendamping dan
berpengalaman dalam melahirkan dapat menjadi
bagian penting dari tim labor-support.
Journal of Perinatal Education, 16(3), 1–2, doi: 10.1624/105812407X217534
JENIS PENDAMPING PERSALINAN

1. Doula
2. Pasangan dan keluarga terdekat (ibu, anak, temen
dll)
3. Penyedia pelayanan kesehatan (perawat, bidan dan
dokter)

Hodnett et al. 2014. Continuous support for women during childbirth” Cochrane Database of Systematic
Reviews
DOULA

Doula atau labour coach adalah orang nonmedis


yang membantu seorang wanita sebelum, selama,
atau setelah melahirkan, dengan memberikan
bantuan fisik, dan dukungan emosional
Peran seorang doula ada tujuh poin yaitu
dituangkan dalam DONA (Doulas of North
America)
PERAN DOULA
1. Untuk mengenalkan kelahiran sebagai pengalaman
hidup yang akan diingat ibu selama hidupnya;
2. Untuk memahami fisiologi kelahiran dan kebutuhan
emosional perempuan yang melahirkan;
3. Untuk membantu wanita dan pasangannya dalam
mempersiapkan dan melaksanakan rencana untuk
persalianan mereka;
4. Untuk tinggal di sisi wanita yang melahirkan dan
sepanjang proses kelahiran
PERAN DOULA
5. Untuk memberikan dukungan emosional, tindakan
kenyamanan fisik, sudut pandang obyektif, dan bantuan
kepada wanita untuk mendapatkan informasi yang dia
butuhkan untuk membuat keputusan yang baik;
6. Untuk memfasilitasi komunikasi antara wanita yang
melahirkan, pasangannya, dan penyedia perawatan
klinis; dan
7. Untuk melihat peran doula sebagai salah satu yang
memelihara dan melindungi memori wanita akan
pengalaman melahirkannya
KURIKULUM PROGRAM PELATIHAN
DOULA
1. Peran dan ruang lingkup praktek perawatan doula
2. Anatomi dan fisiologi reproduksi, persalinan, dan
kelahiran (persyaratan)
3. Cara yang doula harus lakukan untuk mendukung
kebutuhan emosional dan psikologis perempuan dan
mitra mereka dalam persalinan.
4. Tindakan kenyamanan dan teknik manajemen nyeri
nonfarmakologis,
Meyer. 2001. Social Support by Doulas During Labor and the Early Postpartum Period
KURIKULUM PROGRAM PELATIHAN
DOULA
5. Peran doula selama persalinan yang sulit
6. Satu jam pertama kehidupan, termasuk peran doula
yang melibatkan bayi yang baru lahir dan inisiasi
menyusui
7. Sumber-sumber rujukan untuk situasi darurat
8. Nilai klarifikasi dan keterampilan komunikasi
9. Tinjauan persyaratan sertifikasi, etika, dan standar
praktek
Meyer. 2001. Social Support by Doulas During Labor and the Early Postpartum Period”
DOULA SUPPORT AND ATTITUDES OF
INTRAPARTUM NURSES: A QUALITATIVE STUDY
FROM THE PATIENT’S PERSPECTIVE, PAPAGNI
2006
Beberapa perawat menerima dan menegaskan
dukungan doula, 4 dari 9 perempuan yang disurvei
mengungkapkan bahwa dukungan doula pendamping
persalinan dipandang oleh perawat dengan permusuhan
dan kebencian
Peran utama perawat adalah untuk memberikan
perawatan medis bagi ibu bersalin, tugasnya juga
mencakup dukungan psikologis dan emosional.
DOULA SUPPORT AND ATTITUDES OF
INTRAPARTUM NURSES: A QUALITATIVE STUDY
FROM THE PATIENT’S PERSPECTIVE, PAPAGNI
2006
Banyak perawat gagal, atau tidak mampu, untuk
memberikan dukungan psikologis dan emosional.
Perawat secara emosional tidak dapat diharapkan
karena tanggung jawab yang sangat besar
menyediakan perawatan medis yang memadai untuk
kedua ibu dan bayi.
OKI perawat dapat meningkatan kepuasan pasien, jika
mau bekerjasama dan menghargai doula dalam
menjalankan tugas yang tidak dapat bidan lakukan.
PERBEDAAN PERAN PERAWAT DAN
DOULA
Dukungan Fisik Dukungan Psikososial
Perawat Doula Perawat Doula
- Holding legs - Pijat Dorongan - Dorongan
- tanda-tanda - Counter Presure Verbal verbal
vital - Bantuan dengan - Musik
- Injeksi IV mandi / shower - Lingkungan
- Pemersikaan - Melatih yang tenang
Servik pernapasan - Jaminan
- Posisi - Kehadiran
- berjalan - Cinta
- pengobatan
homeopati
- chip es
- kompres hangat
KESEDIAAN SUAMI SEBAGAI
PENDAMPING PERSALINAN
Kebanyakan pria bersedia untuk belajar tentang
peran mereka selama persalinan dan bersemangat
untuk mendukung pasangan mereka. 1
Lebih dari 80% dari suami senang atau gembira
dalam menanggapi kehamilan pasangan mereka,
lebih dari setengahnya adalah hadir untuk tes
kehamilan, dan hampir semua yang hadir untuk USG
pemeriksaan dan untuk persalinan. 2
KESEDIAAN SUAMI SEBAGAI
PENDAMPING PERSALINAN
Tiga-perempat dari suami mengambil cuti dan,
selama periode postnatal, sebagian ayah
membantu dengan perawatan bayi. 2

1. Kayen et al 2014. Male involvement during pregnancy and childbirth: men’s perceptions,
practices and experiences during the care for women who developed childbirth
complications in mulago hospital, uganda
2. Redshaw and Henderson. 2013 . Fathers’ engagement in pregnancy and childbirth:
evidence from a national survey”
HAMBATAN
1. Sistem kesehatan membatasi keterlibatan laki-laki
saat melahirkan. 1
2. Laki-laki tidak memiliki peran yang jelas saat
melahirkan, dan eksklusi dan alienasi di lingkungan
rumah sakit. 2
3. Keterlibatan cenderung terbatas peran gender
tradisional, dengan tanggung jawab utama laki-laki
sebagai penyedia dana. 2
1. Kayen et al 2014. Male involvement during pregnancy and childbirth: men’s perceptions, practices and experiences
during the care for women who developed childbirth complications in mulago hospital, uganda
2. Debra Singh et al tahun 2014 “the involvement of men in maternal health care:cross-sectional, pilot case studies from
maligitaand kibibi, uganda
“SUPPORT DURING CHILDBIRTH: PERCEPTION OF
HEALTH CARE PROVIDERS AND COMPANIONS
CHOSEN BY WOMEN” PARPINELLI TAHUN 2007

Penyedia layanan kesehatan menganggap positif


dukungan yang diberikan oleh pendamping
persalinan dan tidak punya masalah dalam mengelola
wanita bersalin di hadapan pendamping mereka.
Pendamping persalinan senang dengan pengalaman
ini. Tidak ada pendapat yang saling bertentangan.
HAMBATAN BIDAN DALAM
PEMBERIAN DUKUNGAN
Karakteristik rumah sakit ditandai dengan tingginya tingkat
intervensi intrapartum rutin, dukungan persalinan secara terus
menerus perawat tidak mempengaruhi hasil medis atau
psikososial lainnya dari persalinan dan kelahiran 1
Perawat secara emosional tidak dapat diharapkan karena
tanggung jawab yg besar  perawatan medis yang memadai
untuk ibu dan bayi 2

1. Papagni. 2006. Doula support and attitudes of intrapartum nurses: a qualitative study from the
patient’s perspective.
2. Hodnett, et al. 2001. Effectiveness of nurses as providers of birth labor support in North American
hospitals: a randomized controlled trial”
DUKUNGAN INTRAPARTUM

Dukungan intrapartum  Perawatan non-medis


yang dimaksudkan untuk meringankan kecemasan
wanita, rasa tidak nyaman, kesepian dan
kelelahan.
JENIS DUKUNGAN INTRAPARTUM

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan


bahwa
1. Dukungan emosional, Kesehatan mental
2. Dukungan fisik, dan kesehatan fisik
3. Dukungan informasi dan ibu waktu
4. Advokasi secara positif melahirkan

Maria Iliadou. 2012. Supporting women in labour.


DEFINISI DUKUNGAN INTRAPARTUM
1. Dukungan emosional didefinisikan sebagai ekspresi
cinta, kekaguman, keinginan, keyakinan dan rasa
hormat, menghabiskan waktu dengan klien dan
membuat mereka merasa diperhatikan.
2. Dukungan fisik meliputi bantuan langsung dan
3. Dukungan informasi termasuk saran, informasi dan
umpan balik
DUKUNGAN VERBAL TENAGA KESEHATAN
PADA KALA II PERSALINAN

Noelle Borders, et al. 2013. Midwives’ Verbal Support of Nulliparous Women in Second Stage Labor . J Obstet
Gynecol Neonatal Nurs. 2013 May ; 42(3): 311–320. doi:10.1111/1552-6909.12028
MANFAAT DUKUNGAN
INTRAPARTUM
Lebih mungkin untuk mengalami kelahiran spontan
pervaginam. 1
Lebih kecil kemungkinannya untuk menggunakan obat
penghilang rasa nyeri (analgesia epidural). 1,4,5
Kurang melaporkan ketidakpuasan atau kurang suka
menilai pengalaman melahirkan secara negatif. 1,2
1. Hodnett et al. 2014. Continuous support for women during childbirth
2. Bruggemann et al. 2007. Support to woman by a companion of her choice during childbirth:
a randomized controlled trial.
3. Susan K. McGrath and John H. Kennell. 2007. A Randomized Controlled Trial of Continuous
Labor Support for Middle-Class Couples: Effect on Cesarean Delivery Rates.
Con’t.............
Lama persalinan yang lebih pendek atau lebih kecil
kemungkinannya untuk menggunakan oksitosin sintetis
untuk mempercepat persalian.1,3
Lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki operasi caesar.
1,3,4

Lebih kecil kemungkinannya kelahiran pervaginam


menggunakan instrumental.1,4
Lebih kecil kemungkinannya kelahiran bayi dengan Apgar
rendah lima menit pertama.1,3,4
Meningkatpan peran serta mengikuti KB .6
4. Julkunen and Emelonye . 2014. Spousal Participation in Labor and Delivery in Nigeria
5. Bonovich 1988. The Influence of Mother-Daughter Communications on Anxiety During Labor.
6. Oladosu. Husbands support during childbirth as a catalyst for modern family planning uptake in Nigeria:
arandomised controlled trial
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN DAN
MANFAAT DUKUNGAN PERSALINAN

Simkin P. 1991-1992 dalam Meyer, et al (2001). Social Support by Doulas During Labor and
the Early Postpartum Period
Stres
TEORI PERTAMA
Lingkungan klinis

Tingginya Intervensi Personal asing Kurangnya privasi

Kekerasan

Pendamping
persalinan

Hodnett et al. 2014. Continuous support for women during childbirth”


TEORI KEDUA DUA JALUR Hodnett, 2014

Meningkatnya Kepala Penurunan respon


janin Panggul Stres/cemas

Posisi Mobilitas Tingginya hormon


epinefrin

- Recumbent - Berdiri
- on all fours - Berjalan - Pijat
- Lateral - Musik
- Komunikasi
- Akupresur
JURNAL PENDUKUNG HUBUNGAN
ANTARA DUKUNGAN DAN MANFAAT
DUKUNGAN PERSALINAN
ANNEMARIE LAWRENCE. 2014. MATERNAL POSITIONS
AND MOBILITY DURING FIRST STAGE LABOUR

1. Berjalan dan berdiri dalam kala I persalinan


mengurangi lama persalinan dan tidak berhubungan
dengan peningkatan intervensi atau efek negatif pada
ibu dan kesejahteraan bayi.
2. Berbaring terlentang menempatkan berat uterus pada
pembuluh darah perut dan kontraksi mungkin kurang
kuat daripada ketika tegak. Kontraksi yang efektif
membantu serviks dilatasi dan turunnya kepala janin.
WOMEN’S CHOICE OF POSITIONS DURING LABOUR:
RETURN TO THE PAST OR A MODERN WAY TO GIVE
BIRTH? A COHORT STUDY IN ITALY OLEH SALVATORE
GIZZOTAHUN 2014

Posisi alternatif (selain recumbent) ibu mungkin


berpengaruh positif pada:
proses persalinan,
mengurangi rasa sakit,
mengurangi persalinan pervaginam dengan tindakan,
mengurangi operasi caesar dan menurangi
episiotomi.
MORTAZAVI ET AL TAHUN 2012 MELAKUKAN PENELITIAN
TENTANG EFFECTS OF MASSAGE THERAPY AND
PRESENCE OF ATTENDANT ON PAIN, ANXIETY AND
SATISFACTION DURING LABOR”
Pijat yang diberikan selama 30 menit pada pada masing-
masing latent phase (3–4 cm cervical dilation), active phase
(5–7 cm cervical dilation), and deceleration phase (8–10 cm
cervical dilation) dengan cara memijat punggung, mengelus
perut dan menekan sakrum efektif sebagai intervensi
alternatif, untuk mengurangi rasa sakit dan kecemasan
selama persalinan dan meningkatkan tingkat kepuasan.
Diperkirakan bahwa pijat dapat bekerja melalui dua jalur
berbeda: dengan menghalangi impuls nyeri dengan
meningkatkan transfer A-Fibers dan juga dengan merangsang
endorfin yang akan dilepasakan secara lokal.
BONOVICH PADA TAHUN 1988 “THE INFLUENCE OF
MOTHER-DAUGHTER COMMUNICATIONS ON ANXIETY
DURING LABOR

Hasil bahwa pengaruh sosial berefek terhadap level


kecemasan yang diderita dan proses persalinan
Setiap wanita membawa berbagai macam pengaruh
pada pengalaman pertama melahirkannya yang mana
pengaruh tersebut membentuk persepsi dan
kemampuannya menghadapi peristiwa yang
menegangkan.
PENGUKURAN KUALITAS DAN KUANTITAS
DUKUNGAN PROFESIONAL INTRAPARTUM
1. Supportive Midwifery in Labour Instrument (SMILI)
ditemukan untuk menjadi alat yang sah dan dapat
diandalkan dalam pengaturan intrapartum.
2. SMILI dapat digunakan untuk menguji korelasi
antara kuantitas dan kualitas dukungan dan hasil

Mary C Ross-Davie et al. 2013. Measuring the quality and quantity of professional intrapartum support: testing a
computerised systematic observation tool in the clinical setting”
Con’t......
SMILI memungkinkan pengamat terlatih, hadir dalam
ruang persalinan, untuk merekam ibu, partner labor
dan sikap bidan, kata-kata dan tindakan persalinan
aktif dan merekam gerakan bidan, masuk dan keluar
dari ruang bersalin dan lain-lain.
Perilaku positif dan negatif diamati adalah
dikelompokkan ke dalam sebelas kategori untuk
memudahkan analisis
Mary C Ross-Davie et al. 2013. Measuring the quality and quantity of professional intrapartum support: testing a
computerised systematic observation tool in the clinical setting”
11 KATEGORI

1. Emotional support 7. Non support direct care,


2. Informational support 8. Indirect care,
3. Tangible support, 9. Lack of attentiveness,
4. Advocacy, 10. Neutral/professional attitude
5. Support of the partner, and
6. Assessment 11. Negative/authoritarian
behaviour,

Mary C Ross-Davie et al. 2013. Measuring the quality and quantity of professional intrapartum support: testing a
computerised systematic observation tool in the clinical setting”

Anda mungkin juga menyukai