Anda di halaman 1dari 29

HIV, DM, TBC

Kelompok 1
Kelas B
Anggota Kelompok 1
Erika Asri 2012-11-061 Inesza Sylviane 2012-11-076
Famel Putri 2012-11-062 Intan Titi N. 2012-11-077
Fathia Dinda 2012-11-063 Irana Amalia 2012-11-078
Fauzi Razib 2012-11-064 Irene Alvionita 2012-11-079
Felicia Nonisha 2012-11-065 Irena Rizky 2012-11-080
Femita Rya 2012-11-066 Jannette Lazia 2012-11-081
Firda Khafillah 2012-11-067 Juwita Sulastri S. 2012-11-082
Fitriani Putri 2012-11-068 Kanya Karamina 2012-11-083
Gabriella Gloriana 2012-11-069 Kejora Hanadinanti 2012-11-084
Galuh F. Hannum 2012-11-070 Kimmy Rizky 2012-11-085
Ghifari Ramadany 2012-11-071 Lee Suk Mo 2012-11-086
Gladys Rosaline 2012-11-072 Lidia Putriyani 2012-11-087
Greta Simatupang 2012-11-073 Lidya Ardiyani W. 2012-11-088
Igay Rogaya 2012-11-074 Luciana Latifa 2012-11-089
Indirawati Putri 2012-11-075 Mahindra Mahayoda 2012-11-090
HIV
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrom)
 Kumpulan gejala penyakit akibat
menurunnya sistem kekeblan tubuh secara
bertahap yang disebabkan oleh infeksi HIV
(Human Immunodeficiency Virus).

Penyakit ini dicirikan dengan timbulnya


berbagai penyakit infeksi yang bersifat
opurtunistik atau keganasan
Etiologi

HIV-Virus : yaitu HIV-1


dan HIV-2
PATOGENESIS
1) HIV masuk ke tubuh penderita terutama melalui
darah,semen,dan sekret vagina,serta transmisi dari ibu
ke anak.
2) Virus menuju ke kelenjar limfe dan berada dalam
dendritik selama beberapa hari.
3) Terjadi sindrom retroviral akut disertai viremia hebat,
yang akan hilang sendiri setelah 1-3 minggu.
4) Serokonversi (perubahan antibodi negatif menjadi
positif) terjadi 1-3 bulan setelah infeksi, tetapi pernah
dilaporkan sampai 8 bulan.
5) Memasuki massa tanpa gejala  Terjadi penurunan
bertahap jumlah CD4 setelah replikasi persisten HIV
dengan kadar RNA virus relatif.
Pemeriksaan Serologis
• Western/Immuno Blot
• Elisa
• Ripa (Radio Immuno
Precipitation Assay)
• Menekan HIV/AIDS dalam
biakan penyakit
Sekarang untuk diagnose, ada 2 gambaran
klinis yakni :
Gambaran klinis mayor :
• BB turun 10 %
• Diare 1 bulan
• Demam kontinue selam 1 bulan

Gambaran klinis minor :


• Batuk kering 1 bulan
• Dermatiti generalisata
• Herpes zoster rekuren
• Kandidiasis orofaring
• Herpes simpleknon pregi
• Limfadeuopati
Daya tahan tubuh menjadi sangat rendah (
immunosupressive patient )  Rentan terhadap
infeksi
• Perkembangan lymphoproliferative malignancy dan kaposi’s
sarcoma.
• Batuk-batuk.
• Berat badan menurun
• Limfadenopati
• Terdapat infiltrat pada paru-paru
• Manifestasi rheumatic
• Reiter’s syndrome
• Spondyloarthropathy
• Komplikasi sistem syaraf pusat (CNS)
• Infeksi pada kulit seperti: dermatosis, kelainan deskuamasi,
seborrheic dermatitis dan viral dermatosis.
Tidak terdapat lesi mulut yang spesifik pada infeksi HIV.
• Kandidiasis sering timbul pada stadium akut, tetapi
lebih parah pada stadium lanjut
• Gambaran klinis kandidiasis bervariasi dari bentuk
pseudomembranous, erythematous sesuai
perkembangan penyakitnya
• Kandidiasis pseudomembran mempunyai gambaran
yang khas berupa plak putih seperti gumpalan susu,
dapat dibersihkan
• Kandidiasis erythematous berupa bercak merah datar
dengan ukuran yang bermacam-macam, sering pada
palatum dan dorsal lidah
Lanjutan...

• Angular cheilitis juga sering terjadi, Keluhan yang


timbul mulai dari burning mouth , lebih sensitif
terhadap makanan yang berbumbu, serta
gangguan pengecapan.
• Infeksi Herpes Simplex dan zoster baik yang
primer, sekunder ataupun rekuren sering terjadi
pada pengidap HIV
• Herpes labialis terjadi pada vermilion border bibir
dengan didahului keluhan gatal atau sakit
sebelum timbulnya vesikula
Lanjutan...

• Lesi Human Papilomavirus sering timbul pada kulit,


mukosa dan genital. Lesi mulut berbentuk nodul
tunggal atau multipel.
• Hairy leukoplakia sering pada tepi lidah, tidak sakit
dan biasanya sering timbul bila cel T CD4+ menurun.
• Lesi neoplastik kaposi’s sarcoma sering timbul pada HIV
stadium lanjut, dan lebih sering pada laki-laki. Lesi
datar atau sedikit meninggi,berwarna merah, biru atau
keunguan, soliter atau multipel, mukosa disekitarnya
berwarna kekuningan
 Istirahat

 Diet

 Medikamentosa

 Berikan anti HIV sedini mungkin

 Diberikan obat kombinasi : Reverse Transcriptase dan penghambat

protease. Kombinasi selama 2-6 minggu, misalnya :

 Zidovudine +Didanosim

 Zidovudine +Didanosim+ Stardin(1000mg-100-200mg)

 Terapi depresi mental. Prognosa jelek -> fatal 100% dalam beberapa

tahun bila tidak dilakanakn terapi diatas


TBC paru-paru merupakan penyakit paru-
paru menahun dapat terjadi pada semua
umur, masih merupakan penyakit rakyat dan
perlu pengobatan yang lebih lama.
Penularannya karena kontak langsung dan
droplet infection.
Pada anak umur 0-5 tahun lebih mudah
ditulari
Mycobacterium Tubercoluse

Bakteri tahan asam


 Anamnesa

 Pemeriksaan fisik
• Mirip dengan Bronchitis atau Pneumonia
• Ada anaemia,febris ringan.
• Pada anak/bayi : test Mantoux positip.
• Pemeriksaan penunjang
• Laboratorium Darah :
• Lencocytosis
• LED meningkat (lebih 30/jam)
• Eosinophili
• Anaemia

 Rontgen :
• Ada bercak di paru-paru, mula-mula sebesar kedelai,lama-lama membesar dan
berdinding bulat sebagai kaverna.
• Pada anak-anak dimulai bagian basal paru-paru.
• Pada dewasa dimulai dibagian atas paru-paru.
• Biasanya lesi tuberkulosis berupa ulser yang tidak
teratur, superfisial atau dalam, sakit dan cenderung
bertambah besar secara perlahan – lahan.
• Tuberkulosis lebih sering melibatkan palatum keras
daripada palatum lunak dan keterlibatan palatum
biasanya karena sekunder dari tuberkulosis paru –
paru.
• Lesi TB pada bibir biasanya berbentuk ulser
granulasi yang dangkal.
• Tuberkulosis pada maksila dan mandibula biasanya
infeksi pada tulang (osteomyelitis).
• TBC belum ada komplikasi : pengobatan selama ± 2tahun terus-menerus.
• TBC sudah ada komplikasi : pengobatan selama 3-5tahun.
• Obat untuk TBC (KP) dibagi menjadi 3 macam, yaitu
1. Tuberculo Statika Primer
Yaitu : INH (Iso Niotinic Hidrazid) 3x100mg
(Dewasa) : Streptomycin 1 gr perhari (infeksi) atau PAS ( Para Amino
Solicylicacid) 8 gr sehari
2. Tuberculo Statika Sekunder
Misalnya :Ethambutol dan Etibi
3. Tuberculo Statika Tertiair
Misalnya :Kanamycin dan Rifampicin
Cara Terakhir : INH dan Rifampicin
Suatu penyakit generative dimulai pada orang dewasa 40 tahun
atau kurang sampai umur lanjut dengan hyperglikemia kronik
dan glucosuria, sebagai akibat definisi insulin secara absolut
maupun relative yang menimumbalkan gejala polyuria,
polydipsa, kelemahan tubuh dan penurunan berat badan.
Lanjutan...

DM type 2

• DM tipe 2 ini bervariasi mulai dari yang predominan

resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif, sampai

yang predominan gangguan sekresi insulin bersama

resistensi insulin.

• Defek yang terjadi pada DM tipe 2 disebabkan oleh gaya

hidup yang diabetogenik (asupan kalori yang berlebihan,

aktivitas fisik yang rendah, obesitas) ditambah

kecenderungan secara genetik.


DM type 1

• Kelainan autoimun ini diduga ada kaitannya dengan agen

infeksius/lingkungan, di mana sistem imun pada orang

dengan kecenderungan genetik tertentu, menyerang

molekul sel beta pankreas yang ‘menyerupai’ protein virus

sehingga terjadi destruksi sel beta dan defisiensi insulin.

• Selain akibat autoimun, sebagaian kecil DM tipe 1 terjadi

akibat proses yang idiopatik.


• Poliuri (sering buang air kecil)

• Polidipsi (sering haus)

• Polifagi (banyak makan/mudah lapar)

• BB turun drastis

• Pemeriksaan penyaring

Pemeriksaan penyaring bertujuan untuk mengidentifikasi mereka

yang tidak bergejala, yang mempunyai risiko diabetes mellitus. Uji

diagnostik akan di lakukan kemudian bila hasil pemeriksaan

penyaring positif
1. Xerostomia (Mulut Kering)

Diabetes yang tidak terkontrol

menyebabkan penurunan aliran saliva (air

liur), sehingga mulut terasa kering.

2. Gingivitis dan Periodontitis

Lambatnya aliran darah ini menurunkan

kemampuan tubuh untuk memerangi

infeksi, Sedangkan periodontitis adalah

penyakit yang disebabkan oleh infeksi

bakteri
3. Stomatitis Apthosa (Sariawan)
Penderita Diabetes sangat rentan terkena
infeksi jamur dalam mulut dan lidah yang
kemudian menimbulkan penyakit sejenis
sariawan. Sariawan ini disebabkan oleh jamur
yang berkembang seiring naiknya tingkat gula
dalam darah dan air liur penderita diabetes.

4. Rasa mulut terbakar


Penderita diabetes biasanya mengeluh
tentang terasa terbakar atau mati rasa pada
mulutnya. Biasanya, penderita diabetes juga
dapat mengalami mati rasa pada bagian
wajah.
5. Oral thrush
Penderita diabetes yang sering
mengkonsumsi antibiotik untuk memerangi
infeksi sangat rentan mengalami infeksi
jamur pada mulut dan lidah.

6. Dental Caries (Karies Gigi)


Diabetes Mellitus bisa merupakan faktor
predisposisi bagi kenaikan terjadinya dan
jumlah dari karies. Keadaan tersebut
diperkirakan karena pada diabetes aliran
cairan darah mengandung banyak glukosa
yang berperan sebagai substrat kariogenik
Menurut perkeni (2005) terdapat 5 dasar pengobatan diabetes

mellitus yang di namakan pentalogi terapi diabetes mellitus,

yaitu :

• Diet diabetes mellitus

• Latihan fisik

• Penyuluhan kesehatan masyarakat (pkm)

• Obat hipoglikemia (obat anti diabetes dan insulin)

• Cangkok pankreas, ginjal atau cengkok sel pancreas.