Anda di halaman 1dari 34

Refleksi Kasus

GANGGUAN DEPRESI

Dwiki Fitrandy Rezy Rizaly


1710029050

Pembimbing
dr. Eka Yuni N., Sp.KJ

LAB/SMF KESEHATAN JIWA


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
RSJD ATMA HUSADA MAHAKAM
SAMARINDA
2019
ANAMNESIS
Identitas Pasien
Nama : Nn. RWN Identitas Penanggung Jawab
Jenis Kelamin : Perempuan
Nama : Ny. D
Usia : 23 tahun Jenis Kelamin : Perempuan
No. RM : 2017 12 0051 Hubungan : Ibu Kandung
Pekerjaan : Pegawai Swasta
Klinik Kecantikan
Agama : Islam
Tanggal Berobat : 17 Juni 2019
Status Pernikahan : Belum Menikah
Pendidikan : S1
Alamat : Jl. Wolter
Monginsidi, Samarinda
Tanggal Pemeriksaan : 17 Juni 2019
ANAMNESIS
Keluhan Utama: Susah Tidur
Riwayat Penyakit Sekarang:
Autoanamnesis :
• Pasien datang ke Poli RSJD Atma Husada Mahakam dengan keluhan gelisah,
dan susah tidur ±5 hari yang terakhir. Keluhan ini bukan merupakan hal yang
baru bagi pasien karena sebelumnya pasien sudah mulai berobat dari tahun
2017 dengan keluhan yang sama yaitu susah tidur yang sudah dialami ±1 tahun.

• Pasien saat itu mengaku sejak tidak bisa tidur pasien menjadi pemarah,
sehingga emosi pasien susah untuk dikontrol. Tetapi pasien mengatakan sering
membanting barang, tetapi tidak pernah hingga melukai diri sendiri dan orang
lain.

•Pasien mengaku setiap mencoba ingin tidur pasien masih memikirkan


skripsinya sehingga pasien tidak dapat tidur nyenyak. Untuk aktifivitas sehari-
hari pasien masih bisa mandiri.

• Pasien rutin kontrol ke Poli RSJD Atma Husada Mahakam dan


mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan.
ANAMNESIS
Heteroanamnesis:
-
ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Dahulu
-

Riwayat Penyakit Keluarga


-

Gambaran Premorbid
Saat pertama kali datang berobat pasien merupakan orang yang pemalu dan tertutup
untuk bercerita dengan keluarga jika memiliki masalah.

Faktor Pencetus
Skripsi yang belum selesai.
ANAMNESIS
Genogram

Keterangan
Perempuan

Laki

Meninggal

Pasien
ANAMNESIS
Riwayat Pribadi
Masa kanak awal (0-3 tahun) Masa kanak pertengahan (3-11 tahun)
• Riwayat prenatal, kehamilan ibu, dan kelahiran: Pasien menghabiskan masa kanak-kanak
pasien dikandung selama 9 bulan. Pasien lahir bersama kedua orang tua dan adik
secara spontan pervaginam. Berat dan Panjang Hubungan pasien dengan saudara cukup
normal. baik
• Kebiasaan makan dan minum: pasien Pasien merupakan pribadi yang mendiam
mendapatkan ASI selama 8 bulan dan tidak dan pemalu
berbeda dengan anak-anak yang lain.
• Perkembangan awal: keluarga pasien
mengatakan bahwa tumbuh kembang pasien
normal sesuai usia. Tidak ada terlmabat bicara
maupun berjalan.
ANAMNESIS
Riwayat Hidup Pasien
Masa dewasa
Masa kanak akhir (pubertas hingga remaja) Riwayat pekerjaan
Hubungan pasien dengan teman sebaya: Setelah lulus S1 pasien bekerja di klinik kecantikan
hubungan dengan keluarga dan teman sekitar sebagai customer service.
baik. Pasien cenderung menyendiri Aktivitas social
Riwayat sekolah: pasien bersekolah hingga Pasien akrab dengan tetangga sekitar rumah. Dan
tamat S1 jurusan hukum. Pasien memiliki pasien akrab dengan teman temannya
masalah berkaitan dengan tugas akhir (skripsi)
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum : Sakit Sedang
Kesadaran : Composmentis
GCS : E4 V5 M6
Tanda vital : TD=100/70 mmHg, N=72x/menit,
RR= 20x/menit, t= 36,5oC
Kepala : Ikterus (-/-), sianosis (-/-), anemis (-/-)
Leher : Tidak terdapat pembesaran KGB
Dada : Simetris kiri & kanan
Jantung : S1S2 tunggal reguler, murmur (-)
Paru : Vesikular (+/+), wheezing (-/-), rhonki (-/-)
Perut : Soefl, bising usus normal
Anggota gerak : Akral hangat, CRT <2 Detik
STATUS MENTAL
Kesan Umum : Tampak rapi, kooperatif
Kontak : Verbal (+), visual (+)
Kesadaran : Komposmentis
Orientasi : Orientasi waktu, tempat, orang (baik)
Atensi/Konsentrasi : Atensi (+)
STATUS MENTAL Emosi/Afek : Mood stabil
Proses Berpikir : Koheren
Intelegensi : Cukup
Persepsi : Halusinasi (-), Ilusi (-)
Psikomotor : Dalam batas normal
Kemauan : Activity Daily Living (ADL) mandiri
SKORING HDRS
NO Aspek-Aspek HDRS Nilai
1 Keadaan perasaan depresi 2
2 Perasaan bersalah 0
3 Bunuh diri 2
4 Insomnia (initial) 2
5 Insomnia (middle) 2
6 Insomnia (late) 2
7 Kerja dan kegiatannya 2
8 Kelambanan kegelisahan/ agitasi 1
9 Kegelisahan/ agitasi 0
10 Ansietas somatic 0
11 Ansietas psikis 1
12 Gejala somatik gastrointestinal 0
13 Gejala somatik umum 0
14 Genital 0
15 Hipokondriasis 0
16 Kehilangan berat badan ( A+ B) 0
17 Insight (pemahaman diri) 0
18 Variasi lain 0
19 Depersonalisasi dan derealisasi 0
20 Gejala-gejala paranoid 0
DIAGNOSIS MULTIAKSIAL

Axis I : F.32.1
Axis II : Tidak ada diagnosis
Axis III : Tidak ada diagnosis
Axis IV : Masalah pendidikan (skripsi)
Axis V : GAF scale 80-71
PENATALAKSANAAN
1.Non farmakologi
• Psikoedukasi keluarga
• Psikoterapi suportif

2. Farmakologi
• Sandepril (Maprotiline) 0-0-50mg
FOLLOW UP
19 Januari 2018 21 Juni 2018
S :-
S : Cemas, sedih, kehilangan semangat
O : TD: 100/60
hidup, makan (+), emosi (+), menangis. A : F32.1
O : TD: 110/90 P : Elizac 0-0-20mg, Risperidon 0-0-
1mg, Alprazolam 0-0-0,125 mg
A : F32.1
P : Sandepril 0-0-50mg

19 Februari 2018 21 Juli 2018


S : Kalau malam gelisah, pasien S :-
merasa emosi susah dikontrol. O : TD: 90/60
O : TD: 80/50 A : F32.1
A : F32.1 P : Elizac 0-0-20mg, Risperidon 0-0-
P : Sandepril 0-0-50mg, clobazam 1mg, Alprazolam 0-0-0,125 mg
5mg-0-0
FOLLOW UP
19 November 2018 18 Januari 2019
S :-
S : putus obat 2 bulan, emosi melonjak.
O : TD: 110/70
O : TD: 110/80 A : F32.1
P : Elizac 0-0-20mg, Risperidon 0-0-
A : F32.1
0,5mg, Alprazolam 0-0-0,125 mg
P : Elizac 0-0-20mg, Risperidon 0-0-1mg,
Alprazolam 0-0-0,125 mg

18 Desember 2018 15 Februari 2019


S :- S :-
O : TD: 110/60 O : TD: 90/60
A : F32.1 A : F32.1
P : Elizac 0-0-20mg, Risperidon 0-0- P : Elizac 0-0-20mg, Risperidon 0-0-
1mg, Alprazolam 0-0-0,125 mg 0,5mg
FOLLOW UP
15 Maret 2019 22 April 2019
S : Gelisah, mual (+), susah tidur
S :-
O : TD: 100/70
O : TD: 90/60 A : F32.1
P : Elizac 0-0-20mg, Risperidon 0-0-
A : F32.1
0,5mg
P : Elizac 0-0-20mg, Risperidon 0-0-
0,25mg

15 April 2019 15 Mei 2019


S :- S :-
O : TD: 90/60 O : TD: 100/70
A : F32.1 A : F32.1
P : Elizac 0-0-20mg, Risperidon 0-0- P : Elizac 0-0-20mg, Risperidon 0-0-
0,25mg 0,5mg
FOLLOW UP
12 Juni 2019
S :-
O : TD: 110/80
A : F32.1
P : Elizac 0-0-20mg, Risperidon 0-0-
0,5mg

17 Juni 2019
S : Gelisah, susah tidur
O : TD: 110/80
A : F32.1
P : Elizac 0-0-20mg, Risperidon 0-0-
0,5mg
BAB 3: TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
• Depresi adalah suatu gangguan perasaan hati dengan ciri sedih, merasa sendirian,
rendah diri, putus asa, biasanya disertai tanda–tanda retardasi psikomotor atau kadang-
kadang agitasi, menarik diri dan terdapat gangguan vegetatif
seperti insomnia dan anoreksia
FAKTOR RISIKO

1. Usia
2. Jenis Kelamin
3. Status Perkawinan
4. Faktor Sosioekonomi dan Budaya
5. Pendidikan
ETIOLOGI
Faktor Biologis
• Neuroimaging
• Neurokimiawi
• Regulasi Neuroendokrin

Faktor Genetik

Faktor Psikososial
• Peristiwa Hidup dan Stres Lingkungan
• Faktor Kepribadian
DIAGNOSIS
• F32 Episode Depresif
• Gejala utama (pada derajat ringan, sedang, dan berat)
– Afek depresif,
– Kehilangan minat dan kegembiraan, dan
– Berkurangnya energi, mudah lelah (rasa lelah yang nyata
sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya aktivitas.
• Gejala lainnya :
– Konsentrasi dan perhatian berkurang;
– Harga diri dan kepercayaan diri berkurang;
– Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna;
– Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis;
– Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri;
– Tidur terganggu;
– Nafsu makan berkurang.
F32.0 Episode Depresif Ringan
• Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama depresi seperti disebut
diatas;
• Ditambah sekurang-kurangnya 2 dari gejala lainnya: (a) sampai dengan (g).
• Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya.
• Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu
• Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial yang biasa
dilakukannya.
F32.1 Episode Depresif Sedang
• Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama depresi seperti pada
episode depresi ringan;
• Ditambah sekurang-kurangnya 3 (dan sebaiknya 4) dari gejala lainnya;
• Lamanya seluruh episode berlangsung minimum sekitar 2 minggu.
• Menghadapi kesulitan nyata utnuk meneruskan kegiatan sosial, pekerjaan dan
urusan rumah tangga.
F32.2 Episode Depresif Berat tanpa Gejala Psikotik
• Semua 3 gejala utama depresi harus ada.
• Ditambah sekurang-kurangnya 4 dari gejala lainnya, dan beberapa diantaranya
harus berintensitas berat.
• Bila ada gejala penting (misalnya agitasi atau retardasi psikomotor) yang
mencolok, maka pasien mungkin tidak mau atau tidak mampu utnuk
melaporkan banyak gejalanya secara rinci.
• Dalam hal demikian, penilaian secara menyeluruh terhadap episode depresif
berat masih dapat dibenarkan.
• Episode depresif biasanya harus berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu,
akan tetapi jika gejala amat berat dan beronset sangat cepat, maka masih
dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dalam kurun waktu kurang dari 2
minggu.
• Sangat tidak mungkin pasien akan mampu meneruskan kegiatan sosial,
pekerjaan atau urusan rumah tangga, kecuali pada taraf yang sangat terbatas.
F32.3 Episode Depresif Berat dengan Gejala Psikotik
• Episode depresi berat yang memenuhi kriteria meurut F32.2 tersebut diatas;
• Disertai waham, halusinasi atau stupor depresif. Waham biasanya melibatkan
ide tentang dosa, kemiskinan atau malapetaka yang mengancam, dan pasien
merasa bertanggungjawab atas hal itu. Halusianasi auditorik atau olfatorik
biasanya berupa suara yang menghina atau menuduh, atau bau kotoran atau
daging membusuk. Retardasi psikomotor yang berat dapat menuju pada
stupor.
• Jika diperlukan, waham atau halusinasi dapat ditentukan sebagai serasi atau
tidak serasi dengan afek (mood-congruent).
TATALAKSANA

• Rawat inap
• Terapi keluarga
• Farmakoterapi
- SSRI
• Edukasi
• Psikoterapi
– Terapi kognitif-perilaku
– Terapi suportif
– Psikoterapi berorientasi tilikan
PROGNOSIS
• Gangguan depresi biasanya cenderung untuk menjadi kronik dan kambuh.
Episode pertama gangguan depresi berat yang dirawat di rumah sakit
sekitar 50 persen angka kesembuhannya pada tahun pertama.

• Persentase pasien untuk sembuh setelah perawatan berulang berkurang


seiring berjalannya waktu. Banyak pasien yang tidak pulih akan menderita
gangguan distimik.

• Secara umum, semakin sering pasien mengalami episode depresi,


semakin memperburuk keadaannya
BAB IV:
PEMBAHASAN
Fakta Teori
• Usia pasien 23 tahun FAKTOR RISIKO
• Jenis kelamin perempuan • Usia
• Pasien belum pernah menikah • Jenis Kelamin
• Status sosioekonomi menengah • Status Perkawinan
• Pasien seorang Pendidikan S1 • Faktor Sosioekonomi dan Budaya
• Pendidikan
• Pasien memiliki kepribadian
ETIOLOGI
pendiam, pemalu dan cenderung • Faktor Biologis
tertutup ketika ada masalah • Faktor Genetik
• Faktor Psikososial
Peristiwa Hidup dan Stres Lingkungan
Faktor Kepribadian
Fakta Teori
Berikut kriteria diagnosis episode depresif menurut Sulit tidur dimalam hari
F32.1 Episode Depresif Sedang
PPDGJ-III Mudah gelisah
Sekurang-kurangnya
F32 Episode Depresif harus ada 2 dari Mudah marah dan membanting barang
gejalautama
Gejala utama (padadepresi seperti
derajat ringan, padadan
sedang, episode
berat) Tidak ada kemauan untuk bekerja dan
depresi ringan; Afek depresif, bersosialisasi dengan tetangga dan teman
Kehilangan minat dan kegembiraan, dan temannya
Ditambah sekurang-kurangnya
Berkurangnya energi, mudah 3 (dan
lelah (rasa Lebih cenderung menggurung diri di
sebaiknya 4) dari
lelah gejala
yang nyata lainnya;
sesudah kerja sedikit rumah
Lamanya seluruh saja) danepisode
menurunnya berlangsung
aktivitas (Maslim, Pasien memiliki kepribadian pemalu dan
2013). cenderung tertutup ketika ada masalah
minimum sekitar 2 minggu.
Gejala lainnya : Keluhan sudah mulai terlihat dari bulan
Menghadapi
Konsentrasi dan kesulitan nyata utnuk
perhatian berkurang; Desember 2017.
meneruskan
Harga kegiatan diri
diri dan kepercayaan sosial, pekerjaan
berkurang; Pemeriksaan Psikiatrik
Gagasan
dan urusantentangrumah
rasa bersalah
tangga.dan tidak berguna; Kesan Umum:Tampak rapi, kooperatif
Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis; Kontak:Verbal (+), visual (+)
Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau Kesadaran : Komposmentis
bunuh diri; Orientasi: Orientasi waktu, tempat, orang (baik)
Tidur terganggu; Atensi/Konsentrasi: Atensi (+)
Nafsu makan berkurang. Emosi/Afek: Mood stabil
Untuk episode depresif dari ketiga tingkat keparahan Proses Berpikir: Koheren
tersebut diperlukan masa sekurang-kurangnya 2 Intelegensi : Cukup
minggu untuk penegakan diagnosis, namun periode Persepsi: Halusinasi (-), Ilusi (-)
yang lebih pendek dapat dibenarkan jika gejala sangat Psikomotor: Dalam batas normal
berat dan berlangsung cepat. Kategori episode Kemauan: Activity Daily Living (ADL) mandiri
depresif ringan (F32.0), sedang (F32.1), dan berat
(F32.2) hanya digunakan untuk episode depresi
tunggal (yang pertama).Episode depresif berikutnya Pemeriksaan HDRS (Hamilton Depression Rating
harus diklasifikasikan di bawah salah satu diagnosis Scale):Skor HDRS adalah 14, maka termasuk dalam
gangguan depresif berulang (F33.-) (Maslim, 2013). kategori depresi sedang
Fakta Teori
Obat yang biasa digunakan dalam terapi depresi Pasien diberikan terapi:
adalah golongan SSRIs, yang merupakan obat 15 Des 2017:
pilihan efektif, mudah digunakan, dan relative
kurang efek samping meskipun dalam dosis
Sandepril (Maprotiline) 0-0-50mg
tinggi.
21 Jun 2018:
Contoh SSRIs yang sering digunakan misalnya, Elizac 0-0-20mg
Floxetin, Paroxetine, dan Sertralin. Antidepresan Risperidon 0-0-1mg
golongan lain misalnya bupropion, venlafaxine, Alprazolam 0-0-0,125 mg
nefazodone (serzone) dan mirtazapine
(remeron), menunjukkan secara klinis hasil yang
sama efektif dengan obat terdahulu tetapi lebih
aman dan toleransinya lebih baik.

Obat-obatan tersebut cenderung lebih aman


diibandingkan trisiklik, tetrasiklik, dan MAOIs,
dan menunjukkan efektifitas pada uji klinik.
Obat golongan trisiklik dan tetrasiklik, misalnya
trazadone, dan mirtazapine dapat menyebabkan
sedasi. Selain itu terdapat juga golongan MAOIs,
misalnya Troamfetamin dan Metilfenidat
mungkin menghasilkan perbaikan mood yang
cepat (dalam minggu pertama) dan
diindikasikan pemantauan yang ketat.
TERIMAKASIH