Anda di halaman 1dari 32

PROBLEMA SEDIAAN

PADAT

PERTEMUAN 10
FITRIANA YULIASTUTI, M.SC., APT.
Materi

 TUJUAN :
 Mahasiswa mampu menguasai problema compounding
sediaan padat
 MATERI :
 Pengatasan Pencampuran bahan sukar diserbuk

 Penggunaan wadah

 Pemberian etiket untuk compounding sediaan padat


POWDER PREPARATION

 Serbuk adalah campuran kering bahan obat atau zat


kimia yang dihaluskan untuk pemakaian dalam
secara oral atau untuk pemakaian luar
 Serbuk adalah sediaan kering yang mengandung
obat-obatan yang mudah dibagi dan dapat
digunakan untuk pemakaian luar atau pemakaian
dalam.
1. Pengatatasan Bahan Sulit
Diserbuk
PEMBUATAN SERBUK DENGAN BAHAN2

 BAHAN PADAT
 BAHAN SETENGAH PADAT
 BAHAN CAIR
 BAHAN DARI BENTK TABLET/CAPSUL
BAHAN PADAT

1. Halus sekali
a. Tidak berkhasiat keras
1) Belerang  dlm bedak tabur tidak ikut diayak dan tidak boleh
diayak dengan bahan sutra atau logam
2) Iodoform  harus diayak dengan ayakan khusus/ terpisah
karena baunya lengket dan tidak enak
b. Berkhasiat keras
jika jmlhnya banyak, bahan tersebut digerus dlm lapisan zat
tambahan.
jika jmlhnya sedikit, As2O3 (dibuat pengenceran) dan
atropin sulfat (pengenceran bertingkat).
Lanjutan..

2. Hablur/ kristal
a. Kamfor  mudah mengkristal kembali  ditetesi terlebih dahulu
dengan eter atau alkohol 95%  dikeringkan dengan penambahan
zat dan dapat langsung merangsangat yang cocok.
b. Asam salisilat  sangat ringan, mudah berterbangan shg dapat
merangsang bersin  tetesi dengan eter atau alkohol 95% dan
tambahan zat tambahan.
c. Asam benzoat, naftol, mentol, timol, salol  campuranya mudah
mencair, dikerjakan seperti pada kamfor atau as. Salisilat.
d. Garam2 yg mengandung air kristal, misal Na-karbonat, Fe (II)
sulfat, Al- dan K- sulfat, Mg-sulfat, Na-Sulfat  diambil bentuk
keringnya/ exicatus, misalnya Na-karbonat 50%, Fe(II) Sulfat
60%, Al- dan K-sulfat 67%, Mg-sulfat 67%, Na-sulfat 50% dari
jmlh yang tertulis di dalam resep
e. Iodium  tetesi dengan eter / etanol 95%  keringkan dgn zat
tambahan, jika menggunakan amilum akan berubah warna dari
putih mjd biru
f. FeI2, FeCl2,FeCO3  gunakan resep standar pillulae.
BAHAN SETENGAH PADAT

 Bahan setengah padat biasanya digunakan dalam


pembuatan bedak tabur jk jmlhnya banyak bahan
tersebut dilebur dahulu  jk jmlhnya sedikit cukup
tetesi dengan eter atau aseton lbh dahulu
 Contoh : adeps lanae, cera, parafin padat, vaselin
BAHAN CAIR

1. Minyak atsiri : tetesi terakhir atau buat oleum sacchara


(campuran 2g Gula dan 1 tetes minyak atsiri)
2. Kalii arsenitis solutio (fowleri liquidum) : uapkan dahulu
smp hampir kering kemudian tambahkan zat tambahan
3. Sol. Formaldehida (formalin) : bahan ini dpt diganti dgn
bentuk padatnya, yaitu paraformaldehida sebanyak kadar
formalin persediaan. Misal : kadar formalin persediaan
menurut FI 36%, maka formaldehida yang ditimbang 36%
dari berat formalin yang diminta dlm resep
4. Tingtur  ket dibawah
5. Ekstrak  ket dibawah
Bahan cair  TINGTUR

a. Tingtur yg tidak menguap : tingtur opium, tingtur


digitalis, timgtur aconiti, tingtur beladona, tingtur
ratanhiae
1) Jk jmlhnya sedikit, dikerjakan dlm lumpang panas keringkan
dgn zat tambahan
2) Jk jmlhnya banyak, diuapkan smp sekental sirup keringkan dgn
zat tambahan
3) Berat yag hilang untuk serbuk tak terbagi harus diganti dengan zat
tambahan, tetapi tidak perlu untuk serbuk terbagi.
b. Tingtur yang mudah menguap
1) Ambil zat berkhasiatnya saja jika diketahui bagian2nya seperti pd
tingtur iodium, tingtur opium, tingturbenzoikum, kamfor
spiritusberat yg kurang diganti dgn zat tambahannya
2) Uapkan pada suhu serendah mungkin jika tidak diketahui bagian-
bagiannya, seperti pada tingtur valerian dan tingture aromatika.
Bahan Cair : EKSTRAK

 Ekstrak kering (siccum) misal ekstrak opium, ekstrak


striknin  dikerjakan spt mengerjakan bahan padat
lainnya
 Ekstrak kental (spissum)  misal ekstrak beladona,
ekstrak hyscyami, ekstrak calis. Curniti  gunakan
etanol 70% dalam mortir panas, senagkan ekstrak
canabis indicae, gunakan etanol 90% dlm lumpang
panas.
 Ekstrak cair (liquidum)  misal ektrak chinae liquidum,
ekstrak hydrastis liquidum, ekstrak rhamni purchinae
 dikerjakan seperti mengerjakan tingtur lainnya.
BAHAN BENTUK TABLET ATAU KAPSUL

 Bahan diambil dari bentuk tablet atau kapsul


biasanya berupa zat berkhasiat tunggal dan
campuran
1. Jika mengandung zat berkhasiat tunggal, dapat
menggunakan bahan langsung dalam bentuk tablet atau
kapsul. tablet gerus halus kemudian bobotnya ditimbang
kapsul dikeluarkan dari cangkang dan bobotnya ditimbang.
2. Jika mengandung zat berkhasiat campuran, bahan yang
digunakan dapat berupa bentuk serbuk saja.
Macam Tablet

1. Tablet salut biasa (FI ed IV)


 Umumnya disalut gula
 Tujuannya : identifikasi dan nilai estetika zat penyalut bagian luar
dapat diwarnai
2. Tablet salut enterik (FI ed IV)
 Jika obat dapat rusak/inaktif pd lambung dapat mengiritasi mukosa
lambung diperlukan penyalut enterik untuk menunda pelepasan obat
sampai tablet telah melewati lambung
3. Tablet lepas lambat (FI ed IV)
 Tablet ini dibuat sedemikian rupa sehingga zat aktif akan tersedia
selama jangka waktu tertentu setelah obat diberikan
4. Tablet hisap (LOZENGES) (FI ed IV)
 Umumnya dengan bahan dasar yang beraroma dan manis yang dapat
membuat tablet melarut atau hancur perlahan dalam mulut
 Tablet umumnya ditujukan untuk pengobatan iritasi lokal atau untuk
infeksi mulut dan tenggorokan.
2. PENGGUNAAN WADAH
PENGGUNAAN WADAH

 Wadah harus miemenuhi syarat tidak boleh


mempengaruhi bahan yang disimpan di dalammya,
baik secara kimia maupun secara fisika, yang dapat
mengakibatkan perubahan kekuatan, mutu, atau
kemurniannya hingga tidak memenuhi persyaratan
resmi.
 Beberapa istilah wadah :
 Wadah tertutup baik : harus dapat melindungi isi thdp
masuknya bahan padat dan mencegah hilangnya isi selama
penanganan, pengangkutan, penyimpanan, dan
pendistribusian.
Lanjutan..

 Wadah tertutup rapat : hrs dapat melindungi isi terhadap


msknya bahan cair, bahan padat, atau uap dan mencegah
hilangnya isi selama penanganan, pengangkutan,
penyimpanan, pendistribusian. Wadah ini dapat diganti
dengan wadah tertutup kedap untuk bahan dosis tunggal
 Wadah tertutup kedap : harus dpt mencegah tembusnya
udara atau gas selama penanganan, pengangkutan,
penyimpanan, pendistribusian
 Wadah satuan tunggal : digunakan untuk produk obat
yang berfungsi sebagai dosis tunggal yang harus digunakan
segera setelah dibuka. Tiap wadah satuan tunggal harus diberi
etiket yang menyebutkan identitas, kadar atau kekuatan, nama
produsen, nomor batch, dan tanggal ED
Lanjutan…

 Wadah dosis tunggal : wadah satuan tunggal untuk bahan


yang hanya digunakan secara parenteral
 Wadah dosis satuan : wadah satuan tunggal untuk bahan
yang digunakan bukan secara parenteral dalam dosis tunggal
tetapi langsung dari wadah
 Wadah satuan ganda : wadah yang memungkinkan isinya
dapat diambil beberapa kali tanpa menhakibatkan perubahan
kekuatan, mutu, atau kemurnian sisa zat dalam wadah
tersebut.
 Wadah dosis ganda : wadah satuan ganda untuk bahan
yang digunakan hanya secara parenteral.
PEMBERIAN ETIKET/LABEL
ANATOMI LABEL/ETIKET

 Semua label diluar negeri berwarna putin, baik


untuk external use maupun internanal use
 Yang membedakan etiket diluar negeri, pada resep
external use diberi label tambahan tentang
bagaimana penggunaannya, Mfg (Manufacturing
by…), CPd (Compounded by…), Refill, Quantity,
Discarded aften :..-..-.. (beyond use-date / waktu
kadaluwarsa untuk obat racikan  lbh cepat drpd
obat hasil produksi pabrik)
Bagian-bagian label

 Nama dan alamat apotek yg meracik obat


 Nama px, jika px adlh binatang, maka berilah label spesies binatang
dan nama pemiliknya.
 Nama dokter yang meresepkan
 Aturan pakai seperti yang tertulis dalam resep
 Tanggal obat dibuat
 Pernyataan yang perlu diperhatikan
 Nomor resep
 Nama atau inisial farmasis yang meracik
 Nama generik dan kekuatan obat, nama branded/nama dagang obat
(jika diminta nama obat ditulis)
 Nama pabrik atau distributor obat yang men-dispensing (Mfg :
manufacturing by)
 Expired date
Contoh :

Practical Pharmacy
425 S. Chartulae Street
Triturate, WI 53706
(608)555-1200 Fax (608)555-1210

J123457 Pharmacist : JET Date :00/00/00


Jane Doe Dr. Lysander Coupe

Take one Capsule Three time daily for ten days

Amoxicillin 250 mg Capsules


Mfg : Rugby Labs Quantity : 30
Refill : 0 Discarded after : 00/00/00
Label-label tambahan

IMPORTANT
Finish all this medication unless
otherwise directed by prescriber

penting !!!
Habiskan Obat ini kecuali atas petunjuk dokter

Shake well

Untuk bentuk sediaan sistem disperse, seperti


suspensi dan emulsi
Label-label tambahan

Keep In Refrigenerator
DO NOT FREEZE

Untuk produk yg tidak stabil secara kimiawi pd


temperatur kamar (ex : antibiotik yg direkonsitusi)
atau produk yg scr fisik tidak stabil di temperatur

EXTERNAL USE
ONLY

Untuk pemakaian luar dan berbahaya jika tertelan


CONTOH

R/ Benzocaine
Salicylic acid aa 0,75g
Bezoic acid 1,5g
Camphor 1,0g
Methyl salisilat q.s
Talc q.s ad 30g
Sig : Aplly to feet at dict each morning and at bed tim
Resep

 Resep diatas merupakan resp untk serbuk anti jamur


pada kaki.
 Serbuk terdiri dari :
 Benzocaine  local anestesi
 Asam salisilat  agen keratolitik
 Camphora  anti iritan
 Asam benzoat  sebagai anti fungi
 Sediaan ini menggunakan talk sebagai bahan
pembawanya
Perhitungan bahan

 Jumlah yang dibutuhkan :


 Benzocain : 0,75 g
 Asam Salisilat : 0,75 g
 Asam Benzoat : 1,5 g
 Camphor : 1,0 g
 Jumlah talk yang dibutuhkan ??
 Talk = 30 – (0,75+0,75+1,5+1,0)  26 g

 Persen kekuatan
 Benzocain : 0,75 g/ 30 g : 2,5%
 Asam Salisilat : 0,75 g/ 30 g : 2,5%
 Asam Benzoat : 1,5 g/ 30 g : 5%
 Camphor : 1,0 g/ 30 g : 3,3%
Data persen kekuatan ini nanti dimasukkan dalam label obat
(di AS harus tertera berapa % kandungan yang ada di obat tersebut)
Cara pembuatan

 Gunakan Class III Torson balance atau timbangan


elektronik untuk menimbang masing-masing
komponen
 Gunakan mortir gelas untuk menggerus bahan2 ini.
 Camphor adalah sediaan kristal yang sukar
dihaluskan, sedangkan campuran asam
benzoate, asam salisilat dan benzocaine
merupakan campuran eutektik (bisa meleleh
bila dicampur)
Cara pembuatan

 Pertama masukkan benzocaine, dan gerus sambil


ditekan pada mortir, setelah beberapa saat
penggerusan maka akan didapatkan serbuk yang
agak basah. Lanjutkan penggerusan sampai agak cair
dan bersihkan dengan spatula. Sesudah beberapa
saat penggerusan akan didapatkan serbuk sesudah
berubah menjadi cairan.
 Saat masih dalam bentuk cair segera tambahkan talk
dalam jumlah yang sama banyak dengan benzocaine
sambil digerus.
Cara pembuatan

 Masukkan sisa talk sambil digerus, secara geometrically


(pencampurannya dengan menambahkan bahan yang
akan dicampurkan dalam jumlah yang sama banyak)
sampai talk habis.
 lalu tambahkan beberapa tetes methyl salisilat (kalo dlm
contoh 6 tetes), jmlh tetes harus dicatat dalam resep.
Gerus sampai homogen.
 Masukkan serbuk kedalam wadah dengan corong dari
kertas perkamen
 Tutup wadah (botol) dengan rapat. Buka
segelnya(botolnya itu bentuknya seperti botol herosin
talk, atasnya bolong2)
 Siap diberi label dan diserahkan
Contoh bentuk labelnya

Practical Pharmacy
425 S. Chartulae Street
Triturate, WI 53706
(608)555-1200 Fax (608)555-1210

Rx : 009 pharmacist : JJ Date : 00/00/00


James Reismer (Dr. K. W. Saphiro)

Apply to feet as directed each morning and at bed time

Benzocain 2,5%; Salicylic acid 2,5%; Camphor 3,3%, Benzoic acid 5% in Talk
(86,7%)

Mfg : CMPD Quantity : 30 gr


Refill : 0 Discarded after : 6 months
Label tambahan

 Jauhkan dari jangkauan anak-anak


 Hanya untuk penggunaan luar
 Tanggal kadaluwarsa.
Trimakasih…

 Lanjut pertemuan berikutnya >>>>>>

Wassalamu’alaikum wr. Wb.