Anda di halaman 1dari 108

MODUL 04 :

PERALATAN UJI MUTU


TUJUAN PELATIHAN :
1. Memahami jenis pekerjaan campuran beton yang
tertuang dalam kontrak dan pengujiannya.
2. Menguasai sifat dan karakteristik bahan dasar
pembentuk beton.
3. Merancang dan menguji berdasarkan metode &
prosedur yang diisyaratkan dalam spesifikasi termasuk
persyaratan standar mutu yang harus dipenuhi.
4. Melakukan perhitungan terhadap hasil setiap pengujian
dan persyaratan kepada atasannya secara lengkap.
5. Melakukan koordinasi dengan semua pihak yang
terkait dengan pengendalian mutu pekerjaan beton.
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM :
Setelah mengikuti pelatihan modul Pelatihan
Uji Mutu, peserta mampu menjelaskan dan
mengoperasikan peralatan uji mutu material,
hasil pengerjaan dan pekerjaan beton.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS :


1. Menjelaskan fungsi peralatan uji mutu.
2. Memahami kelengkapan peralatan uji mutu.
3. Menerapkan prosedur pengoperasian
peralatan uji mutu.
4. Melaksanakan pemeliharaan alat uji mutu.
ALAT UJI MUTU AGREGAT
 Analisa Saringan
 Berat Jenis
 Keausan Agregat
 Gumpalan Lempung dan Butiran yang
Mudah Hancur pada Agregat
 Material Lolos Saringan No. 200
 Sand Equivalent (Tara Pasir)
 Penentuan Mutu Agregat dengan Sodium
Sulfat
ANALISA SARINGAN
(AASHTO T27-88)
Fungsi Alat Uji Saringan
Untuk memeriksa dan menganalisis pembagian butiran (gradasi)
agregat kasar dan agregat halus, menggunakan serangkaian
nomor saringan yang disyaratkan.
Kelengkapan Alat

RINCIAN ALAT JUMLAH MINIMUM

- Timbangan 1
- Neraca 1
- Oven 1
1
- Alat Pemisah Contoh
1
- Mesin Pengguncang Saringan 1
- Talam 12
- Kuas, Sikat kuningan, sendok 1
- Nomor saringan (masing-masing) 1
Bukaan Bukaan
No. ASTM No. ASTM
mm mm
01 3 in 76.2 09 N0. 4 4.75

02 2 ½ in 63.5 10 No. 8 2.36

03 2 in 50.8 11 N0. 16 1.18

04 1 ½ in 37.5 12 No. 30 0.60

05 1 in 25 13 No. 50 0.30

06 ¾ in 19.1 14 No. 100 0.15

07 ½ in 12.5 15 No. 200 0.075

08 ⅜ in 9.5 16 Pan Pan

Ukuran Satu Set Saringan


Prosedur Pemeriksaan
Analisa Saringan
1. Benda uji dikeringkan dalam oven sampai
beratnya menjadi tetap
2. Saring benda uji dengan susunan
saringan
3. Susunan saringan diguncang dengan
mesin pengguncang selama 15 menit
Gambar Alat Uji Saringan dan Pengguncang
BERAT JENIS
(AASHTO T84-88 / T85-88)

Fungsi Alat Uji Berat Jenis


Untuk memeriksa dan menentukan berat jenis
agregat, meliputi :
- Berat Jenis Bulk.
- Berat Jenis Kering Permukaan Jenuh
(SSD=Satured Surface Dry).
- Berat Jenis Semu (Apparent).
- Penyerapan.
Kelengkapan Alat

Kelengkapan Alat Uji Berat Jenis Agregat Kasar

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Keranjang Kawat ukuran 3.35 mm atau 1
2.35 mm berkapasitas ± 5 kg
- Tempat Air / Ember 1
- Timbangan berkapasitas 5 kg dengan 1
ketelitian 0.01 % dari berat contoh
dilengkapi alat penggantung
- Oven berkapasitas ( 110 ± 5 )0 dilengkapi 1
dengan pengatur suhu
1
- Alat Pemisah Contoh
- Saringan No. 4 1
Kelengkapan Alat Uji Berat Jenis Agregat Halus

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Timbangan, kapasitas 1 kg (minimum) dengan 1
ketelitian 0.1 gram
- Piknometer, kapasitas 500 ml 1
- Kerucut Terpancung, diameter bagian atas (40 1
± 3) mm, diameter bagian bawah (90 ± 3) mm,
tinggi (75 ± 3) mm, terbuat dari logamdengan
tebal minimum 0.8 mm
- Batang Penumbuk, mempunyai bidang 1
penumbuk rata berat (340 ±15) gram dan
diameter permukaan penumbuk (25 ± 3) mm
- Oven, kapasitas (110 ± 5)0 C dilengkapi 1
pengatur suhu
- Saringan No. 4 1
Prosedur Pemeriksaan BJ Agregat Kasar

1. Cuci benda uji.


2. Keringkan benda uji dalam oven pada suhu 105 0 C
sampai berat tetap.
3. Dinginkan benda uji pada suhu kamar selama 1-3 jam,
kemudian timbang.
4. Rendam benda uji dalam air pada suhu kamar selama
24 ± 4 jam.
5. Keluarkan benda uji dari air, lap dengan kain penyerap,
untuk butiran besar pengeringan harus satu per satu.
6. Timbang benda uji kering-permukaan jenuh (Bj).
7. Letakkan benda uji dalam keranjang, goncangkan
batunya untuk mengeluarkan udara yang tersekap dan
tentukan beratnya di dalam air (Ba). Ukur suhu air untuk
penyesuaian perhitungan kepada suhu standar (250 C).
Gambar Alat Uji Berat Jenis Agregat Kasar
Prosedur Pemeriksaan BJ Agregat Halus

1. Keringkan benda uji dalam oven pada suhu


(110 ± 5)0C sampai berat tetap.
Dinginkan benda uji pada suhu kamar selama 1-3 jam,
kemudian timbang.
2. Buang air perendam hati-hati, jangan ada butiran yang
hilang. Tebarkan agregat diatas talam, keringkan
diudara panas dengan cara membalik-balikkan benda
uji. Lakukan pengeringan sampai tercapai keadaan
kering permukaan jenuh.
3. Periksa keadaan kering permukaan jenuh dengan
mengisikan benda uji ke dalam kerucut terpancung,
padatkan dengan batang penumbuk sebanyak 25 kali,
angkat kerucut terpancung. Keadaan kering-
permukaan jenuh tercapai bila benda uji runtuh akan
tetapi masih dalam keadaan tercetak.
4. Segera setelah tercapai keadaan kering-permukaan jenuh
masukkan 500 gram benda uji ke dalam piknometer.
Masukkan air suling sampai mencapai 90% isi piknometer,
putar sambil diguncang sampai tidak terlihat gelembung
udara didalamnya.
5. Rendam piknometer dalam air dan ukur suhu air untuk
penyesuaian perhitungan kepada suhu standar 250 C.
6. Tambahkan air sampai mencapai tanda batas.
7. Timbang Piknometer berisi air dan benda uji sampai
ketelitian 0,1 gram (Bt).
8. Keluarkan benda uji, keringkan dalam oven dengan suhu
(110 ± 5)0 C sampai berat tetap, kemudian dinginkan
benda uji dalam disikator.
9. Setelah benda uji dingin, kemudian timbanglah (Bk).
10. Tentukan berat piknometer berisi air penuh dan ukur suhu
air guna penyesuaian dengan suhu standar 250 C (B).
Gambar Alat Uji Berat Jenis Agregat Halus
KEAUSAN AGREGAT
(AASHTO T96-87)

Fungsi Alat Uji Keausan Agregat


(Mesin Los-Angeles):

Untuk memeriksa dan menentukan


ketahanan agregat kasar terhadap
keausan, yang dinyatakan dengan
perbandingan antara berat material aus
lewat saringan No. 12 terhadap berat
semula dalam persen.
Kelengkapan Alat
Jumlah
Rincian Alat
Minimum
 Mesin Los Angeles, terdiri dari : 1
- Silinder tertutup, diameter 71 cm (28 in) dan
panjang dalam 50 cm (20 in) memiliki lubang
untuk memasukkan benda uji dan berpenutup.
- Silinder bertumpu pada dua poros pendek dan
berputar pada poros mendatar.
- Bagian dalam silinder terdapat bilang baja
melintang penuh setinggi 8.9 cm (3.5 in).
 Saringan No. 12, No. 4, ⅜ in, ¾ in, 1 ½ in.
 Timbangan dengan ketelitian 5 gram. 1

 Bola-bola baja, diameter rata-rata 4,68 cm 1


(1 ⅞ in) berat masing-masing 390 – 445 gram. 12
 Oven, kapasitas panas (110 ± 5) 0 C.
1
Tabel Berat dan Gradasi Benda Uji Keausan Agregat

Ukuran Saringan Berat dan gradasi benda uji (gram)


Lewat Tertahan
A B C D E F G
(mm) (mm)
76.2 63.5 ……….. ……….. ……….. ……….. 2500 ……….. ………..
63.5 50.8 ……….. ……….. ……….. ……….. 2500 ……….. ………..
50.8 38.1 ……….. ……….. ……….. ……….. 5000 5000 ………..
38.1 25.4 1250 ……….. ……….. ……….. ……….. 5000 5000
25.4 19.05 1250 ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. 5000

19.05 12.7 1250 2500 ……….. ……….. ……….. ……….. ………..

12.7 9.51 1250 2500 ……….. ……….. ……….. ……….. ………..

9.51 6.35 ……….. ……….. 2500 ……….. ……….. ……….. ………..

6.35 4.75 ……….. ……….. 2500 ……….. ……….. ……….. ………..

4.75 2.36 ……….. ……….. ……….. 5000 ……….. ……….. ………..

Jumlah Bola 12 11 8 6 12 12 12
5000 4584 3330 2500 5000 5000 5000
BERAT BOLA (gram)
± 25 ± 25 ± 20 ± 15 ± 25 ± 25 ± 25
Prosedur Pemeriksaan Keausan Agregat –
Mesin Los Angeles

1. Benda Uji dan bola-bola baja dimasukkan dalam mesin


Los Angeles
2. Putar mesin dengan kecepatan 30 – 33 rpm, 500
putaran untuk GRADASI A, B, C, dan D; 1000 putaran
untuk Gradasi E, F, dan G.
3. Setelah selesai pemutaran, keluarkan benda uji dari
mesin kemudian saring dengan saringan no. 12.
Butiran yang tertahan di atasnya dicuci bersih,
selanjutnya dikeringkan dalam oven suhu (110 ± 5)0 C
sampai berat tetap.
Gambar Alat Uji Keausan Agregat -
Mesin Los Angeles
GUMPALAN LEMPUNG DAN BUTIRAN
YANG MUDAH HANCUR PADA AGREGAT
(AASHTO T112-87)

Fungsi Alat :
Untuk memeriksa dan menentukan
perkiraan jumlah gumpalan lempung
dan material yang mudah hancur pada
agregat alam.
Kelengkapan Alat
Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Timbangan (ketelitian 0.1 % dari berat 1
benda uji)
- Neraca, ketelitian 0,1 % dari berat benda uji.
- Oven, kapasitas (110 ± 5)0 C 1
dengan pengatur suhu.
- Saringan 1 ½ in, ¾ in, 3/8 in, no. 4 (masing- 1
masing)
- Talam dan Wadah (masing-masing) 2
Prosedur Pemeriksaan Gumpalan Lempung dan
Butiran yang Mudah Hancur pada Agregat

1. Timbang benda uji yang telah dikeringkan sampai berat tetap dan
tabor menjadi lapisan tipis pada dasar wadah. Rendam dalam air
selama 24 ± 4 jam. Setiap butiran yang bisa dihancurkan dengan
jari menjadi material halus yang bisa terbuang dengan
pengayakan basah harus digolongkan sebagai sebagai gumpalan
lempung atau material yang mudah hancur. Setelah semua
material seperti yang dimaksud diatas itu hancur, pisahkan
material yang mudah hancur itu dengan sisanya, dengan
mencucinya diatas saringan menurut tabel dibawah. Pengayakan
basah dilakukan dengan menyiramkan air diatas benda uji pada
saringan yang disyaratkan sambil ayakannya digoyangkan sampai
semua material yang lolos terbuang.
2. Butiran yang tertinggal harus diambil dari saringan dengan
hati-hati dan dikeringkan sampai beratnya konstan pada
suhu 1100 ± 5 0C (230 ± 90 F), kemudian dibiarkan
mendingin dan ditimbang sampai ketelitian yang
disyaratkan.
Tabel Ukuran Saringan untuk pencucian sesuai ukuran butiran
benda uji

Ukuran Saringan untuk


Ukuran Butiran
memisahkan Sisa Gumpalan
Benda Uji
Lempung & Butiran yg Hancur

Agregat Halus (tertahan pada


0.850 mm (No. 20)
saringan No. 1.18 mm atau No. 16)

4.75 – 9.5 mm
2.36 mm (No. 8)
(No. 4 – ⅜ in)
9.75 – 19 mm
4.75 mm (No. 4)
(⅜ in – 1 ½ in)
19.0 – 38.1 mm
4.75 mm (No. 4)
(¾ in – 1 ½ in)
Diatas 38.1 mm
4.25 mm (No. 4)
(1 ½ in)
MATERIAL
LOLOS SARINGAN NO. 200
(AASHTO T11-90)

Fungsi Alat :
Untuk memeriksa dan menentukan
jumlah material yang terdapat dalam
agregat lolos saringan No. 200 dengan
cara pencucian.
Kelengkapan Alat

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Saringan No. 16 dan No. 200 (masing-masing) 1
- Wadah Pencuci 2
- Oven, kapasitas (110 ± 5)0 C dilengkapi pengatur suhu 1
- Timbangan dengan ketelitian 0.1 % berat contoh 1
- Talam 2
Prosedur Pemeriksaan
Material Lolos Saringan No. 200

1. Masukkan benda uji kedalam wadah, dan diberi air pencuci


secukupnya sehingga benda uji terendam.
2. Guncang-guncangkan wadah dan tuangkan air cucian ke dalam
susunan saringan No. 16 dan No. 200. Pada waktu menuangkan
air cucian, usahakan agar bahan-bahan yang kasar tidak ikut
tertuang.
3. Masukkan air pencuci baru, dan ulanglah pekerjaan (b) sampai air
cucian menjadi jernih.
4. Semua bahan yang tertahan saringan No. 16 dan No. 200
kembalikan ke dalam wadah; kemudian masukkan seluruh bahan
tersebut kedalam talam yang telah diketahui beratnya (W2) dan
keringkan dalam oven, dengan suhu (110 ± 5)0 C sampai berat
tetap.
5. Setelah kering timbang dan catatlah beratnya (W3).

6. Hitunglah berat bahan kering tersebut (W4 = W3 + W2)


SAND EQUIVALENT
( TARA PASIR )

Fungsi Alat :
Untuk memeriksa dan menentukan
proporsi relative dari abu halus atau
material sejenis lempung dalam
agregat.
Kelengkapan Alat

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Tabung plastik berkala dan kelengkapannya (tutup 1
karet, pipet, telapak tangan pemberat, serta sipon
dengan kelengkapannya)
- Larutan kalsium klorida (liter) 4
- Corong (diameter mulut ± 4 in) 1
- Stopwatch 1
- Pengocok manual 1
- Saringan No. 4 1
- Oven, kapasitas (110 ± 5)0 C dilengkapi pengatur 1
suhu
- Takaran kapasitas (85 ± 5) ml, diameter 2 ¼ in 1
Prosedur Pemeriksaan
Sand Equivalent (Tara Pasir)

1. Alihkan 4 ± 0.1 in (101 ± 2.5 ml) larutan Kalisium Klorida untuk


pengujian ke dalam tabung plastik. Tuangkan benda uji kedalam
tabung dengan corong untuk menghindari tumpahan. Tepak dasar
tabung dengan telapak tangan beberapa kali untuk membuang
gelembung udara.
2. Biarkan benda uji yang dibasahi ini tanpa diganggu selama 10 ± 1
menit. Setelah itu sumbat tabung, lalu aduk material itu.
3. Setelah material memadat di dasar tabung, kocok tabung dengan
isinya dengan salah satu dari cara berikut :
 Metode Pengocok Mekanis (metode rujukan).
 Metode Pengocok Manual.
 Metode Tangan.
4. Setelah pengocokan, letakkan tabung tegak lurus di atas meja
kerja dan buka sumbatnya.
5. Cara melakukan irigasi (pengaliran), masukkan pipa irrigator
(pipet) ke dalam tabung dan bilas material yang ada di dinding
tabung, pada saat irrigator diturunkan
6. Biarkan tabung dan isinya selama 20 menit ± 15 detik tanpa
diganggu. Jalankan stopwatch tepat setelah irrigator dikeluarkan.
7. Setelah sedimentasi selama 20 menit, baca dan catat ketinggian
suspensi lempung.
Gambar Alat Uji Sand Equivalent
PENENTUAN MUTU AGREGAT
DENGAN SODIUM SULFAT
(AASHTO T106-86)

Fungsi Alat :
Untuk menentukan ketahanan agregat
terhadap kehancuran dgn menggunakan
sodium sulfat atau magnesium sulfat.
Kelengkapan Alat

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Satu set saringan 1
- Wadah untuk benda uji 1
- Larutan Sodium Sulfat (liter) 1
- Oven (110 ± 5)0 C 1
- Neraca dengan ketelitian 0.1% 1
- Gelas pengukur berat jenis 1
- Thermometer gelas kapasitas dengan ketelitian 1
0.10C
- Alat pencelup benda uji kedalam larutan 1
- Mangkok pengaduk stainless Ø 24 cm 1
- Sarung tangan karet (pasangan) 1
Prosedur Pemeriksaan
Penentuan Mutu Agregat dengan Sodium Sulfat

1. Masukkan benda uji ke dalam larutan sodium sulfur atau


magnesium sulfat selama selama tidak kurang dari 16 jam dan
tidak boleh lebih dari 18 jam.
2. Tutup wadah dan jaga temperature larutan antara
(20.3 – 21.9)0 C.
3. Setelah periode perendaman, ambil benda uji agregat, letakkan
dalam panggangan temperatur/oven pada suhu (110 ± 5)0 C
selama (15 ± 5) menit sampai berat menjadi tetap.
4. Timbangkan benda uji untuk menentukan kehilangan berat benda
uji terhadap benda semula.
Gambar Alat Uji Ketahanan Agregat dengan
Menggunakan Sodium Sulfat
ALAT UJI MUTU SEMEN
DAN BAJA TULANGAN

 Berat Jenis Semen


 Kehalusan Semen
 Konsistensi Normal
 Waktu Pengikatan Permulaan
 Kekuatan Tekan Mortar Semen
 Kekuatan Tarik Baja Tulangan
BERAT JENIS SEMEN
(AASHTO T-133-86)

Fungsi Alat :
Untuk menentukan berat jenis semen, yi
perbandingan antara berat isi kering
semen pada suhu kamar dengan berat
isi kering air suling pada 40 C yang isinya
sama dengan isi semen.
Kelengkapan Alat

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Botol Le Chatelier 1
- Kerosin bebas air atau naptha dengan berat jenis 1
62 API (American Petroleum Institute) dalam liter
- Bak air 1
Prosedur Pemeriksaan
Berat Jenis Semen

1. Setelah botol percobaan diisi dengan kerosin atau naptha sampai


batas skala 0 dan 1, masukkan botol ke dalam bak air bersuhu
tetap.
2. Tunggu sampai suhu air sama dengan suhu cairan dalam botol,
baca dan catat skala botol (V1).
3. Masukkan benda uji (semen) sedikit demi sedikit ke dalam botol
secara perlahan tanpa menempel pada dinding dalam botol di atas
cairan.
4. Putar botol dalam posisi miring secara perlahan-lahan sampai
gelombang udara tidak timbul lagi pada permukaan cairan.
5. Masukkan lagi botol kedalam bak air sampai suhu air sama dengan
suhu cairan dalam botol, baca dan catat skala botol (V2).
Gambar Botol Le Chatelier
KEHALUSAN SEMEN
(AASHTO T128 – 86)

Fungsi Alat :
Untuk menentukan kehalusan semen
yang merupakan faktor penting yang
dapat mempengaruhi kecepatan reaksi
antara partikel semen dengan air.
Kelengkapan Alat

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Saringan No. 100 1
- Saringan No. 200 1
- Neraca Analitik kapasitas 200 gram dengan 1
ketelitian 0.1% dari berat contoh
- Batu Timbangan (set lengkap) 1
- Kuat Halus 1
Prosedur Pemeriksaan
Kehalusan Semen

1. Letakkan saringan No. 100 di atas saringan No. 200 dan pan,
kemudian masukkan benda uji semen.

2. Goyangkan saringan secara perlahan selama ± 3 menit untuk


meloloskan partikel halus dari semen.

3. Tutup saringan dan lepaskan pan;

4. Bersihkan sisi bagian bawah saringan dengan kuas, kosongkan


dan bersihkan pan.

5. Timbang benda tertahan diatas masing-masing saringan.


KONSISTENSI NORMAL
(AASHTO T129 – 88)

Fungsi Alat :
Untuk menentukan konsistensi normal
semen yaitu suatu kondisi standar yang
menunjukkan kebasahan semen.
Kelengkapan Alat

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Neraca dengan ketelitian 0.1% dari berat contoh 1
- Batu timbangan (set lengkap) 1
- Gelas Ukur, kapasitas 200 ml, ketelitian 1 ml 1
- Kelengkapan alat vicat (set) 1
- Stop Watch 1
- Sendok perata 1
- Alat pengaduk 1
- Air suling (cm3) 300
Prosedur Pemeriksaan
Konsistensi Normal

1. Masukkan air suling can contoh benda uji ke dalam alat pengaduk.
2. Jalankan mesin pengaduk dengan kecepatan (140 ± 5) rpm
selama 1 menit.
3. Hentikan mesin pengaduk dan bersihkan pasta yang menempel
dipinggir mangkok dan kemudian jalankan lagi mesin pengaduk
dengan kecepatan (285 ± 10) rpm selama 1 menit.
4. Buatlah pasta berbentuk bola dengan tangan dan tekan kedalam
cincin konik sampai penuh.
5. Ratakan pasta yang berlebihan dengan sendok perata dalam posisi
miring terhadap permukaan cincin.
6. Letakkan plat kaca pada lobang besar cincin konik, balikkan
ratakan dan licinkan kelebihan pasta pada lobang kecil cincin
konik.
7. Letakkan cincin konik dibawah jarum besar vicat dan kontakkan
jarum dengan bagian permukaan pasta.

8. Jatuhkan jarum dan catat penurunan yang berlangsung selama 30


detik.
Gambar Alat Pengaduk
WAKTU PENGIKATAN PERMULAAN
(AASHTO T131 – 85)

Fungsi Alat :
Untuk menentukan waktu pengikatan
permulaan semen.
Kelengkapan Alat

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Neraca, dengan ketelitian 0.1% dari berat contoh 1
- Gelas ukur, kapasitas 200 ml, ketelitian 1 ml 1
- Kelengkapan alat vicat dan cincin konik (set) 1
- Stop Watch 1
- Termometer beton 1
- Sendok perata 1
- Alat pengaduk 1
- Air suling (cm3) 300
Prosedur Pemeriksaan
Waktu Pengikatan Permulaan

1. Masukkan air suling sesuai ukuran kedalam mangkok alat


pengaduk, tambahkan benda uji dan diamkan selama 1 menit.
2. Jalankan mesin pengaduk dengan kecepatan (140 ± 5) rpm
selama 1 menit.
3. Hentikan mesin pengaduk dan bersihkan pasta yang menempel di
pinggir mangkok dan kemudian jalankan lagi mesin pengaduk
dengan kecepatan (285 ± 10) rpm selama 1 menit.
4. Buatlah pasta berbentuk bola dengan tangan dan tekan kedalam
cincin konik sampai penuh.
5. Ratakan pasta yang berlebihan dengan sendok perata dalam posisi
miring terhadap permukaan cincin.
6. Letakkan plat kaca pada lobang besar cincin konik, ratakan dan
licinkan kelebihan pasta pada lobang kecil.
7. Taruh termotemer beton di atas cincin dan simpan dalam moist
cabinet selama 1 menit dan baca thermometer udara dan
thermometer beton.
8. Keluarkan cincin konik dari moist cabinet dan lepaskan
thermometer beton kemudian letakkan cincin konik di bawah
jarum kecil vicat dan kontakkan jarum dengan bagian tengah
permukaan pasta.
9. Jatuhkan jarum selama 15 menit sampai mencapai penurunan
dibawah 25 mm. setiap menjatuhkan jarum catatlah penurunan
yang berlangsung selama 1 menit. Jarak antara titik-titik setiap
menjatuhkan jarum adalah ½ cm dan jarak titik dari pinggir cincin
konik tidak boleh kurang dari dari 1 cm.
KEKUATAN TEKAN MORTAR SEMEN
(AASHTO T106 – 90)

Fungsi Alat :
Untuk menentukan kekuatan tekan
mortar semen dengan contoh benda uji
berbentuk kubus 5 x 5 x 5 cm.
Kelengkapan Alat

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Neraca, kapasitas 200 gr dengan ketelitian 0.1 % 1
dari berat contoh
- Gelas Ukur, ketelitian 2 ml 1
- Alat Pengaduk (mangkok) 1
- Stop Watch 1
- Sendok Perata 1
- Pengukur leleh 1
- Meja Leleh 1
- Mesin Tekan, dengan ketelitian 1% 1
- Air Suling (cm3) 500
- Pasir Ottawa (gram) 2000
Prosedur Pemeriksaan
Kekuatan Tekan Mortar Semen

1. Masukkan air suling dan semen sesuai ukuran percobaan kedalam


mangkok pengaduk.
2. Jalankan mesin pengaduk pada kecepatan (145 ± 5) rpm
selama 1 menit.
3. Sambil pengaduk berputar, masukkan pasir Ottawa sebanyak
1375 gram secara perlahan.
4. Hentikan mesin pengaduk dan naikkan kecepatan putaran menjadi
(285 ± 10) rpm selama 1 menit.
5. Lakukan percobaan leleh dengan mengisikan mortar kedalam
cincin yang terletak diatas meja leleh, cincin diisi dalam 2 lapis
dimana setiap lapis dipadatkan dengan menumbuk sebanyak
20 kali. Ratakan permukaan-permukaan mortar dengan sendok
perata, angkatlah cincin dan getarkan meja leleh sebanyak 25 kali
selama 15 menit.
6. Ukur diameter leleh pada 4 tempat dan ambil harga rata-rata.
7. Ambil mortar yang diameter lelehnya memenuhi syarat dan
masukkan kedalam mangkok dan diaduk dengan kecepatan
pengaduk (285 ± 10) rpm selama 30 detik.
8. Setelah selesai pengadukan, cetaklah mortar dalam
kubus 5 x 5 x 5 cm, cetakan diisi dalam 2 lapis dimana tiap lapis
dipadatkan dengan menumbuk sebanyak 32 kali dalam 4 putaran
(gambar Skematis Pemadatan Mortar Semen). Waktu mencetak
tidak boleh lebih dari 2 menit.
9. Ratakan permukaan mortar dengan sendok perata kemudian
disimpan diatas “moist cabinet” selama 24 jam.
10. Cetakan dibuka dan rendam mortar dalam air bersih kemudian
lakukan uji kuat tekan untuk umur 3 hari, 7 hari dan 28 hari.
(a) Putaran 1 dan 3 (b) Putaran 2 dan 4

Gambar Skematis Urutan


Pemadatan Mortar

Gambar Meja Leleh


KEKUATAN TARIK BAJA TULANGAN

Fungsi Alat :
Untuk menentukan kekuatan tarik baja
tulangan yaitu gaya tarik tiap satuan
luas penampang yang menyebabkan
baja tulangan menjadi putus.
Kelengkapan Alat

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Mesin Uji Tarik, dengan kecepatan naiknya tegangan 1
tidak lebih dari 1 kg/mm2 tiap detik dan ketelitian
1
pembacaan 1/10 beban maksimum
1
- Alat Ukur Geser (schnifmaat)
1
- Alat Pemotong Baja
1
- Alat Penggores batang percobaan
- Mesin bubut
Prosedur Pemeriksaan
Kekuatan Tarik Baja Tulangan

1. Benda uji baja tulangan dipersiapkan menurut ukuran pengujian.


2. Jepit kedua ujung benda pada pegangan pada alat penjepit mesin
uji tarik.
3. Tarik benda uji dengan kecepatan tarik 1 kg/mm2 tiap detik dan
amatilah kenaikan beban dan kenaikan panjang yang terjadi
sampai benda uji terputus.
ALAT UJI MUTU AIR

 Ph Air
 Bahan Padat dalam Air
 Bahan Tersuspensi dalam Air
 Bahan Organik dalam Air
 Minyak dalam Air
 Ion Sulfat dalam Air
 Ion Chlor dalam Air
PH AIR

Fungsi Alat :
Untuk menentukan pH air secara kasar.
Kelengkapan Alat
Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Gelas Ukur kapasitas 25 ml 1
- Bejana Gelas, kapasitas 50 ml 1
- Kertas pH Universil (lembar0 10
Prosedur Pemeriksaan pH AIR

1. Masukkan benda uji kedalam bejana gelas 500 ml.


2. Ambillah kertas pH sepanjang ± 1 cm, celupkan sebagian kedalam
benda uji dan lihatlah perubahan warna kertas pH.
3. Bandingkan kertas pH tersebut dengan warna kertas pH
bermacam-macam keasaman dan kebasaan yang terdapat dalam
pembungkus yang bersangkutan.
BAHAN PADAT DALAM AIR

Fungsi Alat :
Untuk menentukan kadar bahan padat
mineral atau garam mineral didalam air.
Kelengkapan Alat

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Gelas Ukur kapasitas 100 ml 1
- Corong, diameter 10 cm 1
- Kertas Saring (lembar) 10
- Cawan penguap, kapasitas 100 ml 1
- Oven, kapasitas (100 ± 5)0 dengan pengatur suhu 1
- Neraca Analitik, kapasitas 200 gram dengan 1
ketelitian 0.1 % dari berat contoh
- Desikator 1
Prosedur Pemeriksaan
Bahan Padat Dalam AIR

1. Masukkan benda uji kedalam cawan penguap kemudian uapkan


diatas penangas air.
2. Lanjutkan pengeringan dalam oven dengan suhu (110 ± 5)0 C
selama 1 jam.
3. Dinginkan residu bersama cawan penguap dalam desikator.
4. Timbang dan tentukan berat residu.
BAHAN TERSUSPENSI

Fungsi Alat :
Untuk menentukan kadar bahan-bahan
yang tersuspensi dalam air.
Kelengkapan Alat

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Gelas Ukur kapasitas 2000 ml 1
- Corong, diameter 10 cm 1
- Oven, kapasitas (100 ± 5)0 C dengan pengatur suhu 1
- Botol Timbang, kapasitas 30 ml 1
- Botol Semprot, kapasitas 500 ml 1
- Neraca Analitik, kapasitas 200 gram dengan 1
ketelitian 0.1 % dari berat contoh
- Kertas Saring (lember) 10
- Desikator 1
Prosedur Pemeriksaan
Bahan Tersuspensi

1. Saring benda uji dengan kertas saring.


2. Cuci residu yang tertinggal diatas kertas saring dengan air suling.
3. Keringkan residu bersama kertas saring dalam oven pada suhu
(110 ± 5)0 C
4. Letakkan residu bersama kertas saring dalam botol timbang dan
dinginkan dalam desikator.
5. Kemudian timbang dan tentukan berat residu.
BAHAN ORGANIK

Fungsi Alat :
Untuk menentukan kadar bahan organik
dalam air.
Kelengkapan Alat

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Gelas Ukur kapasitas 100 ml 1
- Cawan Penguap (platina) kapasitas 100 ml 1
- Oven, kapasitas (100 ± 5)0 C dengan pengatur suhu 1
- Neraca Analitik, kapasitas 200 gram 1
- Eisher / Burner 1
- Kaki Tiga 1
- Kasa 1
- Segitiga Porselin 1
- Desikator 1
Prosedur Pemeriksaan
Bahan Organik

1. Masukkan benda uji kedalam cawan penguap platina.


2. Kemudian uapkan diatas penangas air, dan lanjutkan pengeringan
dalam oven bersuhu (110 ± 5)0 C selama 1 jam.
3. Dinginkan residu dalam desikator, timbang residu bersama cawan
dan tentukan berat residu.
4. Pijarkan residu kemudian dinginkan dalam desikator.
5. Timbanglah residu bersama cawan dan tentukan berat residu.
MINYAK DALAM AIR

Fungsi Alat :
Untuk menentukan kadar bahan organik
dalam air.
Kelengkapan Alat

Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Corong Pemisah, kapasitas 1000 ml 1
- Gelas Ukur, kapasitas 500 ml 1
- Cawan Penguap, kapasitas 50 ml 1
- Neraca Analitik, kapasitas 200 gram ketelitian 0.1% 1
dari berat contoh
- Ether (pelarut – liter) 5
Prosedur Pemeriksaan
Minyak Dalam Air

1. Masukkan benda uji kedalam corong pemisah 1000 ml dan


tambahkan 25 ml ether kemudian goncangkan kuat-kuat selama
15 menit.
2. Pisahkan ether yang mengandung minyak dan masukkan kedalam
cawan penguap.
3. Uapkan pelarut dengan cara pemanasan perlahan-lahan.
4. Timbang residu bersama cawan, kemudian tentukan berat residu.
ION SULFAT DALAM AIR

Fungsi Alat :
Untuk menentukan kadar ion sulfat
(SO4) dalam air.
Kelengkapan Alat
Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Bejana Gelas, kapasitas 250 ml 1
- Cawan Penguap Platina, kapasitas 30 ml 1
- Corong Diameter 10 cm 1
- Botol Semprot, kapasitas 500 ml 1
- Neraca Analitik, kapasitas 200 gr dengan detelindo 1
0.1% berat contoh
- Desikator 1
- Batang Pengaduk 1
- Kertas Saring Abu (lembar) 20
- Kaki Tiga 1
- Kasa 1
- Segitiga Porselin 1
- Fisher 1
- Tang 1
Prosedur Pemeriksaan
Ion Sulfat Dalam Air

1. Masukkan benda uji kedalam bejana gelas 250 ml.


2. Asamkan benda uji dengan menambahkan larutan HCl pekat.
3. Kemudian tambahkan 5 cm3 NH4Cl 10%.
4. Didihkan, bila terjadi kekeruhan, larutan disaring dan residu dicuci
4-5 kali dengan air mendidih.
5. Panaskan filtrate sampai mendidih.
6. Tambahkan setetes demi setetes BaCl 10% sampai sedikit
berlebihan.
7. Biarkan larutan dalam keadaan mendidih kira-kira 10 menit sambil
diaduk sampai endapan BaSO4 mengendap sempurna.
8. Dinginkan, kemudian saring dan cuci endapan BaSO4 sampai bebas
chlor (diuji dengan AgNO3) kemudian keringkan.

9. Pijarkan kertas saring bersama endapan BaSO4 didalam cawan


penguap.

10. Kemudian timbanglah dan tentukan berat BaSO4.


ION CHLOR DALAM AIR

Fungsi Alat :
Untuk menentukan kadar ion chlor (Cl) dalam air.

Kelengkapan Alat
Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Baret, kapasitas 25 ml 1
- Statif dan Klem (lengkap) 1
- Erlenmeyer, kapasitas 300 ml 1
- Gelas Ukur, kapasitas 1000 ml 1
Prosedur Pemeriksaan
Ion Sulfat Dalam Air

1. Masukkan benda uji kedalam Erlenmeyer 300 ml.


2. Bila benda bersifat asam, maka larutkan dengan larutan NaCH
sebanyak 100 mg/lt.
3. Tambahkan 1 cm3 K2CrO4 10% sebagai indikator.
4. Kemudian titrasilah benda uji dengan larutan AgNO3, O, 1 N
ALAT UJI MUTU
PENGERJAAN DAN HASIL PEKERJAAN

 Slump Beton
 Berat Isi Beton dan Banyaknya Beton per
Sak Semen
 Kekuatan Tekan Beton yang Merusak
 Kekuatan Tekan Beton Tidak Merusak
ION SLUMP BETON
(AASHTO T119 – 82)

Fungsi Alat :
Untuk mengukur konsistensi atau
kekentalan campuran beton segar.
Kelengkapan Alat
Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Cetakan logam kerucut terpancung dengan 1
diameter bagian bawah/dasar 203 mm, bagian atas
102 mm dan tinggi 305 mm
- Tongkat Logam Pemadat Ø 16 mm dan panjang 600 1
mm dengan ujung yang dibulatkan
- Plat Logam, kokoh, rata dan kedap air 1
- Sendok Logam Cekung dan kedap air 1
- Mistar Ukur 1
Prosedur Pemeriksaan
Slump Beton

1. Basahi cetakan dan pelat dengan kain basah.


2. Letakkan cetakan diatas pelat yang kokoh.
3. Isi cetakan dengan beton segar kira-kira 1/3 cetakan dan
padatkan dengan tongkat pemadat sebanyak 25 tusukan.
4. Tambahkan lagi beton segar kira-kira 1/3 menjadi 2/3 cetakan
kemudian padatkan dengan tongkat pemadat sebanyak 25
tusukan menyentuh permukaan lapis pertama.
5. Tambahkan lagi beton segar sampai cetakan menjadi penuh dan
padatkan dengan tongkat pemadat sebanyak 25 tusukan sampai
menyentuh permukaan lapis kedua.
6. Ratakan benda uji dengan tongkat dan singkirkan kelebihan beton
segar yang terjatuh disekitar cetakan.
7. Cetakan diangkat secara perlahan tegak lurus keatas.
8. Balikkan cetakan dan letakkan secara perlahan disamping
benda uji.
9. Ukur slump yang terjadi dengan menentukan perbedaan
tinggi rata-rata benda uji sebagai yang disebut slump beton.
Slump Test
BETON ISI BETON DAN BANYAKNYA
BETON PER SAK SEMEN

Fungsi Alat :
Untuk menentukan berat isi beton dan
banyaknya beton per sak semen.
Kelengkapan Alat
Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Timbangan, ketelitian 0.3 % dari berat contoh 1
- Tongkat Pemadat Ø 16 mm, panjang 60 cm dari baja 1
bulat dan ujungnya dibulatkan
- Alat Perata 1
- Takaran dengan kapasitas dan penggunaan sebagai
berikut :
- Kapasitas 6 lt (agregat kasar 25 mm) 1
- Kapasitas 10 lt (agregat kasar 37.5 mm) 1
- Kapasitas 14 lt (agregat kasar 50 mm) 1
- Kapasitas 28 lt (agregat kasar 75 mm) 1
Prosedur Pemeriksaan
Berat Isi Beton dan Banyaknya Beton
per sak Semen

1. Takaran diisi benda uji dalam 3 lapis dimana tiap-tiap lapis


dipadatkan dengan tongkat pemadat sebanyak 25 kali tusukan.
2. Pemadatan lapis pertama, tongkat tidak boleh menyentuh dasar
takaran sedangkan lapisan kedua dan ketiga tongkat boleh masuk
sampai kira-kira 2.5 cm dibawah lapisan sebelumnya.
3. Setelah selesai pemadatan lapisan ketiga, ketuklan isi takaran
secara perlahan sampai tidak tampak gelembung-gelembung
udara pada permukaan serta rongga-rongga bekas tusukan.
4. Ratakan permukaan benda uji dan tentukan beratnya.
KEKUATAN TEKAN BETON
YANG MERUSAK
(AASHTO T22 - 90)

Fungsi Alat :
Untuk menentukan kekuatan tekan
beton berbentuk silinder yang dibuat
dan dimatangkan (curing)
dilaboratorium.
Kelengkapan Alat
Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Cetakan Silinder, Ø 15 cm setinggi 30 cm 1
- Tongkat Pemadat, Ø 16 mm & panjang 60 cm 1
- Bak Pengaduk beton kedap air (mesin pengaduk) 1
- Timbangan, ketelitian 0.3 % berat contoh 1
- Mesin Tekan, kapasitas sesuai spesifikasi 1
- Kelengkapan alat pelapis-capping (set) 1
- Ember, Sekop, Sendok Perata dan Talam (masing- 1
masing)
- Alat Pemeriksaan Slump (lengkap) 1
- Alat Pemeriksaan Isi Beton (lengkap) 1
Prosedur Pemeriksaan
Kekuatan Tekan Beton yang Merusak

1. Siapkan benda uji sesuai prosedur.


2. Letakkan benda uji pada mesin tekan secara sentris.
3. Jalankan mesin tekan dengan penambahan beban yang konstan
berkisar antara 2 - 4 kg/cm2 per detik.
4. Tambahkan pembebanan sampai benda uji menjadi hancur dan
catatlah pembebanan maksimum yang terjadi.
5. Gambar bentuk pecah dan catat keadaan benda uji.
Mesin Kuat Tekan Beton
KEKUATAN TEKAN BETON
TANPA MERUSAK
Fungsi Alat :

Untuk menentukan kekuatan tekan beton terpasang


dilapangan tanpa merusak konstruksi beton tersebut.

Kelengkapan Alat
Jumlah
Rincian Alat
Minimum
- Hammer Test type N 1
- Anvil 1
- Kuas Halus 1
- Kain Pembersih (lembar) 1
Prosedur Pemeriksaan
Kekuatan Tekan Beton Tanpa Merusak

1. Pengisap tumbukan bersama batang pengarah palu dan piring


pengarah dalam keadaan terkunci dengan menggunakan tombol
penekan.
2. Kemudian pengisap tumbukan ditekan pada permukaan beton
yang di uji sampai masuk kedalam selubung mesing pada posisi
yang dikehendaki (selalu tegak lurus pada permukaan beton yang
sekalipun dalam posisi miring).
3. Hammer dilepas dengan menekan tombol yang menimbulkan efek
pantulan, massa hammer yang ditunjukkan pada skala oleh jarum
penggeser yang terpasang pada batang pengarah.
4. Harga pantulan terbaca dalam persen dan akan dihitung /
dikonversikan menjadi beban per satuan luas.
Alat Uji Hammer Type N
PEMELIHARAAN ALAT UJI

 Tujuan
 Pemeliharaan Rutin
 Pemeliharaan Berkala
PEMELIHARAAN ALAT UJI
Manajemen pemeliharaan alat adalah suatu usaha
atau tindakan yang harus dilakukan untuk merancang,
mengorganisasikan kontrol terhadap peralatan
laboratorium secara teratur dan konsisten agar tetap
dalam kondisi siap operasional dengan biaya serendah
mungkin.
Perbandingan Beban Pekerjaan yang harus dilakukan
terhadap Pemeliharaan dan Perbaikan alat :

PEMELIHARAAN PERBAIKAN

a. Teknik Sederhana a. Teknik Rumit


b. Peralatan Sederhana b. Peralatan Mahal
c. Waktu Yang Dibutuhkan Sedikit c. Waktu Yang Dibutuhkan Banyak
d. Biaya Yang Dibutuhkan Sedikit d. Biaya Mahal
e. Resiko Perbaikan Rendah e. Resiko Tinggi.
TUJUAN PEMELIHARAAN ALAT UJI:
 Untuk melindungi alat uji serta mengurangi
percepatan kerusakan sehingga mempertahankan
umur peralatan.
 Untuk mengurangi biaya perbaikan terhadap
kerusakan yang terjadi karena kelalaian
pemeliharaan.
 Untuk menjaga alat uji dalam kondisi baik dan siap
operasional pada setiap waktu bila diperlukan.
 Efisiensi kerja alat, yaitu produktivitas standar dari
alat uji dalam kondisi ideal.
PEMELIHARAAN RUTIN
Pemeliharaan Rutin adalah pemeliharaan yang tidak
terjadwal dengan biaya yang dikategorikan sebagai
pengeluaran-pengeluaran kecil.
Pekerjaan yang harus dilakukan dalam pemeliharaan rutin alat uji antara
lain sebagai berikut :
• Membersihkan alat uji setelah selesai dioperasikan.
• Alat uji dioperasikan sesuai prosedur.
• Memeriksa kedudukan alat pada posisi yang tepat dan benar.
• Memeriksa sumber energi (listrik) dan minyak hydraulic untuk alat yang
menggunakannya.
• Memeriksa baut-baut penguatan alat, kalau-kalau ada yang lepas atau
kendur atau kerusakan kecil pada bagian lain yang harus diperbaiki
(jangan tunggu sampai rusak).
• Alat uji dan ruangan laboratorium harus tetap bersih (bebas debu) baik
dalam keadaan aktif maupun tidak aktif dari kegiatan.
PEMELIHARAAN BERKALA
Pemeliharaan Berkala adalah pemeliharaan yang
terjadwal sesuai standar spesifikasi yang ditetapkan oleh
pabrik yang memproduksi alat tersebut.

Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan berkala :


• Lakukan pemeriksaan berkala sesuai petunjuk buku operasioanl.
• Ketepatan waktu dalam pelaksanaan pemeriksaan berkala (buat tabel
jadwal dan check list).
• Sebelum menggunakan alat uji, lakukan pemeriksaan kalibrasi alat uji.
TERIMA KASIH