Anda di halaman 1dari 16

Manajemen Biaya Strategis

Kelompok 7

Adhitya Hadhi Pratama


Agus Prasetya
M. Yogi Nugraha
MANAJEMEN BIAYA STRATEGIS
KONSEP DASAR
Pengambilan keputusan mempengaruhi posisi
kompetitif jangka panjang suatu perusahaan yang harus
secara eksplisit mempertimbangkan elemen strategis
suatu keputusan. Elemen strategis terpenting bagi
perusahaan adalah pertumbuhan dan kelangsungan
hidup jangka panjangnya

Manajemen biaya strategis adalah penggunaan data


biaya untuk mengembangkan dan mengidentifikasi
strategi unggulan yang akan menghasilkan keunggulan
kompetitif yang berkelanjutan.
MANAJEMEN BIAYA STRATEGIS
KONSEP DASAR
Posisi Strategis : Kunci Menciptakan Dan Mempertahankan
Keunggulan Kompetitif

1.Kepemimpinan Biaya : Tujuan dari


1.Diferensiasi produk: Sebuah
strategi kepemimpinan biaya adalah
keunggulan kompetitif dibuat
memberikan nilai yang sama atau
dengan memberikan sesuatu
lebih baik kepada pelanggan dengan
kepada pelanggan yang tidak
biaya lebih rendah daripada yang
disediakan oleh pesaing
ditawarkan oleh pesaing

1.Fokus : Strategi fokus adalah


memilih atau menekankan segmen
pasar atau pelanggan untuk bersaing
MANAJEMEN BIAYA STRATEGIS
KONSEP DASAR
Kerangka, Hubungan dan Rantai Nilai
Dasar untuk kerangka rantai nilai adalah pengakuan bahwa ada
hubungan kompleks dan keterkaitan antar aktivitas baik di dalam
maupun di luar perusahaan

1. Hubungan
Internal 2. Hubungan
Eksternal
MANAJEMEN BIAYA STRATEGIS
KONSEP DASAR
Aktivitas Organisasi Dan Cost Drivers
Pendorong Biaya Struktural

Kegiatan struktural Pendorong biaya struktural


1. Membangun pabrik sentralisasi 1. Jumlah pabrik, skala, tingkat
2. Menyusun struktur manajemen 2. Gaya dan filosofi manajemen
3. Pengelompokan karyawan 3. Jumlah dan jenis unit kerja
4. Kompleksitas 4. Jumlah lini produk, jumlah proses
yang unik, jumlah bagian yang unik
5. Integrasi vertical 5. Membeli daya, menjual daya
6. Menyeleksi dan menggunakan 6. Jenis proses teknologi
teknologi proses
MANAJEMEN BIAYA STRATEGIS
KONSEP DASAR
Aktivitas Organisasi Dan Cost Drivers
Pendorong Biaya Prosedural

Kegiatan Prosedural Pendorong biaya prosedural


1. Menggunakan karyawan 1. Tingkat keterlibatan
2. Memberikan mutu 2. Pendekatan manajemen mutu
3. Menyediakan tata letak pabrik 3. Efisiensi tata letak pabrik
4. Merancang dan memproduksi produk 4. Konfigurasi produk
5. Menyediakan kapasitas 5. Utilitas kapasitas
MANAJEMEN BIAYA STRATEGIS
KONSEP DASAR
Kegiatan Operasional Dan Drivers
Kegiatan operasional adalah aktivitas sehari-hari yang dilakukan
sebagai hasil struktur dan proses yang dipilih oleh organisasi.
Penggerak biaya operasional (activity driver) adalah faktor-faktor yang
mendorong biaya kegiatan operasional.
Kegiatan operasional dan organisasi dan penggerak asosiasi mereka sangat saling
terkait. Gambaran 11-4 mengilustrasikan sifat melingkar dari hubungan ini
ANALISIS RANTAI NILAI
Analisis rantai nilai mengidentifikasi dan memanfaatkan
hubungan internal dan eksternal dengan tujuan untuk
memperkuat posisi strategis perusahaan.

1. Mengeksploitasi Kaitan Internal


Manajemen biaya strategis yang baik mengamanatkan pertimbangan dari bagian
rantai nilai di mana perusahaan berpartisipasi (disebut rantai nilai internal). Bagan
11-5 meninjau aktivitas rantai nilai internal untuk sebuah organisasi.
ANALISIS RANTAI NILAI

2. Mengeksploitasi Hubungan Dengan Pemasok


Memanfaatkan hubungan eksternal berarti mengelola keterkaitan ini sehingga
kedua perusahaan dan pihak luar menerima peningkatan keuntungan.

3. Mengeksploitasi Hubungan Dengan Pelanggan


Pelanggan juga dapat memiliki pengaruh signifikan terhadap posisi strategis
perusahaan.
SIKLUS HIDUP MANAJEMEN BIAYA
Siklus Hidup Manajemen Biaya adalah pendekatan terkait yang membangun
kerangka konseptual yang memfasilitasi kemampuan manajemen untuk
memanfaatkan hubungan internal dan eksternal.

Sudut
pandang
pemasaran

1. Sudut
Pandang
Siklus Hidup
Produk
Sudut Sudut
pandang pandang
konsumen produksi
SIKLUS HIDUP MANAJEMEN BIAYA

2. Sudut
Peningkatan
pendapatan Pandang Pengurangan
Interaktif Biaya

3. Peran Target Costing


Target costing menjadi alat yang sangat berguna
untuk menetapkan tujuan pengurangan biaya
selama tahap perancangan. Biaya target adalah
selisih antara harga jual yang dibutuhkan untuk
menangkap pangsa pasar yang telah ditentukan
dan keuntungan per unit yang diinginkan.
MANUFAKTUR DAN PEMBELIAN
JUST-IN-TIME (JIT)
Tujuan pembuatan JIT adalah untuk menghilangkan limbah dengan hanya
memproduksi produk jika dibutuhkan dan hanya pada kueri yang diminta oleh
pelanggan.

Efek Persediaan: Secara khusus, produksi terkait dengan


permintaan pelanggan. Pembelian J I T mengharuskan
pemasok mengirimkan komponen dan bahan tepat pada
waktunya untuk digunakan dalam produksi

Tata Letak Pabrik: JIT mengganti tata letak pabrik


tradisional dengan pola sel pemanufakturan.

Pengelompokan Karyawan: Perbedaan struktural utama lainya


antara J I T dan organisasi tradisional berhubungan dengan
karyawan yang dikelompokan. Seperti yang baru disebutkan, tiap
sel membutuhkan akses mudah dan cepat kejasa pendukung
MANUFAKTUR DAN PEMBELIAN
JUST-IN-TIME (JIT)

Empowerment Employee: Perbedaan prosedural


utama antara lingkungan tradisional dan JIT adalah
derajat partisipasi yang melibatkan pekerja pada
manajemen organisasi.

Jumlah Pengendalian Kualitas: JIT tentu saja


membawa penekanan yang lebih kuat pada
pengelolaan kualitas.
JIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP
SISTEM MANAJEMEN BIAYA
Berbagai perubahan dalam kegiatan struktural dan prosedural yang telah kami jelaskan
untuk sistem JIT juga mengubah praktik pengelolaan biaya tradisional. Secara umum,
perubahan organisasi mensimulasikan sistem akuntansi manajemen biaya dan sekaligus
meningkatkan keakuratan informasi biaya yang dihasilkan.
JIT Tradisional
1. Sistem tarik 1. Sistem tekan
2. Persediaan dalam jumlah kecil 2. Persediaan dalam jumlah besar
3. Basis pemasok kecil 3. Basis pemasok besar
4. Kontrak pemasok jangka panjang 4. Kontrak pemasok jangka pendek
5. Struktur selular 5. Struktur departemen
6. Tenaga kerja keahlian ganda 6. Tenaga kerja terspesialisasi
7. Jasa terdesentralisasi 7. Jasa terpusat
8. Keterlibatan karyawan tinggi 8. Keterlibatan karyawan rendah
9. Gaya manajemen pemfasilitasi 9. Gaya manajemen pengawasan
10. Manajemen mutu terpadu 10.Tingkat mutu yang dapat
diterima
11. Pasar pembeli 11.Pasar penjual
12. Fokus rantai-nilai 12.Fokus nilai tambah
JIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP
SISTEM MANAJEMEN BIAYA

• Traceability Biaya Overhead


1

• Biaya Produksi
2

•Pengaruh JIT Terhadap Sistem Proses


3 Pekerjaan

• Backflush Costing
4