Anda di halaman 1dari 119

Modul Pelatihan KHA

Konvensi Hak Anak


percepatan
Kabupaten/Kota Layak Anak
Pengantar
• Konvensi Hak Anak (KHA)  instrumen
internasional yang diratifikasi oleh Indonesia
pada tahun 1990.
• Delapan klaster KHA – antara lain: Hak Sipil dan
Kebebasan; Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan
Alternatif; Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan;
Pendidikan; Waktu Luang, Budaya, dan Rekreasi;
dan Perlindungan Khusus.
• Konvensi  harus didesiminasikan dan
dipublikasikan ke publik, antara lain ke aparatur
negara (Ps.42).
Tujuan
Memberikan pengetahuan
tentang Kerangka Kerja
Hak Asasi Manusia dan Memberikan panduan
Hak anak menjadi fokus
latar belakang lahirnya tentang pemograman hak
organisasi.
kesepakatan internasional anak dan siklus program.
mengenai Hak Asasi
Manusia.

Memberikan pengetahuan
tentang sejarah, substansi, Mengetahui informasi
Mengubah prinsip ham
prinsip, dan komentar tentang kabupaten/kota
dan kha ke praktik.
umum serta klaster layak anak.
Konvensi Hak Anak.

Memberikan panduan
Memberikan informasi dan
lebih lanjut tentang
pengetahuan tentang
program berbasis hak
perkembangan anak.
anak.
Alokasi Waktu Pelatihan
Presentasi dan Diskusi
Pengantar Sesi
Tanya Jawab Kelompok dibagi
dan Curah
Induk HAM, dalam 5
Pendapat
Protokol dan kelompok
(30’)
Klaster VI-VIII (90’)
(45’)

Refleksi dan Presentasi Kelompok


Rangkuman (Pleno)
(30’) (120’)

Membahas tentang:
Hari Kesatu • Kerangka Kerja Hak Asasi Manusia dan Hubungannya dengan
Total 45x7 = 315 menit: Konvensi Hak Anak dan Konvensi lainnya;
• 20 menit Pengantar sesi dan curah pendapat • Konvensi Hak Anak dan Sejarahnya;
• 45 menit Presentasi dan Tanya Jawab • Klaster:
• 90 menit Diskusi Kelompok  Hak Sipil dan Kebebasan;
• 150 menit Presentasi Kelompok (pleno): masing-  Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif;
 Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan;
masing kelompok diberi waktu 30 menit untuk  Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, Budaya, dan Rekreasi;
presentasi dan tanya jawab / tanggapan peserta dan
• 10 menit refleksi dan rangkuman  Perlindungan Khusus
Alokasi Waktu Pelatihan
Presentasi dan Diskusi
Pengantar Sesi
Tanya Jawab Kelompok dibagi
dan Curah
Materi Hari ke dalam 6
Pendapat
2 dan KLA kelompok
(30’)
(45’) (90’)

Refleksi dan Presentasi Kelompok


Rangkuman (Pleno)
(30’) (120’)

Hari Kesatu Membahas tentang:


Total 45x7 = 315 menit: • Perkembangan Anak;
• 20 menit Pengantar sesi dan curah pendapat • Program Berbasis Hak Anak;
• 45 menit Presentasi dan Tanya Jawab • Mengubah Prinsip HAM dan KHA ke Praktik;
• 90 menit Diskusi Kelompok • Pemograman Hak Anak dan Siklus Program;
• 150 menit Presentasi Kelompok (pleno): masing- • Hak Anak menjadi Fokus Organisasi; dan
masing kelompok diberi waktu 30 menit untuk • Kabupaten/Kota Layak Anak
presentasi dan tanya jawab / tanggapan peserta
• 10 menit refleksi dan rangkuman
MODUL
Apa Yang Boleh
dan Yang Tidak
Tujuan Boleh
Persiapan

Apa yang
Manfaat dibutuhkan Diskusi Akhir

Waktu Memulai
Pelatihan Evaluasi dan
Tindak Lanjut

Latar Belakang Kegiatan


Modul 1

Memberikan pengetahuan tentang kerangka kerja hak asasi manusia dan


latar belakang lahirnya kesepakatan internasional mengenai hak asasi
manusia.

KERANGKA KERJA HAK ASASI


MANUSIA
Latar Belakang
1965: Konvensi
1966: Konvensi Hak
1948: Deklarasi Hak Asasi Penghapusan Semua 1966: Konvensi Hak Sipil
Ekonomi, Sosial, dan
Manusia. Bentuk Diskriminasi dan Politik.
Budaya.
Rasial.

1984: Konvensi
1979: Konvensi Menentang Penyiksaan
Penghapusan Segala dan Kekejaman Lain, 1986: Deklarasi tentang 1989: Konvensi Hak
Bentuk Diskriminasi Tidak Manusiawi atau Hak Pembangunan. Anak.
terhadap Perempuan. Perlakuan Melecehkan
atau Penghukuman.

2003: Konvensi
2000: Deklarasi Perlindungan Hak Semua 2006: Konvensi Hak
Millenium. Pekerja Migran dan Penyandang Cacat.
Anggota Keluarganya.
Instrumen / Hukum
Internasional
Universal Declaration
Of Human Rights

International Covenant
International Covenant
On Economic, Social
On Civil & Political
And Cultural Rights
Rights
(ICESCR)

CRC and 3 OP
Prinsip Hak Asasi Manusia
Universal

Negara memiliki
kewajiban untuk
Dipisahkan dan
menghormati,
melindungi, dan Saling Tergantung
memenuhi hak

Pemegang hak bertanggung


jawab untuk menghormati
dan tidak melanggar hak Tidak dapat dicabut
orang lain, baik secara
moral atau secara hukum

Akuntabilitas
Apakah nama perundang undangan
yang meratifikasi setiap
Konvensi Perserikatan Bangsa Bangsa?
Sesi 1: Peserta berdiskusi mengenai: Kerangka
kerja hak asasi manusia.
1. Apa maksud dari setiap Konvensi dan
Deklarasi?
2. Apakah Indonesia telah meratifikasi
Konvensi?
3. Apakah konvensi tersebut telah
diimplementasikan di Indonesia?
Apa makna dari setiap prinsip
hak asasi manusia?
Sesi 2: Peserta mendiskusikan:
1. Apa makna dari setiap prinsip hak asasi
manusia?
2. Berikan contoh setiap prinsip!
Modul 2

Memberikan pengetahuan tentang sejarah, substansi,


prinsip, dan penjelasan umum Konvensi Hak Anak
Perserikatan Bangsa-Bangsa.

KONVENSI HAK ANAK


Latar Belakang
1989: Konvensi
Hak Anak
1959: Deklarasi
Hak Anak.
1948: Deklarasi
Universal Hak
1924: Liga Asasi Manusia
Bangsa-Bangsa mengakui sifat
 Deklarasi Hak khusus anak dan
Anak (Eglantyne ibu.
Jebb, pendiri
Save the
Children).
Substansi
Penjelasan Langkah-
Langkah Umum Definisi Anak Prinsip Umum
(Pasal 4, 41, 42, (Pasal 1). (Pasal 2, 3, 6, 12).
44.6).

Lingkungan Keluarga
Hak Sipil dan Kesehatan Dasar dan
dan Pengasuhan
Kebebasan Kesejahteraan
Alternatif
(Pasal 7, 8, 13-17, (Pasal 6, 18, 23-24,
(Pasal 5, 9-11, 18-21,
37). 26-27).
25, 27, 39).

Pendidikan, Waktu
Luang, dan Kegiatan Perlindungan Khusus
Budaya (Pasal 22, 23, 30, 32-
40).
Pasal 28, 29, 31).
Penjelasan
Negara yang telah meratifikasi Konvensi Hak Anak
diharuskan untuk menjelaskan beberapa hal penting
berikut ini”

Pemantau Pengumpulan
Legislasi independen data

Koordinasi Penyiapan
Desentralisasi dan Rencana Desiminasi
Aksi laporan
Prinsip

Kelangsungan
Non- Kepentingan hidup, tumbuh, Mendengar
diskriminasi Terbaik Anak dan Pandangan Anak
(Pasal 2) (Pasal 3) berkembang (Pasal 12)
(Pasal 6)

Foto: Ist., 2017.


Protokol Opsional

Protokol Protokol
Opsional Opsional
Konvensi Hak Konvensi Hak
Anak PBB Anak PBB
tentang tentang
Keterlibatan Penjualan Anak,
Anak dalam Prostitusi Anak,
Konflik dan Pornografi
Bersenjata. Anak
Penjelasan Umum
No. 1 Tahun 2001 No. 2 Tahun 2002 No. 3 Tahun 2003 No. 4 Tahun 2003 No. 5 Tahun 2003
tentang Tujuan tentang Promosi dan tentang HIV & AIDS dan tentang Kesehatan dan tentang Langkah Umum
Pendidikan. Proteksi Hak Anak. Hak Anak. Perkembangan Remaja. Pelaksanaan KHA.

No. 6 Tahun 2005


No. 8 Tahun 2006
tentang Penanganan No. 7 Tahun 2005 No. 9 Tahun 2006 No. 10 Tahun 2007
tentang Perlindungan
Anak Tanpa Pendamping tentang Pelaksanaan Hak tentang Hak Anak tentang Hak Anak pada
Anak dari Penghukuman
dan Terpisah Di Luar Anak di PAUD. dengan Disabilitas. Sistem Peradilan Anak.
Badan dan lainnya.
Negara Asal.

No. 14 Tahun 2013


No. 11 Tahun 2009 No. 13 Tahun 2011 No. 15 Tahun 2013
No. 12 Tahun 2009 tentang (Hak Anak)
tentang Anak adat dan tentang Bebas dari tentang Hak Anak untuk
tentang Hak Anak untuk Kepentingan Terbaik
hak-hak mereka di Semua Bentuk Menikmati Standar
Didengar. Anak sebagai
bawah Konvensi Kekerasan. Kesehatan Tinggi.
Pertimbangan Utama.

No. 17 Tahun 2013


No. 16 Tahun 2013
tentang Hak Anak untuk
tentang Kewajiban
Beristirahat, Bersantai,
Negara mengenai
Bermain, Kegiatan
Dampak Sektor Bisnis
Rekreasi, Kehidupan
pada Hak Anak.
Budaya dan Seni.
KONVENSI HAK-HAK ANAK (KHA)
KLASTER
VIII. Langkah-langkah Perlindungan
I. Langkah-Langkah
Khusus :
1.Anak dalam situasi darurat Umum Implementasi
2.Anak yang berkonflik dengan hukum
3.Anak dalam situasi eksploitasi : II. Definisi
• Eksploitasi ekonomi; Anak
• Dieksploitasi sebagai Pengguna
dan atau Pengedar Narkoba III. Prinsip-
• Ekspl Seksual & Kekerasan Seksual Prinsip Umum
(perkosaan, Incest, pelecehan
KHA KHA
seksual, sodomi)
• Penculikan, perdagangan dan
trafiking IV. Hak Sipil
• Eks. Bentuk lain dan
4. Kelompok minoritas & suku terasing Kebebasan

V. Lingkungan
keluarga dan
VII. Pendidikan, VI. Kesehatan & pengasuhan
Waktu Luang, Kesejahteraan alternatif
Budaya & Rekreasi Dasar
Doc. Utomo, 2017
Ruang Lingkup

Hak-hak Anak

Perlindungan Perlindungan
Khusus Anak
Hak Anak
Pengasuhan & Identitas,
Kelangsungan
Hak Hidup Perkembangan Periodik Nama,
hidup
Review Kebangsaan

Berfikir,
kewarganegar
Berpendapat Berekspresi Berkeyakinan, Berorganisasi
aan
Beragama

Hak Khusus Jaminan


Privacy Informasi Kesehatan
ADK Sosial

Standar Hidup
Pendidikan Budaya
Yang Layak
Perlindungan Anak
Dalam
Pengasuhan
Perlindungan anak Orang tua
Dalam situasi :
Pengasuhan
keluarga/asuh/
Angkat/wali/panti, Semua Bentuk Kekerasan
asrama anak, Fisik, Mental, Pelukaan
tahanan polisi, atau Perlakuan Salah
Dalam
atau Penelantaran atau
tahanan imigrasi, Pengasuhan
Perlakuan
penjara, bangsal Wali
Menerlantarkan atau
anak di rumah sakit, Eksploitasi, Kekerasan
klinik khusus/ Seksual
perawatan khusus,
lembaga pendidikan,
pengungsian, situasi Dalam
konflik Pengasuh-an
Orang Yang
Mengasuh
Anak.

Pasal 19 KHA
Perlindungan Khusus

Anak Pribumi dan


Situasi Darurat
Minoritas

Anak Berkonflik
dengan Hukum
Anak dalam situasi (bukan ABH -
eksploitasi Anak Korban
diatur secara
khusus Ps. 39)
Rehabilitasi Para Korban - P.39 KHA
P.37.A Penyiksaan/ Bentuk
Kekejaman Lain,Tidak
P.19 Child Abuse & P.9.2 P.36 Eksploitasi Bentuk
Manusiawi/ Perlakuan
Perceraian orangtua Lain
Merendahkan (Martabat),
Hukuman (Badan)

P.35 Penjualan, Penculikan,


P.32 Eksploitasi Ekonomi P.38 Konflik Bersenjata
dan Trafiking

P.33 Di-Eksploitasi Sebagai


P.34 Eksploitasi Seksual
Pengguna dan Pengedar
dan Kekerasan Seksual
Narkoba
Rehabilitasi: Pemulihan Fisik, Psikis, dan
Reintegrasi Sosial, Berkaitan Dengan Hak
P.20 Pengasuhan Alternatif yang
diatur dalam : UU Pengasuhan Anak
Berlandaskan pada : Klaster V; UN
Guidelines for the Alternatif Care of
Children,2010; Hague Convention
(Adopsi Antar Negara)

P.24 Kesehatan dan Akses Layanan


P.28 Pendidikan
Kesehatan

P.27 Standar Hidup yang Layak :


FISIK, SPIRITUAL, MENTAL, MORAL,
DAN SOSIAL
Fokus Penanganan Anak
• Massa kritis memperoleh pemeliharaan
dan bantuan khusus

Orang tua
• Meyakini pendidik pertama dan utama
mampu mengemban tanggung jawab

Keluarga
• Menyadari perkembangan kepribadian secara
utuh & serasi  suasana bahagia, kasih sayang,
dan pengertian
Masyarakat
• Pengembangan kepribadian anak  Semangat
perdamaian, bermartabat, bertenggang
rasa, merdeka, persamaan, dan setiakawan

Budaya
• Seimbang dalam pengembangan nilai
tradisi dan norma budaya

Sumber: KHA, 1989


Kewajiban Negara:

Melindungi Menghormati Memenuhi Memajukan


(To Protect) (To Respect) (To Fulfill) (To Advance)

Sumber: KHA, 1989 Doc.Ist., 2017


Perubahan Paradigma

Sumber: Mehta, 2008:7


Pasal KHA terkait
Perlindungan Hak Anak
Anak Komunitas Terpencil Anak Perdesaan
2, 3, 6, 7, 8, 14, 15, 16, 17, 2, 3, 6, 7, 8, 14, 15, 16, 17,
19, 27, 30, 32, 36, 37, 38, 39 19, 27, 30, 32, 36, 37, 39

Anak Jalanan Keluarga


2, 3, 4, 10, 11, 14, 16, 17, 19, 3, 4, 5, 12, 13, 14, 16, 17, 18,
20, 25, 31, 32, 35, 36, 37, 40 19, 20, 21, 26, 27, 30

Anak Perempuan Pekerja Anak


2, 3, 6, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 2, 3, 4, 11, 14, 15, 16, 17, 19,
19, 31, 32, 35, 36, 37 31, 32, 35, 36, 37, 40

Penyalahgunaan Obat Lingkungan


5, 9, 17, 33, 40 2, 6, 17, 24, 27, 28
cynthiapariz.blogspot.com
Pelecehan Anak Pendidikan
3, 5, 9, 16, 17, 19, 25, 34, 37 3, 12, 13, 17, 18, 28, 29, 30

Kesehatan Anak Perkotaan


3, 17, 18, 24 3, 24, 15, 17

Pengangkatan Anak Disabilitas


20, 21 2, 3, 5, 6, 8, 9, 14, 15, 16, 17,
19, 23, 25, 31

Sumber: Mehta, 2008:124


Perkembangan KHA dan
Pelaksanaannya

KHA 1989 UUD 1945 Profil Anak RPJMN /D


Kep36/90 28B(2) Indonesia (Bappenas/
(BPS) Bapeda/ Bapeko)
Konflik UU 23/2002
Bersenjata UU 35/2014
Anak UU 17/2016
(UU09/2012)

Penjualan
Prostitusi
Pornografi Kluster IV
(UU10/2012)
Kluster V KPAI

KLA Kluster VI KPPPA


DinasPA
Kluster VII
K/L/SKPD
Kluster
Patilima, 2017 VIII
Konvensi Hak Anak dan
Perundang-Undangan
Sesi 1: Peserta mendiskusikan:
1. Apa makna Konvensi Hak Anak PBB bagi
pembangunan di bidang anak?
2. Apakah Konvensi Hak Anak PBB telah
diimplementasikan di Indonesia? Ukurannya?
3. Apakah setiap Pasal Konvensi Hak Anak PBB
menjadi rujukan perundang-undangan di
Indonesia? Bagaimana dengan di Provinsi
dan Kabupaten/Kota?
Modul 3

Memberikan informasi dan pengetahuan tentang perkembangan anak


dari usia 0-18 tahun.

PERKEMBANGAN ANAK
Latar Belakang

Usia 13-18
tahun

Usia 9-12
tahun

Usia 6 -8
tahun

Transisi ke
sekolah
Anak usia
dini

(Sumber: Durrant, 2010:91-98)


Anak Usia Dini
Anak usia dini mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara pesat pada aspek:
 Perkembangan otak – pada usia 0-3 tahun perkembangan otak sangat pesat, sehingga perlu
mendapat perhatian dari orang tua dan lingkungan terutama menyangkut keseimbangan gizi
dan stimulasi. Perkembangan otak memberi dukungan perkembangan fisik baik pada motorik
kasar dan motorik halus.
 Perkembangan emosional – pada tahap ini anak membangun kepercayaan diri dan
kemandirian. Orang tua dan lingkungan menjadi unsur penting dalam membantu
perkembangan emosional anak. Salah menangani pada tahap ini anak mengalami masalah
pada kepercayaan diri dan kemandirian.
 Perkembangan bahasa – anak menyerap semua informasi tanpa mengetahui makna secara
dalam. Orang tua dan lingkungan menjadi unsur yang sangat penting sebagai model yang
menjadi contoh anak. Kata dan kalimat yang pertama mereka dengar, terekam secara baik
dalam ingatan anak. Intinya, orang tua dan lingkungan memperhatikan penggunaan bahasa
sehari-hari, hindari penggunaan kata-kata kasar.
 Perkembangan sosial – pertemanan pada tahap ini sangat penting. Anak sudah mulai
mengenal siapa yang ada di rumah dan di lingkungan. Anak mulai mengenal teman. Mereka
dengan kepribadian yang menyenangkan, suka berbagi dan lainnya, akan memiliki banyak
teman atau disukai temannya, namun sebaliknya mereka tidak disenangi oleh temannya alias
tidak memiliki teman.
(Sumber: Durrant, 2010:91-98)
Transisi ke sekolah
• Dasar – pada tahap transisi ke sekolah, seorang anak sangat membutuhkan rasa tenang
dan aman. Mereka mulai belajar hal yang terkait dengan konsep dasar. Pada tahap ini
pula anak mulai membangun kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar.
• Pengalaman – pada tahap ini anak mulai membangun pertemanan. Anak mulai
mencoba: Apa yang mungkin terjadi jika anak mengambil mainan dari anak lain; Apa
yang mungkin terjadi jika ia memukul anak lain; Apa yang mungkin terjadi jika anak lupa
sepatunya; dan Apa yang mungkin terjadi jika anak tidak pergi ke kamar mandi. Anak
memiliki pengalaman terhadap kegiatan sehari-hari yang sangat penting pada
perkembangan selanjutnya.
• Melihat dan menyentuh – pada tahap ini anak mengalami kesulitan: Memecahkan
masalah aritmetika; Memecahkan konflik; Mengeja kata-kata; dan Menggambarkan
sesuatu yang ia tidak lihat atau sentuh.
• Yang paling jelas - Anak mengalami kesulitan untuk memahami; Orang bisa merasakan
cinta dan kemarahan pada saat yang sama; Anak bisa menjadi cerdas dan mampu
memahami pada saat yang sama; dan Anak bisa menjadi "buruk" dan "baik" pada saat
yang sama.

(Sumber: Durrant, 2010:99-110)


Transisi ke sekolah
• Hukuman – pada tahap ini anak sangat sulit untuk:
– Memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya;
– Mencari solusi untuk masalah di kepalanya;
– Memahami bahwa orang dewasa menghukumnya masih peduli
tentang dia;
– Anak menarik diri menjadi tenang, pemalu, dan takut membuat
kesalahan, jika guru merespon dengan kritik, anak menjadi lebih
cemas, sehingga anak dapat dengan mudah kehilangan motivasi untuk
mencoba;
– Anak yang dihukum mengalami kecemasan berlebih;
– Anak sulit berkonsentrasi pada tugas sekolah dan mulai gagal - seiring
waktu, anak dapat dengan mudah berhenti peduli tentang sekolah.

(Sumber: Durrant, 2010:99-110)


Transisi ke sekolah
• Penyesuaian diri – pada tahap ini
– anak tidak memahami konsep yang diajarkan, sehingga dia
dengan mudah terganggu dan berkecil hati.
– Kelekatan yang terganggu, sehingga dia merasa tidak aman
dan kesulitan.
– Anak telah dihukum di rumah, sehinga dia cemas saat di
sekolah.
– Seorang anak yang sangat sulit apabila ada konflik antara
orang tua atau ada krisis di rumah.

(Sumber: Durrant, 2010:99-110)


Transisi ke sekolah
• Bagaimana membantu:
– Kehangatan
• Menciptakan lingkungan fisik dan emosional yang aman: Berbicara dengan suara
lembut dan meyakinkan; Membuat lingkungan kelas yang menarik, menyenangkan,
dan anak terlibat; dan Pastikan, anak dapat membuat kesalahan tanpa rasa takut
akan hukuman, kemarahan atau kritik.
• Pertimbangkan tingkat perkembangan anak: Ingat, anak dalam masa transisi ke
sekolah; Memberikan jaminan, orang tua/pengasuh akan kembali; Memberikan
banyak kesempatan anak untuk eksplorasi dan penemuan; Memberikan banyak
kesempatan fisik untuk bergerak;dan Memberikan kesempatan untuk bermain
peran.
• Pertimbangkan pengalaman awal anak: Pikirkan tentang kesulitan belajar anak,
mungkin karena perkembangan otak; Pikirkan tentang kesulitan perilaku anak,
kelekatan terganggu; Pikirkan tentang agresi anak, pengalaman kekerasan; Orang
tua/pengasuh mendukung atau menghukum; dan Cari tahu apakah anak memiliki
kesempatan untuk belajar kesempatan dasar.

(Sumber: Durrant, 2010:99-110)


Transisi ke sekolah
• Bagaimana membantu:
– Struktur
• Berikan informasi yang mereka dapat mengerti: Memberikan informasi
yang jelas dan sederhana; Berikan hanya satu instruksi pada satu waktu;
Libatkan anak dalam mengembangkan peraturan misal di kelas; dan
Siapkan mereka untuk transisi.
• Bantu anak belajar tentang konsekuensi dari keputusan mereka melalui:
Berbicara dan menjelaskan; Membantu mereka mengenali kapan
keputusan mereka memiliki hasil yang positif; Membantu mereka
membuat keputusan restitusi ketika mereka memiliki hasil negatif.
• Jadilah teladan yang positif: Perlakukan anak dengan hormat dan
kebaikan; Tunjukkan kepada mereka bagaimana mengatasi frustrasi;
Perlakukan mereka dengan adil; Menunjukkan pada mereka bagaimana
mendekati masalah sulit dalam cara optimis dan konstruktif.

(Sumber: Durrant, 2010:99-110)


Usia 6-8 Tahun
• Anak memiliki banyak energi: Berlari, melompat, meluncur dan melompat
(otot besar mereka tumbuh dan kuat); Anak mendapatkan keterampilan
penting dalam keseimbangan dan koordinasi; dan Sel otak anak
membentuk jaringan baru.
• Anak memiliki motivasi bawaan untuk bergerak: Anak sulit duduk diam
untuk waktu yang lama.
• Penasaran: Anak suka mengeksplorasi dan bereksperimen dan anak
senang oleh perasaan penemuan: mendapatkan lebih dalam tentang
bagaimana sesuatu bekerja; Membangun pengetahuan tentang benda,
hubungan, angka, huruf, dan bentuk; Belajar kosa kata baru; Peningkatan
jaringan sel otak.
• Mendengar pendapat orang: Mencoba; Menumbuhkan kreativitas; dan
Dasar inovasi.

(Sumber: Durrant, 2010:111-120)


Usia 6-8 Tahun
• Distractibility/ mudah terganggu/ teralihkan: Anak mudah tertarik untuk semua hal yang
terjadi di sekitar mereka; Anak memiliki kesulitan fokus pada pelajaran dan kegiatan;
Pesatnya pertumbuhan jaringan antar sel otak anak yang membuat otak mereka sangat
bersemangat; Mielinasi (lapisan sel otak) yang maju cepat, mempercepat transmisi impuls
saraf; dan Mereka tertarik dalam segala hal dan belajar prima pada setiap pengalaman baru.
• Guru menjadi frustrasi - Anak dianggap membangkang: Sinyal, otak anak membutuhkan
rangsangan; dan Otak seperti spons, siap menyerap setiap pengalaman dan memprosesnya
dan belajar dari hal baru.
• Bebas: Anak senang melakukan suatu hal untuk diri mereka sendiri dan membuat keputusan
sendiri; Mereka menolak melakukan sesuatu yang kita ingin mereka lakukan atau membuat
rewel ketika kita ingan mereka pergi ke suatu tempat, kenapa (Mereka belajar dan berlatih
bagaimana berpikir untuk diri mereka sendiri; Mereka menempatkan pentingnya pada hal-hal
yang kita mungkin mempertimbangkan penting, seperti warna; dan Mereka memiliki
kesulitan membuat transisi tiba-tiba dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya); Misal kadang
guru menafsirkan keinginanan anak untuk bebas sebagai ketidakpatuhan; Anak lebih mungkin
untuk mematuhi jika mereka diberi kekuatan dalam pengambilan keputusan (Anak dapat
mempraktikan pengambilan keputusan dalam lingkungan yang aman, mereka akan lebih
trampil ketika mereka lebih tua).

(Sumber: Durrant, 2010:111-120)


Usia 6-8 Tahun
• Bagaimana cara
– Kehangatan
• Menciptakan lingkugan fisik dan emosional yang aman, anak mampu (Membuat kesalahan
tanpa akan hukuman; Latihan keterampilan pengambilan keputusan; Menyalurkan energi fisik
dan mental ke dalam kegiatan yang konstruktif).
• Membuat sekolah yang menarik (Menciptakan iklim kelas kesenangan dan kenikmatan; Konsep
hubungan dengan kepentingan individu anak; Mencari tahu anak-anak usia ini menemukan dan
menggunakan informasi menarik untuk memandu prestasi anak; Menggunakan humor untuk
membuat pengajaran tak terlupakan).
• Pertimbangkan tingkat perkembangan anak (Sering memberikan kesempatan untuk gerak fisik;
Menciptakan lingkungan kelas yang memperkenalkan cara belajar melalui penemuan;
Menggunakan gangguan sebagai kesempatan untuk mengajar, misal tiba-tiba hujan untuk
membahas perubahan cuaca; Memberikan kesempatan anak membuat keputusan).
• Membangun hubungan dengan orang tua/wali (Sering berkomunikasi dengan orang
tua/pengasuh tentang pendekatan pembelajaran, tujuan dan sasaran; Melibatkan anak dalam
komunikasi guru dengan orang tua/pengasuh; Mengenali berbagai kekhawatiran orang
tua/pengasuh selama periode ini, seperti khawatir tentang pengaruh teman sebaya, bullying,
kesulitan akademik dan anak tumbuh bebas; Memberi kesempatan bagi anak untuk berbagi
pengetahuan dan pengalaman unik di sekolah; Pertimbangkan dampak pekerjaan rumah pada
kehidupan keluarga dan tanggung jawab anak dan kesempatan di luar sekolah).

(Sumber: Durrant, 2010:111-120)


Usia 6-8 Tahun
• Bagaimana cara
– Struktur
• Menorong partisipasi anak dalam (Menetapkan tujuan belajar
mereka sendiri; Menetapkan aturan kelas untuk perilaku;
Memecahkan konflik anak).
• Membantu anak menghargai konsekuensi dari keputusan mereka
melalui (Berbicara dan menjelaskan; Membantu mereka
mengenali kapan keputusan mereka memiliki hasil yang positif;
Membantu mereka membuat keputusan restitusi ketika mereka
mmemiliki hasil negatif).
• Jadilah teladan yang positif (Menghormati hak orang lain;
Perlakukan orang lain dengan kebaikan; Menanggapi kesulitan
orang lain dengan empati; Perlakukan orang lain secara adil).

(Sumber: Durrant, 2010:111-120)


Usia 9 - 12 Tahun
• Domain fisik
– Tubuh anak berubah secara dramatis;
– Mengembangkan kekuatan dan keterampilan atletik,
berpartisipasi dalam oralah raga dan merasa bercaya diri dalam
kemampuan fisik;
– Anak lain tumbuh lebih lamban atau secara fisik lebih lemah dari
teman mereka;
– Orang lain tumbuh lebih tinggi atau menambah berat badan;
– Masuk pubertas;
– Anak merasa "berbeda" dengan orang lain, anak dapat menjadi
sadar diri; dan
– Jika rekan atau guru menggoda atau mengejek mereka,
kepercayaan dapat hancur.

(Sumber: Durrant, 2010:121-130)


Usia 9 - 12 Tahun
• Domain emosional
– Masa pubertas, hormon tidak hanya memproduksi perubahan fisik, tetapi
emosional juga;
– Anak menjadi murung, mudah tersinggung dan mudah menangis;
– Anak dapat menjadi sangat sensitif dan mudah malu;
– Anak mungkin bereaksi intensif untuk sebuah insiden yang tampak kecil bagi
guru;
– Anak mungkin terpisahkan dari sahabat satu hari, dan menolak teman yang
sama keesokan harinya
– Mereka mungkin percaya diri dalam kemampuan mereka satu hari, dan
merasa benar-benar tidak memadai keesokan harinya;
– Jika guru sangat reaktif, rentan terhadap kemurungan dan kemarahan atau
tidak terduga dalam tanggapan mereka, mereka akan kehilangan kepercayaan
dalam kemampuan mereka untuk mengatur emosi mereka sendiri; dan
– Orang dewasa perlu menyediakan lingkungan yang stabil secara emosional
yang akan memberikan anak keamanan emosional yang mereka butuhkan.

(Sumber: Durrant, 2010:121-130)


Usia 9 - 12 Tahun
• Domain sosial
– Perubahan hubungan sosial anak, bingung, dan ketidakpastian tentang persahabatan;
– Kekuatan hubungan muncul di kalangan anak;
– Bullying sangat umum, bullying bertujuan untuk mengintimidasi dan mempermalukan anak
yang kurang percaya diri;
– Efeknya sangat mendalam (Anak takut pergi ke sekolah; Anak sering tidak memberitahu, takut
diganggu oleh bullyer; dan di dalam kelas, perhatian mereka secara terus menerus dialihkan ke
bullyer; dan Menjaga diri aman)
– Guru perlu ikut pelatihan khusus bagaimana menanggapi gertakan, sehingga tidak
memperburuk situasi bagi korban;
– Guru juga perlu memastikan, mereka tidak terlibat dalam bullying anak: Catatan
(Perkembangan normal, tetapi sangat sensitif; dan Anak tidak boleh diganggu atau
dipermalukan: Orang dewasa perlu menghormati perasaan anak (Mendengarkan keprihatinan
anak; Menjawab pertanyaan anak; dan Mengajar anak cara mengatur hubungan dengan
hormat;
– Anak perlu mendapatkan kepercayaan dalam kemampuan mereka untuk menangani emosi
yang kompleks tanpa menyakiti orang lain secara fisik dan emosional
– Membangun fondasi (membangun hubungan yang dibangun atas dasar penghormatan dan
non kekerasan)

(Sumber: Durrant, 2010:121-130)


Usia 9 - 12 Tahun
• Bagaimana cara
– Kehangatan
• Menciptakan lingkungan fisik dan emosional yang aman (Memberikan dukungan ketika
anak mengalami kesulitan; Resis mengkritik atau menghukum kesalahan; Jangan
mempermalukan atau menghina mereka).
• Mempertimbangkan tingkat perkembangan anak (Memahami pentingnya hubungan
sosial anak; Sadarilah anak yang diganggu atau ditolak secara sosial; Beri mereka
dukungan dan bimbingan dengan cara melindungi privasi mereka).
• Jadilah sensitif terhadap hirarki sosial (mendorong empati bagi anak yang rentan, dan
memberi mereka dukungan dan dorongan).
• Menjaga komunikasi dengan orang tua/pengasuh anak.
• Mendorong orang tua/pengasuh berkunjung ke kelas (Menjadi relawan di sekolah -
Berpartisipasi dalam acara khusus).
• Sering mengirim informasi ke rumah (Jelaskan pembelajaran, tujuan dari tugas dan
bagaimana untuk membantu anak).
• Bekerja dengan kemitraan dengan orang tua/pengasuh tentang mengatasi kesulitan.
• Pekerjaan dan tekanan untuk berprestasi dapat menyebabkan konflik keluarga (Peka
terhadap harapan guru berkontribusi pada kesulitan keluarga).

(Sumber: Durrant, 2010:121-130)


Usia 9 - 12 Tahun
• Bagaimana cara
– Struktur
• Biarkan anak tahu apa yang mereka lakukan dengan baik (Kenali upaya mereka, bahkan
jika hasilnya tidak sempurna; Fokus pada keberhasilan mereka ketika memberikan
umpan balik pada pekerjaan mereka).
• Membantu anak mengetahui alasan kesulitan mereka (Bantu anak untuk merefleksikan
strategi belajar anak dan untuk menemukan lebih banyak pengaruh; Cari cara yang
berbeda dalam menjelaskan konsep dengan menggunakan alat bantu visual atau contoh
kehidupan nyata).
• Tujuan tantangan sosial anak (Sadarilah siapa pengganggu dan membuat jelas perilaku
mereka tidak diizinkan; Sadarilah konflik di kalangan anak; Model cara menyelesiakan
konflik dengan cara mengajarkan diri dan menghormati orang lain).
• Melibatkan minat mereka (Temukan dan mengenali kemampuan dan kompetensi anak;
Membuat lingkungan menarik sehingga mereka lupa tentang kekhawatiran sosial mereka
untuk sementara waktu; Tampilkan pembelajaran akademik yang relevan untuk
kehidupan anak; Mendorong mereka untuk menetapkan tujuan masa depan mereka).
• Pastikan, setelah sekolah disediakan kegiatan di sekolah dan mayarakat (Jauhkan
kesibukan anak sebelum dan setelah sekolah untuk mencegah bullying dan mendorong
membangun keterampilan; Mengatur klub dan tim; Didasarkan pada kepentingan
bersama).

(Sumber: Durrant, 2010:121-130)


Usia 13 - 18 Tahun
• Perkembangan kognitif remaja
– Mampu berpikir hipotesis dan menguji secara sistematis (Memahami hukum ilmiah; dan
Menemukan solusi baru untuk masalah);
– Memikirkan isu sosial baru;
– Anak mendapatkan wawasan baru;
– Anak mulai memikirkan masalah besar, seperti politik dan tradisi (Mereka mencari tahu apa
nilai dan mereka percaya).
• Perkembangan fisik remaja
– Pubertas: Putra (Mencapai kematangan seksual); dan Putri (Mampu melahirkan).
– Anak memiliki perasaan seksual yang intens.
– Jika mereka malu memiliki perasaan (Anak mendapatkan kesulitan seksual seumur hidup);
– Berikan informasi yang jujur tentang aspek seksual secara fisik dan emosional (Privasi;
Menghormati martabat; dan Bebas dari eksploitasi).
• Perkembangan otak - Lobus frontal – matang: Perencanaan dan pengambilan
keputusan; Jika rusak, anak memiliki kesulitan meramalkan konsekuensi dari
tindakan mereka (Bertindak secara impulsif tanpa memikirkan hal sekalipun; dan
Melakukan hal yang berisiko, tidak mempertimbangkan hasil jangka panjang dari
tindakannya).

(Sumber: Durrant, 2010:131-137)


Usia 13 - 18 Tahun
• Perkembangan sosial remaja
– Mencapai rasa identitas yang kuat.
– Sebagian besar energi untuk mencari tahu siapa mereka (Bagaimana mereka
berbeda dari orang tua dan guru mereka).
– Mencoba berbagi identitas untuk melihat mana yang cocok: Mewarnai rambut
(Tato danTindik); Anak mencoba menemukan sesuatu yang baru yang
membuat penerimaan dari temannya (Anak merasa individual); Kebutuhan
yang kuat untuk memiliki dan menjadi mandiri pada waktu yang sama;
Mencoba peran orang dewasa dan bereksperimen (Mereka ingin melakukan
hal-hal yang mereka lihat apa yang dilakukan orang dewasa, termasuk hal
yang dapat membahayakan - Obat-obatan; Alkohol; Hubungan seksual); Saat
yang sama, anak sulit memahami hal yang buruk dapat terjadi pada mereka
(Anak belum sepenuhnya memahami bahwa mereka bisa terluka, hamil atau
mati; dan Anak beranggapan tidak ada yang salah bagi mereka); Mereka ingin
independen, kebutuhan diterima oleh sebaya, dan kesulitan memahami risiko
yang mereka ambil (Dasar konflik dengan orang tua dan guru; Anak dipaksa
mengadopsi pandangan tertentu ‘Menciptakan kebencian’; ‘Menutup
komunikasi;’ Hukuman fisik (Mempermalukan mereka; Sikap yang sangat
negatif terhadap sekolah).

(Sumber: Durrant, 2010:131-137)


Usia 13 - 18 Tahun
• Bagimana cara
– Kehangatan
• Menghormati kemampuan anak.
• Memberikan dukungan hormat dan bimbingan, bukan hukuman
dan kritik.
• Kenali komptensi mereka dan memberi kesempatan yang sering
untuk menampilkannya (Bantu mengembangkan identitas
berdasarkan kekuatan dan kemampuan).
• Pertimbangkan tingkat perkembangan anak:
– Ingatlah otak anak masih berkembang, anak mungkin tidak memahami
implikasi penuh dari keputusan mereka.
– Mengenali pentingnya kelompok sebaya anak.
– Memahami kebutuhan yang mereka miliki.
– Menciptakan lingkungan pembelajaran berbasis pada partisipasi anak
dalam pengambilan keputusan.

(Sumber: Durrant, 2010:131-137)


Usia 13 - 18 Tahun
• Bagimana cara
– Struktur
• Panduan anak melalui tantangan:
– Membangun hipotesis-pengujian kemampuan untuk membantu mereka meramalkan
konsekuensi dari tindakan mereka;
– Menyadari pengaruh teman sebaya yang negatif dan membimbing untuk keluar;
– Memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan rekan positif berdasakan kepentingan
umum. Misal, membantu anak membentuk band rock, menulis dan merekam lagu.
• Membuat sekolah yang menarik:
– Kaitkan materi akademik ke kehidupan nyata, menunjukkan kepada anak mengapa hal itu
dipelajari untuk kehidupan mereka dan kehidupan orang lain.
– Membangun pemikiran mandiri dan pertanyaan (Mendorong mereka untuk berpikir di luar apa
yang ada, apa yang bisa; dan Melibatkan mereka dalam menciptakan rencana sendiri untuk
membuat dunia lebih baik).
– Memberikan kesempatan yang berhubungan dengan keterampilan dan minat.
– Memberikan kesempatan untuk mengembangkan dan terlibat dalam kegiatan sosial dalam
komunitas mereka (Belajar tentang isu keadilan sosial lokal; Melibatkan dalam menciptakan dan
mengimplementasikan rencana aksi untuk memerangi kemiskinan, diskriminasi atau orang
terpinggirkan.
– Membuat sekolah lebih menarik bagi mereka daripada kegiatan yang dapat menempatkan
mereka pada risiko.

(Sumber: Durrant, 2010:131-137)


Apakah Perkembangan Anak menjadi
Pertimbangan dalam Pembangunan
di Bidang Perlindungan Anak?
Sesi 1: Peserta mendiskusikan:
• Apakah perkembangan anak menjadi dasar
pertimbangan dalam merencanakan,
melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi
program di tiap-tiap unit kerja?
• Bagaimana proses dalam mendapatkan
masukan mengenai perkembangan anak?
Modul 4

Memberi informasi dan pengalaman mengenai program berbasis hak


anak.

PROGRAM BERBASIS HAK ANAK


Pendekatan Berbasis Anak 
Pilihan Utama Mengapa?
Kesepakatan dan legitimasi internasional.

Tujuan yang jelas.

Akuntabilitas.

Pemberdayaan.

Ekuitas.

Efektifitas dan dampak.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Pemograman Hak Anak
• Anak memiliki kebutuhan khusus dan rentan.
• Komponen utama (Prinsip KHA; Definisi)
• Komponen pemograman hak anak  fokus
pada anak; holistik pandangan anak;
akuntabilitas; mendukung tugas pemerintah;
advokasi; partisipasi; nondiskriminasi;
kepentingan terbaik anak; kemitraan,
informasi dan pengetahuan.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Pendekatan Bantuan dan
Pembangunan Berbasis Hak
• Pendekatan bantuan berfokus
pada peningkatan ekonomi dan
kekayaan pribadi.
• Pendekatan berbasis hak menjadi
pilihan utama.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Mengapa
Kesepakatan dan legitimasi internasional - tujuan dan standar universal disepakati dan ditetapkan
dalam kerangka hukum internasional antara pemerintah, donor, dan masyarakat sipil.

Tujuan yang jelas - pemenuhan hak asasi manusia.

Akuntabilitas – teridentifikasi secara jelas tanggung jawab pemerintah, donor, masyarakat sipil,
dan sektor swasta.

Pemberdayaan - partisipasi aktif, pemberdayaan mereka yang kurang beruntung dan pro orang
miskin.

Ekuitas - fokus pada keadilan, kesetaraan, kebebasan, dan kesediaan untuk mengatasi akar
kemiskinan dan eksploitasi.

Efektifitas dan dampak - efektif memerangi ketidakadilan, kemiskinan, dan eksploitasi.

Pendekatan terpadu – terintegrasi.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Pendekatan berbasis hak Pendekatan lain
Aksi adalah wajib Aksi adalah sukarela atau pilihan
Orang telah ditetapkan secara hukum dan Orang memiliki kebutuhan harus dipenuhi
hak dan diprioritaskan
Orang miskin berhak dibantu sebagi subyek Orang miskin layak
dibantu sebagai objek
Semua orang memiliki hak yang sama untuk Beberapa orang mungkin harus
memenuhi potensi dan harus dibantu untuk ditinggalkan
melakukannya
Orang yang terkena pembangunan sebagai Orang yang terkena pembangunan sebagai
peserta aktif penerima pasif, mereka dapat diajak
berpartisipasi
Hak bersifat universal dan tidak dapat Beberapa kebutuhan tidak dapat diakui
dicabut dalam beberapa budaya
Struktur kekuasaan yang menghalangi Struktur kekuasaan terlalu sulit untuk
kemajuan dalam mewujudkan hak asasi mengubah dan cara pragmatis perlu
manusia harus efektif berubah ditemukan
Pelaku pembangunan harus Pembangunan adalah proses teknokratis
memberdayakan pemegang hak untuk dan harus dipimpin oleh ahli yang terbaik
mengklaim hak mereka dan terlibat dalam
pengambilan keputusan di depan umum
Hak yang dipisahkan dan saling tergantung, Ada kebutuhan hirarki dan beberapa
meskipun dalam beberapa situasi praktis kebutuhan hampir selalu lebih penting dari
prioritas mungkin diperlukan yang lain

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Pemograman Hak Anak
• Anak memiliki kebutuhan khusus dan kerentanan.
• Komponen utama dari Pemograman Hak Anak:
– Prinsip KHA.
– Definisi – Anak; Hak; dan Pemograman - manajemen dari
serangkaian kegiatan, termasuk analisis, perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi.
– Intinya:
• Pemograman hak anak menggunakan prinsip hak anak untuk
merencanakan, melaksanakan, memantau, dan evaluasi program
dengan keseluruhan tujuan untuk meningkatkan posisi anak sehingga
semua anak sepenuhnya menikmati hak dan dapat hidup dalam
masyarakat yang mengakui dan menghormati hak anak.
• Menyatukan berbagai ide, konsep, dan pengalaman yang berkaitan
dengan hak anak, perkembangan anak, tanggap daurat, dan
pembangunan dalam satu kerangka. Hal ini didasarkan padan prinsip
dan standar hak anak.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Komponen Pemograman
Hak Anak
• Fokus pada anak - jelas pada hak dan anak berperan sebagai aktor sosial.
• Holistik pandangan anak - mempertimbangkan semua aspek anak dalam membuat pilihan strategis
dan menetapkan prioritas.
• Akuntabilitas - penekanan pada akuntabilitas untuk memperkenalkan, melindungi, dan memenuhi
hak anak di berbagai tugas pemerintah dan para pemangku kepentingan di bidang anak.
• Mendukung tugas pemerintah - pertimbangkan cara pengemban tugas dapat membantu untuk
memenuhi kewajiban melalui bantuan teknis, dukungan anggaran, dan bentuk kemitraan.
• Advokasi - pendidikan publik dan peningkatan kesadaran untuk memastikan penyelenggara negara
bertanggung jawab.
• Partisipasi - memperkenalkan partisipasi efektif anak pada pemograman sesuai dengan
perkembangan kapasitas anak.
• Non diskriminasi - menentang diskriminasi.
• Kepentingan terbaik anak - pertimbangkan dampak terhadap anak dari semua pilihan program;
kelangsungan hidup dan perkembangan - fokus pada kelangsungan hidup anak serta komitmen
untuk memastikan perkembangan anak; anak sebagai bagian komunitas; akar penyebab dan isu
yang luas; dan fokus pada penyebab masalah.
• Kemitraan - membangun kemitraan dan aliansi untuk perkenalan, perlindungan, dan pemenuhan
hak anak.
• Informasi dan pengetahuan - memfasilitasi ke akses dan memahami hak anak untuk anak,
masyarakat, dan pengemban tugas utama, termasuk pemerintah.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Bagaimana Program Berbasis
Hak Anak?
Sesi 1: Kelompok mendiskusikan:
1. Apa keuntungan pemograman
berbasis hak anak?
2. Bagaimana mengetahui kebijakan
dan program berbasis hak anak?
Matriks: Kebijakan dan Program
Berbasis Hak Anak
Unit Partisipasi Wilayah
Target usia Kebijakan Program
Pelaksanan Anak Jangkauan
Anak Usia
Dini

Transisi ke
Sekolah

6-8 tahun

9-12 tahun

13-18
tahun
Modul 5

Meningkatkan kemampuan dalam mengubah prinsip Hak Asasi Manusia


dan Konvensi Hak Anak ke dalam praktik perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan, dan evaluasi pembangunan di bidang perlindungan anak.

MENGUBAH PRINSIP HAM DAN


KHA KE PRAKTIK
Prinsip Hak Asasi Manusia
dan Konvensi Hak Anak
Universal.

Akuntabilitas,
kewajiban,
Akuntabilitas.
tanggung jawab,
dan hak anak

Kelangsungan
hidup dan Non diskriminasi.
perkembangan.

Kepentingan
Partisipasi.
terbaik anak.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Universal
• Semua anak terlepas dari ras, jenis kelamin, kapasitas yang berbeda,
kondisi sosial dan ekonomi, keyakinan politik atau agama berhak atas
semua hak mereka setiap saat, termasuk dalam situasi krisis, konflik
bersenjata atau bencana.
• Identitas budaya adalah hak khusus anak, bukan berarti bahwa praktik
yang membahayakan anak tidak bisa ditentang.
• Terkait dengan prinsip non diskriminasi.
– Pendekatan holistik harus diambil ketika bekerja dengan anak.
– Mempertimbangkan anak sebagai manusia utuh pertama dan utama.
– Hak anak tidak dapat diambil dari kelompok anak yang dianggap
sebagai 'menyimpang', 'menentang' atau 'bermasalah' misal tentara
anak atau anak berkonflik dengan hukum.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Akuntabilitas
• Anak pemegang hak dan hak mereka dijamin.
• Masyarakat yang menjunjung tinggi hak anak
adalah inklusif, partisipatif, dan memiliki
mekanisme untuk memastikan transparansi,
dialog, dan akuntabilitas.
• Bekerja di semua tingkatan.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Non diskriminasi
• Mengurangi diskriminasi pada tiga bidang:
– Anak.
– Kelompok anak berkebutuhan khusus.
– Kelompok populasi secara keseluruhan.
• Fokus pada anak yang paling terpinggirkan dan inklusi.
– Anak perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan
anak laki-laki.
– Pengungsi anak dan anak dari kelompok minoritas
memiliki hak yang sama seperti anak yang lain.
– Anak di perdesaan tidak boleh memiliki sedikit peluang
daripada anak yang tinggal di perkotaan.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


...lanjutan
• Isu non diskriminasi harus secara eksplisit dibahas dalam semua bagian siklus
program.
– Mengingat di beberapa masyarakat ada perlakuan diskriminasi dan mengapa (analisis situasi).
– Memastikan informasi dan data anak yang digunakan untuk analisis atau penilaian kebutuhan
yang relevan dan terpilah sehingga situasi anak yang menderita diskriminiasi benar dipahami.
– Mengidentifikasi kelompok anak yang sedang dikecualikan dari program tertentu dan
mengapa.
– Memahami apa strategi nasional dan inisiatif yang sudah ada untuk menentang diskriminasi
dan bagaimana mereka dibangun.
– Memperhatikan berbagai bentuk diskriminasi.
– Perundang-undangan yang diskriminasi dikenal.
– Menempatkan dalam sistem pemantauan dan mekanisme untuk memeriksa status
diskriminasi terhadap anak.
– Bekerja dengan media untuk menentang dan menghapus stigma streotip pada kelompok anak.
– Mengembangkan dan menerapkan kebijakan pendidikan dan latihan memerangi diskriminasi.
– Mengaktifkan anak dari kelompok yang mengalami diskriminasi untuk berbicara dan terlibat
dalam pengambilan keputusan.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Kepentingan terbaik anak
• Menyentuh setiap aspek kehidupan anak,
menekankan pendekatan holistik anak dan
perkembangan anak.
• Setiap kali keputusan yang diambil yang
memengaruhi kehidupan anak, dampak dari
keputusan yang harus dinilai: kepentingan orang
lain (orang tua, masyarakat, negara) tidak harus
menjadi perhatian utama, meskipun mereka
mungkin memiliki pengaruh pada hasil akhir dari
keputusan.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


...lanjutan
• Eksplisit dipertimbangkan dalam semua siklus program
oleh semua aktor:
– Memastikan pendapat anak didengar dalam pengambilan
keputusan yang memengaruhi mereka.
– Memeriksa tindakan yang direncanakan atau program
anak yang tidak diinginkan berdampak negatif pada anak
dan hak mereka.
– Meneliti bagaimana pengembangan kebijakan nasional
dan daerah dapat memberikan substansi nyata pentingnya
kepentingan terbaik anak menjadi pertimbangan utama.
– Menunjukkan keputusan yang telah dibuat - dampak
keputusan kepada anak dan hak mereka telah
diperhitungkan.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Partisipasi
• Setiap anak memiliki hak atas informasi.
• Memiliki kesempatan untuk mengekspresikan atau pandangannya.
• Telah mendengar pandangan anak dalam memengaruhi keputusan.
• Membentuk atau bergabung dengan asosiasi.
• Pandangan anak dan keterlibatan mereka harus dipertimbangkan dalam
semua bagian siklus program oleh semua pengemban tugas.
• Mengembangkan kemampuan orang dewasa untuk memfasilitasi
partisipasi anak dan serius mengambil pandangan anak.
• Mengembangkan kemampuan anak untuk mengakses informasi, untuk
menegaskan hak mereka dan membangun mitra dengan pengemban tugas
kunci.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


...lanjutan
• Memperluas penerimaan hak anak untuk didengar dan berpikir tentang peran
aktif anak di semua tingkatan masyarakat.
• Mendorong dan memfasilitasi berbagai model dan inisiatif diikuti secara hati-hati.
• Menciptakan lingkungan dapat mengekspresikan perlindungan khusus anak.
• Mengembangkan kebijakan, alat, bahan, dan standar praktik yang mengakui hak
anak untuk berpartisipasi.
• Memfasilitasi dalam pengambilan keputusan secara terstruktur.
• Mendukung pembentukan, dan memperkuat kepemimpinan kelompok dan
organisasi anak.
• Memberdayakan anak untuk menjadi aktor politik pada istilah mereka sendiri
melalui organisasi masyarakat sipil dan keterlibatan dalam urusan masyarakat.
• Memastikan kegiatan yang melibatkan anak benar-benar dalam kepentingan
mereka dan tidak untuk orang dewasa, menghindari kegiatan tokenisme dan
elitisme.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Kelangsungan Hidup dan
Perkembangan
• Hak anak untuk bertahan hidup dan berkembang merupakan hal
yang fundamental.
• Perkembangan anak mencakup aspek fisik, mental, budaya,
spiritual, moral, dan sosial.
• Kelangsungan hidup dan perkembangan anak harus
dipertimbangkan dalam semua bagian siklus program dan oleh
semua pengemban tugas.
– Mengenali sifat holistik anak dan perkembangan anak lebih dari
pertumbuhan fisik dan kesehatan dan termasuk pertumbuhan moral
dan spritual.
– Menyadari anak berkembang dan mengalami perubahan ketika
mereka bergerak menuju otonomi.
– Menyadari dunia berubah, perkembangan anak perlu mengimbangi
dengan perubahan lingkungan dan anak harus bersaing dengan orang
dewasa.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


...lanjutan
– Mengakui anak sebagai individu yang berkembang dalam keluarga, komunitas,
dan masyarakat dan memastikan kepentingan terbaik individu anak
diperhatikan.
– Pertimbangan tren politik, ekonomi, dan sosial bentuk persepsi anak dan masa
usia dini dan yang memiliki dampak langsung pada kehidupan mereka.
– Mendengarkan dan memungkinkan sudut pandang anak untuk memengaruhi
keputusan orang dewasa dan pilihan perkembangan anak sendiri.
– Memberikan kesempatan kepada semua anak, bukan hanya beberapa.
– contoh saat individu menunjukkan tingkah laku positif yang menipu terhadap
anggota kelompok outgroup kepada siapa mereka merasakan prasangka yang
kuat. Kemudian perilaku tokenistik ini digunakan sebagai alasan untuk
menolak melakukan aksi yang lebih menguntungkan terhadap kelompok ini
(id.wikipedia.org).
– mendorong sekelompok orang merasa diri memiliki status sosial-politik yang
lebih tinggi daripada orang-orang lain, terutama rakyat kebanyakan
(brainly.co.id)

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Akuntabilitas, Kewajiban,
Tanggung Jawab, Dan Hak Anak
• Negara membuat komitmen untuk menyediakan
sumber daya maksimum; memperioritaskan
kepentingan anak dalam pengambilan keputusan
yang memengaruhi anak.
• Elemen inti dari program anak adalah hak dalam
membawa hak yang jelas dan pesan efektif ke
anak dan komunitas.
• kewajiban negara: menghormati, melindungi,
memfasilitasi, menyediakan hak, dan tanggung
jawab.

(Sumber: Geidenmark, 2005:23-25)


Memastikan Prinsip HAM dan KHA
sebagai pertimbangan utama dalam
perencanaan
Sesi 1: Hal yang perlu dibahas:
1. Apakah prinsip Hak Asasi Manusia dan
Konvensi Hak Anak menjadi pertimbangan
dalam penyusunan kebijakan dan program?
2. Bagaimana memastikan prinsip-prinsip
tersebut telah menjadi dasar pertimbangan?
Matriks:
Kebijakan/Program:
Kebijakan
Prinsip Fakta Kendala Ket.
/Program
Modul 6

Memberikan informasi dan pengetahuan pemograman hak anak dan


siklus program.

PEMOGRAMAN HAK ANAK


DAN SIKLUS PROGRAM
Pengantar
• Pemograman yang memiliki pengetahuan tentang
Konvensi Hak Anak dan substansi sangat mudah
menyusun program yang berbasiskan hak anak. Karena
mereka dapat menjadikan prinsip Konvensi Hak Anak
sebagai filter dalam penyusunan program di bidang
pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak baik
yang memiliki dampak langsung maupun yang tidak
langsung pada pertumbuhan, perkembangan, dan
perlindungan anak.
• Pada uraian berikut, para pemograman hak anak
mendapatkan panduan apa yang harus diperhatikan
dalam penyusunan program berbasis hak anak.

(Sumber: Geidenmark, 2005:40-45)


Siklus Program
Bekerja dengan
Analisis
masyarakat sipil
situasi
 mitra

Hak anak Apa yang


berdasarkan baru dan
penilaian, berbeda
pemantuan, dan pada siklus
dampak program

Advokasi untuk
Analisis hak meningkatkan
anak skala dampak
pada anak

Perspektif
program
hak anak

(Sumber: Geidenmark, 2005:40-45)


Analisis situasi
Risiko, tenaga,
stakeholder, akar Respon dan
Intervensi berbasis
penyebab masalah, keberkelanjutan
masyarakat.
usia, dan jenis intervensi.
kelamin.

Peningkatan
Konsultasi dengan Kesadaran gender,
kapasitas dan
masyarakat. analisis, dan target.
kemitraan.

Belajar melalui
laporan hasil
pemantauan dan
evaluasi.

(Sumber: Geidenmark, 2005:40-45)


Apa yang baru dan berbeda pada
siklus program:

Melibatkan para
mengintegrasikan pengemban tugas -
Prinsip KHA sebagai
kerangka normatif identifikasi, dukungan
filter.
dari PBB. dan dimintai
pertanggungjawaban.

(Sumber: Geidenmark, 2005:40-45)


Advokasi untuk Meningkatkan Skala
Dampak pada Anak
(Replikasi, Perubahan Kebijakan, Alokasi Sumber Daya)

Program berlangsung di Proses pemograman Program memiliki


semua tingkatan di adalah partisipatif dan dampak besar pada
masyarakat. pemberdayaan. anak dan hak anak.

Perspektif program anak, anak


diakui sebagai manusia secara
Pemrograman
Program berprespektif utuh dengan kapasitas
mempertimbangkan
jangka panjang yang martabat dan perkembangan;
berbagai mitra dan
memerlukan analisis, anak diberdayakan untuk
bentuk keberagaman
peluang, dan kapasitas. berbicara, didengar, dan
kemitraan.
menjadi bagian integral dari
program.

(Sumber: Geidenmark, 2005:40-45)


Perspektif Program Hak Anak
Bertujuan:

Ditujukkan pada Memperkuat


kesenjangan dan struktur dan Memperkuat
pelanggaran hak mekanisme, misal kapasitas
anak, misal perubahan masyarakat sipil
distribusi bantuan kebijakan, dan masyarakat
pangan, reunifikasi pengembangan untuk mendukung
anak yang terpisah, undang undang hak anak.
eksploitasi seksual. dan kelembagaan.

(Sumber: Geidenmark, 2005:40-45)


Analisis hak anak:
Menerapkan 4 prinsip KHA
sebagai fokus seluruh
analisis dengan informasi
• Data dipisahkan menurut
spesifik.
jenis kelamin, usia, geografis,
dll.
• Perspektif anak dicari dan
dimasukkan sebagai bagian Fokus pada kerangka hukum
Fokus pada pelanggaran hak
dari analisis. normatif yang ditawarkan
asasi, kelalaian, dan akar
• Perspektif orang dewasa oleh KHA, termasuk
penyebab masalah.
dicari dan dimasukkan pemantauan dan pelaporan.
sebagian dari analisis.
• Analisis kebijakan, legislatif,
dan praktiknya.
• Fokus pada tren dari waktu
ke waktu.
• Sebuah proses termasuk
pandangan dari berbagai
pemangku kepentingan
Fokus pada akuntabilitas, Fokus pada pengemban
kewajiban, dan hambatan tugas (identitas,
untuk pemenuhan kemampuan, dan kemauan
kewajiban. politik).

(Sumber: Geidenmark, 2005:40-45)


Hak anak berdasarkan penilaian,
pemantuan, dan dampak:
• Memastikan akuntabilitas organisasi masyarakat sipil dalam kaitannya dengan anak, komunitas,
pendukung, dan donor.
• Menyoroti elemen selain praktik pembangunan yang baik.
– Melibatkan anak, masyarakat dalam analisis, desain, dan berbagi pembelajaran dan
dokumen.
– Mengukur perubahan dalam kehidupan anak dan hak anak.
– Mengukur perubahan dalam kebijakan, undang-undang, struktur, dan praktik yang
memengaruhi anak dan haknya, pengemban tugas lebih bertanggung jawab untuk
perlindungan, pemenuhan, dan penghormatan terhadap anak dan haknya. Kebijakan
dikembangkan dan diimplementasiakn dan sikap pengemban tugas mempertimbangkan
kepentingan terbaik anak dan hak anak.
– Mengukur perubahan ekuitas (kepemilikan) dan non diskriminasi anak, yaitu dalam
kebijakan, program, layanan, dan masayarakat, adalah mencapai anak yang paling
terpinggirkan dan berkurangnya diskriminasi.
– Mengukur perubahan pada anak dan partispasi anak.
– Mengukur perubahan dalam masyarakat sipil dan kapasitas masyarakat untuk mendukung
hak anak, jaringan, koalisi, dan mobilisasi lebih besar untuk memaksa perubahan pada anak.

(Sumber: Geidenmark, 2005:40-45)


Bekerja dengan mitra:
• Komitmen untuk bekerja dengan orang lain berakar dalam komitmen untuk
(memperkenalkan hak anak dan nilai yang tertanam dalam KHA).
• Perubahan jangka panjang bagi anak melalui intervensi berkelanjutan dan kepemilikan lokal.
• Pengemban tugas memegang akun dan memungkinkan pemegang hak untuk mengklaim hak
anak.
• Membangun kapasitas pemerintah, masyarakat sipil, profesional, dan masyarakat untuk
mendukung hak anak.
• Pendekatan hak anak berbasis kemitraan akan mencakup prinsip berikut:
– Sebuah visi bersama dan komitmen terhadap anak.
– Tujuan umum, jelas, dan dapat dicapai memungkinkan untuk diukur pada penyelesaian kerja sama
dalam priode tertentu.
– Saling belajar dan mengakui.
– Saling menghormati perpektif budaya yang berbeda.
– Saling memberdayakan.
– Akuntabilitas.
– Transparansi dan kepercayaan.
– Ketidakberpihakan.
– Nilai, kebijakan, dan praktik umum mengacu pada non diskriminasi, perlindungan anak dari
kekerasan dan eksploitasi, dan kepentingan terbaik anak.
(Sumber: Geidenmark, 2005:40-45)
...lanjutan
– Menyeimbangkan sejumlah pendekatan ketika bekerja
dengan semua tingkatan - lokal, provinsi, nasional, dan
internasional:
• Dukungan sumber daya memungkinkan akses ke kualitas layanan.
• Peningkatan kapasitas dari pegawai negeri dalam rangka
memperkuat kompetensi, misal pelatihan guru.
• Membangun struktur kelembagaan dalam rangka memperkuat
kapasitas organisasi, misal dukungan untuk infrastruktur
pemerintah daerah.
• Perubahan kebijakan dan formulasi dalam rangka meningkatkan
kerangka hukum dan kebijakan untuk anak.
• Melobi daerah tertentu untuk perubahan kebijakan undang-
undang dan praktik, misal RAN tentang HIV & AIDS untuk
memprioritaskan dukungan untuk anak yatim dan anak yang
rentan.

(Sumber: Geidenmark, 2005:40-45)


Organisasi Masyarakat Sipil:

Organisasi berbasis masyarakat,


biasanya mewakili anggotanya dan
sering bekerja pada tingkat lokal.

Organisasi non-pemerintah, biasanya


bekerja untuk kepentingan orang lain
dan aktif di tingkat lokal, provinsi,
nasional, dan internasional.

Serikat pekerja, asosiasi pekerja dan


profesional, dan asosiasi isu tunggal.

(Sumber: Geidenmark, 2005:40-45)


Bekerja dengan masyarakat sipil
sebagai mitra harus didasarkan
pada:
Sebuah visi bersama dan
komitmen terhadap anak.

Nilai, kebijakan, dan praktik


umum mengacu pada non
diskriminasi, perlindungan
anak dari kekerasan dan
eksploitasi dan kepentingan
terbaik anak.

(Sumber: Geidenmark, 2005:40-45)


Karakteristik
Pemograman Hak Anak
Sesi 1: Menentukan seseorang menjadi
pemrograman hak anak, hal yang perlu
didiskusikan adalah:
1. Apa yang menjadi persyaratan pemograman
hak anak?
2. Bagaimana siklus program di bidang anak
yang ada di sektor pemerintah?
Modul 7

Meningkatkan pengetahuan tentang hak anak menjadi fokus organisasi.

HAK ANAK MENJADI FOKUS


ORGANISASI
Hak menjadi Fokus

Implikasi dan
penerapan hak Cara keputusan
berbasis prinsip program dibuat...
untuk organisasi.

Mengintegrasikan Cara orang dalam


perspektif memiliki perhatian
program hak anak. khusus.

(Sumber: Geidenmark, 2005:50-55)


Alasan
• Setiap orang yang bekerja di instansi pemerintah, swasta maupun
lembaga masyarakat yang bergerak di bidang pemenuhan hak dan
perlindungan anak merasa selama ini mereka telah melakukan
banyak hal untuk pemenuhan hak anak.
• Akan tetapi, apakah mereka pernah menyadari bahwa organisasinya
menjadikan hak anak sebagai fokus dalam menjalankan organisasi
atau manajemen organisasi berbasis hak anak.
• Kemungkinan mereka secara sadar sudah melakukannya atau
mungkin hal ini hanya intuisi semata beberapa individu yang
memiliki anak.
• Jawaban pasti mengenai hal ini, Modul ini mencoba untuk
mengajak peserta untuk menilai organisasinya apakah telah
menjadikan hak anak sebagai fokus atau manajemen organisasi
berbasis hak anak.

(Sumber: Geidenmark, 2005:50-55)


Hak Menjadi - Fokus
• Cara keputusan program dibuat, diimplementasikan, dan dinilai
serta bagaimana hubungan dengan orang lain untuk dinegosiasikan
dan berkelanjutan.
• Cara orang dalam organisasi dianggap memiliki perhatian khusus:
– Akuntabilitas.
– Non diskriminasi.
– Martabat, rasa hormat, dan keadilan.
– Partisipasi dan pemberdayaan.
• Mengintegrasikan perspektif progam hak anak memerlukan
perubahan bagaimana organisasi berhubungan dengan anak dalam
hal:
– Pertimbangkan kepentingan terbaik anak dan perlindungan anak.
– Akuntabilitas terhadap anak.
– Partisipasi anak dengan keputusan organisasi yang membuat isu
struktur kapasitas dan komitmen pribadi.

(Sumber: Geidenmark, 2005:50-55)


Implikasi dan penerapan hak
berbasis prinsip untuk organisasi:
• non-diskriminasi:
– Menciptakan lingkungan kerja yang memperkenalkan keragaman dan
bertujuan untuk membasmi ketidakadilan dan prasangka.
– Tim mencerminkan keragaman konteks dan masyarakat di mana
bekerja.
– Memperkenalkan lingkungan kerja, setiap orang dihormati, menikmati
martabat di tempat kerja dan dilindungi dari pelecehan.
– Bergerak melampaui kepatuhan hukum untuk diambil menjadi
pemimpin dalam organisasi dan berlatih memperkenalkan prinsip non
diskriminasi.
– Memberikan bimbingan dan peluang staf memungkinkan untuk dialog,
menjadi jelas apa yang diharapkan.
– Mengelola sebuah organisasi yang semakin beragam, konflik dapat
meningkat tetapi dapat dimaafatkan dengan cara konstruktif dan
inovatif.

(Sumber: Geidenmark, 2005:50-55)


...lanjutan
• Akuntabilitas:
– Komitmen, keputusan, perilaku, dan nilai organisasi.
– Peran dan tanggung jawab.
• Partisipasi dan pemberdayaan:
– Partisipasi dalam sebuah organisasi membawa implikasi
bagi proses komunikasi dan konsultasi, prosedur
pengambilan keputusan, dan struktur serta mekanisme
pemerintahan.
– Memfasilitasi pemberdayaan, organisasi memiliki banyak
mekanisme dari identifikasi; implikasi untuk prosedur
induksi; akses yang tepat untuk dukungan; alokasi sumber
daya; delegasi; peluang untuk pertumbuhan, penugasan,
berperilaku, dan pemantauan.

(Sumber: Geidenmark, 2005:50-55)


...lanjutan
• Kepentingan terbaik anak:
– Prosedur perekrutan disesuaikan, kode etik perilaku untuk staf.
– Penciptaan ruang ramah anak, proses manajemen kinerja dan
dampak.
– Evaluasi, investasi etis.
• Partisipasi anak dan akuntabilitas kepada anak:
– Mendengarkan pandangan anak.
– Anak sebagai bagian struktur pemerintahan.
– Anak sebagai bagian dari proses perencanaan.
– Anak sebagai bagian dari merancang, melaksanakan, pemantuan, dan
evaluasi sistem.
• Menciptakan ruang ramah anak dalam organisasi memberikan
akses ke fasilitas dan sumber daya (Strategi komunikasi ramah
anak).

(Sumber: Geidenmark, 2005:50-55)


Apakah Organisasi Anda
menjadikan hak anak sebagai fokus?
Sesi 1: Menjawab pertanyaan ini, perlu
didiskusikan hal berikut:
1. Apakah hak anak menjadi fokus organisasi di
masing-masing unit kerja?
2. Apa yang menjadi ukurannya?
3. Bagaimana mengukurnya?
Modul 8

Memberikan informasi dan pengetahuan tentang pengembangan


kabupaten/kota layak anak.

KABUPATEN/KOTA LAYAK ANAK


Definisi
Kabupaten/Kota yang mempunyai sistem
pembangunan berbasis hak anak melalui
pengintegrasian komitmen dan sumberdaya
pemerintah, masyarakat, media massa, dan
dunia usaha yang terencana secara menyeluruh
dan berkelanjutan dalam kebijakan, program
dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak
anak

(Sumber: PermenPPPA 11/2011)


Tujuan
Pengembangan KLA bertujuan untuk
membangun inisiatif pemerintahan
kabupaten/kota yang mengarah pada
upaya transformasi konsep hak anak
ke dalam kebijakan, program, dan
kegiatan untuk menjamin
terpenuhinya hak anak di
kabupaten/kota.
(Sumber: PermenPPPA 11/2011)
Tahapan Pengembangan KLA

Perencanaan Pemantauan

Evaluasi &
Persiapan Pelaksanaan
Pelaporan

(Sumber: PermenPPPA 11/2011)


Alur Pengembangan KLA dan RAD

Komitmen Gugus Tugas RPJMD/RKPD

Bupati/Walikota Stakeholder
DPRD Masyarakat
Kepala SKPD
Lurah
RT/RW Dunia Usaha
Tokoh Masy.
Dunia Usaha
Media Massa
Keluarga
Menuju
Kab./Kota Layak Anak

2018-2023
2024

Sumber: Patilima, 2017


4. Registrasi Anak;
5. Infomasi Layak Anak; 7. Perkawinan Anak;
6. Partisipasi Anak 8. Lembaga Konsultasi;
21. Korban 9. PAUDHI;
Kekerasan & 10. Lembaga
Eksploitasi; Terstandarisasi;
22. Korban 11. Infrastruktur Layak
Pornografi & Hak Sipil Anak
Situasi Darurat Kebebasan
23. Penyandang Lingkungan
Disabilitas Perlindungan Keluarga &
24. ABH, Khusus Pengasuhan 12. Persalinan di
Terorisme, Stigma Kelembagaan Alternatif Faskes;
13. Prevalensi
Gizi;
18. Wajar 14. PMBA;
12 Tahun; Pendidikan 15. Faskes dgn
Kesehatan Pelayanan Ramah
19. SRA; Pemanfaatan Dasar & Anak;
20. RKA Waktu Luang Kesejahteraan 16. Air Bersih;
& Kegiatan
Budaya 17. Kawasan
Tanpa Rokok

1. Perda KLA; 2. Lembaga KLA; 3.Keterlibatan Masy., Dunia Usaha, & Media Massa
Sumber: PERMENPPPA No. 12 Tahun 2011, diubah oleh KPPPA Tahun 2017
Komponen Indikator

Peran serta
Peran mitra OPD
Peraturan Inovasi
Upaya SDM serta lainnya,
perundang (Konsep,
Anggaran yang terlatih forum/kel Masyarakat,
-undangan Model,
dilakukan KHA ompok Dunia Usaha,
daerah Teknologi)
anak dan Media
Massa

Sumber: KPPPA, 2017 Doc.Ist., 2017


Matrik Indikator KLA
Peran
Peraturan Partisi SDM
Klaster/ Data Angga-
No. Ukuran Perundang pasi Inovasi Terlatih
Indikator Dasar ran Masyara Dunia Media
-Undangan SKPD Anak KHA
kat Usaha Massa

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13)
I. Kelembagaan

1
II. Hak Sipil dan Kebebasan
4.
III. Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif
7.
IV. Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan
11.
....

Sumber: KPPPA, 2017


Kelembagaan

Lembaga
Dunia
Masyarakat dan
Usaha/Industri
Media Massa

Menguatnya
Kelembagaan
Kabupaten/Kota
Layak Anak (KLA)
Tersedia
Peraturan/Kebijakan
Daerah tentang
Kabupaten/Kota
Layak

Foto.ist, 2017
Hak Sipil & Kebebasan

Terlembaganya
Partisipasi Anak

Tersedia Fasilitas
Informasi Layak
Anak (ILA)
Persentase Anak
yang Teregistrasi
dan Mendapatkan
Kutipan Akta
Kelahiran

Foto.ist, 2017
Lingkungan Keluarga &
Pengasuhan Alternatif

Infrastruktur
Ramah Anak
(RBRA dan
RASS)

Lembaga
PAUD HI
Terstandarisasi

Lembaga
Konsultasi
Kesejahteraan
Keluarga
Tidak ada
pernikahan
Anak

Foto.ist, 2016
Kesehatan Dasar &
Kesejahteraan
Persentase Rumah
Tangga dengan
Akses Air Minum
dan Sanitasi yang
Layak
Persentase Cakupan
Persentase Fasilitas
Pemberian Makan
Kesehatan dengan
pada Bayi dan Anak
Pelayanan Ramah
(PMBA) Usia di
Anak
Bawah 2 Tahun

Prevalensi Status
Gizi Balita

Persentase
Persalinan di Kawasan Tanpa
Fasilitas Kesehatan Rokok

Foto.ist, 2017
Pendidikan, Pemanfaatan Waktu
Luang, & Kegiatan Budaya

Ruang
Kreatifitas
Anak
Sekolah
Ramah
Anak
Wajar 12
tahun

Foto.ist, 2016
Perlindungan Khusus

Anak Berkonflik
dengan Hukum,
Disabilitas dan
Korban
Minoritas
Terorisme, dan
Penanggulangan Stigma
Bencana,
narkoba,
pornografi, dan
hiv-aids
Penanganan
Kekerasan dan
Eksploitasi dan
PA

Foto.ist, 2017
Kategori KLA
• Pratama  501-600 12 komponen tidak ada angka di bawah
70% nilai maksimal dan komponen tertentu harus mencapai angka mutlak
• Madya  601-700 17 komponen tidak ada angka di bawah
70% nilai maksimal dan komponen tertentu harus mencapai angka mutlak

• Nindya  701-800  20 komponen tidak ada angka di


bawah 70% nilai maksimal dan komponen tertentu harus mencapai angka
mutlaK
• Utama  801-900  22 komponen tidak ada angka di
bawah 70% nilai maksimal dan komponen tertentu harus mencapai angka
mutlak
• Kabupaten/Kota Layak Anak  901-1000  24 komponen tidak ada angka di
bawah 70% nilai maksimal dan komponen tertentu harus mencapai angka mutlak
Pengembangan
Kabupaten/Kota Layak Anak
Sesi 1: Topik diskusi:
1. Bagaimana membangun kabupaten/kota
layak anak?
2. Apa langkah pengembangan kabupaten/kota
layak anak?
Daftar Pustaka
A World Fit For Children. New York: Unicef, 2002.
Crain, William. Teori Perkembangan: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
Durrant, Joan E. Positive Discipline in Everyday Teaching: Guidelines for Educators. Bangkok: Save the
Children, 2010.
Geidenmark, Eva. Child Rights Programming: How to Apply Rights-Based Approaches to Programming A
Handbook for International Save the Children Alliance Members. 2nd ed. Lima: Save the Children,
2005.
Hurlock, Elisabeth B. Psikologi Perekembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan.
Jakarta: Erlangga, 1980.
Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jakarta: Unicef, 1989.
Papalia, Diane E., Sally Wendkos Old, dan Ruth Duskin Feldman. Human Development (Psikologi
Perkembangan). (Edisi Kesembilan). Jakarta: Kencana, 2010.
Salkind, Neil J. Teori-teori Perkembangan Manusia: Sejarah Kemunculan, Konsepsi Dasar, Analisis
Komparatif, dan Aplikasi. Bandung: Nusa Media, 2009.
Santrock, John W. Perkembangan Anak. Jilid Satu. Edisi 11. Jakarta: Erlangga, 2007.
_______. Perkembangan Anak. Jilid Dua. Edisi 11. Jakarta: Erlangga, 2007.
Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Nomor 11 Tahun 2012 tentang Kebijakan
Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak.
Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Nomor 12 Tahun 2012 tentang Indikator
Kabupaten/Kota Layak Anak.