Anda di halaman 1dari 13

Treatment-Resistant Bipolar

Depression: A Randomized
Controlled Trial of Electroconvulsive
Therapy Versus Algorithm-Based
Pharmacological Treatment

Tutor: dr. M. Hermansyah, Sp. KJ

Oleh: Pramesti Widya Kirana


Gangguan
Bipolar
(Depresi)

ECT
Pengobatan
(Electroconvulsive
Farmakologis
Therapy)

Membandingkan terapi ECT


Tujuan dengan terapi farmakologi dalam
pengobatan depresi bipolar
Metode
Dilakukan di 7 klinik rawat inap psikiatri di Norwegia

Pada 73 pasien rawat inap akut dengan gangguan bipolar yang


mendapatkan pengobatan anti depresi dan direkrut dari April
2008 sampai Mei 2011.
Kriteria Inklusi
• Berusia 26-79 tahun
• Mengalami depresi
• Skor MADRS ≥ 25
(Montgomery-Asberg Depression Rating Scale)
• Termasuk dalam kriteria DSMIV-TR untuk
gangguan bipolar subtipe I atau II
Kriteria Eksklusi
• Telah menerima ECT 6 bulan sebelumnya
• Perjalanan penyakit yang cepat, didefinisikan sebagai
setidaknya empat episode mood dalam 12 bulan
sebelumnya;
• kelainan laboratorium klinis yang relevan
• kondisi yang mempengaruhi fungsi neuro kognitif,
seperti penyakit Parkinson, multiple sclerosis, stroke,
atau ketergantungan zat atau penyalahgunaan
• Hamil
• Skor Young Mania Rating Scale ≥ 20
• Risiko bunuh diri yang tinggi menurut penilaian klinis
peneliti
Terapi
• elektroda stimulasi ditempatkan
menurut metode d'Elia
ECT (penempatan elektroda
unilateral kanan)
• Lebar pulsa 0,5 ms
• Dosis stimulus awal ditentukan
dengan metode berbasis usia,
disesuaikan gender
•• sesuai dengan
Pengobatan algoritma
diberikan tiga kali
pengobatan untuk6depresi
seminggu sampai minggu,
bipolar
dengan dari Goodwin
maksimal dan
18 sesi.
Jamison
• Jika ada efek samping maka bisa
Terapi beralih ke pilihan pengobatan
farmakologi selanjutnya sesuai dengan
algoritma
Penilaian
• Tingkat keparahan gejala dinilai oleh: MADRS,
the Inventory Depressive Symptomatology,
CGI-BP, dan Young Mania Rating Scale pada
awal dan minggu setelahnya.
• Hasil primer -> skor MADRS mingguan selama
masa pengobatan 6 minggu
• Hasil sekunder -> skor the Inventory
Depressive Symptomatology dan CGI-BP
selama masa pengobatan 6 minggu, dan
waktu respon dan remisi
Hasil
MADRS berbeda dengan 6,6 poin antara ECT dan
kelompok perlakuan farmakologis.
Hamilton
Depression perbedaan rata-rata 5,2 poin (95% CI = 1,4-
Rating Scale 8,9)

the Inventory
Depressive perbedaan signifikan dari 9,4 dan 0,7 poin
Symptomatology antara kedua kelompok pengobatan

Tidak ada perbedaan kelompok ECT (34,8%)


Tingkat Remisi
dan kelompok terapi farmakologi (30,0%).

ECT itu secara signifikan lebih tinggi dengan


Tingkat Respon
73,9% dan kelompok obat dari 35.0%
Kesimpulan
Hasil saat ini menunjukkan bahwa ECT
lebih efektif daripada terapi farmakologi pada
fase akut pengobatan anti depresi bipolar .