Anda di halaman 1dari 15

PENDUGAAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN

DAERAH BUTON UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA


BERDASARKAN DATA ANOMALI GRAVITASI LOKAL
CITRA SATELIT

ASNIAR
R1A1 15 044

Dibawah Bimbingan:
Dr. Eng. Jamhir Safani, S.Si., M.Si Al Rubayin, S.T., M.T.
&
NIP. 19720320 200003 1 001 NIP.
OUTLINE
Pendahuluan

Tinjauan Pustaka

Metode Penelitian
PENDAHULUAN

 Pulau Sulawesi dan daerah sekitarnya merupakan kawasan tumbukan aktif antara tiga
lempeng bumi, yaitu Lempeng Samudra Hindia – Australia, Lempeng Benua Eurasia atau
Paparan Sunda, dan Lempeng Samudra Pasifik.
 Struktur bawah permukaan adalah suatu struktur atau kondisi geologi yang ada di suatu
daerah sebagai akibat dari terjadinya perubahan-perubahan pada batuan oleh proses
tektonik atau proses lainnya.
 Salah satu metode geofisika yang digunakan untuk menggambarkan struktur bawah
Latar
permukaan adalah metode gravitasi.
Belakang  Hasil pengukuran gravitasi citra satelit memiliki keakuratan yang baik dalam menentukan
indikasi keberadaan struktur geologi
 Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara secara geologi terbentuknya sangat
rumit karena telah terjadi beberapa aktivitas tektonik. Di Buton Utara, strukturnya berarah
Utara – Baratlaut hingga Selatan – Tenggara dan memiliki sumberdaya geologi berupa
aspal alam yang umumnya keluar ke permukaan bumi melalui zona lemah berupa sesar
dan rekahan batuan
• Bagaimana pola sebaran anomali Bouguer di daerah Buton Utara berdasarkan analisis data gravitasi
citra satelit ?
• Bagaimana model struktur bawah permukaan di daerah Buton Utara berdasarkan anomali lokal
Rumusan
gravitasi citra satelit ?
Masalah

• Mengetahui pola sebaran anomali Bouguer di daerah Buton Utara berdasarkan analisis data gravitasi
citra satelit.
• Memodelkan struktur bawah permukaan di daerah Buton Utara berdasarkan anomali lokal gravitasi
Tujuan
citra satelit.
Penelitian

• Memberikan informasi tentang struktur bawah permukaan daerah Buton Utara berdasarkan anomali
lokal gravitasi citra satelit.
• Memberikan gambaran mengenai metode gravitasi yang menggunakan data satelit khususnya
Manfaat GGMplus
Penelitian • Sebagai sumber pustaka untuk penelitian-penelitian selanjutnya yang relevan dengan penelitian ini.
TINJAUAN PUSTAKA

Geomorfologi

Topografi

Formasi Doole
Formasi Winto
Formasi Ogena
Formasi Tobelo
Basalt
Geologi Daerah Komplek Ultrabasa Kanpatoreh
Statigrafi
Penelitian Formasi Tondo
Anggota Batugamping Formasi Tondo
Formasi Sampolakosa
Formasi Wapulaka
Alluvium

Struktur Geologi
TINJAUAN PUSTAKA

Metode gravitasi adalah salah satu metode geofisika yang digunakan


untuk memperkirakan keadaan geologi bawah permukaan berdasarkan
distribusi variasi medan gravitasi. Variasi medan gravitasi terjadi akibat
adanya variasi densitas batuan di bawah permukaan bumi.
Metode Gravitasi
Hukum dasar Gravitasi Newton :

1. Koreksi Pasang Surut (Tide Correction)


2. Koreksi Apungan (Drift Correction)
Koreksi-Koreksi 3. Koreksi Lintang (Lattitude Correction)
dalam Metode 4. Koreksi Udara Bebas (Free Air Correction)
Gravitasi
5. Koreksi Bouguer (Bouguer Correction)
6. Koreksi Topografi (Terrain Correction)
Koreksi Bouger dan Koreksi Terrain dan
Anomali Bouger Sederhana Anomali Bouger Lengkap

Koreksi Bouguer dilakukan untuk Koreksi Bouguer mengasumsikan bahwa


menghilangkan perbedaan ketinggian topografi di sekitar stasiun pengukuran
dengan tidak mengabaikan massa di adalah datar. Namun pada kenyataannya,
bawahnya. Nilai anomali gravitasi yang hal ini jarang terjadi sehingga perlu
telah terkoreksi udara bebas dan koreksi dilakukan koreksi lebih jauh untuk
Bouguer disebut anomali Bouguer mengatasi efek topografi menggunakan
sederhana. koreksi medan

Penentuan Densitas
Analisis Spektrum
Bawah Permukaan

Metode Nettleton Analisis spektrum dilakukan untuk


Dibuat grafik anomali Bouguer dengan mengestimasi lebar jendela dan
berbagai macam densitas dan mengestimasi kedalaman dari anomali
dibandingkan dengan topografinya. gravitasi. Analisis spektrum dilakukan
dengan cara mentransformasi Fourier
 Metode Parasnis lintasan yang telah ditentukan pada peta
Metode yang menentukan rapat massa kontur Anomali Bouguer Lengkap
melalui modifikasi persamaan anomali
Bouguer
Proyeksi Ke Bidang Datar
Kontinuasi Ke Atas
dengan Grid Teratur

Reduksi ke bidang datar dilakukan  Metode Upward Continuation


dengan membawa data gravitasi di prinsipnya membawa bidang
topografi ke suatu bidang datar dengan pengukuran ke atas dengan variasi jarak
ketinggian yang sama. atau ketinggian tertentu yang bertujuan
Reduksi ini, bisa dilakukan dengan untuk mendominankan anomali
bantuan software MATLAB dengan regional dan meminimalkan pengaruh
metode Dampney noise dan efek anomali residual
 Dengan memperoleh anomali
regionalnya dan mengurangkan dengan
anomali bouger maka akan diperoleh
anomali residualnya

Pemodelan Data
Gravitasi

•Pemodelan kedepan (forward modelling), model awal didasarkan pada intuisi geologi dan geofisika.
•Proses yang dilakukan pada pemodelan kedepan ini adalah menghitung anomali model serta
membandingkan anomali model tersebut dengan anomali hasil pengukuran, hingga diperoleh
kecocokan antara anomali model dengan anomali hasil pengukuran
Metode Gravitasi Citra
Satelit

Data yang dihasilkan dari satelit digunakan untuk memetakan anomali gravitasi di
permukaan bumi termasuk laut. Penyedia data gravitasi dari satelit selain TOPEX yaitu
Global Gravity Model plus (GGMplus) yang dimana merupakan gabungan dari
gravitasi satelit Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE) dan Gravity Field
and Stady-Stade Ocean Circulation Explorer (GOCE), EGM2008 dan efek topografi
gelombang pendek. Data gravitasi GGMplus meliputi percepatan gravitasi dan gravity
disturbance. Data gravitasi GGMplus memberikan gambaran lengkap tentang gravitasi
bumi beresolusi tinggi dengan meyediakan data gravitasi yang mencangkup
keseluruhan benua termasuk zona pesisir dalam ±60º lintang, berbentuk grid dan spasi
titik ∼220 m. Model gravitasi GGMplus adalah hasil dari inisiatif penelitian Curtin
University (Perth, Australia Barat) dan Technical University of Munich (Jerman)
METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat Penelitian

Buton Utara, Povinsi


Sulawesi Tenggara yang
membentang dari
4020’22.46’’ LS - 509’2.63’’ LS
dan 122042’23.78’’ BT -
123014’51.70’’ BT . Kegiatan
pengambilan data gravitasi
dilaksanakan mulai 21 Mei
2019. Pengolahan, analisis,
dan interpretasi data akan
dilakukan di Laboratorium
Teknik Geofisika, (FITK),
Universitas Halu Oleo
(UHO), Kota Kendari.
Data Penelitian
• Data penelitian diperoleh dari satelit gravitasi GGMplus yang dapat
diunduh secara gratis melalui halaman unduhan GGMplus melalui
situs http://ddfe.curtin.edu.au/gravitymodels/GGMplus/ untuk
mendapatkan anomali medan gravitasi dan letak geografis masing-
masing titik pengukuran. Sementara untuk elevasi dari titik
pengukuran yang diinginkan dapat di ekstrak melalui data
DEMNAS dengan akurasi 8 Meter.

Jenis Penelitian
• Penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Interpretasi kualitatif
dilakukan dengan mengamati data gravitasi berupa anomali
Bouguer. Anomali Bouguer tersebut memberikan hasil secara
global yang masih mempunyai anomali regional dan anomali lokal.
interpretasi kuantitatif dilakukan untuk memahami lebih jauh hasil
interpretasi kualitatif dengan membuat penampang gravitasi pada
peta kontur anomali.
Laptop atau Personal
Computer (PC)

Software Microsoft Excel

Software Surfer

Software Numeri

Alat dan Bahan


Software ArcGis

Software Oasis Montaj

Software Magpick

Software MATLAB
Mulai

Prosedur Studi Literatur

Penelitian
Informasi Data gravitasi
Geologi
Koreksi Bouguer dan Koreksi Terrain

Anomali Bouguer Lengkap

Analisis Spektrum

Reduksi Bidang Datar

Kontinuasi Keatas (upward continuation)

Anomali Anomali
Lokal Regional

Pemodelan Struktur Bawah Permukaan

Interpretasi

Selesai
TERIMAH KASIH