Anda di halaman 1dari 10

Disclosure Regulation

Fatimah Nur Hidayah (2016020039)


Hari Prasetya ()
Disclosure (Pengungkapan Laporan
Keuangan)
Pengungkapan laporan keuangan dalam arti luas berarti penyampaian
(release) informasi. Sedangkan menurut para akuntansi memberi pengertian
secara terbatas yaitu penyampaian informasi keunagan tentang suatu perusahaan
di dalam laporan keuangan biasanya laporan tahunan.
Laporan tahunan (Annual Report) media utama penyampaian informasi oleh
manajemen kepada pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan tahunan
mengkomunikasikan kondisi keuangan dan informasi lainnya kepada pemegang
saham, kreditor, dan stakeholders lainnya.
Tujuan Pengungkapan Laporan Keuangan
Secara umum, tujuan pengungkapan adalah menyajikan informasi yang dipandang perlu
untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan dan untuk melayani berbagai pihak yang
mempunyai kepentingan berbeda-beda
 Tujuan Melindungi
Tujuan melindungi dilandasi oleh gagasan bahwa tidak semua pemakai cukup canggih
sehingga pemakai yang naif perlu dilindungi dengan mengungkapkan informasi yang mereka
tidak mungkin memperolehnya atau tidak mungkin mengolah informasi untuk menangkap
substansi ekonomi yang melandasi suatu pos statemen keuangan.
 Tujuan Informatif
Tujuan informatif dilandasi oleh gagasan bahwa pemakai yang dituju sudah jelas dengan
tingkat kecanggihan tertentu. Dengan demikian, pengungkapan diarahkan untuk menyediakan
informasi yang dapat membantu keefektifan pengambilan keputusan pemakai tersebut.
 Tujuan Kebutuhan Khusus
Tujuan ini merupakan gabungan dari tujuan perlindungan publik dan tujuan informatif.
Ada dua jenis pengungkapan dalam hubungannya dengan persyaratan yang ditetapkan
oleh standar dan regulasi, yaitu:

1. Pengungkapan Wajib (mandatory disclousure)


Pengungkapan Wajib merupakan pengungkapan minimum yang disyaratkan oleh
peraturan yang berlaku.

2. Pengungkapan Sukarela (voluntary disclosure)


Salah satu cara meningkatkan kredibilitas perusahaan adalah melalui pengungkapan
sukarela secara lebih luas untuk membantu investor dalam memahami strategi bisnis
manajemen. Pengungkapan Sukarela merupakan pengungkapan butir-butir yang dilakukan
secara sukarela oleh perusahaan tanpa diharuskan oleh peraturan yang berlaku
Metode-Metode Pengungkapan
Metode pengungkapan berkaitan dengan masalah bagaimana secara teknis informasi
disajkan kepada pemakai dalam satu perangkat laporan keuangan beserta informasi lain yang
berpaut.
 Pos Laporan Keuangan
Informasi keuangan dapat diungkapkan melalui Laporan keuangan dalam bentuk pos atau
elemen laporan keuangan sesuai dengan standar tentang definisi, pengukuran, penilaian, dan
penyajian (jenis laporan, format laporan, klasifikasi pos, dan susunan pos).
 Catatan Kaki
Catatan kaki (footnotes) atau catatan atas laporan keuangan (notes to financial
statements) merupakan metode pengungkapan untuk informasi yang tidak praktis atau tidak
memenuhi kriteria untuk disajikan dalam bentuk pos atau elemen statemen keuangan.
 Penjelasan Dalam Kurung
Penjelasan singkat berbentuk tanda kurung mengikuti suatu pos dapat dijadikan cara
untuk mengungkapkan informasi.
 Istilah Teknis
Istilah teknis dan strategik merupakan bagian dari pengungkapan. Istilah yang tepat
harus digunakan secara konsisten untuk nama pos, elemen, judul, atau subjudul.
 Lampiran
Penggunaan lampiran merupakan metode pengungkapan. Laporan keuangan
merupakan salah satu bentuk ringkasan untuk pengambilan keputusan investasi dan kredit
yang dapat dipandang sebagai keputusan strategik.
 Komunikasi Manajemen
Manajemen dapat menyampaikan informasi kualitatif atau nonfinansial yang dirasa
penting untuk diketahui pemakai laporan melalui berbagai cara.
 Catatan Dalam Laporan Auditor
Pengungkapan oleh manajemen lebih dari apa yang dapat disampaikan melalui
seperangkat penuh statemen keuangan
Keluasan Dan Kerincian Pengungkapan

Luas pengungkapan berkaitan dengan masalah seberapa


banyak informasi yang harus diungkapkan, disebut dengan tingkat
pengungkapan (levels of disclosure). Evans (2003: 336) dalam
Suwardjono (2008) mengidentifikasikan tiga pengungkapan yang
dilakukan perusahan, yaitu:

1. Adequate disclosure (pengungkapan cukup)


Adequate disclosure merupakan konsep yang sering digunakan,
yaitu pengungkapan minimum yang disyaratkan oleh peraturan
yang berlaku, sehingga angka-angka yang disajikan dapat
diinterpretasikan dengan benar oleh investor.
2. Fair Disclosure (Pengungkapan Wajar)
Fair disclosure secara tidak langsung merupakan tujuan etis agar
memberikan perlakuan yang sama kepada semua pemakai laporan
dengan menyediakan informasi yang layak terhadap pembaca potensial.

3. Full Disclosure (Pengungkapan Penuh)


Full disclosure menyangkut kelengkapan penyajian informasi yang
diungkap secara relevan. Scott (1997) dalam Suwardjono (2008)
menunjukkan dua manfaat pengungkapan penuh yang dapat dicapai
secara simultan, yaitu terdapat kemungkinan investor membuat
keputusan investasi menjadi lebih baik dan meningkatkan kemampuan.
Pengukuran Tingkat Pengungkapan

Pengukuran tingkat pengungkapan menggunakan indeks pengungkapan. Penelitian


terdahulu yang menggunakan indeks pengungkapan untuk mengukur tingkat pengungkapan
perusahaan dibagi dalam dua kelompok, yaitu penelitian yang menggunakan indeks
pengungkapan tanpa pembobotan dan penelitian yang menggunakan indeks pengungkapan
dengan pembobotan. Kedua jenis indeks pengungkapan ini dapat dikembangkan sendiri
oleh peneliti atau dikembangkan lembaga tertentu.

Dari beberapa penelitian, dapat disimpulkan bahwa penelitian tentang pengungkapan


wajib menggunakan indeks pengungkapan tanpa pembobotan, sedangkan penelitian
tentang pengungkapan sukarela terbagi menjadi dua kelompok yaitu, menggunakan indeks
pengungkapan tanpa pembobotan dan menggunakan indeks pengungkapan dengan
pembobotan.
TERIMAKASIH