Anda di halaman 1dari 17

REFERAT

HUBUNGAN DIABETES MELITUS DENGAN SNHL


(SENSORINEURAL HEARING LOSS)

Pembimbing:
dr. Djoko Prasetyo A.N, Sp. THT-KL

Oleh :
Poh Anita Ardelia (406171001)
Sandra Sudargo (406172100)
Regina Theodora (406182093)

KEPANITERAAN THT
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH K.R.M.T WONGSONEGORO
PERIODE 11 MARET 2019 – 14 APRIL 2019

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA


JAKARTA
Latar Belakang

Penyakit metabolik yang ditandai


dengan hiperglikemi yang
disebabkan karena gangguan
sekresi insulin atau kerja insulin,
sehingga dapat menyebabkan
Komplikasi
terjadinya abnormalitas
metabolisme dari karbohidrat,
lemak, dan protein.

Penurunan
Pendengaran
Struktur Telinga :
Telinga Luar
Telinga Tengah
Ossicle :
Tdd 3 tulang pendengaran yaitu
1. malleus (tl. martil),
2. incus (tl. landasan)
3. stapes (tl. sanggurdi)
Fungsi:
 Mentransmisikan getaran suara dari
gendang telinga;
 amplifikasi (peningkatan) getaran
 Untuk menyamakan tekanan antara
telinga dalam dan luar agar selaput
gendang dapat bervibrasi
M. Tensor tympani :
• Menarik membran timpani dan
menjaga agar selalu berada dalam
keadaan teregang jika ada suara
keras
Saluran Eustachius :
• Merupakan saluran yg
menghubungkan telinga tengah
dengan nasofaring
• dalam keadaan normal terutup, pada
saat menelan dan menguap terbuka
Telinga Dalam
Telinga Dalam
Fisiologi Pendengaran
Malleus Incus Stapes vibrating Helicotrema Cochlea
in oval window
Sound waves
Perilymph

3 Scala
4 tympani
5 Scala
vestibuli
1 2 Basilar
External auditory membrane
canal Spiral organ
(organ of Corti)
Tectorial membrane
Vestibular membrane
Cochlear duct
Tympanic (contains endolymph)
membrane
Secondary tympanic
membrane vibrating Middle ear Auditory tube
in round window
Definisi
Diabetes melitus
• American Diabetes Association (ADA) 2005:
suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi
karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya.
• WHO 1980
suatu kumpulan problema anatomik dan kimiawi yang merupakan akibat dari
sejumlah faktor di mana didapat defisiensi insulin absolut atau relatif dan gangguan
fungsi insulin

Sensori-neural hearing loss (SNHL)


• gangguan pendengaran yang dapat bersifat total maupun parsial yang dapat
mempengaruhi salah satu telinga ataupun kedua – duanya.
• Keadaan ini ditandai oleh hilangnya kemampuan mendengar yang dapat
disebabkan oleh gangguan di telinga dalam, gangguan pada jaras saraf dari telinga
dalam ke otak serta gangguan di otak.
• Terdapatnya gangguan jalur hantaran suara pada sel rambut koklea (telinga
tengah), nervus VIII (vestibulokoklearis), atau pada pusat pendengaran di lobus
temporalis otak
Sensori-neural hearing loss (SNHL)
• Gangguan pada reseptor atau mekanisme penghantar pada koklea
• Disebabkan aplasia, labirinitis, intoksikasi obat ototoksik atau alkohol.
• Terjadi peningkatan sensitifitas pendengaran yang berlebihan di atas
ambang dengar
• Pasien dapat membedakan bunyi 1 dB, sedangkan orang normal baru
Tuli koklea dapat membedakan bunyi 5 dB

• Gangguan pada N. VIII atau satu dari area pendengaran di lobus


temporalis otak.
• Terjadi kelelahan (fatigue) yang merupakan adaptasi abnormal, dimana
Tuli saraf pendengaran cepat lelah bila dirangsang terus menerus. Bila diberi
istirahat, maka akan pulih kembali
retrokoklea
Etiologi
• aplasia (congenital)
Tuli • labirinitis (oleh bakteri/virus)
• intoksikasi obat streptomisin, kanamisin,
sensorineural garamisin, neomisin, kina, asetosal atau alkohol
koklea • tuli mendadak (sudden deafness), trauma kapitis,
trauma akustik, pajanan bising

Tuli • neuroma akustik, tumor pons serebelum, mieloma


sensorineural multipel, cedera otak, perdarahan otak
retrokoklea • komplikasi dari penyakit diabetes mellitus
Patofisiologi
• Terjadi di labirin, mengenai stria vaskularis dan arteri auditive interna
• Terbentuk presipitat pada dinding pembuluh darah penebalan
arteri auditorius internus, modiulus, pada vasa nervosum ganglion
Mikroangiopati spirale dan demielinisasi nervus auditorius

• 3 pencetus stress oksidatif:


• Glikasi yang labil
• Otooksidasi glukosa radikal bebas meningkat
Teori reactive
oxygen species • Aktivasi intrasel jalur polyol akumulasi bahan toksik intraseluler

Sistem pendengaran membutuhkan glukosa sebagai


sumber energi untuk proses kompleks sinyal.
Diduga bahwa koklea dapat juga menjadi target organ
kerusakan akibat hiperglikemia.
Terpapar dengan glukosa yang tinggi meningkatkan
metabolik, mengganggu koklea secara anatomis &
fisiologis.
Manifestasi Klinik
•Gangguan pendengaran dapat timbul bertahap atau tiba-tiba

•Jika gangguan pendengaran terjadi secara mendadak, mungkin karena trauma atau gangguan
dari sirkulasi darah

•Gangguan pendengaran unilateral atau bilateral

Vertigo

Tinnitus

Nyeri di telinga dikaitkan dengan infeksi telinga, trauma, dan obstruksi pada kanal

Infeksi telinga
Diagnosis

Pemeriksaan tambahan/
Anamnesis Pemeriksaan fisik
penunjang lain
• Penurunan • Pasien cenderung • Tes penala:
pendengaran, secara berbicara lebih keras, • Tes Rinne: +
mendadak maupun gangguan pemahaman • Tes Weber: lateralisasi
secara progresif. kata sehingga pemeriksa ke telinga sehat
• Gejala klinis sesuai sudah dapat menduga
• Tes Schwabach:
dengan etiologi masing- adanya suatu gangguan
schwabach
masing penyakit pendengaran sebelum
memendek
dilakukan pemeriksaan
yang lebih lanjut. • Audiometri:
• Pada pemeriksaan • AC dan BC lebih dari
otoskop liang telinga 25 Db
& membrana timpani • AC dan BC tidak
tidak ada kelainan terdapat gap
Tatalaksana

Alat Bantu Dengar (ABD)

Implan Koklea

Penatalaksanaan DM memiliki empat pilar:


1. Edukasi
2. Terapi Nutrisi Medis
3. Latihan jasmani
4. Intervensi farmakologis
Pertanyaan:
1. DM tipe 1/ tipe 2, yg bikin snhl dm tipe brp ? Dua” nya bisa bikin, tp dr banyak penelitian bilang
kalo mayoritas banyak ke dm tipe 2
2. Emang tipe 1 tidak bisa bikin snhl ? Bisa, cuma krna dm tipe 1 lebih pada anak” jd mrka lebih
concern ke snhl drpd ke dmnya, kalo dm tipe 2 karena biasanya diliat dr komplikasi mikrovaskular
dan makrovaskular yg mengikuti snhl jga
3. Penatalaksanaan nya gmna? Abd/ insulin? Knp ?
4. Kadar gula darah yg brp bisa nyebapin snhl ? Dr penelitian di bilang pada pasien yg hbaic nya
kurang dr 7,5% lebih sedikit yg terkena snhl, related duration of the disease and metabolic
control (hba1c), kontrol gula darah yg baik bikin lower progression dr snhl
5. Kapan digunakan abd, kapan digunakan koklea?
6. Dm bisa bikin snhl(patogenesisnya) kan penyakit metabolik, berarti ht/kolesterol jga bisa ? Bisa
7. Selain ini (dm/ ht/ koles) apakah ada penykit lain yang komplikasi nya snhl ? ckd
8. Knp ckd bisa ?
9. Apakah ada obat dm yg ototoksik?
10. Snhl krn dm sifatnya bagaimana? Hanya uni/bilateral?bilateral simetris
11. Indkasi dan ki implan koklea?
12. faktor resiko penderita dm dengan snhl ? Dr penelitian di bilang snhl ngk related ke gender, tp dia
lebih beresiko pada duration of the disease > dr 5 thn bsa ngefek ke penurunan pendengaran
tergantung dr frekuensinya jga