Anda di halaman 1dari 25

ASMA BRONKIALIS

Kelompok 3 :
1. NURUL KURNIAWATI
2. KRISNADINI BUNAINI SANTOSO
3. ANGGRAETA DHEKA VIANANDA
4. ANDIKA KRISWANTORO

www.themegallery.com LOGO
Definisi
Asma bronkial adalah penyakit obstuksi jalan nafas yang
dapat pulih dengan intermiten yang ditandai oleh penyempitan jalan
napas, sehingga mengakibatkan dispnea, batuk, dan mengi.
Asma adalah serangan dispnea paroksima berulang disertai
mengi akibat kontraksi spas media bronki, keadaan ini biasanya
disebabkan manifestasi alergi atas sekunder akibat kondisi kronis
atau berulang. (Porlands 2012:114)

www.themegallery.com LOGO
Etiologi
Ada beberapa faktor yang menyebabkan Asma Bronkial, yaitu :

1) Faktor Ekstrinsik :

reaksi antigen - antibodi; karena inhalasi alergen (debu, serbuk -


serbuk, bulu - bulu binatang).

2) Faktor Intrinsik :

a. Infeksi : para influenza virus, pneumonia, mycoplasma

b. Iritan, kimia, polusi udara (CO, asap rokok, parfum)

c. Emosional, takut, cemas, dan tegang

LOGO
Prevalensi
Perbedaan prevalensi, angka kesakitan dan kematian asma bronkial
berdasarkan letak geografi telah disebutkan dalam berbagai
penelitian.Selama sepuluh tahun terakhir banyak penelitian epidemiologi
tentang asma bronkial dan penyakit alergi berdasarkan kuisioner telah
dilaksanakan diberbagai belahan dunia. Semua penelitian ini walaupun
memakai berbagai metode dan kuisioner namun mendapatkan hasil yang
konsisten untuk prevalensi asma bronkial sebesar 5-15 % pada populasi
umum dengan prevalensi lebih banyak pada wanita dibandingkan laki-laki.
Dua pertiga penderita asma bronkial merupakan asma bronkial alergi
(atopi) dan 50% pasien asma bronkial berat merupakan asma bronkial atopi.
Asma bronkial atopi ditandai dengan timbulnya antibodi terhadap satu atau
lebih alergen seperti debu tungau rumah, bulu binatang dan jamur. Atopi
ditandai oleh peningkatan produksi IgE sebagai respon terhadap alergen.
LOGO
Manifestasi Klinis

Gejala - gejala yang lazim muncul pada asma bronkial adalah batuk
dispnea dan mengi. Selain gejala di atas ada beberapa gejala menurut
(Mubarak 2016:198) sebagai berikut :

a.Takipnea dan Orthopnea

b.Gelisah

c.Dia Foresis

d.Nyeri adomen karena terlibat otot abdomen dalam pernafasan.

e.Kelelahan (Faigue)

f.Tidak toleran terhadap aktivitas seperti makan berjalan bahkan


berbicara.
LOGO
Lanjutan....

g. Serangan biasanya bermula dengan batuk dan rasa sesak dalam dada disertai
pernafasan lambat.

h. Ekspirasi selalu lebih susah dan panjang dibanding inspirasi.

i. Sionosis sekunder

j. Gerak - gerak retensi karbon dioksida, seperti berkeringat, takinardi dan


pelebaran tekanan nadi.

k. Serangan dapat berlangsung dari 30 menit sampai beberapa jam dan dapat
hilang secara spontan.

LOGO
Klasifikasi

Klasifikasi asma menurut (Pratomo 2008:42) yaitu :


a. Asma Ekstrinsik
b. Asma Intrinsik

Asma dibedakaan menjadi dua jenis menurut (Amin 2013:40) yaitu :


a.Asma Bronkial
b.Asma kardial

LOGO
Tiga unsur yang ikut serta pada obstruksi jalan udara penderita
asma adalah spalme otot polos edama dan inflamasi memakan
jalan nafas dan eksudasi muncul intra minimal, sel - sel radang
dan deris selular. Obstruksi, menyebabkan pertambahan resistensi
jalan udara yang merendahkan volume ekspiresi paksa dan
kecepatan aliran penutupan prematur jalan udara , hiperinflasi
paru. obstruksi menyebabkan perbedaan suatu bagian dengan
bagian lain ini berakibat perfusi bagian paru tidak cukup
mendapat ventilasi dan menyebabkan kelainan gas-gas terutama
penurunan CO2 akibat hiperventilasi.

LOGO
a). Pemeriksaan Sputum

b). Pemeriksaan Darah

c). Gas Analisa Darah

d). Foto Rontgen

e). Scanning Paru

f). Spirometri

LOGO
Penatalaksaaan
Pengobatan pada asma bronkial terbagi 2 yaitu :
1) Pengobatan Non Farmakologik
2) Pengobatan Farmakologik :
1. Bronkodilator
2. Santin (Teofilin)
3. Kromalin
4. Ketolifen

LOGO
Prognosis

- Pada umumnya bila segera ditangani dengan adekuat pronosa adalah


baik

- Asma karena faktor imunologi (faktor ekstrinsik) yang muncul semasa


kecil prognosanya lebih baik daripada yang muncul sesudah dewasa

- Angka kematian meningkat bila tidak ada fasilitas kesehatan yang


memadai

LOGO
PENGKAJIAN
a. Identitas Klien dan Penanggung Jawab
b. Keluhan Utama
c. Riwayat Penyakit Sekarang
d. Riwayat Kesehatan Keluarga
e. Riwayat Kehamilan dan Kelahiran
- Antenatal
- Natal
- Post Natal
f. Riwayat Penyakit Masa Lalu
g. Riwayat Psikososial
h. Kebutuhan Dasar
i. Keadaan Kesehatan Saat Ini
j. Pemeriksaan Fisik
LOGO
Analisa Data

Meliputi Data Subyektif dan Data Objektif

DS: Data yang diperoleh dari keluhan pasien, atau dari


keluarga pasien.

DO: Data yang diperoleh melalui suatu pengukuran,


pemeriksaan, dan pengamatan misalnya suhu tubu, TD,RR,
serta turgor kulit

LOGO
Pathways

LOGO
1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan
ketidakmampuan untuk mengeluarkan sekresi pada jalan
napas (Nanda, 2013).

2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan gangguan


suplai oksigen (Nanda, 2013).

3. Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan


tubuh berhubungan dengan intake nutrisi yang tidak adekuat
akibat nafsu makan menurun (Nanda, 2013).

LOGO
1) Diagnosa 1 :
NOC
Respiratory status : ventilation
Respiratory status : airway patency
KH :
a. Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak
ada sianosis dan dyspneu (mampu menegluarkan sputum, mampu
bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips)
b. Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik,
irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada
suara nafas abnormal)
c. Mampu mengidentifikasi dan mencegah factor yang dapat
menghambat jalan nafas
LOGO
lanjutan....
2). Diagnosa 2 :
NOC
Respiratory status : gas exchange
Respiratory status : ventilation
Vital sign status
KH :
- Mendemonstrasikan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat
- Memelihara kebersihan paru-paru dan bebas dari tanda-tanda distress pernafasan
- Mendemonstrasikan batuk efektif dan suaran nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan
dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada
pursed lips)
- TTV dalam rentang normal ,AGD dalam batas normal Status neurologis dalam batas
normal
LOGO
 3). Diagnosa 3 :
NOC :
Hidration
Adherence behavior
Immune status
Risk control
Risk detection
KH :
- Keseimbangan asam basa bayi baru lahir
- Temperature stabil : 36,5-37℃
- Tidak ada kejang
- Tidak ada perubahan warna kulit
- Pengendalian resiko : hyporthermia
LOGO
 Diagnosa 1
1. Membuka jalan nafas, gunakan teknik chin lift atau jaw thrust
bila perlu
2. Memposisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
3. Mengidentifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas
bantu
4. Melakukan fisioterapi dada bil perlu
5. Mengeluarkan sekret dengan batuk dan suction
6. Mengauskultasi suara nafas, catat adanya tanda suara nafas
tambahan
7. Melakukan suction pada mayo
8. Memberikan bronkodilator bila perlu

www.themegallery.com LOGO
Lanjutan.....

 Diagnosa 2 :
1. Memonitor rata rata kedalaman, irama dan usaha
respirasi
2. Mencatat pergerakan dada, amati kesimetrisan,
penggunaan otot tambahan, retrasi otot
supraclaviculer dan intercostal
3. Memonitor suara nafas, seperti dengkur
4. Memonitor pola nafas : bradipena, takipenia,
kassmaul, hiperventilasi, cheyne strokes, biot
5. Mencatat lokasi trakea
6. Memonitor kelelahan otot diagfragma (gerakan
paradoksis)
LOGO
7. Mengauskultasi suara nafas, catat area penurunan
tidak adanya ventilasi dan suara nafas tambahan
8. Menentukan kebutuhan suction dengan
mangauskultasikan crakes dan ronchki pada jalan nafas
utama
9. Mengauskultasi suara paru setelah tindakan untuk
mengetahui hasilnya

LOGO
3). Diagnosa 3 :
1. Membantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas
yang mampu dilakukan
2. Membantu untuk memilih aktivitas konsisten yang
sesuai dengan kemampuan fisik, psikologi, dan sosial\
3. Membantu untuk mengidentifikasi dan mendapatkan
sumber yang diperlukan untuk aktivitas yang
diinginkan
4. Membantu untuk mendapatkan alat bantu aktivitas
seperti kursi roda, krek

LOGO
5. Membantu untuk mengidentifikasi aktifitas yang
disukai
6. Membantu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi
kekurangan dalam beraktifitas
7. Berkolaborasi dengan tenaga rehabilitas medik dalam
merencanakan program terapi yang tepat
8. Membantu klien untuk mendapatkan jadwal latihan
diwaktu luang

LOGO
Evaluasi keperawatan adalah tahap akhir dari proses
keperawatan yang merupakan perbandingan sistematis dan
terencana antara hasil akhir yang teramati dan tujuan untuk
kriteria hasil yang dibuat pada tahap perencanaan.
Evaluasi dilakukan secara berkesinambungan dengan
melibatkan klien dan tenaga kesehatan lainnya.
 Evaluasi terbagi atas dua jenis yaitu :
1) Evaluasi Formatif
2) Evaluasi Sumatif

LOGO
www.themegallery.com LOGO