Anda di halaman 1dari 12

Prinsip-prinsip Etika Profesi

Teknisi Akuntansi
Kelompok :
Catherine Florencia M
Friska Silvia
Graciella Clara Wijaya
Janesia Isabel
Kumala Dewi C.A.
1. Prinsip Integritas
Artinya integritas adalah berterus terang dan selalu mengatakan yang
sebenarnya.
Akuntan professional diharuskan tidak boleh terkait dengan
pernyataan resmi, laporan, komunikasi atau informasi lain ketika
akuntan meyakini bahwa informasi tersebut terdapat:
• Kesalahan material atau pernyataan yang menyesatkan.
• Informasi atau pernyataan atau yang dilengkapi secara
sembarangan.
• Penghilangan atau pengaburan informasi yang seharusnya
diungkapkan sehingga akan menyesatkan.
Saat meyadari bahwa dirinya dikaitkan dengan informasi semacam
tersebut,maka akuntan professional mengambil keputusan dan
langkah-langkah yang diperlukan agar tidak dikaitkan dengan
informasi tersebut.
2. Prinsip Objektivitas
Prinsip objektivitas mewajibkan seluruh anggota bersikap adil,
jujur secara intelektual, tidak memihak, tidak berprasangka
atau bias, bebas dari benturan kepentingan atau pengaruh
yang tidak sepantasnya dari pihak lain.
Setiap anggota diharuskan menunjukkan objektivitasnya
dalam berbagai situasi dalam menjalankan kewajibannya dan
menghidari yang dapat mengurangi pertimbangan
professional atau bisnisnya.
Akuntan professional mungkin dihadapkan pada situasi yang
bisa saja mengganggu objektivitasnya, namun semua anggota
tidak akan memberikan layanan professional jika suatu
keadaan atau hubungan menyebabkan terjadi bias atau dapat
memberi pengaruh yang berlebihan pada pertimbangan
profesionalnya.
3. Kompetensi Dan Kehati-Hatian
Profesional
Prinsip kompetensi dan kehati hatian professional
mengharuskan setiap anggotanya Akuntan
Profesional untuk :
Memelihara pengetahuan dan keahlian
professional yang dibutuhkan untuk menjamin
pemberi kerja (klien) menerima layanan yang
professional dan kompeten.
Bertindak tekun dan cermat sesuai teknis dan
professional yang berlaku ketika memberikan jasa
professional.
3. Kompetensi Dan Kehati-Hatian
Profesional
Kompetensi dapat dibagi menjadi dua tahap yaitu:
 Pencapaian kompetensi professional
 Pemeliharaan kompetensi professional
Pemeliharaan kompetensi profesional memerlukan kesadaran yang
berkelanjutan dan pemahaman atas perkembangan teknis,
professional serta bisnis yang relevan. Program pengembangan yang
berkelanjutan membuat akuntan dapat mengembangkan dan
memelihara kemampuanyya untuk bertindak secara kompeten dalam
lingkungan professional.
Ketekunan yang dimaksud meliputi tanggung jawab untuk bertindak
sesuai penugasan, berhati-hati, lengkap dan tepat waktu.
Seorang akuntan professional mengambil langkah-langkah yang
rasional untuk menjamin bahwa anggota yang bekerja dibawah
kewenangannya telah mendapatkan pelatihan serta pengawasan yang
memadai.
4. Kerahasiaan
Prinsip kerahasiaan mengharuskan setiap akuntan untuk tidak
melakukan hal berikut ini.
1. Mengungkapkan informasi rahasia yang diperolehnya dari
hubungan professional dan hubungan bisnis pada pihak
diluar kantor akuntan atau organisasi tempat akuntan
bekerja tanpa diberikan kewenangan yangmemadai dan
spesifik, terkecuali jika mempunyai hak dan kewajiban
secara hukum atau professional untuk mengungkapkan
kerahasiaan tersebut.
2. Menggunakan informasi rahasia untuk keuntungan pribadi
atau pihak ketiga. Informasi yang diperoleh baik melalui
hubungan professional maupun hubungan bisnis.
4. Kerahasiaan
Kode etika profesi akuntansi mewajibkan seluruh akuntan
untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan prinsip
kerahasiaan berikut ini:
1. Akuntan professional menjaga kerahasian informasi
termasuk dalam lingkungan sosialnya, sekaligus
waspada terhadap kemungkinan pengungkapan yang
tidak disengaja kepada keluarga atau rekan bisnis
terdekat.
2. Menjaga kerahasiaan informasi yang diberikan /
diungkapkan oleh pemberi kerja (klien).
3. Menjaga kerahasiaan informasi di dalam kantor
akuntan atau organisasi di tempatnya bekerja.
4. Kerahasiaan
4. Akuntan professional harus mengambil langkah yang
dibutuhkan untuk memastikan, bahwa staf dibawah
pengawasannya dan orang yang memberi saran dan
bantuan professional serta menghormati kewajiban
akuntan professional untuk menjaga kerahasiaan
informasi.
5. Kewajiban untuk mematuhi semua prinsip kerahasiaan
terus dipertahankan, bahkan saat setelah berakhirnya
hubungan antara klien dan akuntan. Ketika akuntan
mendapat klien baru, berhak menggunakan pengalaman
dari sebelumnya. Namun demikian akuntan tetap tidak
diperbolehkan mengungkapkan setiap informasi rahasia
yang diperoleh dari hubungan professional atau bisnis
sebelumnya.
5. Perilaku Profesional
Prinsip perilaku professional mewajibkan setiap akuntan
professional mematuhi ketentuan hukum serta peraturan yang
berlaku dan menghindari setiap perilaku yang dapat mengurangi
kepercayaan pada profesi.
Dalam upaya memasarkan dan mempromosikan diri dan pekerjaan,
akuntan professional sangat tidak dianjurkan mencemarkan nama
baik profesi. Akuntan wajib mempunyai sikap jujur dan dapat
dipercaya, serta tidak melakukan hal-hal diantaranya:
1. Mengakui dengan berlebihan mengenai jasa yang ditawarkan,
pengelaman yang diperoleh, kualifikasi yang dimiliki.
2. Membuat referensi yang menjatuhkan atau membuat
perbandingan tanpa bukti kepada pekerjaan pihak lain.
6. Tanggung Jawab profesi
Seorang akuntan dalam melaksanakan
tanggungjawabnya sebagai professional, harus
senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan
professional terhadap semua kegiatan yang
dilaksanakannya. Anggota memiliki tanggungjawab
kepada pemakai jasa professional mereke dan
tanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama
anggota demi mengembangkan profesi akuntansi
serta memelihara kepercayaan masyarakat. Semua
usaha tersebut diperlukan untuk memelihara dan
meningkatkan tradisi profesi.
7. Standar Teknis
Setiap anggota akuntan professional dalam
melaksanakan jasa profesionalnya harus sesuai
dengan standar ptofesional yang relevan. Keahlian
anggota akuntan professional berkewajiban untuk
melaksakan tugas yang diterima dari pemberi kerja
dengan prinsip integritas dan objektivitas.
Standar yang harus ditaati setiap anggota adalah
standar yang dikeluarkan oleh IAI (Ikatan Akuntansi
Indonesia), International Federation Of
Accountants, badan pengatur dan undang-undang
yang relevan dengan profesi akuntan.
8. Kepentingan Publik
Anggota akuntan professional berkewajiban untuk bertindak
dalam rangka pelayanan kepada public, menghormati
kepercayaan publik serta menunjukkan sikap profesionalisme.
Salah satu ciri dari profesi adalah penerimaan tanggung jawab
kepada publik. Profesi akuntan juga memegang peranan
penting di masyarakat. Arti public dari profesi akuntan
meliputi klien, pemerintah, pemberi kredit, pegawai. Investor,
dunia bisnis dan keuangan dan pihak-pihak yang bergantung
kepada integritas dan obyektivitas akuntan dalam memlihara
berjalannya fungsi bisnis dengan tertib.
Tugas terpenting setiap anggota adalah menjaga dan
mempelihara kepercayaan publik terhadap profesi akuntan.