Anda di halaman 1dari 11

TETANUS

KELOMPOK 18 :
•NANDA PERDANA

•NATALIA HERWANTI
DEFINISI TETANUS

Tetanus adalah penyakit infeksi yang disebabkan


oleh toksin kuman Clostiridium tetani yang
dimanefestasikan dengan kejang otot secara
proksimal dan diikuti kekakuan seluruh badan.
ETIOLOGI TETANUS

Tetanus disebabkan oleh Clostridium tetani


yangbersifat anaerob murni. Clostiridium tetani adalah
kuman yang berbentuk batang seperti penabuh
genderang berspora, golongan gram positif. Kuman ini
mengeluarkan toksin yang bersifat neurotoksik
(tetanus spasmin), yang mula-mula akan menyebabkan
kejang otot dan saraf perifer setempat.
JENIS-JENIS TETANUS

 Tetanus Lokal
 Tetanus Umum
MANISFESTASI TETANUS

 Trismus, risus sardonikus, dan berkeringat


 Kaku kuduk (epistotonus), kaku dinding perut
dan tulang belakang
 Kejang hipertonus pada ekstermitas superior
disertai fleksi siku
 Ekstensi ekstermitas inferior

 Kaku kuduk atau kaku leher

 Perut tegang keras


GAMBAR TETANUS
Tolak Ukur Nilai
Masa Inkubasi Kurang dari 48 jam 5
2-5 hari 4
6-10 hari 3
11-14 hari 2
>14 hari 1
Lokasi Infeksi Internal/Umbilikal 5
Leher, kepala, dinding tubuh 4
Ekstermitas proksimal 3
Ekstermitas distal 2
Tidak diketahui 1
Imunisasi Tidak ada 10
Mungkin ada/ibu mendapat 8
>10 tahun yang lalu 4
<10 tahun 2
Proteksi lengkap 0
Faktor yang memberatkan Penyakit atau trauma yang 10
membahayakan jiwa
Keadaan yang tidak langsung 8
membahayakan jiwa
Keadaan yang tidak membahayakan 4
jiwa
Trauma atau penyakit ringan 2
A.S.A**derajat 1
PENATALAKSANAAN TETANUS

 Mengatasi akibat eksotoksin yang terikat pada


susunan saraf pusat
 Menetralisir toksin yang masih beredar dalam
darah, dan
 Menghilangkan kuman penyebab
ASKEP TETANUS
 PENGKAJIAN
 B 1 (Breathing)
 B 2 (Blood)
 B 3 (Brain)
 B 4 (Bladder)
 B 5 (Bowel)
 B 6 (Bone)

o DIAGNOSA KEPERAWATAN
o Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan
kekakuan otot pengunyah
o Peningkatan suhu tubuh (hipertermia) berhubungan dengan efeks
toksin (bakterimia)
 Netralisasi toksin dengan injeksi 3000-6000 iu
immunoglobulin tetanus disekitar luka (tidak boleh diberikan
IV).
 Sedativa-terapi relaksan ; Thiopental sodium (Penthotal
sodium) 0,4% IV drip; Phenobarbital (luminal) 3-5 mg/kg BB
diberikan secara IM, iV atau PO tiap 3-6 jam, paraldehyde
(panal) 0,15 mg/kg BB Per-im tiap 4-6 jam.
 Agen anti cemas ; Diazepam (valium) 0,2 mg/kg BB IM atau
IV tiap 3-4 jam, dosis ditingkatkan dengan beratnya kejang
sampai 9,5 mg/kg BB/24 jam untuk dewasa.
 Beta-adrenergik bolcker; propanolol 9inderal) 0,2 mg aliquots,
untuk total dari 2 mg IV untuk dewasa atau 10 mg tiap 8 jam
intragastrik, digunakan untuk pengobatan sindroma
overaktivitas sempatis jantung.
 Penanggulangan kejang; isolasi penderita pada tempat yang
tenang, kurangi rangsangan yang membuat kejang,
kolaborasi pemeberian obat penenang.
 Pemberian Penisilin G cair 10-20 juta iu (dosis terbagi0 dapat
diganti dengan tetraciklin atau klinamisin untuk membunuh
klostirida vegetatif.
 Pengaturan keseimbangan cairan dan elektrolit.
TERIMA KASIH........