Anda di halaman 1dari 27

ANALISIS DATA KUALITATIF:

Triangulasi Data & Tematik

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


Metode Penelitian/Analisis Kualitatif
Digunakan untuk memahami sebuah proses dan fakta

 Metode Analisis Teks  lebih cocok untuk penelitian jurnalistik


dan Periklanan, dan bisa digunakan pula untuk penelitian public
relations  analisis isi, analisis bingkai (frame analysis), analisis
semiotika, analisis konstruksi sosial media massa, hermeneutika
(penafsiran/interpretasi), analisis wacana dan penafsiran teks, analisis
wacana kritis
 Metode Analisis Tema budaya  lebih cocok untuk penelitian
public relations  analisis struktural , analisis domain, analisis
taksonomi , analisis komponensial, analisis komparatif konstan,
analisis grounded, etnologi.
 Metode Analisis Kinerja dan Pengalaman Individual, serta
Perilaku Institusi  lebih cocok untuk penelitian public relations
 Fokus group discusion (FGD), studi kasus, teknik biografi, sejarah
hidup (life’s history), SWOT analysis, penggunaan bahan dokumenter,
penggunaan bahan visual.

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


Model Analisis Kualitatif
(Huberman dan Miles, 1994)

Pengumpulan
data Presentasi data

Reduksi data

Kesimpulan:
Penarikan/verifikasi

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


Kualitatif
Wawancara
Mendalam

Teknik
Fokus
Observasi-
Grup
Partisipasi
Diskusi

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


Wawancara Mendalam
Probing:
• Elaborasi/penjelasan lengkap
• Klarifikasi
• Mengulangi jawaban
• Memberikan semangat
• Tunjukkan bahwa jawaban
Terstruktur
informan dimengerti
• Silent probe.
• Mengulangi pertanyaan

Semi Terstruktur

INFORMAN:
• Snowbolling
• Kontak personal
• Pendekatan kepada Tidak Berstruktur
lembaga

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


Fokus Grup Diskusi
6-12 org

Homogen +
Tdk saling
mengenal

Karakteristik
2 FGD/ktgri
+ Tidak mencari
Tdk ada info konsensus
baru

Data
60-90 menit
kualitatif

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


Observasi-Partisipasi Terseleksi

Terfokus
Observasi partisipasi:
Peneliti melakukan Deskriptif
pengamatan dan ikut
berpartisipasi dalam
kegiatan sosial yang
dilakukan oleh obyek yang
diteliti

Observasi:
Peneliti melakukan pengamatan terhadap obyek
Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog
Penggunaan FGD : WM
FGD WM
Interaksi Memperkaya Jawaban Interaksi Tidak Produktif
Subyek tidak Sensitif Subyek Sensitif
Topik Umum Topik Kompleks
Materi Tidak Banyak Materi Luas dan banyak
Informan dapat disatukan Informan tdk dapat disatukan
Hasil Cepat Hasil Lama
Dana Terbatas Dana Cukup

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


VALIDASI DATA
Triangulasi Sumber
Crosscheckdengan sumber data lain
Membandingkan dan melakukan kontras data
Gunakan kategori informan yang berbeda

Triangulasi Metoda
Menggunakan beberapa metoda dalam pengumpulan
data
misal : FGD + observasi atau Observasi + WM
Triangulasi Data atau Analisis
Analisis
dilakukan oleh lebih dari satu orang
Minta umpan balik dari informan

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


Reliabilitasi Data

Melihat dan mengamati kembali


videotape
Mendengarkan berkali-kali audio
tape
Memeriksa kembali transkrip
dari audio tape

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


METODE KUALITATIF
 Konseptual
 Pragmatis : Biaya, waktu, fleksibel
 Penggunaan Penelitian Kualitatif
 Menggali gagasan
 Mengembangkan studi kuantitatif
 Menjelaskan hasil penemuan kuantitatif
 Metode pengumpulan data utama

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


ANALISIS DATA KUALITATIF
Menganalisis proses sosial yang berlangsung dan
menganalisis makna dari fakta-fakta yang nampak di
permukaan

Digunakan untuk memahami


sebuah proses dan fakta

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


Pengelompokan Analisis data Kualitatif
 Metode Analisis Teks  lebih cocok untuk penelitian
Journalistic, Broadcasting, Advertising, dan bisa
digunakan pula untuk penelitian Public relations.
 Analisis Tema budaya (seni)  lebih cocok untuk
penelitian Public relations, Broacasting,
Advertising.
 Analisis Kinerja dan Pengalaman Individual, serta
Perilaku Institusi  lebih cocok untuk penelitian Public
relations.

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


Analisis Teks
 Analisis isi
 Analisis bingkai (frame analysis)
 Analisis semiotika
 Analisis konstruksi sosial media massa
 Hermeneutika = penafsiran/interpretasi
 Analisis wacana dan Penafsiran teks
 Analisis wacana kritis
Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog
Analisis isi (content analysis)  terkait isi
komunikasi (verbal/non verbal)  lebih bersifat
kuantitatif (obyektif, sistematis, manifes)
 Dalam penelitian kualitatif, analisis isi menekankan pada:
 Keajegan dari isi komunikasi secara kualitatif.
 Pemaknaan isi komunikasi
 Arti simbol-simbol
 Pemaknaan isi interaksi simbolis dalam komunikasi.
 Langkah-langkah analisis isi kualitatif:
 Menemukan fenomena komunikasi teramati
 Memilih unit analisis
 Untuk data komunikasi verbal disebutkan waktu dan tempat, serta alat
komunikasi yang digunakan
 Untuk pesan komunikasi perlu identifikasi media pengantar pesdannya.
 Coding terhadap istilah, kata, kalimat yang relevan dengan tujuan
penelitian, berdasar kategori dan klasifikasinya.
 Mendiskripsikan hasil analisis terhadap hubungan makna antar kategori

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


Analisis bingkai (frame analysis)  melihat dan
menemukan perspektif atau bingkai yang
digunakan untuk mengamati, menganalisis, dan
menginterpretasikan realitas sosial  contoh,
bingkai: reformasi, terorisme, pendidikan dll.

 Cara analisis bingkai pemberitaan:


 Identifikasi masalah
 Identifikasi penyebab masalah
 Evaluasi moral
 Memberikan saran pemecahan masalah
 Model analisis bingkai:
 Model Gamson dan Modiglani
 Model Media Package
Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog
Model Analisis Bingkai Gamson dan Modiglani
STRUKTUR PERANGKAT UNIT PENGAMATAN
FRAMING
SINTAKSIS 1. Skema berita Headline news, lead, latar
Cara wartawan menyusun fakta informasi, kutipan, sumber,
pernytaan, penutup
SKRIP 2. Kelengkapan berita 5W dan 1H
Cara wartawan mengisahkan fakta
TEMATIK 3. Detail Paragraf, proposisi
Cara wartawan menilis fakta 4. Maksud kalimat, hubungan
5. Nominalisasi (penamaan)
antar kalimat
6. Koherensi (pertalian)
7. Bentuk kalimat
8. Kata ganti

RETORIS 9. Leksikon (kosa kata) Kata, idiom, gambar/foto,


Cara wartawan menekankan fakta 10. Grafis grafik
11. Metafora
12. Pengandaian
Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog
Analisis Bingkai Model Media Package
MEDIA PACKAGE
(BUNGKUS MEDIA)

CORE FRAME
(BINGKAI INTI)

CONDENSING SYMBOLS (memadatkan simbol-simbol)


FRAMING DEVICE REASONING DEVICES
(wahana pembingkai) (wahana penalaran)
1. Metafors (matafora) 1. Root (analisis kausal)
2. Exemplar (peningkatan bobot 2. Apeal to principles
makna) (argumentasi pembenar
3. Catch phrases (istilah) analisis non kausal)
4. Depiction (penggambaran)
5. Visual images (citra visual)
Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog
Analisis semiotika  analisis berdasar pendekatan interpretif
 semiotika komunikasi menganalisis berdasar teori produksi
tanda, dan berdasar proses komunikasi (faktor SMCR dan hal
yang dibicarakan )  menganalisis isi berita/iklan secara
keseluruhan dalam konteks sosial

FOKUS ANALISIS SEMIOTIKA


 Hubungan antara penalaran dengan jenis penandanya:
 Qualisign tanda berdasar sifat: merah berarti berani.
 Sinsign  tanda berdasar tampilan sebenarnya: gerakan/kata-kata kasar berarti kemarahan,
ancaman.
 Legisign  tanda berdasar aturan umum: tanda lalu lintas, isyarat tradisional seperti
mengangguk.
 Hubungan kenyataan dengan jenis dasarnya:
 Ikon  pelaksana fungsi penanda serupa bentuk obyeknya: gambar, foto, lukisan
 Indeks  pelaksana fungsi penanda yang mengisyaratkan petandanya: suara, gerak, bau
 Simbol  pelaksana fungsi penanda yang sudah lazim di masyarakat: makna gambar, makna
suara, makna bau.
 Hubungan pikiran (penanda /reference) dengan jenis petandanya:
 Rheme or seme  penanda yang bertalian dengan kemugkinan dipahami oleh petandanya
 Dicent or decisign or pheme  penanda yang memberikan informasi tentang petandanya
 Argument  penanda yang petanda akhirnya bukan benda tapi kaidah

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


Analisis konstruksi sosial media massa  Analisis
terhadap keberpihakan media di dalam proses
konstruksi media
Konstruksi sosial atas realitas adalah proses alamiah melalui bahasa dalam kehidupan
sehari-hari (Berger dan Luckmann) melalui proses yang berlangsung lamban.
Tahap-tahap konstruksi sosial media massa: 1) penyiapan mater, 2) sebaran materi, 3)
pembentukan materi, 4) konfirmasi.
 Dalam tahap penyiapan materi ada hal penting:
 Keberpihakan media pada kapitalisme.
 Keberpihakan semu pada masyarakat.
 Keberpihakan kepada kepentingan umum
 Dalam tahap sebaran konstruksi, umumnya media berprinsip real time  semua
informasi harus sampai secepatnya.
 Dalam tahap pembentukan kontruksi:
 Terbentuk konstruksi realitas, dengan tahap-tahap : konstruksi realitas pembenaran,
kesediaan dikonstruksi oleh media, pilihan konstruktif.
 Terbentuk konstruksi citra, yang dibangun dalam dua model: model good news
(mengkonstruksi kebaikan) dan bad news (mengkonstruksi kejelekan).
 Dalam tahapkonfirmasi, media massa dan khalayak memberi argumentasi dan
akuntabilitas terhadap pilihannya untuk terlibat pada pembentukan konstruksi.
Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog
Hermeneutika = penafsiran/interpretasi 
melakukan penafsiran terhadap bahasa melalui
penafsiran gramatikal dan penafsiran psikologis
(dengan pemahaman dalam konteks makna
tradisional)
 Hermeneutik adalah metode penafsiran terhadap bahasa
melalui penafsiran gramatikal dan penafsiran psikologis.
 Pemahaman hermeneutik:
 Diarahkan pada konteks tradisional tentang makna.
 Melibatkan 3 kelas ekspresi kehidupan:
 Ekspresi linguistik  muncul dalam bentuknya yang absolut.
 Ekspresi tindakan  1) tindakan teleologis (mempertahankan tujuan
khusus melalui keputusan), 2) tindakan normatif (diarahkan kepada
anggota kelompok), 3) tindakan dramaturgik (tindakan peserta yang
ditujukan kepada masyarakat umum/khalayak), 4) tindakan komunikatif
(interaksi dari setidaknya dua orang yang memiliki kemampuan bicara)
 Ekspresi pengalaman  mencerminkan pengalaman hidup.

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


Analisis wacana dan Penafsiran teks 
memberikan penafsiran teks dengan melihat
keajegan isi komunikasi, membaca simbol, dan
memaknakan isi interaksi simbolis dalam
komunikasi
 Analisis wacana merupakan salah satu cara untuk mempelajari makna pesan
sebagai alternatif akibat terbatasnya analisis isi.
 Analisis wacana berpretensi memfokuskan diri pada pesan tersembunyi/laten
 Pretensi adalah muatan, nuansa, dan konstruksi makna yang laten dalam
teks komunikasi.
 Analisis wacana menganalisis cara komunikator mengungkapkan pesannya.
 Analisis wacana beraliran kritis:
1. Menekankan unsur-unsur filosofis komunikasi.
2. Melihat struktur sosial sebagai konteks yang sangat menentukan realitas,
proses dan dinamika komunikasi manusia.
3. Memusatkan perhatian kepada siapa yang mengendalikan komunikasi.
4. sangat yakin bahwa teori komunikasi manusia, khususnya teori komunikasi
massa, tidak mungkin bisa menjelaskan realitas secara utuh dan kritis jika
mengabaikan teori-teori sosial.
 Analisis wacana menggunakan pendekatan konstruksionisme.

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


Analisis wacana kritis  penafsiran wacana dan
teks berdasar pandangan kritis yang melihat bahasa
selalu terlibat dalam hubungan kekuasaan, terutama
dalam pembentukan subyek, dan berbagai tindakan
representasi apa yang terjadi dimasyarakat
Karakteristik analisis wacana kritis:
 Memahami wacana sebagai tindakan  bertujuan: mempengaruhi,
mendebat, membujuk, menyanggah, bereaksi dll.
 Mempertimbangkan konteks dari wacana  latar, kondisi, situasi,
peristiwa.
 Untuk mengerti suatu teks menempatkan wacana itu dalam konteks
historis tertentu.
 Mempertimbangkan elemen kekuasaan dalam analisnya.
 Mengangap bahwa suatu wacana bertujuan mereproduksi dan
meligitimasi dominasi dari kelompok dominan, yang salah satu
strateginya adalah membuat kesadaran pada khalayak bahwa
dominasi itu diterima secara taken for granted.
Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog
Analisis Kinerja dan Pengalaman
Individual, dan Perilaku Institusi
 Fokus group discusion (FGD)
 Studi kasus
 Teknik biografi
 Sejarah hidup (life’s history)
 SWOT analysis
 Penggunaan bahan dokumenter
 Penggunaan bahan visual

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog


Analisis Kinerja dan Pengalaman
Individual, dan Perilaku Institusi
 Fokus group discusion (FGD)  digunakan untuk meneliti
pemecahan masalah kelompok atau tanggapan suatu kelompok
terhadap suatu fenomena, misalnya masalah kenakalan remaja,
acara televisi tertentu, kriminalitas dll  tangapan kelompok
yang terlepas dari kepentingan-kepentingan individual
anggotanya.
 Studi kasus  analisis terhadap sebuah fenomena (kasus) unik
yang terjadi pada sebuah individu atau sebuah unit sosial
tertentu (single –case), atau pada beberapa unit sosial tertentu
(multiple-case)
 Teknik biografi  menganalisis sejarah hidup seseorang (biografi
atau autobiografi) dengan mengungkap domain-domain sejarah
penting dan jati diri orang tersebut.
Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog
Analisis Kinerja dan Pengalaman Individual, dan
Perilaku Institusi
 Sejarah hidup (life’s history)  menggunakan sejarah hidup
orang (-orang) untuk mendiskripsikan reaksi, interpretasi atau
tanggapan masyarakat tertentu terhadap sebuah realitas sosial.
 SWOT analysis  analisis terhadap kekuatan (strength),
kelemahan (weakness), peluang (oportunity), dan ancaman
(threats). Untuk mendapatkan alternatif dalam implementasi
suatu kebijakan suatu institusi.
 Penggunaan bahan dokumenter  digunakan untuk
mendukung analisis data pada penelitian lainnya.
 Penggunaan bahan visual  untuk menjelaskan hubungan-
hubungan sejarah , serita-cerita dll.
Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog
Thank You For Attention

Maqhfirah DR, S.Psi, M.Psi, Psikolog