Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK 1

NAMA ANGGOTA ANGGOTA:

Ajeng Juwita 13171001 Ajeng Juwita 13171001


Amalia Dian K 13171004 Amalia Dian K 13171004
Apriani H Kaka 13171007 Apriani H Kaka 13171007
Cicillia Debora 13171010 Cicillia Debora 13171010
Dilla Nurul 13171013 Dilla Nurul 13171013
Febrin Nurintan 13171016 Febrin Nurintan 13171016
Fitria Saraswati 13171019 Fitria Saraswati 13171019
Herman Samosir 13171022 Herman Samosir 13171022
KELOMPOK PERSENTASI

Ajeng Juwita 13171001


Dilla Nurul 13171013
Herman Samosir 13171022
Pipit Parwati 13171034
DEFINISI
Anemia adalah pengurangan konsentrasi hemoglobin (hgb) yang menghasilkan
kapasitas oksigen pada darah berkurang. Beberapa pasien dengan anemia mungkin
asimtomatik pada awalnya, tetapi akhirnya, kekurangan oksigen ke jaringan yang
menghasilkan kelelahan, lesu, sesak nafas, sakit kepala, edema, dan takikardia.
KASUS
Seorang perempuan 27 tahun datang ke dokter untuk pemeriksaan kehamilannya. kehamilan
sebelumnya tidak mengalami komplikasi (melahirkan dengan normal). pasien memiliki 2 anak
usia 1,5 tahun dan 3 tahun. pasien mengeluh sering pusing dan kesulitan bernafas jika menaiki
tangga. hasil pemeriksaan diketahui paien didiagnosis anemia.
a. jelaskan faktor resiko dan epidemiologi anemia ?
b. jelaskan etiologi dan patofisiologi anemia ? apa perbedaan anemia makrositik dan mikrositik ?
c. jelaskan obat pilihan untuk terapi anemia
d. bagaimana monev terapinya
Jelaskan faktor resiko dan epidemiologi
anemia ?
Faktor Resiko Epidemiologi

1. Kandungan zat besi pada makanan


prevalensi yang bervariasi secara luas berdasarkan usia,
2. Meningkatnya kebutuhan zat besi jenis kelamin, dan ras / etnis, Pasien dengan komoditas
3. Menstruasi yang berlebihan spesifik seperti kanker dan ginjal kronis (CKD) memiliki
4. Kehamilan
5. Penyakit Kanker dan gagal ginjal
tingkat anemia yang jauh lebih tinggi. Insiden anemia pada
pasien kanker berkisar dari 30% - 90%
Jelaskan etiologi dan patofisiologi anemia ? apa
perbedaan anemia makrositik dan mikrositik ?
Etiologi
Beberapa faktor seperti kekurangan nutrisi (zat besi, vitamin B12, dan asam
folat) penderita kanker atau CKD berisiko mengalami anemia yang disebabkan oleh
disregulasi dari besi dan erythropoietin (EPO) hemostasis. Pasien dengan penyakit
terkait kekebalan kronis seperti rheumatoid arthritisdan lupus eritematosus sistemik
juga berisiko tinggi untuk mengembangkan anemia sebagai komplikasi penyakit mereka.
PATOFISIOLOGI
Ukuran sel

Sel makrositik Mikrositik anamiosit

Defisiensi vitamin B12 defisiensi besi berhubungan dengan


atau asam folat kehilangan darah atau
penyakit kronis
Asupan yang tidak asupan makanan yang tidak
mencukupi, absorbsi memadai, tidak mencukupi
yang menurun dan juga penyerapan gastrointestinal
adanya faktor defisiensi , peningkatan permintaan zat
intrinsik . besi (misalnya, kehamilan),
kehilangan darah, dan
penyakit kronis.
obat pilihan untuk terapi anemia
Pada Kasus ini sendiri kami memilih obat kombinasi dari 3 macam
kandungan yaitu asam folat, vitamin B12, dan zat besi. Karena pada ibu hamil
yang mengalami anemia biasanya dikarenakan defisiensi dari ketiga zat ini akibat
dari peningkatan jumlah volume darah yang dibutuhkan oleh ibu hamil tersebut,
sehingga dipilihlah kombinasi dari ketiga obat ini, dimana vit b akan mengaktifkan
kerja asam folat, sehingga asam folat dan zat besi akan bekerja sinergis
memproduksi sel darah merah untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil tersebut.
Bagaimana monev terapinya

Untuk monitoring evaluasi dari pasien sendiri, akan dilakukan pengecekan Hb


secara berkala yaitu 2 minggu 1 kali. Apabila selama 2 minggu belum ada peningkatan
kadar Hb pada pasien maka dilakukan pengecekan lebih lanjut terkait dengan
pengecekan pada kondisi organ pasien