Anda di halaman 1dari 15

 Masyarakat modern merupakan masyarakat yang sudah

tidak terikat pada adat-istiadat. Adat-istiadat yang


menghambat kemajuan segera ditinggalkan untuk
mengadopsi nila-nilai baru yang secara rasional diyakini
membawa kemajuan, sehingga mudah menerima ide-ide
baru (Dannerius Sinaga, 1988: 156).
1. Berkembangnya IPTEK
2. Sistem ekonomi kapitalis
3. Adanya kesadaran menempatkan manusia
sebagai titik sentral jagad raya ini.
4. Penolakan terhadap tradisi
5. Mengutamakan individu & menganggap
pentingnya kebebasan.
6. Keyakinan akan kemampuan akal
7. Adanya sekularisasi
8. Membuka nilai perubahan dan penemuan
 Gerakan renaisans (Italia) merupakan suatu
gerakan yang meliputi suatu zaman di mana
orang merasa dirinya telah dilahirkan
kembali dalam keadaban. Gerakan ini
dipelopori oleh kaum humanisme, yang
menempatkan manusia sebagai sentral alam
semesta ini, karena ingin melepaskan diri
dari kungkungan agama dan ingin
menempatkan manusia pada posisi yang
menentukan di dunia ini. Kebenaran tidak
lagi bersumber pada teks-teks suci melainkan
pada langkah-langkah metodis dan empiris.
 Aufklarung(Inggris) merupakan masa
pencerahan, karena pada masa ini manusia
mencari cahaya baru dalam rasionya.
Semboyannya yang terkenal adalah
“Hendaklah anda berani berfikir sendiri.
Dimulai dari zaman ini iman kepercayaan
digantikan oleh keunggulan rasio.
1. Tumbuhnya kebebasan, kemerdekaan, dan
kemandirian individu.
2. Berkembangnya ilmu pengetahuan,
teknologi, seni dan budaya.
3. Runtuhnya dominasi gereja.
4. Menguatnya kedudukan kaum bourgeois
sehingga mereka tumbuh menjadi kelas
penguasa.
5. Mendorong pencarian daerah baru sehingga
berkobarlah era penjelajahan samudera.
 Kata ideologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu
idien yang berarti melihat dan logia yang berarti
ajaran atau ilmu. Jadi, ideologi dapat diartikan
sebagai ajaran tentang gagasan yang disusun
secara sistematis dan menyeluruh tentang
manusia serta kehidupannya.
 Secara etimologi, ideologi adalah ajaran atau
ilmu tentang gagasan dan buah pikiran, atau
dapat diartikan sebagai suatu pandangan atau
sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam,
yang dipegang oleh suatu masyarakat tentang
bagaimana cara sebaiknya bertingkah laku dalam
berbagai kehidupan.
 Liberalisme
 Sekularisme
 Hedonisme
 Ateisme
1. Agama adalah candu
manusia (Karl Marx)
2. Tuhan telah mati (Friedrich
Nietzsche)
1. Deintegrasi ilmu pengetahuan
2. Kepribadian yang terpecah
3. Penyalahgunaan IPTEK
4. Pendangkalan iman
5. Pola hubungan materialistik
6. Menghalalkan segala cara
7. Stres dan frustasi
8. Kehilangan harga diri & masa depannya
1. Menolak penerapan hukum Allah SWT
(agama)
2. Merusak sistem kehidupan (melalui
pendidikan dan pengajaran)
3. Menyamaratakan kebenaran semua ajaran
agama
4. Membuka kesempatan bagi dekadensi moral
5. Menghambat laju dakwah Islam
6. Memusuhi para da’i
7. dsb
1. Materialistik
2. Egois
3. Tidak memiliki harapan & tujuan hidup
4. Kebahagiannya bergantung kepada makhluk
(lingkungan sekitar) dan materi
5. Menghalalkan segala cara untuk
mendapatkan kebahagiaannya
6. Tidak tahan dengan ujian
1. Sekularisme lebih cocok diterjemahkan
menjadi al-ladiniyah (ad-dunyawiyah) dari
pada al-imaniyah
2. Sekularisme bukanlah tradisi/warisan Islam