Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN KASUS

ODS Katarak Senilis Imatur

Ester Marcelia Anastasia


11-2017-167

Pembimbing:
Dr. Moch. Soewandi Sp.M

SMF ILMU KESEHATAN MATA


RS TNI AU DR.ESNAWAN ANTARIKSA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN
KRIDA WACANA
Identitas

• Nama : Tn. B / 166362


• Tanggal lahir : 11 September 1951
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Tidak bekerja
• Alamat : Jl. Halim Perdana Kusuma
Anamnesis
A. Keluhan utama:
Auto Anamnesis Tanggal : 18 Juni 2019
• Keluhan Utama
• Penglihatan buram yang semakin memberat
pada mata kiri sejak 1 tahun sebelum masuk
rumah sakit
• Keluhan Tambahan
• Penglihatan mata kanan berkabut seperti
tertutup asap, merasa silau jika melihat
cahaya.
Riwayat Penyakit Sekarang
• Pasien datang ke poli mata RS TNI AU
dr.Esnawan Antariksa dengan keluhan
penglihatan buram pada mata kiri sejak 1
tahun sebelum masuk rumah sakit. Keluhan
penglihatan buram dirasakan perlahan-lahan
semakin memberat dan disertai penglihatan
yang berkabut seperti tertutup asap, merasa
silau saat melihat cahaya.
• Pasien juga merasa silau dan tidak nyaman
apabila terkena sinar matahari dan melihat
cahaya secara langsung, namun pasien merasa
lebih nyaman bila berada di tempat yang lebih
gelap atau saat malam hari. Pasien tidak
melakukan pengobatan dengan keluhan
tersebut karena masih dapat menggunakan
mata kanan untuk berkativitas.
• Pasien mengaku tidak pernah memeriksakan
kondisi mata ke dokter sebelumnya, hingga
saat ini keluhan yang dirasakan semakin
memberat dan menggangu aktivitas pasien.
• Keluhan pada mata kiri tanpa disertai keluhan
mata merah, mata berair, mata terasa nyeri,
melihat buram pada sore hari, pusing, mual,
muntah, dan penyempitan lapang pandang.
Riwayat konsumsi , alkohol,merokok dan
terpapar sinar matahari berlebihan mata
disangkal.
C. Riwayat Penyakit Dahulu
– Riwayat Trauma Mata (-)
– Riwayat Penyakit mata sebelumnya (-)
– Riwayat Pemakaian Kacamata (+)
– Riwayat Hipertensi (-)
– Riwayat Diabetes Mellitus (+) sejak 5 tahun yg lalu
rutin minum obat
D. Riwayat Penyakit Keluarga
– Keluarga pasien tidak ada yang mengalami penyakit
seperti pasien
E. Riwayat Pengobatan
– Metformin 3 x 500mg
Pemeriksaan Fisik
A. Status Generalis
– Keadaan umum : Cukup
– Kesadaran : Kompos Mentis
– Tanda vital :
• TD : 120/80 mmHg
• Nadi : 85x/menit
• RR : 20x/menit
• T Ax : 36°C
Status Opthalmologis

Lensa keruh
B. Status Ophthalmology

KETERANGAN OD OS

VISUS

Visus Naturalis 6/12 ph 6/6 5/60 ph tetap

Koreksi S–1.00 6/6 Tidak terkoreksi

Addisi +3.00 +3.00

Distansia Pupil 60/- mm

KEDUDUKAN BOLA MATA

Eksoftalmus Tidak ada Tidak ada

Endoftalmus Tidak ada Tidak ada

Deviasi Tidak ada Tidak ada

Gerakan mata Baik ke segala arah Baik ke segala arah


SUPRA SILIA SKLERA

Warna Hitam Hitam Warna Putih Putih

Letak Simetris Simetris


Ikterik Tidak Ada Tidak Ada

PALPEBRA SUPERIOR DAN INFERIOR


KORNEA

Edema Tidak Ada Tidak Ada


Kejernihan Jernih Jernih
Nyeri tekan Tidak Ada Tidak Ada
Permukaan Licin Licin
Ektropion Tidak Ada Tidak Ada
Ukuran 12 mm 12 mm
Entropion Tidak Ada Tidak Ada
Sensibilitas Baik Baik
Blefarospasme Tidak Ada Tidak Ada

Infiltrat Tidak ada Tidak ada


Trikiasis Tidak Ada Tidak Ada

Sikatriks Tidak Ada Tidak Ada Ulkus Tidak ada Tidak ada

Fisura palpebra 9 mm 9 mm Perforasi Tidak ada Tidak ada

Hordeolum Tidak Ada Tidak Ada Arkus senilis Tidak ada Tidak ada

Kalazion Tidak Ada Tidak Ada


Edema Tidak ada Tidak ada

Ptosis Tidak Ada Tidak Ada


Tes Plasido Tidak dilakukan Tidak dilakukan
KONJUNGTIVA TARSAL SUPERIOR DAN INFERIOR
BILIK MATA DEPAN
Hiperemis Tidak Ada Tidak Ada
Kedalaman Dalam Dalam
Folikel Tidak Ada Tidak Ada
Kejernihan Jernih Jernih
Papil Tidak Ada Tidak Ada

Hifema Tidak ada Tidak ada


Sikatriks Tidak Ada Tidak Ada

Anemia Tidak Ada Tidak Ada Hipopion Tidak ada Tidak ada

Kemosis Tidak Ada Tidak Ada Efek Tyndall Tidak ada Tidak ada
IRIS

Warna Coklat Coklat

Kripte Jelas Jelas

Bentuk Bulat Bulat

Sinekia Tidak ada Tidak ada

Koloboma Tidak ada Tidak ada

PUPIL

Letak Sentral Sentral

Bentuk Bulat Bulat

Ukuran 3 mm 3 mm

Refleks cahaya langung + +

Refleks cahaya tidak langsung + +

LENSA

Kejernihan Jernih Sebagian keruh

Letak Ditengah Ditengah

Tes shadow Negatif Positif

BADAN KACA

Kejernihan Tidak dilakukan Tidak dilakukan


FUNDUS OKULI

Batas Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Warna Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Ekskavasio Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Ratio Arteri : Vena Tidak dilakukan Tidak dilakukan

C/D Ratio Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Makula Lutea Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Retina Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Eksudat Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Sikatriks Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Ablasio Tidak dilakukan Tidak dilakukan

PALPASI

Nyeri tekan Tidak Ada Tidak Ada

Massa tumor Tidak Ada Tidak Ada

Tensi okuli (digital) N+0/P N+0/P

Non Contact Tonometers 13 mmHg 13 mmHg


Resume
• RESUME
• Laki-laki 67 tahun datang dengan keluhan utama mata kiri
buram perlahan sejak 1 tahun SMRS. Pandangan
berkabut (+), diplopia (-), silau(+), nyeri (-), merah (-),
riwayat trauma (-), sakit kepala (-), mual (-), muntah (-).
Pasien mengidap DM sejak 5 tahun, rutin minum obat.
• Pada pemeriksaan oftalmologi ditemukan visus OD 6/12,
ph 6/6 dan OS 5/60,tidak terkoreksi dengan pinhole.
Lensa OS sebagian keruh
• Diagnosis Kerja
– OS Katarak Senilis Imatur
• Diagnosis Banding
Katarak Senilis Matur OS
Katarak Senilis Hipermatur OS
TERAPI
• Pro ekstraksi katarak
PLAN OF ACTION

A. POA DIAGNOSIS
• PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Pemeriksaan Funduskopi Direct
• Pemeriksaan Biometri
• Pemeriksaan Retinometri
• Pemeriksaan darah kadar gula darah
PROGNOSIS
• PROGNOSIS
• Ad Vitam : dubia ad bonam
• Ad Functionam : dubia ad malam
• Ad Sanationam : dubia ad bonam
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi
• Jaringan transparan tak berwarna, avaskular,
dan berbentuk bikonveks (cembung) dengan
diameter 9mm tebal 5mm .
• Lensa terdiri dari :
– Kapsul
– Korteks
– Nukleus
• Posisinya disangga oleh serat Zonula Zinii yang
berasal dari korpus siliare .
20
Fisiologi
• Fungsi Lensa :
– sebagai media refraksi yang penting selain kornea
– bersifat elastis sehingga bisa berubah-ubah
kecembungannya (proses akomodasi) .

21
22
Definisi
• Setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang
dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan
cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau
keduanya .

23
Faktor Resiko

Obat-
obatan
Diabetes Usia

Sinar UV Katarak Malnutrisi

24
Patofisiologi
Klasifikasi
Berdasarkan Proses Terjadinya
› Katarak developmental
› Katarak degeneratif
› Katarak komplikata
› Katarak traumatik
Berdasarkan Usia :
› Katarak kongenital
› Katarak juvenil
› Katarak senilis
26
Katarak Kongenital
• Katarak ini mulai terjadi segera setelah lahir
dan berusia kurang 1 tahun
• Kekeruhan lensa jarang menyeluruh sehingga
tidak memerlukan terapi .
• Bercak putih di belakang pupil : leukokorea
• Penyebabnya : riwayat infeksi prenatal
(rubella-toksoplasmosis), ibu galaktosemia,
DM, dan hipoparatiroid .
27
Katarak juvenil

• Lanjutan katarak kongenital


• Bisa disebabkan karena trauma tumpul,
penyulit penyakit lain (lokal dan sistemik)

28
Katarak Senilis
• Dimulai usia 50 tahun
• Proses degenerasi
• Terdapat 3 bentuk katarak senilis:
– Katarak nuklear
– Katarak kortikal
– Katarak subkapsular posterior

29
Stadium Katarak Senilis

• Insipien
• Imatur
• Matur
• Hipermatur

30
Perbedaan Stadium Katarak Senilis
Insipien Imatur Matur Hipermatur

Kekeruhan Ringan Sebagian Seluruh Masif

Cairan lensa Normal Bertambah Normal Berkurang

Iris Normal Terdorong Normal Tremulans

Bilik mata Normal Dangkal Normal Dalam


depan
Sudut bilik Normal Sempit Normal Terbuka
mata
Shadow test (-) (+) (-) Pseudo(+)

Penyulit (-) Glaukoma (-) Uveitis +


glaukoma
31
Gejala kLinis
Pandangan seperti berkabut
Penglihatan kabur perlahan
Tidak nyeri
Silau
Sukar mengendarai kendaraan malam hari
Diplopia
Penglihatan di malam hari sedikit berkurang
Sering berganti-ganti kacamata
Terkadang jelas melihat dekat (miopisasi)
32
Pemeriksaan Fisik
• Visus dasar dan visus dengan kacamata yang
dimiliki
• Pemeriksaan segmen anterior dan posterior
• Pemeriksaan Shadow test (+)
• Pemeriksaan TIO dengan tonometri schiotz
• Pemeriksaan funduskopi : memungkinkan
untuk katarak imatur
• Pemeriksaan biometri dan keratometri
33
Ekstraksi Katarak Ekstrakapsular
(EKEK)
• Mengeluarkan isi lensa dengan menginsisi
limbus / kornea perifer atau bagian temporal
• IOL dipasang pada kantung kapsular disangga
oleh kapsul posterior yang utuh
• Indikasi :
– Pasien katarak muda, pasien kelainan endotel
• Keuntungan :
– Sayatan lebih kecil, sedikit jahitan sehingga lebih
cepat penyembuhan, dan komplikasi sedikit . 34
Fakoemulsifikasi
• Teknik EKEK yang paling sering digunakan
• Menggunakan vibrator ultrasonik genggam
untuk menghancurkan nukleus yang keras
sehingga nukleus dan korteks dapat diaspirasi
melalui insisi 3-5 mm .
• Keuntungan : perbaikan luka lebih cepat dan
mengurangi peradangan intraokular .

35
EKEK Alat Fako

36
Ekstraksi Katarak Intrakapsular
• Semua lensa bersama kapsulnya diangkat
• Insisi pada superior limbus 9-10mm
• Teknik ini jarang digunakan
• Indikasi :
– Pasien dengan zonula zinii yang rapuh,
berdegenerasi dan mudah putus .
• KontraIndikasi :
– Pasien usia kurang 40 tahun yang masih memiliki
ligamen hialoidea kapsular
37
Komplikasi Pembedahan

38
TERIMA KASIH 