Anda di halaman 1dari 29

Keratitis Filmentosa

Pembimbinng : dr. Moch. Soewandi, Sp.M


Disusun : eriya z.a 112017137
Nama : Ny. N Jenis Kelamin :
Umur : 61 tahun Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : ibu rumah
tangga Pendidikan : S1
Alamat : jl. Sadewa Status Menikah :
7 Sudah Menikah

Identitas Pasien
 Mata kiri terasa mengganjal

Keluhan utama
 Pasien datang ke poli klinik Mata RSAU dr.
Esnawan Antariksa dengan keluhan mata kiri
terasa mengganjal sejak 1 bulan SMRS. dan
disertai terasa nyeri, mata kiri terkadang
merah dan tiba-tiba keluar air mata saat
terasa mengganjal, penglihatan mata kiri
buram dan terasa ada bayangan, namun
pasien mengatakan mata terasa kering dan
berair sejak 3 bulan yang lalu dan sering
berobat tiap bulannya ke poli mata.

Riwayat penyakit sekarang


 Tidak ada

Riwayat Penyakit Dahulu


 Tidak ada yang mengalami gejala serupa
dalam keluarga pasien.

Riwayat penyakit keluarga


 Keadaan umum : Tampak sakit sedang
 Kesadaran : Compos mentis
 Tekanan darah : 110/70 mmHg
 Frekuensi nadi : 90x/menit
 Frekuensi nafas : 20x/menit
 Suhu : 360 C

Pemeriksaan fisik
Filamen halus

Status Opthalmologis
Pemeriksaan fisik
KETERANG OD OS
AN
VISUS KEDUDUKAN Simetris
Visus CKM CKM 6/6 BOLA MATA
6/6 F F Eksoftalmus -
Koreksi - - Enoftalmus -
Deviasi -
Addisi - - Gerakan Bola Bebas ke segala
Mata arah, nyeri gerak (-)
Distansia Tidak ada
SUPERSILIA Tidak ada kelainan
Pupil
Warna Hitam
Kacamata Add S+ Add S+
Simetris +
Lama 3.00 3.00

9
Pemeriksaaan fisik
PALPEBRA SUPERIOR DAN
INFERIOR Trikiasis - -

Edema - - Sikatriks - -

Nyeri Tekan - -
Punctum - -
Ektropion - - lakrimal
Fissura - -
Entropion - -
palpebra
Blefarospasme - -
Tes Anel - -

10
Pemeriksaan fisik
KONJUNGTIVA BULBI

KONJUNGTIVA SUPERIOR Sekret - -


DAN INFERIOR
Injeksi Konjungtiva - -
Hiperemis - -
Injeksi Siliar - -

Folikel - - Perdarahan - -
Subkonjungtiva
Papil - -
Pterigium - -
Sikatriks - -
Pinguekula - -

Hordeolum - - Nevus Pigmentosa - -

Kalazion - - Kista Dermoid - -

11
Pemeriksaan fisik
SKLERA
BILIK MATA DEPAN
Warna Putih Putih
Kedalaman Sedang sedang
Ikterik - -
Kejernihan Jernih Jernih
Nyeri Tekan - -

KORNEA` Hyfema - -

Kejernihan Jernih Jernih Hipopion - -

Infiltrat - - IRIS

Edema - - Hipopion - -

Ulkus - - Kripte - -

Filamen Sinekia - -
ada -
Koloboma - -

12
BADAN KACA
Kejernihan Fundus Fundus
reflex + reflex +

PUPIL FUNDUS OCCULI

Letak Di Di Batas Tidak Tidak


tengah tengah dilakukan dilakukan
Warna Tidak Tidak
dilakukan dilakukan
Bentuk Bulat Bulat
Rasio Tidak Tidak
Ukuran ± 3 mm ± 3 mm Arteri:Vena dilakukan dilakukan
C/D Rasio Tidak Tidak
Reflek Cahaya Langsung + + dilakukan dilakukan
Makula Tidak Tidak
Reflek Cahaya Tidak + +
Lutea Reflex dilakukan dilakukan
Langsung
Eksudat Tidak Tidak
LENSA dilakukan dilakukan
Kejernihan Jernih Jernih Sikatriks Tidak Tidak
dilakukan dilakukan
Letak Di Di tengah
Ablasio Tidak Tidak
tengah
dilakukan dilakukan

Tes Shadow - -

13
Pemeriksaan fisik
1. PALPASI
Nyeri Tekan Tidak Tidak
dilakukan dilakukan
Tensi Okuli 18 14

1. KAMPUS VISI

Tes Baik ke Baik ke


Konfrontasi semua arah semua arah

14
Pemeriksaan penunjang
 Slitlamp

15
resume
 Anamnesis:
 Pasien datang ke poli klinik Mata RSAU dr. Esnawan
Antariksa dengan keluhan mata kiri terasa mengganjal
sejak 1 bulan SMRS. dan disertai terasa nyeri, mata kiri
terkadang merah dan tiba-tiba keluar air mata saat terasa
mengganjal, penglihatan mata kiri buram dan terasa ada
bayangan.
 Pada pemeriksaan ophtalmologis:
Visus ODS CKM 6/6 F
Kornea OS ada filamen halus.
 Pada pemeriksaan penunjang:
Slitlamp : ditemukan adanya filamen halus pada OS

16
Diagnosis
 Keratitis filamentosa OS

17
Penatalaksanaan
 Medikamentosa
Cendo Lyters ed 4x1 tetes OS
Xitrol eo 3 x OS

 Non-Medikamentosa
Removing filamen

18
Prognosis
 Ad Vitam : Ad bonam
 Ad Functionam : Ad bonam
 Ad Sanationam : Ad bonam

19
Anatomi
Defiinisi
 Keratittis yang ditandai adanya
filamen mukoid dan deskuamasi
sel epitel pada permukan kornea.
Gambaran khususnya berupa
filamen epitel halus
Etiologi
 Kelainan ini ditemukan pada gejala
sindrom dry eye, diabetes militus,
pasca bedah katarak dan
keracunan kornea oleh obat
tertentu
Epidemologi
 World Health Organization (WHO)
belum menpunyai data pasti tentang
insiden keratitis filamentosa didunia,
namun data dari Hangzhou Hospital
di China tahun 2012– 2015 tercatat
keratitis filamentosa banyak terjadi
pada usia 26–50 tahun, dan faktor
penyebab terbanyak yaitu dry eye,
faktor autoimun, dan keratitis virus.
Diagnosa
 Anamnesis
Dari hasil anamnesis sering
diungkapkan sensasi benda asing,
mata merah, epiphora,
blepharospasm, photopobia,
penglihatan yang sedikit kabur, dan
nyeri. Penderita akan merasa gejala
berkurang apabila menutup mata.
Pemeriksaan
 Pemeriksaan tajam penglihatan
 Slit lamp
 Uji dry eye
Tatalaksana
 Farmakoterapi
- Natrium klorida topikal untuk meningkatkan epitel
kornea.
- N-acetylcystein (10%), merupakan agen mukolitik yang
menurunkan viskositas mukus pada lapiran precorneal
tear film.
- Tetes mata siklosporin dapat membantu menurunkan
reaksi peradangan pada dry eye yang berat.

 Non farmako
- Debridement filamen
Komplikasi
 Gangguan refraksi
 Jaringan parut permanent
 Ulkus kornea
 Perforasi kornea
 Glaukoma sekunder
Kesimpulan
 Penatalaksaanaan keratitis
filamentosa sulit karena bersifat
kronis, dan cenderung berulang.
Penyebab utama dari munculnya
filamen harus diatasi terlebih
dahulu, seperti contohnya
keratokonjungtivitis sika ataupun
penmyebab lainnya.