Anda di halaman 1dari 25

PENDIDIKAN KESEHATAN

RHEUMATOID ARTHRITIS (REMATIK)

PROGRAM STUDI SARJANA ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2019
Kelompok 2
Qurrata A’yun
 Tiara Widya Hapsari
 Nihayatuzzulfah
 Siti Mukharomah Maria H
 Dinda Setyaningsih
Pengertian
Rhematoid arthritis merupakan penyakit
autoimun dimana persendian (biasanya sendi
tangan kaki) secara simetris mengalami
peradangan, sehingga terjadi pembengkakan,
nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan
kerusakan bagian dalam sendi.
Penyebab Rheumatoid Arthritis
1) Mekanisme imun (antigen & antibody)
seperti interaksi antara IgG dan faktor
rheumatoid
2) Gangguan metabolisme
3) Genetik
4) Faktor lain : nutrisi dan faktor lingkungan
(pekerjaan dan psikososial)
( Suratun & Raenah, 2008)
Tanda dan gejala Rheumatoid Arthritis
1.Nyeri persendian
2. Bengkak (Reumatoid nodule)
3.Kekakuan pada sendi terutama setelah bangun
tidur pada pagi hari
4.Terbatasnya pergerakan
5.Sendi-sendi terasa panas
6.Demam (pireksia)
7.Anemia
8.Berat badan menurun
Pada tahap yang lanjut akan ditemukan tanda dan
gejala seperti:
1.Gerakan menjadi terbatas
2.Adanya nyeri tekan
3.Deformitas bertambah pembengkakan
4.Kelemahan

(Smeltzer & Bare, 2010)


Komplikasi
1. Adanya proses granulasi di bawah kulit yang
disebut subcutan nodule.
2. Proses granulasi jaringan otot
3. Sumbatan pada pembuluh darah yang
disebabkan oleh adanya darah yang membeku.
4. Splenomegali merupakan pembesaran limfa
5. Serangan jantung
6. Stroke
(Smeltzer & Bare, 2010)
Penatalaksanaan
1)Manajemen nyeri
Manajemen nyeri bertujuan untuk membantu pasien dalam
mengontrol nyeri ataupun mengatur nyeri secara optimal.
 Teknik Relaksasi
 Terapi Pengalihan
 Terapi Non Farmakologi
 Terapi Farmakologi

2) Imobilisasi
Range of Motion (ROM) merupakan jumlah maksimum gerakan
yang mungkin dilakukan sendi pada salah satu dari tiga potongan
tubuh: sagital, frontal, dan transfersal
Tujuan : mempertahankan atau memperbaiki tingkat
kesempurnaan kemampuan menggerakan persendian secara
normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus
otot (Potter & Perry, 2005).
Jenis ROM
 ROM Aktif
ROM Pasif
3) Resiko cedera
Upaya untuk mengurangi terjadinya kejadian pasien terjatuh di
rumah yaitu:
a) Membiasakan pasien dengan lingkungan sekitarnya.
b) Menunjukkan pada pasien alat bantu
c) Posisikan alat bantu panggil darurat dalam jangkauan.
d) Posisikan barang-barang pribadi dalam jangkauan pasien.
e) Menyediakan pegangan tangan yang kokoh di kamar mandi,
kamar dan lorong.
f) Posisikan sandaran tempat tidur rumah sakit di posisi rendah
ketika pasien sedang beristirahat, dan posisikan sandaran
tempat tidur yang nyaman ketika pasien tidak tidur.
g) Gunakan alas kaki yang nyaman, baik, dan
tepat pada pasien.
h) Gunakan lampu malam hari atau
pencahayaan tambahan.
i) Kondisikan permukaan lantai bersih dan
kering. Bersihkan semua tumpahan.
.
4) Pengobatan
a) Pereda nyeri NSAID (Obat antiinflamasi
nonsteroid), seperti ibuprofen untuk
mengurangi rasa sakit dan mengurangi
peradangan akibat rematik.
b) Steroid. Obat kortikosteroid
seperti prednison untuk mengurangi
peradangan dan nyeri serta memperlambat
kerusakan sendi.
5) Nutrisi
1. Konsumsi makanan yang berfariasi sesuai kebutahan kalori tubuh.
(kombinasi daging ternak, ikan, banyak konsumsi buah dan sayur-
sayuran segar)
2. Konsumsi makanan yang kaya akan omega (ikan sarden, salmon,
dan tuna )
Fungsi : mengatur lemak tubuh dengan cara meningkatkan kadar
kolesterol yg baik
3. Konsumsi makanan kaya akan zat besi (daging merah, telur, sayur-
sayuran hijau kacang bunci dan vitamin c)
Fungsi : memproduksi hemoglobin, menyalurkan oksigen keseluruh
tubuh, mengatur suhu, membentuk enzim tubuh
4. Makan-makanan yang kaya akan kalsium (susu,
keju, yogurt, sayur-sayuran hijau, almond, ikan
sarden dan ikan teri)
Fungsi : mencegah osteoporosis, melangsingkan
tubuh, mengatasi nyeri haid, melawan kanker,
menyehatkan jantung
5. Konsumsi suplemen mineral dan multi vitamin.
Fungsi : menjaga metabolisme tubuh
6) Laboratorium
a) Kadar Hb menunjukkan adanya anemia
b) Jumlah lekosit lekositosis merupakan respon
inflamasi.
c) Jumlah limfosit menurun biasanya ditemukan
pada penyaki sistemik autoimun.
d) Pada kasus inflamasi jumlah trombosit
meningkat, karena rangsangan sitokin
meningkatkan pembentukan lekositm dan
trombosit.
e) Hematocrit. Menurun pada kasus-kasus
dehidrasi. Pada umumnya ditemukan pada
pasien akut arthritis karena adanya
penurunan nafsu makan sehingga
menimbulkan dehidrasi.