Anda di halaman 1dari 39

LEPTOSPIROSIS

PRETEST
Laki-laki usia 28 tahun datang ke RSUD karena panas
badan selama 4 hari disertai menggigil. Pasien
merupakan seorang pembersih gudang. Pasien juga
mengeluhkan nyeri kepala hebat, nyeri badan,
terutama bagian betis, mata merah, lemas badan.
Penderita menyangkal warna kulitnya berubah
menjadi kekuningan. Namun muncul bintik-bintik
merah pada kulit pasien. Pasien baru mengalami
keluhan ini untuk yang pertama kali. Pemeriksaan fisik
ditemukan kesadaran composmentis. TD 110/70
mmHg. R: 28 x/menit, suhu 38,8OC, nadi 110x/menit.
Konjungtiva suffusion (+), limfadenopati (+), Rhonki -/-,
wheezing -/-, BU + normal, hepar dan lien tidak ada
pembesaran.
1. Diagnosis yang tepat adalah.....
a. Ricketsia
b. Leptospirosis
c. Infeksi Hantavirus
d. Penyakit Weill Laki-laki usia 28 tahun datang ke RSUD karena
e. Infeksi dengue panas badan selama 4 hari disertai menggigil.
Pasien merupakan seorang pembersih gudang.
Pasien juga mengeluhkan nyeri kepala hebat, nyeri
badan, terutama bagian betis, mata merah, lemas
badan. Penderita menyangkal warna kulitnya
berubah menjadi kekuningan. Muncul bintik-bintik
merah pada kulit pasien. Pasien baru mengalami
keluhan ini untuk yang pertama kali. Pemeriksaan
fisik ditemukan kesadaran composmentis. TD 110/70
mmHg. R: 28 x/menit, suhu 38,8OC, nadi 110x/menit.
Konjungtiva suffusion (+), limfadenopati (+), Rhonki -
/-, wheezing -/-, BU + normal, hepar dan lien tidak
ada pembesaran.
2. Mikroorganisme apa yang menyebabkan penyakit
pada pasien
a. Parasit
b. Virus
c. Bakteri aerob Laki-laki usia 28 tahun datang ke RSUD karena
d. Bakteri anaerob panas badan selama 4 hari disertai menggigil.
Pasien merupakan seorang pembersih gudang.
e. Jamur Pasien juga mengeluhkan nyeri kepala hebat, nyeri
badan, terutama bagian betis, mata merah, lemas
badan. Penderita menyangkal warna kulitnya
berubah menjadi kekuningan. Muncul bintik-bintik
merah pada kulit pasien. Pasien baru mengalami
keluhan ini untuk yang pertama kali. Pemeriksaan
fisik ditemukan kesadaran composmentis. TD 110/70
mmHg. R: 28 x/menit, suhu 38,8OC, nadi 110x/menit.
Konjungtiva suffusion (+), limfadenopati (+), Rhonki -
/-, wheezing -/-, BU + normal, hepar dan lien tidak
ada pembesaran.
3. Pemeriksaan penunjang yang tepat pada pasien
adalah…. Laki-laki usia 28 tahun datang ke RSUD karena
panas badan selama 4 hari disertai menggigil.
a. MAT Pasien merupakan seorang pembersih gudang.
Pasien juga mengeluhkan nyeri kepala hebat,
b. Pungsi lumbal nyeri badan, terutama bagian betis, mata
merah, lemas badan. Penderita menyangkal
c. Tubex test warna kulitnya berubah menjadi kekuningan.
Muncul bintik-bintik merah pada kulit pasien.
Pasien baru mengalami keluhan ini untuk yang
d. NS1 pertama kali. Pemeriksaan fisik ditemukan
kesadaran composmentis. TD 110/70 mmHg. R:
e. Apus darah tebal 28 x/menit, suhu 38,8OC, nadi 110x/menit.
Konjungtiva suffusion (+), limfadenopati (+),
Rhonki -/-, wheezing -/-, BU + normal, hepar dan
lien tidak ada pembesaran.
4. Pengobatan yang tepat untuk
pasien...
a. Doksisiklin 2 x 100 mg
b. Ciprofloxacin 2x500 mg
c. Amoksisilin 3x 500 mg
d. Kloramfenikol 4 x 500 mg Laki-laki usia 28 tahun datang ke
RSUD karena panas badan selama 4
e. Cotrimoxazol 4 x 960 mg hari disertai menggigil. Pasien
merupakan seorang pembersih
gudang. Pasien juga mengeluhkan
nyeri kepala hebat, nyeri badan,
terutama bagian betis, mata merah,
lemas badan. Penderita menyangkal
warna kulitnya berubah menjadi
kekuningan. Muncul bintik-bintik
merah pada kulit pasien. Pasien baru
mengalami keluhan ini untuk yang
pertama kali. Pemeriksaan fisik
ditemukan kesadaran composmentis.
TD 110/70 mmHg. R: 28 x/menit, suhu
38,8OC, nadi 110x/menit. Konjungtiva
suffusion (+), limfadenopati (+),
Rhonki -/-, wheezing -/-, BU + normal,
hepar dan lien tidak ada
pembesaran.
5. Komplikasi lain yang dapat terjadi pada pasien ini
adalah...
a. Black water fever
b. Gagal ginjal akut
c. Gagal jantung Laki-laki usia 28 tahun datang ke
d. Meningitis RSUD karena panas badan selama 4
hari disertai menggigil. Pasien
e. Weill disease merupakan seorang pembersih
gudang. Pasien juga mengeluhkan
nyeri kepala hebat, nyeri badan,
terutama bagian betis, mata merah,
lemas badan. Penderita menyangkal
warna kulitnya berubah menjadi
kekuningan. Muncul bintik-bintik
merah pada kulit pasien. Pasien baru
mengalami keluhan ini untuk yang
pertama kali. Pemeriksaan fisik
ditemukan kesadaran composmentis.
TD 110/70 mmHg. R: 28 x/menit, suhu
38,8OC, nadi 110x/menit. Konjungtiva
suffusion (+), limfadenopati (+),
Rhonki -/-, wheezing -/-, BU + normal,
hepar dan lien tidak ada
pembesaran.
6. Perempuan usia 25 tahun datang ke IGD RSUD karena
penurunan kesadaran. Penderita awalnya terlihat gelisah.
Terdapat riwayat demam tinggi selama 6 hari. 10 hari yang
lalu terjadi banjir di lingkungan pasien. Gejala lain yang
dialami pasien kulit kuning, mata merah, mual, muntah, nyeri
dada dan oliguria. Pemeriksaan fisik ditemukan kesadaran
sopor. TD 90/60 mmHg. R: 24 x/menit. Suhu 40,1OC, nadi
98x/menit. Conjungtival suffusion, sklera ikterik, limfadenopati,
Rhonki -/-, wheezing -/-, BU +, hepatosplenomegali, Rash
generalisata. Pemeriksaan penunjang : Hb : 10 g/dk, Leukosit
15000, Bilirubin Total 8 mg/dl, AST/ALT : 54, Kreatinin 3,2, Ureum
44.
Diagnosis yang tepat adalah.....
a. Malaria serebral
b. Typhoid toxic
c. Ensefalopati dengue
d. Penyakit Weill
e. Ensefalitis HSV
7. Pengobatan yang tepat pada pasien tersebut
a. Doksisiklin 2x 100 mg 7 hari PO
b. Penicillin G 4x1,5 juta unit IV
c. Doksisiklin 2x 500 mg IV
d. Ciprofloxacin 2 x 500 mg IV
e. Kloramfenikol 4 x 500 mg PO
Laki-laki usia 28 tahun datang ke RSUD karena
penurunan kesadaran. Penderita awalnya terlihat
gelisah. Terdapat riwayat demam selama 10 hari. Dua
hari terakhir demam dirasakan terus menerus.
Sebelumnya suhu semakin tinggi pada sore/malam
hari. Ada kejang. Pemeriksaan fisik ditemukan
kesadaran sopor. TD 90/60 mmHg. R: 24 x/menit, suhu
40,1OC, nadi 86x/menit. Konjungtiva tak anemis, KGB
tidak teraba, Rhonki -/-, wheezing -/-, BU + normal,
hepatosplenomegali.
8 Diagnosis yang tepat adalah.....
a. Malaria serebral
Laki-laki usia 28 tahun datang ke RSUD karena
b. Typhoid toxic penurunan kesadaran. Penderita awalnya
terlihat gelisah. Terdapat riwayat demam
c. Ensefalopati dengue selama 10 hari. Dua hari terakhir demam
dirasakan terus menerus. Sebelumnya suhu
d. Penyakit Weill semakin tinggi pada sore/malam hari. Ada
kejang. Pemeriksaan fisik ditemukan
e. Ensefalitis HSV kesadaran sopor. TD 90/60 mmHg. R: 24
x/menit, suhu 40,1OC, nadi 86x/menit.
Konjungtiva tak anemis, KGB tidak teraba,
Rhonki -/-, wheezing -/-, BU + normal,
hepatosplenomegali.
9. Tipe demam yang terjadi pada pasien di atas
adalah.... Laki-laki usia 28 tahun datang ke RSUD karena
penurunan kesadaran. Penderita awalnya
a. Bifasik terlihat gelisah. Terdapat riwayat demam
selama 10 hari. Dua hari terakhir demam
b. Intermiten dirasakan terus menerus. Sebelumnya suhu
semakin tinggi pada sore/malam hari. Ada
c. Remiten kejang. Pemeriksaan fisik ditemukan
kesadaran sopor. TD 90/60 mmHg. R: 24
d. Continue x/menit, suhu 40,1OC, nadi 86x/menit.
e. Episodik Konjungtiva tak anemis, KGB tidak teraba,
Rhonki -/-, wheezing -/-, BU + normal,
hepatosplenomegali.
10. Pemeriksaan penunjang yang tepat pada pasien
adalah….
a. MAT
b. Pungsi lumbal
c. Tubex test
d. NS1
e. Apus darah tebal
LEPTOSPIROSIS

Merupakan penyakit zoonotic dengan distribusi


merata di seluruh dunia.

Penularan melalui kontak langsung dengan hewan


yang terinfeksi atau terkena bahan yang
mengandung urine hewan, sehingga timbul demam
yang akut.

Autumnal fever and seven day fever di Jepang


Canefield fever di Australia
Swineherd’s disease, swamp or mud fever di Eropa
Fort Bragg fever di Amerika Serikat
EPIDEMIOLOGI
Distribusi merata di seluruh dunia kecuali daerah
Antartika, dan lebih prevalen di daerah tropis.

Tikus, rodent, ternak dan anjing dapat merupakan


host reservoir.

Jarang didapatkan transmisi dari manusia ke


manusia.

Lebih banyak berlangsung pada laki-laki, dan


insiden tertinggi untuk daerah tropis adalah pada
musim penghujan.
ETIOLOGI
Leptospira merupakan bakteri gram negatif yang tipis,
berbentuk spiral dengan panjang 6 sampai 12 um,
tumbuh lambat dan suasana aerob.

Klasifikasi telah mengalami revisi, awalnya spesies


patogenik Leptospira interrogans dan saprofitik spesies
non patogenik Leptospira biflexa.

Saat ini ada tiga generasi yaitu Leptospira, Leptonema


dan “Turneria”.

Tetapi untuk mudahnya klasifikasi dilakukan berdasar


perbedaan serologis.
PATOGENESIS

Leptospira dapat masuk kedalam tubuh manusia


melalui kulit yang mengalami abrasi atau
membrana mukosa yang utuh.

Timbul Leptospiremia dan menyebar ke seluruh


organ terutama hati, ginjal dan otot.

Semua Leptospira dapat merusak dinding


pembuluh darah kecil, timbul vasculitis yang
menyebabkan kebocoran dan ekstravasasi sel,
termasuk perdarahan.
Kemampuan patogenik yang utama dari
Leptospira adalah mengadakan adhesi dengan
permukaan sel dan toksisitas seluler.

Pada ginjal Leptospira bermigrasi ke interstitium,


tubulus renal dan lumen, timbul interstitial
nephritis dan nekrosis tubuler.

Pada hati didapatkan nekrosis centrilobuler dan


proliferasi sel Kupffer.

Setelah terbentuk antibodi, Leptospira akan


dieliminasi dari seluruh tempat kecuali mata,
tubulus renal proksimal dan otak.
MANIFESTASI
KLINIK
1. SSP
2. Mata
3. Jantung
4. Hepar
5. Ginjal
6. Otot
7. Pembuluh Darah
TAHAPAN
PERJALANAN PENYAKIT
• Fase leptospiremik
Klinis yang paling menonjol adalah demam dan
conjunctival suffusion, nyeri otot, lymphadenopathy, rash,
hepatomegali dan splenomegali tidak begitu menonjol

• Fase imun
Berlangsung bersamaan dengan pembentukan antibodi, dan
kejadian utama pada fase ini adalah terjadinya aseptik
meningitis.
KLASIFIKASI
1. Leptospirosis ringan (anikterik)
Lebih dari 90% penderita
2. Leptospirosis berat (ikterik)
leptospirosis severe dengan icterus yang menonjol (Weil’s
syndrome) pada 5 sampai 10% penderita.
▪ Weil’s syndrome
Ditandai oleh adanya :
- Icterus
- gangguan fungsi ginjal
- diatesa hemorragik
- Komplikasi organ lain : hepatosplenomegali,
miokarditis, perikarditis, meningitis/ensefalitis,
gagal nafas
DIAGNOSIS

Serologis dengan pemeriksaan IgM Elisa (MAT)

Isolasi leptospira dapat dilakukan dari  Kultur


- darah
- CSF
- Urin
Mikroskop Lapang Gelap
MAT & MIKROSKOP
LAPANG
• Microscopic agglutination test
GELAP
(+)  Kenaikan titer ≥ 4x atau ≥ 1: 320 (endemik), ≥ 1: 160
(non endemik)

• Mikroskop Lapang Gelap


LABORATORIUM

Darah  anemia, leukositosis


Fungsi Ginjal  Cr, ureum meningkat
Fungsi Hepar  Bilirubin, AST/ALT, ALP
DIAGNOSIS
BANDING
Leptospirosis didifferensial dengan penderita
demam disertai keluhan sakit kepala dan myalgia,
seperti :
 Malaria
 Enteric fever
 Hepatitis viral
 Dengue
 Infeksi Hantavirus
 Rickettsia
KRITERIA DIAGNOSIS
MENURUT DEPKES
Kasus suspek
• Demam akut dengan atau tanpa sakit kepala
• Nyeri otot
• Malaise
• Conjunctival suffusion
• Ada riwayat terpapar dengan lingkungan yang
terkontaminasi atai aktivitas yang merupakan faktor
risiko leptospirosis dalam kurun waktu 2 minggu
Kasus probable
• Disaat memiliki 2 gejala klinis diantara :
• Nyeri betis
• Ikterus
• Sesak nafas
• Oliguri atau anuria
• Manifestasi perdarahan
• Aritmia jantung
• Batuk dengan atau tanpa hemoptisis
• Ruam kulit
Dan memiliki gambaran laboratorium :
• Trombositopenia <100.000 sel/mm3
• Leukositosis dengan neutrofilia >80%
• Kenaikan bilirubin total >2gr%
• Kenaikan SGPT, amilase, lipase dan creatine phospokinase
• Penggunaan rapid diagnostic test
Kasus konfirmasi
• Saat kasus probable disertai salah satu berikut
• Isolasi bakteri leptospira dari spesimen klinik
• Polymerase chain reaction (+)
• Serokonversi microscopic agglutination test (-) -> (+)
MENURUT WHO
Clinical description
• Usual presentation :
• Acute febrile illnes
• Headache
• Myalgia
Associated with
• Conjunctival suffusion
• Anuria or oliguria
• Jaundice
• Cough, haemoptysis and breathless
• Haemorrhage
• Meningeal irritation
• Cardian arrytmia or filure
• Skin rash
Laboratory criteria
Presumtive diagnosis :
• (+) RDT such as IgM ELISA, latex agglutination, dipstick
etc
Confirmatory diagnosis :
• Isolation bacterial from blood or other materials
• Fourfold or greater rises titre or seroconversion in MAT

Dibagi berdasarkan :
• Suspected : a case that is compatible with clinical
description and a presumtive diagnosis
• Confirmed : a suspect case with a confirmatory
diagnosis
PENGOBATAN
Mild leptospirosis
Doxycycline 100 mg oral BID 7 hari
Ampicillin 500 – 750 mg oral QID 7 hari
Amoxycillin 500 mg oral QID 7 hari

Moderate / severe leptospirosis


Penicillin G 1,5 juta unit IV QID 7 hari
Ampicillin 1 gr IV QID 7 hari
Amoxycillin 1 gr IV QID 7 hari
Tindakan suportif

Dialysis bila ada gagal ginjal

Transfusi whole blood dan / atau trombosit


PROGNOSIS DAN
PREVENSI
Kebanyakan penderita mengalami recovery,
mortalitas terutama pada usia lanjut dan
penderita Weil’s syndrome.

Cegah kontak dengan urine dan jaringan


binatang yang terinfeksi dan kontrol terhadap
rodent.

Chemoprophylaxis dengan Doxycycline 200 mg


sekali seminggu, dapat dipertimbangkan pada
paparan yang singkat.