Anda di halaman 1dari 17

PELAKSANAAN KELAS IBU

PASPAD
1. Latar belakang
2. Pengertian
3. Tujuan kelas ibu hamil
4. Sasaran kelas ibu hamil
5. Persiapan pelaksanaan kelas bumil
6. Pelaksanaan kelas bumil
7. Urutan pelaksanaan
8. Cara menilai evaluasi awal dan akhir
1. LATAR BELAKANG

 SK NO 284/MenKes/SK /III/2004,Tentang Buku KIA


Menteri Kesehatan RI memutuskan Buku KIA sebagai
buku pedoman resmi yang berisi informasi dan
catatan Kesehatan Ibu dan Anak
 Untuk meningkatkan pemanfaatan Buku KIA perlu
diadakan kegiatan yang disebut Kelas Ibu Hamil
2. PENGERTIAN
Merupakan sarana belajar kelompok
tentang kesehatan bagi ibu hamil
Dalam bentuk tatap muka
Bertujuan meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan,
perawatan nifas, dan BBL
Melalui pratik dengan menggunakan buku
KIA
3. TUJUAN KELAS IBU HAMIL

UMUM
Meningkatkan Pengetahuan, merubah sikap dan
perilaku ibu agar memahami tentang pemeriksaan
kehamilan agar Ibu dan janin sehat, persalinan aman,
nifas nyaman ibu selamat, bayi sehat, pencegahan
penyakitfisik dan jiwa, gangguan gizi dan komplikasi
kehamilan, persalinan, dan nifas agar ibu dan bayi
sehat, perawatan bayi baru lahir agar tumbuh kembang
optimal serta aftifitas fisik ibu hamil
TUJUAN KHUSUS
1. Terjadinya interaksi dan berbagi pengalaman antar peserta ( ibu
hamil/ suami/ keluarga dengan Ibu Hamill/suami/keluarga)
dan antar ibu hamil/ suami keluarga dengan petugas
kesehatan/ bidan tentang
2. Pemeriksaan agar Ibu dan janin sehat, Persalinan aman, nifas
nyaman, ibu selamat, bayi sehat.
3. Pencegahan penyakit, komplikasi kehamilan, persalinan dan
nifas agar ibu dan bayi sehat.
4. Perawatan bayi baru lahir agar tumbuh kembang optimal
5. Aktifitas ibu hamil
4. SASARAN KELAS IBU HAMIL
Peserta kelas ibu hamil:
 Sebaiknya ibu hamil yang ada di wilayah
tersebut
 Jumlah peserta maksimal 10 ibu setiap kelas
 Suami atau keluarga sebaiknya ikut serta minimal
satu kali pertemuan
 Sebaiknya melibatkan 1 orang kader dan dukun
 yang ada di wilayah kerja pada setiap kelas ibu
hamil
5. PERSIAPAN PELAKSANAAN
KELAS IBU HAMIL
a. Sarana prasarana :
 Ruang belajar kapasitas 10 orang lebih kurang ukuran
4m x 5m dengan ventilasi dan pencahayaan cukup
 Alat tulis menulis
 Buku KIA
 Lembar balik kelas ibu hamil
 Buku pedoman pelaksanaan kelas ibu hamil
 Buku pegangan fasilitator
 Alat peraga(KB Kit, food model,boneka, baju
kanguru,dll)
 Tikar / karpet ( matras)
 Bantal kursi jika ada
 CD aktifitas fisik/ senam hamil jika ada
b. Peserta :
• Melakukan identifikasi / mendaftar semua ibu
hamil yang ada di wilayah Kerja
• Mengundang semua ibu hamil di wilayah kerja
• Jumlah peserta maksimal 10 orang
• Suami atau keluarga sebaiknya ikut serta
minimal 1 x pertemuan
• Melibatkan kader atau dukun yang ada di
wilayah
c.Fasilitator & nara sumber
• Fasilitator :Bidan atau petugas kesehatan yang
telah mendapat pelatihan fasilitator kelas ibu
hamil ( atau melalui on the job training) dan
setelah itu diperbolehkan untuk melakssanakan
fasilitasi kelas ibu hamil.
• Nara sumber :Tenaga kesehatan yang
mempunyai keahlian dibidang tertentu untuk
mendukung kelas Ibu hamil
d.Materi
Materi pembelajaran:
1. Pemeriksaan kehamilan agar ibu dan janin sehat
2. Persalinan aman, nifas nyaman, ibu selamat,
bayi sehat
3. Pencegahan penyakit, komplikasi kehamilan,
persalinan dan nifas agar ibu dan bayi sehat
4. Perawatan bayi baru lahir agar tumbuh-
kembang optimal
5. Aktivitas fisik ibu hamil dan Senam ibu hamil
6.PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL
 Dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara
Bidan/nara sumber dengan peserta/ibu hamil sesuai
tahapan pelaksanaan pertemuan kelas ibu hamil.
 Kegiatan kelas ibu hamil: dilakukan minimal 4 kali
atau sesuai dengan hasil kesepakatan fasilitator dengan
peserta.
 Pada setiap pertemuan materi kelas ibu hamil
yang akan disampaikan disesuaikan dengan
kebutuhan dan kondisi ibu hamil tetapi mengutamakan
materi pokok.
 Khusus untuk materi 3, materi yang
disampaikan dapat disesuaikan dengan
kondisi permasalahan kesehatan di
wilayah setempat, mis malaria dapat
disampaikan pada daerah dengan
endemis malaria.
 Pelaksanaan pertemuan sebaiknya
dilakukan pada ibu hamil dengan usia
kehamilan seawal mungkin
 Lama pertemuan 120 menit termasuk
senam hamil 15-20 menit
 Senam hamil dilakukan mulai umur
kehamilan 20 mgg – 32 mgg (selain
usia kehamilan tsb, ibu hamil tetap
melakukan aktifitas fisik)
• Frekuensi pertemuan sebaiknya 1 bulan
 Pada setiap akhir pertemuan dapat
dilakukan aktifitas fisik/ senam ibu
hamil.
7. URUTAN KEGIATAN SETIAP PERTEMUAN

• Penjelasan umum kelas ibu hamil dan perkenalan


peserta/fasilitator (untuk pertemuan I)
• Evaluasi awal ( pra tes ) materi pertemuan I, II, III,
IV
• Materi pertemuan I, II, III.IV
• Evaluasi akhir ( post tes ) materi pertemuan I, II,
III,IV
• Kesimpulan
• Aktifitas fisik atau senam ibu hamil
8. CARA MENILAI EVALUASI AWAL DAN EVALUASI AKHIR
a. Evaluasi awal
 Jumlah soal ada 10
 Pilihan jawaban B dan S
 Jawaban benar hanya ada satu (kunci jawaban pd
pedoman pelaksanaan kelas ibu hamil halaman 31 dan
32)
 Nilai akhir : jumlah jawaban benar dibagi 10 x 100
b. Evalusi akhir
 Jumlah soal 10
 Pilihan ganda a, b, c dan d
 Jawaban benar hanya ada satu (kunci jawaban pd
pedoman pelaksanaan kelas ibu hamil halaman 31 dan
32)
 Nilai akhir : jumlah jawaban benar dibagi 10 x 100