Anda di halaman 1dari 34

Antisipasi KLB Difteri

Provinsi DKI Jakarta

Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI)


Cabang DKI Jakarta
2017
• Difteri  peny. menular akut pada tonsil, pharinx,
hidung, kadang pada selaput mukosa, kulit
• Toxin  mempunyai efek patologik menyebabkan
sakit bahkan menimbulkan kematian
• Menimbulkan karier (Cristie ) :
- masa non epidemik karier (0.5 – 1.2 %) penduduk
(tipe mitis)
- masa epidemik meningkat 25 – 40 %
( tipe gravis).
2
• Sumber penularan sakit & karier
• Cara penularannya berupa kontak langsung
pernafasan, droplet infeksi, benda mati,
dan melalui tangan.
• Kelompok umur 1-5 th paling banyak terserang
terutama yang tidak diimunisasi difteri
• Karier 95:5

• Seratus anak imunisasi 1 sakit

• Risiko peningkatan kasus padat, miskin


3
Surveillance – a classical
Health Care System model Public Health Authority
Reporting
Event Data

Real world! … Analysis &


expected Interpretation
changes

Decision
Intervention Information
(Feedback)
Penanggulangan KLB Difteri
Penanggulangan KLB Difteri (1)

1. Strategi jangka pendek:


Untuk wilayah resiko tinggi dengan ORI (outbreak
respons immunization) dengan cara:
– Meningkatkan kualitas pelayanan imunisasi
– Meningkatkan imunisasi rutin untuk bayi dengan
vaksinasi DPT-HB
– Untuk anak usia 1-7 tahun dengan vaksinasi DPT-HB
atau DT
– Untuk anak usia > 7 tahun dengan vaksinasi Td
– Suplementary Immunization Activity (SIA): Imunisasi
tambahan terutama pada anak SD kelas 4,5 dan 6
Penanggulangan KLB Difteri (2)

2. Strategi Jangka Panjang


– Strengthening imunisasi DPT-HB pd bayi dan booster
– Program BIAS Imunisasi DT pd anak kelas 1 dan Td pd
anak kelas 2 dan 3
– Penyelidikan karier/kontak dg kasus Difteri diberi
Eritromisin sbg pencegahan dosis 30-50 mg/kgBB/hr
selama 14 hari

3. Menguatkan surveilans PD3I secara umum & khususnya


difteri, termasuk KIPI yang ditimbulkannya
Penanggulangan KLB Difteri (3)
1. Tata Laksana Kasus
• Kasus probable dirujuk ke Rumah Sakit, rawat
dalam ruang terpisah dengan penderita lain.
Anti Difteri Serum (ADS) 20.000 Unit intra
muskuler. Sebelum pemberian serum dilakukan
tes sensitivitas.
• Antibiotik pilihan adalah penicillin 50.000 unit/kg
BB/hari, diberikan sampai 3 hari setelah panas
turun. Antibiotik alternatif adalah erythomicyn
50 mg/kg BB/hari selama 14 hari.
Penanggulangan KLB Difteri (4)

• Memberikan imunisasi Td (toksoid difteri)


selama masa pemulihan.
2. Tata Laksana Kontak
• Kontak Probable dan Konfirmasi: profilaksis
erithromycin 30-40 mg/kgBB selama 7-10
hari, imunisasi Td/DT/DPT-HB sesuai umur
dan status imunisasi
Penanggulangan KLB Difteri (5)
c. Kegiatan Imunisasi
Imunisasi dilakukan pada lokasi KLB dan dusun-
dusun sekitarnya yang memiliki cakupan imunisasi
DPT dan DT kurang dari 80%, dengan ketentuan :
– Anak kurang dari atau sama dengan 3 tahun
mendapatkan imunisasi DPT_HB sebanyak 2 dosis
dengan selang waktu 1 bulan tanpa memandang status
imunisasi sebelumnya.
– Anak usia 3-7 tahun tahun mendapatkan imunisasi DT
– Anak usia lebih dari 7 tahun mendapatkan imunisasi Td
Outbreak Respons
Immunization/ORI (1)
• Tujuan
Tujuan ORI adalah untuk memberikan perlindungan pada kelompok rentan
sehingga dapat memutuskan rantai penularan.
• Sasaran
Sasaran pemberian imunisasi diberikan pada golongan umur sesuai dengan
kajian epidemiologi di lokasi KLB.
• Dasar Hukum
– UU No. 4 tahun 1984 tentang KLB Penyakit Menular
– PP No. 40 tahun 1991 tentang Penanggulangan KLB Penyakit Menular
– Permenkes No 949 tahun 2004 tentang Pedoman Penyelenggaraan
SKD KLB.
– Kepmenkes No 1611/Menkes/SK/XI/2005 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Imunisasi
– Kepmenkes No 1626/Menkes/SK/XII/2005 tentang Pedoman
Pemantauan dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi
(KIPI)
KEWASPADAAN DINI–KLB DIPHTERI

 Bila ditemukan 1(satu) kasus Diphteri


dan ada Desa/Kelurahan dengan
cakupan DPT-3 < 90%

Perlu diwaspadai kemungkinan


terjadi KLB, dengan kegiatan sbb :

16
Definisi KLB
Timbulnya atau meningkatnya
kejadian kesakitan/kematian yg
bermakna secara epidemiologis
dlm kurun waktu dan daerah
tertentu
(Kep.Dirjen PPM-PLP No.451 Tahun 1991 ttg Pedoman
Penyelidikan Epid. & Penangg. KLB )

17
TINDAKAN PENANGGULANGAN KLB DIPHTERI

1.Yang berhubungan dengan Penderita


 Penderita segera dikirim ke RS
karena perlu pengobatan cepat, al. :
• ADS
• Antibiotika
• Hydrocortisone (bila
terjadi komplikasi
myocarditis
• Pertolongan darurat
berkaitan dengan gangguan
pernafasan, jantung, dll.
18
2. Masalah Kontak dg penderita

• Pemeriksaan medis &


pengambilan sampel (swab
Hidung & Tenggorokan)
• Observasi selama 2(dua) x
masa inkubasi
• Pengobatan propilaksis ?

19
3. Yang berhubungan dengan
Masyarakat
Perlu diberikan penyuluhan kesehatan berkaitan dengan KLB
yang sedang terjadi, al. :

• Penyebab, Gejala, Tanda-tanda Diphteri dan


kematian penderita akibat Diphteri
• Sumber & Cara penularan
• Tindakan darurat & pencegahannya
• Imunisasi DPT (1-3), Gizi, dll
• Pengamatan & pelaporan kasus diphteri oleh
masyarakat
20
4. Penyelidikan Epidemiologi KLB diphteri
a) Persiapan penyelidikan
b) Menetapkan diagnosis
c) Penetapan KLB
d) Identifikasi kasus &
mendiskripsikan menurut Waktu-
Orang-Tempat
e) Identifikasi keadaan penyebab KLB
f) Merumuskan rekomendasi yang dapat
diusulkan
g) Menyusun laporan hasil Penyelidikan
Epid KLB 21
Pengumpulan data
 Data kasus Diphteri didapat dari Rumah Sakit,
Puskesmas, Puskesmas Sentinel maupun dari
penyelidikan epid. KLB Diphteri.
 juga termasuk hasil kunjungan thd kontak
penderita (Form DPT-1)
 Data cakupan DPT-3
 Data status Gizi Bayi & Balita

22
Form. Dif-1
FORMULIR PENGAMATAN DAN PELACAKAN DIFTERI

A. IDENTITAS PENDERITA / TERSANGKA PENDERITA

1. NAMA PENDERITA / TERSANGKA :


Umur ………. Bln / Th. Jenis Kelamin L / P
2. ALAMAT : Desa / Kelurahan ……………… RT : . . . RW : . . .
Kecamatan : …………………. KAB / KOTA ………………….

B. RIWAYAT PENYAKIT

1. Gejala yang timbul pertama kali ? (Sebutkan . . . . . . . . . . .)


2. Kapan gejala tsb. Timbul (Tgl. Dan Jam) ?
3. Tindakan apa yang dilakukan setelah tmbul gejala
pertama?
23
4. GEJALA LAIN YANG TIMBUL

No Gejala lain Kapan Keadaan


yang timbul Gejala tsb. pdrt
timbul sekarang
1.
2.
3.
4.
5.

24
5. RIWAYAT IMUNISASI DPT.

a. Pernah :
DPT- 1 : ……. Tgl ……………
DPT- 2 : ……. Tgl ……………
DPT- 3 : ……. Tgl ……………

b. Tidak pernah
c. Tidak tahu

25
C. PEMERIKSAAN FISIK

1. KEADAAN UMUM Baik / Cyanosis /


Shock
2. EPITAXIS Ada / Tidak
3. BULLNECK Ada / Tidak
4. ATRIDOR Ada / Tidak
5. PSEUDOMEMBRAN Ada / Tidak
6. KELAINAN Ada / Tidak
JANTUNG
7. LAIN-LAIN ………… Ada / Tidak

26
D. DIAGNOSA KLINIS
 Difteri Pharynx
 Difteri Larynx
 Lainnya ……………..

E. PEMERIKSAAN BAKTERIOLOGIS
No Tgl. Hasil Pemeriksaan
Pengambilan
Mikro Kultu Type Toxyge Resiste
Sampel
s. r Kuman ni city nsi tes
tes

27
F. PENGOBATAN YANG TELAH DIBERIKAN
1. ……………………………………..
2. ……………………………………..
3. ……………………………………..

G. KEADAAN PENDERITA PADA


AKHIR PENGOBATAN
1. Sembuh
2. Meninggal, karena :
a) Asphyxia b). Komplikasi
3. Pulang paksa
28
H. PELACAKAN KONTAK PENDERITA
 Jumlah orang yang tinggal serumah
dengan penderita
 Jumlah teman sekelas di Sekolah
penderita
 Lakukan pelacakan Kontak Penderita
dengan menggunakan Form. Dif.1.

29
2. Pengolahan data
 Kompilasi data, dikelompokkan menurut sumber
data (RS, PuskesmasPustu, Wawancara/lapangan)
dan alamat kasus (dalam/luar Wilayah)
 Check kebenaran data untuk menghindari adanya
duplikasi / kesalahan pencatatan data.
 Secara rutin data diolah & disajikan dlm bentuk
Tabel, Grafik, Peta penyebaran kasus
 Membuat grafik mingguan & grafik Pola Maksimal-
Minimal Difteri (Range 5 Tahun)

30
3. Analisis data & Interpretasi

 Analisis data dengan interpretasi Tabel, Grafik &


Peta penyebaran kasus untuk memantau keadaan
dan trend kasus Diphteri.
 Analisis kasus dikaitkan dengan variabel Waktu –
Orang–Tempat dan faktor determinan lain.
 Berdasarkan hasil analisis dirumuskan upaya
tindak lanjut sebagai tindakan korektif thd upaya
yang telah dilakukan sebelumnya

31
Contoh, beberapa recomendasi yang
dapat diajukan :
 Pemberian pengobatan propilaksis kepada
kontak penderita Diphteri.
 Peningkatan gizi Bayi & Balita
 Penyuluhan kepada ibu bayi/balita
 Peningkatan cakupan imunisasi DPT 1 – 3,
merata seluruh Desa/ Kel.

32
4. Penyebarluasan Informasi
Epidemiologi
 Umpan balik kepada Unit Pelapor
 Advokasi & koordinasi kegiatan

33
Terima Kasih