Anda di halaman 1dari 29

Jambi, 20 Oktober 2018

KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI


Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek
UNIVERSITAS JAMBI
Asdep Iptek Industri Kecil dan Menengah

POLIMER BAHAN ALAM


PROTEIN

Oleh :
Desi Itqun Minannaar (A1C116001)
Yolanda Aulia (A1C116055)
SEJARAH PROTEIN

Protein ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius pada


tahun 1838. Protein berasal dari bahasa Yunani proteos
artinya utama atau sangat penting. Pada hewan, protein
merupakan penyusun otot, kulit, rambut, dan jaringan
pengikat. Pada tanaman, protein banyak terdapat dalam
kotiledon biji. Enzim dan hormon juga merupakan
protein.

2
SIFAT-SIFAT PROTEIN

Protein mempunyai sifat sebagai senyawa amorf karena


protein memiliki struktur yang tidak teratur sehingga titik
leleh dan titik didih yang tidak tetap/sulit ditentukan

Protein bersifat termoseting karena jika dipanaskan, maka


protein tidak dapat meleleh.Sehingga tidak dapat dibentuk
ulang kembali (Irreversible).
STRUKTUR PROTEIN

Dua puluh asam amino yang paling banyak ditemukan dalam protein
STRUKTUR PROTEIN
STRUKTUR PROTEIN

Protein memiliki struktur kimia yaitu kopolimer karena protein merupakan polimer yang
tersusun dari monomer-monomer yang berbeda. Protein termasuk kopolimer acak karena satuan
berulang pada protein berbeda atau tersusun secara acak dalam rantai polimer.
Strukturnya: . . . – A – B – A – A – B – B – A – A –. . . .
STRUKTUR PROTEIN

Struktur Primer

Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang
dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Frederick Sanger merupakan ilmuwan yang
berjasa dengan temuan metode penentuan deret asam amino pada protein, dengan penggunaan
beberapa enzim protease yang mengiris ikatan antara asam amino tertentu, menjadi fragmen
peptida yang lebih pendek untuk dipisahkan lebih lanjut dengan bantuan kertas kromatografik.
STRUKTUR PROTEIN

Struktur Sekunder

Rantai protein dapat membentuk struktur heliks, paralel dan antiparalel dengan
membentuk ikatan hidrogen antar asam amino pembentuknya. Jika rantai polipeptida
membentuk ikatan dari N-terminus ke arah C-terminus dinamakan dengan paralel sedangkan
arah sebaliknya dinamakan dengan antiparalel.
STRUKTUR PROTEIN

Struktur Tersier

Struktur ini merupakan campuran dari struktur sekunder yang menyusun satu rantai
polipeptida. Lokasi dan arah serta sudut jenis struktur sekunder tergantung pada jenis residu
asam amino yang menyusun polipeptida tersebut. Ikatan yang membentuk struktur tersier
adalah ikatan hidrogen, interaksi hidrofobik, jembatan disulfida dan ikatan ionik.
STRUKTUR PROTEIN

Struktur Kuartener

Struktur Kuarterner. Struktur ini terdiri atas dua atau lebih protein yang memiliki struktur
tersier.

Dari keempat struktur dari protein kita ketahui bahwa antarmolekul di protein terbentuk
ikatan-ikatan yang menghubungkan rantai satu dengan lainnya. Ikatan yang menghubungkan
adalah ikatan hidrogen yang membuat protein mempunyai struktur polimer ikat silang
(Crosslinked).
STRUKTUR PROTEIN
Selain glisin, α-karbon pada asam amino merupakan C kiral. Oleh sebab itu, struktur
tetrahedral asam amino memiliki dua bentuk yang merupakan bayangan cermin yang dinamakan
dengan enantiomer. Semua molekul yang memiliki C kiral merupakan optikal aktif yang bisa
memutar bidang cahaya terpolarisasi sehingga membentuk sistem D dan L. Asam amino penyusun
molekul protein adalah yang memiliki stereoisomer L. D-asam amino dapat ditemukan pada
penyusun peptida rantai pendek yang menyusun dinding sel bakteri dan peptida yang berfungsi
sebagai antibiotik
Klasifikasi Protein

Protein
Sederhana

Protein Fibrosa Protein Globular


(Scleroproteins) (Spheroproteins)

Albumin
Globulin
Glutelin
Prolamin
Histone
Protamin
12
Klasifikasi Protein

Protein
Kompleks

Protein kompleks adalah protein apabila dihidrolisa selain menghasilkan asam-asam amino
juga senyawa-senyawa bukan asam amino. Senyawa bukan asam amino sebagai gugus prostetis,
misalnya lipida, karbohidrat, asam nukleat, dan lain-lain.

Fosfoprotein Glikoprotein Lipoprotein Nukleoprotein

13
METODE SINTESIS

POLIMERISASI KONDENSASI

Polimer kondensasi terjadi dari reaksi antara


gugus fungsi pada monomer yang sama atau
monomer yang berbeda. Dalam polimerisasi
kondensasi kadang-kadang disertai dengan
terbentuknya molekul
Strukturkecil
Umum seperti H2O, NH3,
Protein
atau HCl. Pada protein akan menghasilkan H2O.

Unit Ulang Protein


SINTESIS CACING SUTRA
Hasil Rendemen Ekstrak Protein Cacing Sutra (Tubifex sp.)
Denaturasi Protein

Secara kimiawi yang dimaksud denaturasi adalah


kehilangan aktivitas biologis berupa perubahan
sifat fisika-kimia. Perubahan-perubahan tersebut
antara lain hilangnya kemampuan melarut artinya
terjadi pengendapan, terbentuknya gel,
terbukanya gugus reaktif (sulfhidril), lebih mudah
mengalami hidrolisa ensimatis (sehingga daya
cernanya lebih baik), perubahan defraksi atau
pembiasan sinar X dan putaran optis. Secara
fisika denaturasi diartikan sebagai suatu
perubahan konformasi (bentuk, bangun) rantai
polipeptida yang tidak mempengaruhi struktur
primernya.
Aplikasi Protein pada Berbagai Bidang

Aplikasi Protein dalam Bidang Pangan

Susu Kasein dan protein serum dalam protein susu berfungsi


Pada susu, salah
bagi tubuh. Kaseinsatuadalah
unsurpembawa
yang penting adalah
mineral protein.dan
Kalsium
Protein
Fospat. yang terdapat
Kasein pada susu
berfungsi dalamterdiri atas kasein
penjagaan dan
kandunga
protein
mineral serum
dalam(whey
keadaanprotein). Dalamsekaligus
terlarut hal ini, kasein
menjaga
merupakan 80% dari seluruh protein susu. Terdapat
pembentukan Kalsium Fospat yang tidak larut. Selain tigaitu,
jenis
kaseindalam
juga kasein, yaitu sebagai
berfungsi 50% alpha-kasein,
pertahanan 33%daribetha
baktri
kasein, dan 15% kappa kasein. Sedangkan dalam
ataupun virus. Sedangkan protein serum berfungsi untuk protein
serum terdapatimunitas
meningkatkan dua jenis yaitu proteiin globulin dan
tubuh.
68% albumin.
Protein Sel Tunggal
Protein Sel Tunggal (PST) adalah produk bahan makanan
yang telah dikembangkan. PST mengandung kadar protein
tinggi yang berasal dari mikroba melalui proses bioteknologi.
PST dari mikroorganisme digunakan sebagai suplemen
protein dalam makanan manusia atau makanan hewan. Produk
PST memiliki kelebiha, diantaranya adalah dalam proses
produksi PST dapat menggunakan media atau substrat yang
bervariasi. Produksi PST pun tidak bergantung pada iklim
ataupun musim. Kandungan protein dalam PST juga lebih
unggul/tinggi jika dibandingkan dengan kandungan protein
hewan atau tumbuhan.
Roti
Enzim lipase dapat digunakan dala proses pembuatan
roti. Enzim lipase memiliki sisi aktif sehingga dapat
menghidrolisis triasilgliserol menjadi asam lemak dan
gliserol. Enzim lipase dapat digunakan untuk
menghasilkan coklat tiruan, serta glukosa oksidase
untuk mencegah reaksi pencoklatan pada produk
tepung telur dan lain-lain. Sumber enzim lipase
didapatkan dari bakteri (S. aureus), kapang
(Aspergillus niger, Rhizopus arrhizus), tanaman yang
menghasilkan trigliserida (kacang-kacangan), pancreas
dan susu.
Aplikasi Protein dalam Bidang Industri

Tekstil Tekstil Pada produksi tekstil bahan-bahan yang


digunakan dalam proses pembuatannya terdapat serat
tekstil yang berasal dari bahan lami ataupun bahan
sintetik. Bahan alami yang digunakan dalam industri
tekstil diantaranya berasal dari serat protein. Serat protein
dapat berbentuk staple atgau filamen. Serat protein yang
beberntuk stapel dapat berasal dari rambut hewan, seperti
berupa domba, kelinci, mohair dan lain-lain. Namun,
serat protein yang paling digunakan adalah yang berasal
dari bulu domba (wol).
Kertas Pada pembuatan kertas, juga dilibatkan peranan
protein dalam proses pembuatannya, yaitu enzim
xylanase. Enzim merupakan suatu protein yang
memiliki aktifitas biokimiawi sebagai katalis suatu
reaksi. Karena merupakan suatu protein, enzim ini
sangat rentan terhadap kondisi lingkungan. Pada
pembuatan kertas, enzim xylanase berperan dalam
proses pemutihan kertas. Enzim ini digunakan untuk
menghilangkan hemi selulosa dalam proses
bleaching sekaligus sebagai pengganti cara kimia
agar pencemaran racun limbah kimia dapat dihindari
dan dapat meminimalisir biaya.
Aplikasi Protein dalam Protein dapat berfungsi dalam pembuatan pestisida alami.
Bidang Pertanian
Protein yang digunakan untuk pestisida berasal dari tubuh
bakterik. Contoh bakteri yang dapat digunakan proteinnya
Pestisida
untuk pembuatan pestisida alami adalah bakteri Thuringienis.
Bakteri Bacillus thuringiensis adalagh bakteri gram positif.
Bakteri Bacillus thuringiensis termasuk bakteri patogen
fakultatif. Apabila bakteri ini tidak memiliki lingkungan yang
nyaman dan tidak menguntungkan, maka bakteri ini akan
membentuk fase sporulasi. Pada saat sporulasi, tubuh dari
bakkteri ini akan terdiri dari protein cry. Protein cry merupakan
protein kelas endotoksin delta. Endotoksin ini dapat mematikan
serangga jika serangga memakan toksin tersebut. Maka, protein
/ toksin cry yang dihasilkan oleh bakteri dapat dimanfaatkan
sebagai pestisida alami.
APLIKASI PROTEIN DALAM
BIDANG KECANTIKAN
Kolagen adalah unsur protein yang tersusun
KOSMETIK dalam tubuh yang terdapat pada jaringan kat
yang liat dan bening kekuning-kuningan. Pada
produksi kosmetik, kolagen biasanya yang
digunakan dalam produksi kosmetik adalah
kolagen yang berasal dari hewan atau
tumbuhan. Contoh kolagen hewan yang
digunakan adalah kolagen yang berasal dari
sapi. Kolagen memiliki fungsi yaitu sebagai
pelembab alami bagi kulit.
Aplikasi Protein dalam Bidang Pada pembuatan vaksin, protein sangat berperan dalam
Farmasi dan Kesehatan prosesnya. Pembuatan vaksin terdiri dari beberapa tahap
diantaranya adalah persiapan benih virus. Setelah disiapkan,
kemudian virus ditumbuhkan dalam media yang mengandung
Vaksin Antivirus proteinn misalnya protein yang berasal dari mamalia (protein
murni dari darah sapi). Media ini dapat mendorong proses
reproduksi dari sel. Pertumbuhan virus dapat dibantu dengan
bantuan enxim ke medium yang digunakan. Enzim yang
digunakan ini adalah enzim tripsin. Enzim tripsin adalah
protein yang berfungsi sebagai katalis dalam metabolisme
dan pertumbuhan sel. Pada proses ini, tripsin didapatkan dari
pankreas sapi. Setelah dilakukan pertmbuhan pada virus,
virus tersebut kemudian dipisahkan dari mediumnya.
Pemisahan ini dapat dilakukan dengan cara filtrasi,
sentrifugasi atau teknik lain.
Obat-obatan Protein aktif dapat dibuat untuk menghasikkan penemuan obat
baru. Protein ini dihasilkan dari DNA / gen yang mengkodekan
protein. Pada proses ini, DNA dimasukkan ke dalam
mikroorganisme agar cepat diperoleh dan dimurnikan. Pada
proses produksi protein DNA untuk dijadikan obat baru,
terdapat beberapa tahap. Diantaranya adalah DNA
mengkodekan suatu protein, kemudian gen-gen pengkode
tersebut dipotong. Setelah dipotong, gen tersebut dimasukkkan
ke dalam plasmid . Plasmid yang mengandung gen-gen tersebut
kemudian dimasukkan kembali ke dalam bakteri. Bakteri yang
baru dimasukkan dengan plasmid kemudian
dikembangbiakkan. Pengembangbiakkan bakteri ini bertujuan
untuk memperbanyak gen-gen yang akan dihasilkan. Bakteri
yang akan dikembangbikakan tersebut akan menghasilkan
protein yang diinginkan. Protein tersebut kemudian diisolasi
kemudian dimurnikan.
Aplikasi Protein dalam
Bentuk aplikasi protein yang saat ini sedang dikembangkan
Sintesis Protein In vitro adalah proses sintesis protein in vitro. Sintesis protein sel
bebas (juga disebut sintesis protein fertilisasi in-vitro atau
disingkat CFPS), adalah produksi protein yang menggunakan
mesin biologis tanpa menggunakan sel hidup. Fertilisasi in-
vitro protein sintesis lingkungan tidak dibatasi oleh dinding
sel atau kondisi homeostasis yang diperlukan untuk
mempertahankan viabilitas sel. Dengan demikian CFPS
memungkinkan akses langsung dan pengendalian lingkungan
penerjemahan yang menguntungkan bagi sejumlah aplikasi
termasuk optimasi produksi protein, optimasi dari kompleks
protein, sintesis protein, menggabungkan asam amino non-
alami dan biologi sintetis.
Akibat Kelebihan Protein dan Kekurangan Protein
Akibat Kelebihan Protein dan Kekurangan Protein