Anda di halaman 1dari 17

Holistik Care dan Ilustrasi

Kasusnya

Oleh Kelompok 3
Nama Kelompok :
 I Wayan Gede Yudi Wigata (17.321.2672)
 Kadek Aristiani Putri (17.321.2673)
 Komang Purnama Sari (17.321.2676)
 Ni Putu Eva Pradnyayanti (17.321.2700)
 Ni Putu Linda Kusuma W. (17.321.2701)
Pengertian Holistik Care
Holistic memiliki arti ’menyeluruh’ yang
terdiri dari kata holy and healthy. Pandangan
holistik bermakna membangun manusia yang
utuh dan sehat, dan seimbang terkait dengan
seluruh aspek dalam pembelajaran : seperti
spiritual, moral, imajinasi, intelektual, budaya,
estetika, emosi, dan fisik. Jadi healthy yang
dimaksud bukan hanya phisically, tetapi lebih
pada aspek sinergitas spiritually.
Sejarah Holistik Care
Sejarah holistik dimulai sebelum istilah holism
diperkenalkan oleh Jan Christiaan Smuts dalam
bukunya “Holism and Evolution”. Holistik
populer dengan cepat di tahun 70-an.
Aristoteles dan Socrates pun memberikan ide
dari keahlian mereka yang menganjurkan
memandang kesehatan sebagai satu kesatuan,
bukan bagian demi bagian. Kedokteran holistik
mulai dikenal sejak tahun 1970-an dan sejak itu
menjadi salah satu cara yang dipakai dalam
praktek medis sehari-hari.
Dimensi Pendekatan Holistik
1. DIMENSI PSIKOLOGIS (STRATEGI KOPING)
Mekanisme koping adalah mekanisme yang
digunakan individu untuk menghadapi perubahan
yang diterima.
Ada tiga teknik koping untuk mengatasi stres :
1. Pemberdayaan sumber daya psikologis (potensi
diri)
2. Rasionalisasi (teknik kognitif)
3. Teknik perilaku
Dimensi Pendekatan Holistik
2.DIMENSI SOSIAL
Dukungan sosial sangat diperlukan oleh setiap
manusia. Individu yang termasuk dalam
memberikan dukungan social meliputi pasangan
(suami/istri), orang tua, anak, sanak keluarga,
teman, tim kesehatan, atasan, dan konselor.
House membedakan empat jenis atau dimensi
dukungan social : dukungan emosional, dukungan
penghargaan, dukungan instrumental, dukungan
informatif.
Dimensi dukungan sosial meliputi 3 hal (Jacobson,
1986) : emotional support, cognitive support,
material support.
Dimensi Pendekatan Holistik
3.DIMENSI SPIRITUAL
 Asuhan keperawatan pada aspek spiritual
ditekankan pada penerimaan pasien terhadap
sakit yang dideritanya (Ronaldson, 2000).
Sehingga pasien akan dapat menerima dengan
ikhlas terhadap sakit yang dialami dan mampu
mengambil hikmah.
 Asuhan keperawatan yang dapat diberikan
adalah : menguatkan harapan yang
realistis kepada pasien terhadap kesembuhan,
pandai mengambil hikmah, ketabahan hati.
Nilai Utama Perawatan Holistik
 Filosofi dan pendidikan
 Holistik nurse save care
 Holistik etik, teori keperawatan, dan riset
 Holistic communication, therapeutic
environment, dan cultural competency
Macam-macam Cabang
Penyembuhan Holistik
 Holistik tradisional
 Holistik modern
 Holistik modern ananophaty
Teknik Pengobatan dan Penerapan
Holistik Care
Metode pengobatan holistik yang di
kembangkan dengan terapi :
 Pengaturan pola hidup dan pola makan
dengan gizi dan kebutuhan berimbang
 Rileksasi dengan konsep meditasi
penyembuhan
 Stimulasi otak dengan tehnik perangsangan
alamiah
 Silaturahmi doktrin
 Pancaran bio energy (pranaisasi)
Holisme
Holisme menegaskan bahwa organisme
selalu bertingkah laku sebagai kesatuan yang
utuh, bukan sebagai rangkaian bagian atau
komponen berbeda. Jiwa di tubuh bukan
dua unsur terpisah tetapi bagian dari satu
kesatuan dan apa yang terjadi dibagian satu
akan mempengaruhi bagian lain.
Humanisme
Pendekatan ini melihat kejadian yaitu
bagaimana dirinya untuk melakukan hal –
hal yang positif kemampuan positif ini
disebut sebagai potensi manusia dan para
pendidik beraliran humanisme biasanya
memfokuskan pengajarannya pada
pembangunan kemampuan yang positif.
Ciri-Ciri Teori Humanisme
Teori belajar ini berusaha memahami
perilaku belajar sudut pandang pelakunya,
bukan dari sudut pandang pengamatannya.
Tujuan utama para pendidik adalah
membantu kita untuk mengembangkan
dirinya yaitu membantu masing – masing
individu untuk mengenal diri mereka sendiri
sebagai manusia yang unik dan membantu
dalam mewujudkan potensi – potensi yang
ada dalam diri mereka.
Kasus
Ny. A yang dirawat di ruang mawar berusia 40
tahun menderita kanker rahim/atau kanker
serviks. Ia menderita kanker serviks ini selama 5
tahun. Saat ini penyakit yang dideritanya sudah
memasuki stadium ke IV atau stadium akhir.
Penyakit yang dideritanya sudah sangat parah.
Kankernya telah menyebar ke organ-organ tubuh
di luar serviks dan rahim. Ny. A menderita kanker
serviks stadium IVB (kanker telah menyebar ke
organ-organ tubuh yang sangat jauh). Ia mengalami
keputihan yang tercampur dengan darah dan
menyebabkan bau yang tidak sedap. Selain itu, ia
juga sering mengalami nyeri pada panggul, nyeri
punggung, nyeri kaki, penurunan berat badan,
kelemahan, kelelahan, dan merasa sangat sakit
apalagi saat kemoterapi.
Lanjutan
Ny. A juga mengalami stres atau tekanan batin yang
menyebabkan ia merasa hidupnya sudah tidak lama
lagi dan ia tidak ingin melakukan pengobatan lagi
karena menyebabkan ia semakin sakit lagi. Hal ini
disebabkan karena ia belum mengetahui tentang
penyakit yang dialaminya. Ia juga sering merasa
bahwa Tuhan memberikan ketidakadilan kepada
dirinya karena menderita penyakit yang sangat
parah sampai ia tidak mau untuk melakukan
pendekatan kepada Tuhan. Ny.A juga merasa beban
dan malu terhadap keluarganya karena sudah
banyak biaya yang dikeluarkan untuk pengobatannya
dan ia juga belum siap untuk meninggalkan
keluarganya jika meninggal karena penyakit yang
dideritanya suda sangat parah.
Penerapan Holistik Care Pada Kasus
Tersebut
Holistik care sangat diperlukan untuk kasus
di atas. Kasus di atas memperlihatkan bahwa
Ny. A mengalami masalah dalam memenuhi
kebutuhannya antara lain kebutuhan dari :
1.Aspek fisik
2.Aspek intelektual
3.Aspek sosiokultural
4.Aspek psikologis
5.Aspek spiritual.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai