Anda di halaman 1dari 28

7.

SITOKIN

Sri Oktavia, M.Farm, Apt


Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi
Padang
2016
SITOKIN
 Sel dalam sistem imun dapat berkomunikasi satu sama
lain selama respon imun melalui molekul berbentuk solubel
yang disebut sitokin.
 Merupakan mediator penting untuk komunikasi antar sel
imunokompeten.
 Berperan sebagai mediator jarak jauh untuk komunikasi
antar sel yang tersebar dalam tubuh dan untuk sel yang
saling berdekatan.
 Sitokin (sito= sel ; kinos= pergerakan) adalah suatu
molekul signaling yg digunakan komunikasi sel.
 Sitokin disekresi oleh satu sel yang berikatan dengan
reseptor spesifik dari membran sel itu atau sel lain.
SITOKIN
 Sitokin adalah peptida, protein atau
glikoprotein yg diproduksi sbg respon thd
mikroba /Ag lain yg memperantarai &
mengatur sistem immun.
 Sitokin memperantarai reaksi inflamasi dan
berperan sebagai stimulator hematopoiesis
SITOKIN

 Sitokin disekresikan oleh sel immun yg terpapar


patogen.
 Semua sel berinti khususnya sel endo/epitel dan
makrofage potensial memproduksi IL-1, IL-6, and TNF-
α
 Kadar Sitokin (IL-6) meningkat 1000 x pada
kondisi infeksi dan trauma
 Sitokin berperan dalam pertahanan spesifik
maupun non spesifik.
SITOKIN
 Aksi Sitokin adalah
- autocrine :
bekerja pd sel yg memproduksi dirinya
- paracrine,
bekerja pd sel tetangga
- endocrine.
difusi ke bagian tubuh melalui aliran plasma
SITOKIN
 Sitokin yg berikatan dg Ab memiliki efek immun
lebih kuat daripada sitokin sendiri.
 Hal ini berperan untuk penurunan dosis terapi.
 Stimulasi berlebihan terhadap sitokin merupakan
pemicu syndrome yg berbahaya  cytokine storm
SITOKIN

 Sitokin yang dihasilkan oleh sel berbeda akan


menghasilkan efek berbeda
 Sitokin diklasifikasikan berdasarkan fungsinya, sel yg
mensekresi /target aksinya
 Klasifikasi dari Sitokin :
-Lymphokine (cytokines made by lymphocytes),
-Monokine (cytokines made by monocytes),
-Chemokine (cytokines w/ chemotactic activities)
-Interleukin (cytokines made by one leukocyte & acting on
other leukocytes).
 Penamaan lain dari sitokin berdasarkan dari mana sel
tersebut dikloning seperti interferon dan TNF
SITOKIN

 Pada sistem imun non spesifik sitokine memperantarai


rx inflamasi terhadap Mikroba dan stimulasi sistem
imun spesifik.
 Pada sistem imun spesifik sitokine m’stimulasi
proliferasi dan diferensiasi Limfosit yg distimulasi Ag
dan aktivasi efektor sel.
Klasifikasi Sitokin secara Fungsional
1. Colony Stimulating Factors (CRFs)
2. Growth and Differentiation Factors
3. Immunoregulatory cytokines
4. Pro-inflamatory cytokines
5. Anti-inflamatory cytokines and Growth and
Differentiation Factors
1. Colony Stimulating Factors (CSFs)
 Terdiri dari GM-CSFs (granulosit-makrofag), G-
CSFs,M-CSFs, IL-3 dan eritropoetin
2. Growth and Differentiation Factors

 PDGF (platelet Derived Growth Factor), FGF


(fibroblast), ODF (osteoklast)
3. Immunoregulatory cytokines
 Bersifat regulator
 Terdiri dari IFN-g, IL-2, IL-4, IL-5, IL-7, IL-9, IL-18
1. Interferon (IFN)
ada 3, IFN-a, IFN-b, IFN-g
IFN a dan b : tipe 1
diproduksi di leukosit dan fibroblast karena
infeksi virus
IFN-g : tipe 2
diproduksi oleh sel T selama respon imun
Oleh sebab itu biasa disebut interferon leukosit, interferon
fibroblast dan interferon T.
Dalam aktivitas untuk regulasi, IFN menstimulasi sel
NK dan MHC, memodulasi sintesis antibodi dan
menginduksi apoptosis (menginduksi proliferasi)
2. Interleukin-2 (IL-2)
 Merupakan pusat respon imun

 Diproduksi oleh limfosit T yang sudah diaktivasi

 Berperan dalam aktivasi dan diferensiasi sel B

dalam produksi antibodi


4. Pro-inflamatory cytokines
Sitokin yang merangsang respon imun
 TNF-a

 IL-1

 IL-6

 IL-8
 TNF (Tumor Necrosis Factor)
Molekul sitokin yang memiliki kemampuan menyebabkan
proses nekrosis untuk membunuh sel kanker.
Terdapat 2 tipe : TNF alfa dan beta
TNF-alfa
Diproduksi oleh makrofag yang sudah diaktivasi, Limfosit
T, sel NK, sel tumor otot polos yang telah diaktivasi.
Stimulus yang merangsang produksi sel TNF-a yaitu
infeksi virus, jamur, parasit, IL-1 dan IL-2
Mempunyai efek sitostatis langsung terhadap sel tumor
dengan menginduksi nekrosis
TNF-beta
Dikenal sbg mediator respon inflamasi tipe lambat
Diproduksi oleh Limfosit T yang telah diaktivasi
 IL-1
 Berperandalam proliferasi Limfosit T dan B,
menginduksi netrofil dan molekul adesi pada sel
endotel
 IL-6
 Sitokin
yang multifungsi
 Berperan dalam stimulasi sel B memproduksi antibodi
5. Anti-inflamatory cytokines and
Growth and Differentiation Factors
Merupakan sitokin yang menghambat respon imun
 IL-4

Bersama sitokin lain menstimulasi proliferasi dan


diferensiasi limfosit B menjadi sel plasma yang mampu
memproduksi antibodi dan menghambat aktivasi
makrofag.
 IL-10
Menghambat fungsi monosit
SITOKIN

Peran Innate Adaptive


Jenis TNF, IL-1, IL-2, IL-12, IFN IL-2, IL-4, IL-5, IFN

Sumber Sel NK, Makrofage Limfosit T

Fgs Fisiologi Mediator imun non Regulasi Limfosit &


spesifik, RX Inflamasi aktivator sel efektor
Stimulus LPS (endotoxin), Virus, Protein Ag
Bakteri Peptidoglikan
Efek Lokal & Sistemik Lokal

Peran Peny. Sistemic dissease Local Tissue Injuri


SIFAT SITOKINE

1. Pleiotropism
Satu sitokin memiliki beberapa efek pada sel yang
berbeda.
Contoh peran IL-4 pada :
- Sel B  Produksi Ig E
- CD4 Sel T  Diferensiasi TH2
- Makrofage  Inhibisi
SIFAT SITOKINE
2. Rebundancy
Beberapa jenis sitokin mempunyai efek yang sama
(overlapping).
Contoh : IL-2, IL-4, IL-5 memiliki efek yg sama pada
sel Limfosit B  utk keperluan Proliferasi.
SIFAT SITOKINE
3. Sinergy
2 atau lebih jenis sitokine secara sinergis memiliki efek
yg lebih besar dr pada penjumlahan efek yg dimiliki
keduanya.
Contoh : a = 1, b = 2
Sinergi : a + b > 3
IFN dan TNF  meningkatkan expresi MHC kelas I
pada sejumlah sel.
SIFAT SITOKINE
4. Antagonisme
Satu sitokine mempunyai efek berlawanan dengan
sitokine yg lain.
Contoh :
IFN  Meningkatkan Aktivasi Makrofage
IL-4  Menghambat aktivasi Makrofage
KEMOKIN
 Kemokin adalah singkatan dari Kemotaktik sitokin.
 Kelompok homolog sitokine yg berperan stimulasi
pergerakan leukosit dan mengatur perpindahan
leukosit dari darah ke jaringan.
 Semua kemokin adalah polipeptide
 Jenis kemokin yg telah teridentifikasi 50 item.
FUNGSI BIOLOGI
KEMOKIN
 Kemokin bukan hanya memiliki peran sbg
Kemoatraktan Leukosit (seny. Kimia penarik leukosit ke
tempat terinfeksi) tapi memiliki sejumlah fungsi a.l. :
1. Rekruit sel yg berperan dlm imunitas ke tempat yg
terinfeksi.
2. Mengatur lalu lintas Limfosit dan Leukosit lain
melalui jaringan perifer Limphoid.
3. Berhubungan dengan perkembangan berbagai
organ.
TERIMAKASIH