Anda di halaman 1dari 13

THYPOID

Kelompok 4 – SP DIGESTIVE

Ayatullah Shyfa Syamsury 165070200111005


Nurva Prastya Ningrum 165070200111014
Tri Atmi Sindy Andarini 165070201111017
Hedi Setia Darmawan 165070201111027
Virta Febrina Kusumastuti 165070207111001
Imeldha Monitasari 165070207111007
THYPOID
This is what we learned today

DEFINISI PATOFISIOLOGI

EPIDEMIOLOGI MANIFESTASI KLINIS

ETIOLOGI PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

FAKTOR RESIKO PENATALAKSANAAN MEDIS

KLASIFIKASI KOMPLIKASI
DEFINISI

“ “
Demam thypoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri
Salmonella typhii ditandai dengan demam 7 hari dan disertai gangguan
saluran pencernaan serta gangguan kesadaran (Manjoer Arief, 2000)

THYPOID
EPIDEMIOLOGI
Tifoid lebih banyak dijumpai di negara-negara
berkembang di daerah tropis yang berkenaan dengan
ketersediaan air bersih, sanitasi lingkungan, dan kebersihan
individu yang kurang baik , dengan cara penyebaran fecal-oral
.

Prevalensi kasus bervariasi tergantung dari lokasi,


kondisi lingkungan setempat, dan perilaku masyarakat.
Berdasarkan data WHO (World Health Organisation)
memperkirakan angka insidensi di seluruh dunia sekitar 17
juta jiwa per tahun, angka kematian akibat demam tifoid
mencapai 600.000 dan 70% nya terjadi di Asia.
Berdasarkan WHO angka penderita demam tifoid di
Indonesia mencapai 81% per 100.000 kejadian (DEPKES RI,
2013).
Penyakit thypus abdominalis merupakan penyakit yang ditularkan melalui makanan
dan minuman yang tercemar oleh bakteri Salmonella typhosa,
(food and water borne disease).
FAKTOR RESIKO

Fasilitas Jamban yang


tidak sesuai standart Riwayat tifoid dalam
keluarga

Kebiasaan mencuci Sumber air bersih dan


tangan sebelum makan sanitasi lingkungan

Personal Hygiene yang


Kebiasaan jajan buruk
KLASIFIKASI
Demam Typhoid akut non komplikasi Thypus Abdominalis
infeksi akut yang biasanya mengenai saluran
01 dikarakterisasi dengan adanya demam
berkepanjangan abnormalis fungsi bowel,
04 pencernaan dengan gejala demam lebih dari
sakit kepala, malaise, dan anoksia. 7 hari, gangguan pada saluran cerna.

Demam Typhoid dengan komplikasi Paratypus


jenis typus yang lebih ringan, mungkin sesek
02 Dapat berkembang dan menjadi komplikasi
, mulai dari melena, perforasi, susu dan
05 ali penderita mengalami buang-buang air,
peningkatan ketidaknyamanan abdomen Bibir kering ,dan kondisi fisik tampak lemah,
serta nyata tampak sakit.

Karier Thypoid Demam Thypoid (Enterik fever)


03 Keadaan karier tifoid terjadi pada 1-5%
pasien, tergantung umur pasien. Karier tifoid
06 • Demam Septik
• Demam Hektik
bersifat kronis dalam hal sekresi Salmenella • Demam Remiten
typhi di feses • Demam Intermiten
• Demam Kontinyu
• Demam Siklik
PATOFISIOLOGI
Manifestasi Klinis

01 Demam

02 Nyeri Kepala
“Sifat demam adalah
03 Pusing meningkat perlahan-lahan
dan terutama pada sore
Nyeri otot hingga malam hari”
04
Mual, muntah (Widodo Joko, 2006).
05
Anoreksia
06

07 Obstipasi atau diare


PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

01 Pemeriksaan darah perifer Lengkap


Dapat ditemukan leukopeni, dapat pula leukosistosis atau kadar leuko
sit normal. Dapat pula ditemukan anemia ringan dan trombositopeni

02 Pemeriksaan SGOT dan SGPT


SGOT dan SGPT sering meningkat, tetapi akan kembali normal
setelah sembuh

03 Uji Tes Widal


Dilakukan untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap bakteri
.
Salmonella typhii.

04
PENATALAKSAAN
MEDIS BEDAH KEPERAWATAN

a. Prosedur duhamel . a. Membantu orang tua untuk mengetahui


a. Temporary ostomy
yaitu penarikan kolon normal kearah bawah adanya kelainan kongenital pada anak
dibuat proksimal untuk
dan menganastomosisnya di belakang usus secara dini.
melepaskan obstruksi
aganglionik, membuat dinding . b. Membantu perkembangan ikatan antara
mengembalikan
b. Prosedur Swenson . orang tua dan anak.
ukuran normalnya.
yaitu membuang bagian aganglionik kemudian c. Mempersiapkan orang tua akan adanya

b. Pembedahan koreksi menganastomoskan end to end pada kolon intervensi medis (pembedahan).
yang berganglion dengan saluran anal yang d. Mendampingi orang tua pada
dilakukan lagi biasanya
dilatasi . perawatan colostomy setelah rencana
saat berat anak
c. Prosedur Soave . pulang
mencapai sekitar 9 Kg
yaitu dengan cara membiarkan dinding otot dari e. Pada perawatan preoperasi harus
(20 pounds) atau
segmen tetap utuh kemudian kolon yang bersaraf
diperhatikan juga kondisi klinis anak –
sekitar 3 bulan setelah
normal ditarik sampai ke anus tempat dilakukan -
anak dengan mal nutrisi karena tidak
operasi pertama. nya anastomosis antara kolon normal dan
dapat bertahan dalam pembedahan
jaringan otot rectosigmoid yang tersisa.
sampai status fisiknya meningkat
Komplikasi Intestinal Komplikasi Ekstraintestinal
a. Pendarahan Usus. a. Komplikasi kardiovaskuler: .
Sekitar 25% penderita demam kegagalan sirkulasi perifer (syok, sepsis),
tifoid dapat mengalami
pendarahan minor . miokarditis, trombosis dan tromboflebitis. KOMPLIKASI
b. Komplikasi darah: anemia hemolitik, trombo
b. Perforasi Usus. sitopenia, koaguolasi intravaskuler diseminata
Terjadi pada 3% penderita yang , dan sindrom uremia hemolitik.
dirawat. Tandanya adalah nadi
c. Komplikasi paru: pneumoni, empiema, dan
cepat, TD turun dan bahkan
sampai syok pleuritis
d. Komplikasi hepar dan kandung kemih:
hepatitis dan kolelitiasis
e. Komplikasi ginjal: glomerulonefritis, pielonef
ritis, dan perinefritis
f. Komplikasi tulang: osteomielitis, periostitis,
spondilitis, dan artritis
g. Komplikasi neuropsikiatrik: delirium,
meningismus, meningitis, polineuritis perifer,
psikosis, dan sindrom katatonia.
Thank you
Alhamdulillah.....