Anda di halaman 1dari 27

KELOMPOK

TIARA SURYA PAMUNGKAS


ELLEN
ADRIAH MARINI
AFIFA RACHMA
AFRIDA RAMADHANI
ANITA SYARA
ARI NETALIA
ASSA PUTRI
BEDWINA
BELLA NOVALIA
Aduh…BAK-ku tersendat-sendat.

Seorang laki-laki, 47 tahun, pekerjaan penjahit konvensi


dipabrik, datang kepuskesmas dengan anyang-ayangan sejak 5
hari yang lalu. Keluhan disertai rasa tidak puas sehabis BAK,
tersendat-sendat, kadang menetes saja, nyeri diperut bawah
sampai selangkangan, dan kadang kemerahan diakhir BAK.
Pasien mengaku anyang-anyangan sudah dialami berulang
sejak 3 bulan terakhir.

Setelah lengkap anamnesis dan pemeriksaan fisik, dilakukan


pemeriksaan cito :
- Lab. Darah rutin, Kimia darah dan Urinalisis
- Radiologi : BNO
KLARIFIKASI ISTILAH

Polakisuria yaitu, anyang-anyangan


Uregensi yaitu, tidak dapat menahan miksi
Disuria yaitu, nyeri saat miksi
IDENTIFIKASI MASALAH

laki-laki 74 tahun, seorang, penjahit konveksi


dipabrik.
Mengeluh anyang-anyangan sejak 5 hari lalu, sudah
berulang sejak 3 bulan terakhir.
Disertai rasa tidak puas setelah BAK, tersendat-
sendat, kadang menetes saja.
Nyeri diperut bawah sampai selangkangan.
Kadang kemerahan diakhir BAK.
Penjahit Gejala :
konveksi LAKI-LAKI 47 • Tidak puas sehabis
dipabrik tahun BAK
• Tersendat-sendat
• Kadang menetes
saja
• Nyeri perut bawah
sampai
Faktor risiko selangkangan
• Kadang kemerahan
Anyang- Berulang diakhir BAK
anyangan 5 sejak 3
UROLITHIASIS hari lalu bulan
terakhir

• Definisi
• Epidemiologi Hilang
• Klasifikasi , • Etiologi timbul
• Faktor risiko
• Manifestasi klinis
• Patofisiologi Obtruksi
•Diagnosis (AN,PF,PP) keganasan
sal.kem
• DD
• Tl & pencegahan
• komplikasi BATU
BPH
•Prognosis
Learning objektif

Mengetahui anatomi, histologi dan fisiologi ginjal


Mengetahui devinisi vesicolithiasis
Mengetahui epidemiologi vesicolithiasis
Mengetahui klasifikasi vesicolithiasis
Mengetahui etiologi vesicolithiasis
Mengetahui faktor risiko vesicolithiasis
Mengetahui manifestasi klinis vesicolithiasis
Mengetahui patofisiologi vesicolithiasis
Mengetahui diagnosis vesicolithiasis
Mengetahui diagnosis banding vesicolithiasis
Mengetahui tatalaksana dan pencegahan vesicolithiasis
Mengetahui komplikasi vesicolithiasis
Mengetahui prognosis vesicolithiasis
Definisi

● Urolithiasis adalah suatu keadaan timbulnya batu yg


mengandung kristal dan matriks organik yg
menghalangi aliran kemih akibat obstruksi pada traktus
urinarius.

● Vesicolithiasis adalah batu yang menghalangi aliran


kemih akibat penutupan kandung kemih, mula-mula
alirannya lancar, secara tiba-tiba akan berhenti dan
menetes disertai dengan rasa nyeri
ANATOMI
VESICA URINARIA
HISTOLOGI
EPIDEMIOLOGI

Laki-laki : Perempuan = 3:1


Risiko tinggi usia 20-40 th
Di seluruh dunoa 1-12% penduduk terkena batu
saluran kemih
Di negara berkembang paling banyak terkena
batu saluran kemih
Penyakit terbanyak ke-3 di bidang urologi
setelah ISK & BPH
KLASIFIKASI

BERDASARKAN JENIS BATU :

Batu an organik (90%)


- Batu kalsium (kalsium oksalat dan kalsium fosfat 75%)
- Batu struvit (15%)

Batu organik (10%)


- Batu as.urat (7%)
- Batu xantin (1%)
- Batu Sistin (20%)
ETIOLOGI

Terdapat dua factor yang dapat menjadi penyebab, yaitu :


1. Faktor Intrinsik
 Hiperkalsemia
 Hiperkalsuria
 Herediter (riwayat keluarga dengan batu saluran kemih dapat
meningkatkan risiko)
 Usia (paling sering 30 – 50 tahun)
2. Faktor Ekstrinsik
 Intake cairan

 Diet (banyak konsumsi purin, oksalat, kalsium)

 Pekerjaan (kurang aktivitas)


Faktor Risiko

1. Jenis kelamin
 Laki – laki lebih berisiko karena mengekskresi sedikit sitrat dan
kalsium dibandingkan dengan perempuan
2. Diet makanan
 Dehidrasi/ menurunnya intake cairan, konsumsi terlalu banyak
sodium, oksalat, lemak, protein, gula, karbohidrat kasar, dan vitamin
C
3. Konsumsi obat-obatan
 Obat-obatan yang dapat meningkatkan risiko batu saluran kemih
adalah efedrin, guinefesin, thiazide, indinavir, dan allopurinol
4. Riwayat penyakit
 Riwayat batu saluran kemih dalam keluarga, riwayat batu
Patofisiologi
Patofisiologi
MANIFESTASI KLINIS VESICOLITHIASIS

 Nyeri suprapubik
 Disuria
 Frekuensi
 Polakisuria (frekuensi+urgensi+disuria)
 Terminal hematuria
 Urin keruh (cloudy) atau berwarna gelap
 Retensio urin
 Nyeri dapat menjalar ke penis, skrotum, perineum, punggung, dan
paha
 Rasa tidak nyaman, dapat tumpul atau tajam, ketika berubah posisi
secara tiba-tiba dan saat berolah raga (contoh: supinasi, pronasi)
ANAMNESIS

Nyeri kolik
BAK menetes
Riwayat penggunaan obat-obatan
Riwayat ISK dahulu atau di keluarga
Riwayat keluarga yg memiliki vesikolithiasis
Makanan dan minuman yang dikomsumsi
PEMERIKSAAN FISIK

Nyeri tekan diselangkangan


Hidronefrosis : ginjal teraba pada pemeriksaan
ballottement
Batu yang besar dapat teraba secara bimanual
Tanda vital : hipertensi
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Foto BNO/polos abdomen


Foto IVP : untuk batu lusent
Pemeriksaan sedimen urin
Kultur Urin
Pemeriksaan darah
Pemeriksaan fungsi ginjal
Pemeriksaan elektrolit
DIAGNOSA BANDING

Diagnosa Banding Gejala


Prostatitis demam, malaise, myalgia, athralgia,
nyeri perineal/prostat, disuria, gejala
obstruksi sal.kemih seperti polakisuria
dan hesitansi

Kanker Prostat hematuria, nyeri punggung, retensio


urin
Urothelial carcinoma hematuria, penurunan BB, nyeri
pinggang, disuria, anorexia
BPH Frekuensi, urgensi, hesitansi, sulit
berkemih, merasa terdapat residual
urine pada kandung kemih
TATALAKSANA BATU SALURAN KEMIH

Prinsip tatalaksana nya untuk mengeluarkan batu dari traktus


urinarius.
Konservatif -> apabila batu nya berukuran kecil
Diuretic: untuk melancarkan urin supaya batu yg kecil bisa
keluar bersamaan dengan urin
Analgesic: untuk mengurangi rasa nyeri
Alkalinisasi: Potassium Sitrat -> 60 mEQ dalam 3-4 dosis per
hari
Bedah -> Vesiculotomi
Litotripsi -> Batu dipecahkan dgn gel.
Ultrasonik,elektrohidrolik,atau sinar laser
Sering dipakai: Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy
PENCEGAHAAN

• MINUM AIR YANG CUKUP ( 2,5-3 L )


• HINDARI KONSUMSI PROTEIN YANG
BERLEBIHAN
• MENGURANGI KONSUMSI
GARAM/SODIUM DAN OKSALAT
• KONSUMSI MAKANAN YANG
MENGANDUNG KALSIUM
• MENGHINDARI SUPLEMEN VITAMIN C
KOMPLIKASI BATU SALURAN KEMIH

• Hidroureter
• Hidronefrosis
• Gagal ginjal akut
• Sistitis
• Isk
PROGNOSIS

Ad vitam : Bonam


Ad fungtionam : Bonam
Ad sanitionam : Dubia ad Bonam
REFERENSI

Bultitude M, Rees J. Mnagement of renal colic. BMJ.


2012 Aug 29;345:e5499. Ikatan Ahli Urologi
Indonesia. Pedoman penatalaksanaan batu saluran
kemih di Indonesia. Jakarta; 2007.
Sjamsuhidajat R, Karnadihardja W, Prasetyono TOH,
Rudiman R, penyuting. Buku ajar ilmu bedah
Sjamsuhidajat-dejong. Edisi ke-3. Jakarta: EGC; 2010.
h.872.9.
Sudoyo, A. W., Setiyohadi, B., Alwi, I., dan Setiati, S.
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia; 2006.