Anda di halaman 1dari 9

KEPEMIMPINAN DI BAWAH TANGAN SOEHARTO

• Disusun oleh:
• Julianti Saraswati 17110003
• Yusuf Safari 17110002
• Riza Zaennurahmah 17110004
• Frangki Ferdiansyah 171100
SOEHARTO

• Lahir di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo,


Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, 8 Juni 1921 – meninggal
di Jakarta, 27 Januari2008 pada umur 86 tahun. Beliau adalah Presiden
kedua Indonesia yang menjabat dari tahun 1967 sampai 1998,
menggantikan Soekarno. Di dunia internasional, terutama di Dunia Barat,
Soeharto sering dirujuk dengan sebutan populer "The Smiling General"
(bahasa Indonesia: "Sang Jenderal yang Tersenyum") karena raut mukanya
yang selalu tersenyum.
MASA KEPEMIMPINAN SOEHARTO

• Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa


pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal.
• Soeharto kemudian mengambil alih kekuasaan dari Soekarno, dan resmi menjadi
presiden pada tahun 1968. Ia dipilih kembali oleh MPR pada
tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa
jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun
tersebut, menyusul terjadinya kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung
DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. Ia merupakan orang terlama yang menjabat
sebagai presiden Indonesia.
TIPE KEPEMIMPINAN SOEHARTO

1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis


Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan
pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia
mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal
yang bisa dipercaya.
• 2. Tipe Kepemimpinan Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan
otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih
banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter,
kaku dan seringkali kurang bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari
bawahan, (3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan
tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, (4) menuntut adanya disiplin yang
keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti,
dan kritikan-kritikan dari bawahannya, (6) komunikasi hanya berlangsung
searah
• Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)
Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: (1) mendasarkan diri pada
kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, (2) pemimpinnya selalu
berperan sebagai pemain tunggal, (3) berambisi untuk merajai situasi, (4)
setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri, (5) bawahan tidak
pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang
akan dilakukan, (6) semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah
diberikan atas pertimbangan pribadi, (7) adanya sikap eksklusivisme, (8) selalu
ingin berkuasa secara absolut, (9) sikap dan prinsipnya sangat konservatif,
kuno, ketat dan kaku, (10) pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan
apabila mereka patuh.
KELEBIHAN MASA KEPEMIMPINAN SOEHARTO
• KELEBIHAN:
1. Cerdik. Beliau cerdik dalam berbisnis sehingga orang-orang asing berada dibawah pribumi
bagaimanapun caranya.
2. Cerdas. Beliau cerdas dalam mengatur strategi
3. Tegas. Tidak pernah ragu-ragu dalam mengambil keputusan
4. Ramah. Beliau selalu ramah dengan rakyatnya.
5. Berwibawa. Dari awal kepemimpinannya, beliau sudah disegani oleh rakyatnya
6. Berani dalam bertindak. Beliau akan melakukan apa saja asal Indonesia tidak dikuasai bangsa
asing
7. Bijaksana (ini tergantung pada sisi mana yang kita lihat dari dirinya). Salah satu bukti
kebijaksanaannya yaitu beliau selalu memajukkan rakyat kecil, seperti petani local yang dia
makmurkan.
KEKURANGAN MASA KEPEMIMPINAN SOEHARTO
1. Otoriter
Otoriternya tidak beliau lakukan dengan baik karena banyak hal yang akhirnya
membuatnya jadi salah melangkah karena dia melakukan berbagai tindakan otoriter
berdasarkan nasehat-nasehat yang diberikan penasehatnya padahal itu adalah
sesuatu yang akan menjerumuskan beliau.
2. Lengah
Ketika beliau percaya dengan orang itu dan beliau yakin, maka apapun yang
dikatakan oleh orang itu akan beliau lakukan dengan syarat, orang itu dapat
memberikan alasan yang seolah-olah itu logis atau masuk diakal. Karena sehebat
apapun manusia, jika terus dipengaruhi maka akan terjadi kelengahan karena akan
menjadikan pikiran tidak jernih.
PENDAPAT DARI ANGGOTA KELOMPOK
1. Julianti Saraswati
Sejelek apapun yang beliau lakukan, Pak Soeharto memiliki tujuan yang memang diinginkan oleh semua rakyat
Indonesia yaitu, tidak menjadikan Indonesia negara yang tertinggal dan membuat Indonesia selalu dihargai
dengan kemakmuran yang ada.
2. Yusuf Safari
Meskipun beliau di pandang jelek oleh sebagian orang di Indonesia karena pemerintahannya yang otoriter,
tetapi beliau bisa mensejahterakaan rakyat kecil dan menjadi Bapa pembangunan bagi negara tercinta kita ini
3. Riza Zaennurahman
Kita semua tau memang banyak plus minus yang ada di dalam kepemimpinan soeharto. Dalam menjadikan
Indonesia sebagai negra adidaya di asia, tentunya banyak hal yang harus di korban kan beliau demi
mewujudkan Indonesia sebagai Macan Asia. Kebanyakan orang di era reformasi menolak pemerintahan
indonesia di bawah kepemimpinan soerhato karna dianggap hanyak menyengsarakan rakyat di kemudian hari
atas kebijakanbyg diterapkan selama menjabat sebagai presiden. Sebagai warga negara yang baik tentunya
kita tidak boleh menilik hanya dari satu pandangan negatif saja, tapi juga harus menilik dari segi pandangan
positif atas usaha soeharto untuk menjadikan indonesia sbg negara adidaya, dan masyarakat jga harus cerdas
karena untuk mencapai sesuatu hal pasti ada yg harus di korbankan, dan masyarakat indonesia khususnya
mahasiswa pada masa itu harus bsa bersikap lebih dewasa dan menghargai akan usaha, resiko dan tanggung
jawab yang diemban soeharto selama menjabat dalam kurun waktu 32th