Anda di halaman 1dari 40

Rapat Koordinasi

Kepala Puskesmas
dan Dinkes
Lets do
relaxatioan first!

Senam Otak
dengan tangan
Next
relaxatioan
methode...
Senam
peregangan
Visi RSUD Sekayu Tahun 2022
Dalam rangka menuju MUBA Maju
Berjaya 2022. RSUD Sekayu memiliki
Visi :
MEWUJUDKAN RUMAH SAKIT
KELAS DUNIA
(THE WORLD CLASS HOSPITAL)
Misi RSUD Sekayu
Tahun 2021: MENDAPAT AKREDITASI JOINT COMMISSION
INTERNATIONAL(JCI)

Visi Th.
Tahun 2020: 2021RUMAH
MENJADI (2017 – TYPE
SAKIT 2021)
B

MENDAPAT AKREDITASI KARS PARIPURNA (BINTANG 5)


Tahun 2019:
MENJADI RUMAH SAKIT RUJUKAN REGIONAL
PENGANGKATAN TENAGA KERJA KONTRAK MENJADI
Tahun 2018: TENAGA KERJA BLUD NON PNS DI LINGKUNGAN RSUD
SEKAYU

PENATAAN SDM BAIK SECARA KUALITAS MAUPUN


Tahun 2017: KUANTITAS ( THE RIGHT MAN IN THE RIGHT PLACE AT THE
RIGHT TIME) KPI: PENEGAKAN DISIPLIN (WAKTU,
PENAMPILAN, KERJA & KINERJA)
Rumah Sakit Type B
Tahun 2020
PELAYANAN YANG DIBERIKAN OLEH RUMAH
SAKIT UMUM KELAS B PALING SEDIKIT
MELIPUTI:
 Pelayanan medik
 Pelayanan kefarmasian
 Pelayanan keperawatan dan kebidanan
 Pelayanan penunjang klinik
 Pelayanan penunjang nonklinik
 Pelayanan rawat inap
PELAYANAN RAWAT INAP HARUS DILENGKAPI
DENGAN FASILITAS SEBAGAI BERIKUT:

 jumlah tempat tidur perawatan kelas III paling sedikit 30% (tiga puluh persen)
dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik Pemerintah

 jumlah tempat tidur perawatan kelas III paling sedikit 20% (dua puluh persen)
dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik swasta

 jumlah tempat tidur perawatan intensif sebanyak 5% (lima persen) dari seluruh
tempat tidur untuk Rumah Sakit milik Pemerintah dan Rumah Sakit milik
swasta
Sumber daya manusia Rumah Sakit Umum
kelas B terdiri atas:
 Tenaga medis
 Tenaga kefarmasian
 Tenaga keperawatan
 Tenaga kesehatan lain
 Tenaga nonkesehatan
MENJADI RUMAH SAKIT TYPE B
Rumah sakit yang jika dilihat dari jumlah SDM :
12 dokter umum untuk pelayanan medik dasar
3 dokter gigi umum untuk pelayanan medik gigi mulut
3 dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis dasar
2 dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis penunjang MEDIK
1 dokter spesiali untuk setiap jenis pelyanan medik spesialis lain
1 dokter subspesiali untuk setiap jenis pelayanan medik subspesialis
1 dokter gigi untuk setiap jenis pelayanan medik spesilis gigi mulut
1 Apt sebagai kepala instalasi farmasi
4 Apt di Rawat Jalan dibantu 8 tenaga teknis farmasi
4 Apt di rawat inap dibantu 8 tenaga teknis farmasi
1 Apt di IGD dibantu 2 tenaga teknis farmasi KEFARMASIAN
1 Apt di ICU dibantu 2 tenaga teknis farmasi
1 Apt sebagai koord penerimaan dan distribusi
1 Apt sebagai koord produksi

Jumlah sesuai tempat tidur pd rawat inap KEPERAWATAN


Kualifikasi & kompetensi disesuaikan dengan kebutuhan RS
Kondisi SDM Dokter Tahun 2017
 Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PDL) : 5 Orang (3 full time, 2 part time)
 Dokter Spesialis Bedah : 3 Orang (2 full time, 1 part time)
 Dokter Spesialis Anak : 2 Orang (full time)
 Dokter Spesialis Obgyn : 1 orang (full time)
 Dokter Spesialis Anestesi : 1 (full time)
 Dokter Spesialis Mata : 3 orang (2 full time, 1 part time)
 Dokter Spesialis Jantung : 1 orang (part time)
 Dokter Spesialis THT : 1 orang (part time)
 Dokter Spesialis Syaraf : 1 orang (part time)
 Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin : 1 orang (part time)
 Dokter Spesialis Jiwa : 1 orang (part time)
 Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik : 1 orang (part time)
 Dokter Spesialis Radiologi : 1 orang (part time)
 Dokter Spesialis Patologi Anatomi : 2 orang (full time)
 Dokter Gigi : 2 orang (full time)
 Dokter Umum : 16 orang (4 PNS, 12 Kontrak)
 Dokter Spesialis Anak : 1 Orang (full time)
 Dokter Spesialis Obgyn : 2 orang (full time)
 Dokter Spesialis Anestesi : 1 (full time)
 Dokter Spesialis Jantung : 1 orang (full time)
 Dokter Spesialis THT : 1 orang (full time)


Dokter Spesialis Syaraf : 1 orang (full time)
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin : 1 orang (full time)
Kebutuhan SDM Dokter


Dokter Spesialis Jiwa : 1 orang (full time)
Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik : 1 orang (full time)
Menuju Type B dan RS
 Dokter Spesialis Radiologi : 1 orang (full time) Rujukan Regional,
 Dokter Spesialis Patologi Klinik : 1 orang (full time)
 Dokter Spesialis Bedah Gigi dan Mulut: 1 orang (full time) Akreditasi KARS
 Dokter Spesialis Paru : 1 orang (full time)
 Dokter Spesialis Bedah Orthopedi : 1 orang (full time) Paripurna (Bintang 5)
 Dokter Spesialis Bedah Plastik : 1 orang (full time)
 Dokter Spesialis Bedah Digestif : 1 orang (full time)
 Dokter Spesialis Penyakit Dalam (KGH): 1 orang (full time)
 Dokter Spesialis Mata (Konsultan) : 1 orang (full time)
Jumlah kebutuhan tenaga keperawatan sama dengan jumlah tempat
tidur pada instalasi rawat inap dengan kualifikasi dan kompetensi tenaga
keperawatan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan Rumah Sakit.
Begitupun jumlah dan kualifikasi tenaga kesehatan lain dan tenaga
nonkesehatan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan Rumah Sakit.
 Peralatan Rumah Sakit Umum kelas B harus memenuhi standar
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
 Peralatan paling sedikit terdiri dari peralatan medis untuk instalasi
gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, rawat intensif, rawat
operasi, persalinan, radiologi, laboratorium klinik, pelayanan
darah, rehabilitasi medik, farmasi, instalasi gizi, dan kamar
jenazah.
Rumah Sakit
Rujukan Regional
Tahun 2019
Kriteria Rumah Sakit Rujukan
Regional
1. Ditetapkan oleh peraturan gubernur
2. Menjadi rujukan lintas kabupaten/kota yang dapat
mengampu pasien sekurangnya dari 4 (empat)
kabupaten/kota
3. Ditetapkan sebagai rumah sakit kelas B dan rumah
sakit pendidikan sesuai standar dan ketentuan yang
berlaku
4. Akreditasi rumah sakit standar nasional
sekurangnya lulus akreditasi tingkat utama
5. Memiliki akses jalur transportasi yang dapat
dijangkau melalui udara, darat dan air ke atau dari
sekurangnya 4 (empat) kabupaten/kota
6. Memiliki layanan unggulan spesialistik
7. Menjadi rumah sakit rujukan regional pengampu
rumah sakit kabupaten/kota di wilayahnya
8. Menjalin kerjasama sister hospital dengan rumah
sakit rujukan nasional atau rumah sakit tersier
lainnya yang berstatus akreditasi nasional dan
internasional di dalam negeri
Tugas Rumah Sakit Rujukan Regional
1. Menjadi Rumah Sakit Rujukan Regional Sebagai Pengampu
Rujukan Medik Dari Rumah Sakit Kabupaten/Kota Sesuai
Ketentuan Yang Berlaku
2. Melakukan rujuk balik sesuai indikasi dan ketentuan yang
berlaku
3. Mengembangkan layanan unggulan spesialistik sesuai
klasifikasi dan jenis rumah sakit
4. Menyusun standar prosedur operasional rumah sakit dengan
sistem rujukan yang merupakan kolaborasi dari jejaring
fasilitas pelayanan kesehatan di kabupaten/kota
5. Menyiapkan sumber daya manusia, sarana, prasarana,
alat, bahan, fasillitas dan sistem informasi yang
mendukung pelayanan sebagai rumah sakit rujukan
regional sesuai standar
6. Merupakan jejaring penerapan Health Technology
Assesment (HTA) khususnya penapisan teknologi tepat
guna secara aktif di wilayah sekitarnya dengan
mengutamakan produk dalam negeri termasuk
menggunakan riset berbasis pelayanan
7. Penguatan penerapan hospital bylaws/peraturan internal
rumah sakit yang menjadi landasan transparansi,
akuntabilitas, etika dan hukum kesehatan di rumah sakit
 Rumah Sakit Rujukan Regional bertanggung jawab
secara berjenjang kepada pimpinan wilayahnya dan
Menteri Kesehatan
 Monitoring dan evaluasi terhadap pelayan kesehatan
dilakukan secara berjenjang oleh Dinas Kesehatan dan
kementrian kesehatan
 Pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan
Rumah Sakit Rujukan Regional dilakukan oleh Menteri
Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
 Rumah sakit rujukan regional yang belum memenuhi kriteria

yang ditetapkan, akan menjadi prioritas untuk dilakukan

pembimbingan secara berjenjang oleh Dinas Kesehatan dan

Kementrian Kesehatan untuk dipenuhi kriteria, standar, serta

pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku oleh

Pemerintah dan Pemerintah daerah

 Pemenuhan kriteria untuk menjadi rumah sakit rujukan regional

akan dilaksanakan dalam waktu 5 (lima) tahun


PELAYANAN KLINIK SORE
RSUD SEKAYU
LATAR BELAKANG
DAFTAR 10 PENYAKIT TERBANYAK IGD TAHUN 2016
1200
1007 987
JUMLAH KUNJUNGAN

1000
800
640 605
600 491
396 367
400 291 252 207
200
0

Axis Title
LATAR BELAKANG
JUMLAH DOKTER FULL TIME RSUD SEKAYU
16
16
14
12
10
8
5
6
4 2 2 2 2 2
1 1 1
2
0
TUJUAN
 MENGURANGI KUNJUNGAN PASIEN IGD YANG TIDAK MEMENUHI
KRITERIA GAWAT DARURAT
 MENGURANGI BEBAN POLIKLINIK PAGI HARI
 MENINGKATKAN CAKUPAN PASIEN DENGAN PEMBIAYAAN
UMUM
 MENINGKATKAN CAKUPAN PASIEN DENGAN PEMBIAYAAN BPJS
 MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN UNTUK RESPON
TERHADAP PASIEN YANG BELUM MEMENUHI SYARAT JAMINAN
 MENAMBAH PENDAPATAN RSUD SEKAYU
RENCANA KEGIATAN

 JAM PELAYANAN : 13.00 – 16.00


 HARI PELAYANAN : SENIN- JUMAT
 POLIKLINIK : - PENYAKIT DALAM
 - MATA
 - POLI UMUM
ALUR PENERIMAAN
PASIEN POLI SORE
POLIKLINI ECC (EXECUTIVE CLINICAL
CARE)
Dasar

PERMENKES NOMOR 11 TENTANG


PELAYANAN RAWAT JALAN
EKSEKUTIF DI RUMAH SAKIT
KUNJUNGAN PASIEN BERDASARKAN CARA
BAYAR
Persentase Kunjungan pasien bulan Desember
50.0
44.6
45.0 40.6
40.0 37.4
35.0 33.7
30.0
25.0
Des-16
20.0 15.7 15.3 Jan-17
15.0
10.0 5.7 6.3
5.0
0.3 0.3
0.0
UMUM BPJS MANDIRI BPJS ASTA PERUSAHAAN
PEMERINTAH
TREN PASIEN UMUM
PERSENTASE PASIEN UMUM 3 BULAN TERAKHIR
16%
16% 16%
16%
16%
16%
15%
15% Series 1
15%
15%
15%
15%
14%
Nov-16 Dec-16 Jan-17
Tujuan

MENINGKATKAN CAKUPAN PASIEN


DENGAN PEMBIAYAAN UMUM
MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN
MENAMBAH PENDAPATAN RSUD SEKAYU
ALUR LAYANAN
POLIKLINIK
EKSEKUTIF
KELENGKAPAN BERKAS PASIEN
 BPJS
 Kartu BPJS Asli dan Fotokopi 2 lembar
 Fotokopi KK (Kartu keluarga) dan KTP (buat dua lembar untuk persiapan)
 Surat rujukan Asli dan juga Fotokopi surat rujukan (buat 2 lembar)
ASTA
 KK atau KTP
 Surat Rujukan Asli dan Juga Fotokopi surat rujukan (buat 2 lembar)
PERUSAHAAN
 Kartu Asuransi yang bekerjasama dengan perusahaan
 Identitas Karyawan
 Surat Rujukan Asli dan Juga Fotokopi surat rujukan (buat 2 lembar)
KELENGKAPAN BERKAS PASIEN IGD
 PASIEN IGD ADALAH PASIEN YANG MASUK DALAM KRITERIA GAWAT
DARURAT BERDASARKAN PERMENKES NOMOR 856 TAHUN 2009
 BPJS
 Kartu BPJS Asli dan Fotokopi 2 lembar
 Fotokopi KK (Kartu keluarga) dan KTP (dua lembar)
ASTA
 KK atau KTP
PERUSAHAAN
 Kartu Asuransi yang bekerjasama dengan perusahaan
 Identitas Karyawan
Continuing Medical Education (CME)
Mei 2017  workshop /simposium penatalaksanaan
Asma
Tujuan
Penyegaran dan update ilmu penanganan asma pada dewasa
dan anak
Dokter mampu secara mandiri menanggulangi pasien yang
mengalami kegawatdarurat asma pada fase pre hospital dan
intra hospital
Membuat sistem rujukan yang terpadu antara fasilitas tingkat
primer dan sekunder terhadap pasien asma
Dokter mampu bekerja sama dengan masyarakat dan profesi
lain dalam penanggulangan kegawatdaruratan asma
Waktu dan Tempat Kegiatan
 Waktu : Kamis, 18 Mei 2017 pukul 07.30-12.30
 Tempat : Aula RSUD Sekayu

Pendaftaran
1 April s/d 18 Mei 2017

Contact Person
dr. Freshcilia (08127131415)
dr. Ferdian (085268761301)
Penatalaksanaan Asma
Pembicara :
 Dr. Frans Barus, SpP

Peserta :
Tenaga kesehatan khususnya dokter yang mewakili Rumah
Sakit/ Puskesmas/ Institusi Pendidikan Kesehatan. Target : 100
orang dokter umum

Kontribusi Peserta : Rp. 150.000,-


Terima kasih